"All of us have bad luck and good luck. The man who persists through the bad luck - who keeps right on going - is the man who is there when the good luck comes - and is ready to receive it".
~Robert Collier
~Robert Collier
TEROMBANG-AMBING OLEH EMOSI
DIRI:
Untuk sukses berhasil kita disarankan untuk bisa mengendalikan emosi kita,
tidak terombang-ambing olehnya. Diyakini sehat jasmani erat kaitannya dengan
kesehatan rohani, karena dalam tubuh sehat terdapat jiwa yang sehat. Kecerdasan
emosi penting untuk mengendalikan tingkat intelektualitas kita.
Tidak perlu kita mengamuk
tidak menentu hanya oleh karena sesuatu hal kecil, itu tidak baik untuk
kesehatan, kita juga tak perlu mengeluh apalagi menyalahkan orang lain, harus
dihindarkan!
Jika tidak ingin memuji
seseorang lebih baik menghargainya itu akan kian mendorongnya menjadi lebih
baik lagi. Kesukaaan kita mendorong akan menjadikan kita sebagai seorang figur
yang disukai lingkungan. Bahkan jika seseorang melakukan kesalahan kita
disarankan untuk memberi saran perbaikan tidak malah menyalahkannya dan
mengeluhkan kesalahannya sepanjang hari.
Dalam hidup jamak fenomena seperti itu ditemukan.
Dalam hidup jamak fenomena seperti itu ditemukan.
Cara menyampaikan saran juga
disarankan agar dilakukan secara bertahap, mulailah dengan memuji prestasinya dan
menyertakan saran perbaikan dalam penyampaiannya dan memuji prestasinya akan lebih baik lagi jika dilakukan sesuai yang disarankan.
Ada tekniknya itu!
Ada tekniknya itu!
Saran perbaikan yang
disampaikan secara sembarangan akan terdengar seakan menghakimi hingga membuat orang
lain cenderung menjadi marah. Coba pikirkan jika kita memuji orang untuk tujuan
menyanjung dan itu tidak baik tetapi lakukanlah dengan cara sesuai disarankan diatas.
Puji dan beri saran perbaikan, bahwa hasil yang akan dicapai akan jauh lebih baik lagi jika itu dilakukan mengikutkan saran
perbaikan.
Jika kita harus mengkritik hasil pekerjaan seseorang pastikan untuk terlebih dahulu menggigit ujung lidah sendiri. Karena pada dasarnya manusia memiliki kesamaan dengan binatang dalam insting perlindungan diri, perbedaan keduanya adalah bahwa manusia tahu cara berpikir dan belajar menggunakannya. Orang lain itu manusia juga - seperti kita.
Jika kita harus mengkritik hasil pekerjaan seseorang pastikan untuk terlebih dahulu menggigit ujung lidah sendiri. Karena pada dasarnya manusia memiliki kesamaan dengan binatang dalam insting perlindungan diri, perbedaan keduanya adalah bahwa manusia tahu cara berpikir dan belajar menggunakannya. Orang lain itu manusia juga - seperti kita.
Kita harus terus belajar agar
bakat dan potensi diri tidak stagnan. Belajarlah dari orang-orang yang lebih
dahulu sukses, belajarlah menjadi positif dan tidak perlu mendengarkan hal-hal
yang negatif atau akan teracuni olehnya, merusak jiwa dan hidup.
Dijaman digital seperti kini
ini, belajar menjadi satu-satunya paspor menuju keberhasilan di masa depan, dan
kita harus terus belajar agar terus diperlukan untuk mengisi kehidupan ini.
TEROMBANG-AMBING OPINI ORANG
LAIN:
Tiap kita cenderung membuat keputusan berdasarkan pendapat orang lain, bukan berdasarkan "fakta" hingga tidak yakin seratus persen kala memutuskan.
Tiap kita cenderung membuat keputusan berdasarkan pendapat orang lain, bukan berdasarkan "fakta" hingga tidak yakin seratus persen kala memutuskan.
Konsep Percaya dan Yakin
menjadi dua hal yang berbeda, “percaya” umumnya ditujukan untuk sesuatu hal
yang terlihat atau telah terlihat, sedangkan “keyakinan” adalah untuk sesuatu
yang sama sekali tidak terlihat atau bahkan tak akan pernah bisa melihatnya.
Jika ditelisik lebih mendalam, “iman” adalah sikap manusiawi tentang sesuatu hal yang dia “yakini” - bahkan walau banyak orang tidak mempercayainya. Sedangkan “percaya” dapat digambarkan
secara jelas bagaikan jika kita ingin mencapai puncak Gunung Sinabung dan kita harus melihat puncaknya. Mustahil mencapainya jika kita tidak pernah berada disana.
Dalam bisnis, kerap kita
dengar tanggapan lawan bisnis kita “saya tidak yakin dengan apa yang Anda sampaikan”.
Dan kita tak perlu emosi menanggapinya! Kita harus ingat bahwa kita berbisnis adalah
untuk meraih impian kita mengikutkan keyakinan kita maka, tak mengapa jika hanya
kita seorang yang meyakininya.
Ingatlah, selama pilihan kita
benar, abaikan apa kata orang-orang tentang diri kita, tentang bagaimana kita
akan meraih dan mewujudkannya.
Pada tulisan sebelumnya, telah
dijelaskan tentang karakter khas orang yang belum dewasa, refleksinya
periksalah, mungkin ada karakteristik yang cocok. Kemampuan kita untuk
mensandingkan perbedaan itu akan membangun tingkat keyakinan akan pola pikir positif yang kita miliki. Tak lama kemudian, kemampuan kita akan
bertumbuh, menjadi lebih dewasa lagi dan kita akan mewarnai
kehidupan kita mengikutkan pilihan hati kita - tidak oleh tekanan orang lain,
tidak oleh pilihan orang lain.
Dan itu yang terutama!
~salam kendali selalu!
