Senin, 14 Mei 2018

ANDAI KITA BISA MENGENDALIKAN EMOSI DIRI

"All of us have bad luck and good luck. The man who persists through the bad luck - who keeps right on going - is the man who is there when the good luck comes - and is ready to receive it".
~Robert Collier

TEROMBANG-AMBING OLEH EMOSI DIRI:
Untuk sukses berhasil kita disarankan untuk bisa mengendalikan emosi kita, tidak terombang-ambing olehnya. Diyakini sehat jasmani erat kaitannya dengan kesehatan rohani, karena dalam tubuh sehat terdapat jiwa yang sehat. Kecerdasan emosi penting untuk mengendalikan tingkat intelektualitas kita.
Tidak perlu kita mengamuk tidak menentu hanya oleh karena sesuatu hal kecil, itu tidak baik untuk kesehatan, kita juga tak perlu mengeluh apalagi menyalahkan orang lain, harus dihindarkan!
Jika tidak ingin memuji seseorang lebih baik menghargainya itu akan kian mendorongnya menjadi lebih baik lagi. Kesukaaan kita mendorong akan menjadikan kita sebagai seorang figur yang disukai lingkungan. Bahkan jika seseorang melakukan kesalahan kita disarankan untuk memberi saran perbaikan tidak malah menyalahkannya dan mengeluhkan kesalahannya sepanjang hari.
Dalam hidup jamak fenomena seperti itu ditemukan.
Cara menyampaikan saran juga disarankan agar dilakukan secara bertahap, mulailah dengan memuji prestasinya dan menyertakan saran perbaikan dalam penyampaiannya dan memuji prestasinya akan lebih baik lagi jika dilakukan sesuai yang disarankan.

Ada tekniknya itu!
Saran perbaikan yang disampaikan secara sembarangan akan terdengar seakan menghakimi hingga membuat orang lain cenderung menjadi marah. Coba pikirkan jika kita memuji orang untuk tujuan menyanjung dan itu tidak baik tetapi lakukanlah dengan cara sesuai disarankan diatas. Puji dan beri saran perbaikan, bahwa hasil yang akan dicapai akan jauh lebih baik lagi jika itu dilakukan mengikutkan saran perbaikan.

Jika kita harus mengkritik hasil pekerjaan seseorang pastikan untuk terlebih dahulu menggigit ujung lidah sendiri. Karena pada dasarnya manusia memiliki kesamaan dengan binatang dalam insting perlindungan diri, perbedaan keduanya adalah bahwa manusia tahu cara berpikir dan belajar menggunakannya. Orang lain itu manusia juga - seperti kita.
Kita harus terus belajar agar bakat dan potensi diri tidak stagnan. Belajarlah dari orang-orang yang lebih dahulu sukses, belajarlah menjadi positif dan tidak perlu mendengarkan hal-hal yang negatif atau akan teracuni olehnya, merusak jiwa dan hidup.
Dijaman digital seperti kini ini, belajar menjadi satu-satunya paspor menuju keberhasilan di masa depan, dan kita harus terus belajar agar terus diperlukan untuk mengisi kehidupan ini.
TEROMBANG-AMBING OPINI ORANG LAIN:
Tiap kita cenderung membuat keputusan berdasarkan pendapat orang lain, bukan berdasarkan "fakta" hingga tidak yakin seratus persen kala memutuskan.
Konsep Percaya dan Yakin menjadi dua hal yang berbeda, “percaya” umumnya ditujukan untuk sesuatu hal yang terlihat atau telah terlihat, sedangkan “keyakinan” adalah untuk sesuatu yang sama sekali tidak terlihat atau bahkan tak akan pernah bisa melihatnya.
Jika ditelisik lebih mendalam, “iman” adalah sikap manusiawi tentang sesuatu hal yang dia “yakini” - bahkan walau banyak orang tidak mempercayainya. Sedangkan “percaya” dapat digambarkan secara jelas bagaikan jika kita ingin mencapai puncak Gunung Sinabung dan kita harus melihat puncaknya. Mustahil mencapainya jika kita tidak pernah berada disana.
Dalam bisnis, kerap kita dengar tanggapan lawan bisnis kita “saya tidak yakin dengan apa yang Anda sampaikan”. Dan kita tak perlu emosi menanggapinya! Kita harus ingat bahwa kita berbisnis adalah untuk meraih impian kita mengikutkan keyakinan kita maka, tak mengapa jika hanya kita seorang yang meyakininya.
Ingatlah, selama pilihan kita benar, abaikan apa kata orang-orang tentang diri kita, tentang bagaimana kita akan meraih dan mewujudkannya.
Pada tulisan sebelumnya, telah dijelaskan tentang karakter khas orang yang belum dewasa, refleksinya periksalah, mungkin ada karakteristik yang  cocok. Kemampuan kita untuk mensandingkan perbedaan itu akan membangun tingkat keyakinan akan pola pikir positif yang kita miliki. Tak lama kemudian, kemampuan kita akan bertumbuh, menjadi lebih dewasa lagi dan kita akan mewarnai kehidupan kita mengikutkan pilihan hati kita - tidak oleh tekanan orang lain, tidak oleh pilihan orang lain.
Dan itu yang terutama!
~salam kendali selalu!
Auction!

"There's no feeling quite like the one you get when you get the truth: You're the captain of the ship called you. You're setting the course, the speed and you're out there on the bridge, steering."~Carl Frederick