"Success
is getting what you want. Happiness is wanting what you get.”
~Haden
Dimana-mana
yang diburu itu adalah Yang Terbaik. Mitologynya mencari yang paling baik dari kumpulan
yang Terbaik – normalnya begitu. Kini ini, bertebaran fakta untuk disimak bahwa
yang diburu adalah Yang Terburuk. Yakni pelaku yang berkelakuan buruk menyembunyikan
borok kelakuan buruknya.
Yang Terbaik
diduga - mungkin telah, melibatkan profesional untuk turut mengolah kelakuan
buruknya – menjadikannya alot tak mudah diringkus. Bahkan walau telah kuat
diduga berbuat buruk pun cuma mesem malenggang - tak terbukti. Malah menjadi
pejabat penguasa Nagari.
Yang
Terburuk terlihat amatiran, keok terseok-seok digelandang masuk kerangkeng. Didakwa
segepok pasal - Pelanggaran!
Yang Terbaik,
terkesan profesional. Maka patut diduga bahwa mereka mengerahkan Tukang Olah untuk
memoles keburukannya. Dan Yang Terburuk, terkesan remeh anggap enteng akan
perlunya layanan jasa profesional mengolah kelakuan buruknya. Lemas dihajar. Dikeruk
lagi! Dianggap kurang dermawan berbagi hasil. Slurrrpp,,,malu!
Yang Terbaik,
diappresiasi karena menerapkan prinsip kerjasama. Umumnya diperlakukan baik
karena libido tinggi gairah berinvestasi. Tak soal muasal dana-nya darimana, apalagi
ia tak ngotot mempersoalkan prosentase pembagian keuntungan. Prinsip bagi-bagi,
yang penting cucian aman - tak tersentuh! Lima puluh lima puluh pun tak soal. Proyek
bersih – bersih!
Yang Terburuk,
dicap amatiran bak pesohor kesohor, terbaca sedari awal pertemuan kala Tukang
Olah datang mengusung layanan jasanya. Tawaran bersih-bersih direspon curiga berlebihan,
terkesan takut-takut tak tau malu. Minta waktu mikir-mikir. Kemudian mengundang
lagi untuk dijejali tanya tentang ApaIni-ApaItu.
Buruk nian - menjengkelkan!
Yang Terbaik,
bersikap hati-hati. Santun minta ijin memaparkan alasan yang mendasari minatnya
ber-investasi. Transparan, terkesan dipenuhi sesal tapi tak takut – memalukan!
Tak terlalu perduli wangnya akan diinvestasikan ke proyek apa. Hanya minta agar
bisa dikembalikan di tiga tahun mendatang! Tolong diatur ya,,,,! Elegan, tak
heran jika banyak kalangan siaga menjaga kesehatannya.
Yang Terbaik,
mengakui kian semakin banyak kemudahan yang diperoleh. Menjadikannya lebih
lincah dan kian bergairah. Keruk lagi dan ber-investasi lagi. Statusnya menjadi
repeat-client. Pertanda kerjasama terjalin
rapi.
Agar
terlihat pilon, enggan berlagak bak investor tokcer – riel player. Kerap minta dibuatkan uraian detil proyek yang dimodali
- proyek apa itu?
Yang Terbaik,
sigap memayungi kelakuannya dengan alat kelengkapan seperti ‘trouble-shooter’. Satgas yang dikatuai oleh
Orang yang paham banyak hal tapi tak terlibat – tiap hal apapun. Itu saja!
Tugas si ‘trouble-shooter’ terkesan mudah. Sederhananya,
jika investasi itu dirancang akan berbentuk ‘joint operation’ – akan dia lengkapi dengan satgas yang berperan
sebagai ‘joint operation management committe’.
Jika berbentuk ‘joint venture’ – maka
akan dimasukkan langsung mendanai proyek yang tengah berlangsung. Dikawal satgas
ber-Tupoksi sebagai ‘finance controller’.
Professional lah - ‘segala bisa’!
Yang Terbaik,
tak lelah berburu informasi tentang penyedia layanan jasa pendampingan sebagai ‘business arranger and strategic adviser’.
Waduh!
Nyaris lupa jualan! Jadi rendong iseng membeberkan pernak pernik jagad raya
permodalan – dan yang melingkarinya.
"Don’t let what you cannot do interfere with what you can do”.
~John Wooden
~Salam Terbaik
selalu!