Kamis, 03 Desember 2020

PERKENALKAN BISNIS ANDA

 

Tulisan kali ini terdorong oleh email dari klien yang mempertanyakan jika bisnisnya sepertinya begitu – begitu saja sejak didirikan tahun 2004 silam. Dia memulai bisnisnya setelah di PHK dari salah satu Bank ternama di Jakarta.

 

Dalam emailnya, klien menyampaikan sangat sulit untuknya memperkirakan masa depan bisnisnya, bahkan bingung saat akan menyusun rencana bisnis tahun 2021. Serasa semua kian suram saja, penuh ketidakpastian. Sulit dia membayangkan jika karyawannya bernasib sama seperti yang pernah dia alami di era tahun 1998 saat ekonomi nagari nyungsep hingga ke titik nadir menghantam nyaris seluruh sendi-sendi kehidupan anak bangsa.

 

Dia menginginkan kemajuan teknologi era digital dewasa ini bermanfaat jika bisa meningkatkan bisnisnya yang berskala kecil. Dan saya menyetujui ide gagasan pemikirannya. Sayangnya saya kesulitan untuk menemukan website bisnisnya dan itu dia akui - “belum dibikin Om!”, jawabnya. Saya menjadi tertarik mendalaminya dan menyarankan untuk mulai membangunnya.

 

Mengapa Bisnis Skala Kecil Memerlukan Situs Website?

 

Sebagai pemilik bisnis berskala kecil, Anda pasti terdorong berusaha bagaimana agar bisnis Anda dikenal pasar. Jika perlu Anda tidak keberatan untuk mencetak ribuan jilid proposal bisnis berikut company profil Anda, tetapi model konvesional begitu itu sudah bukan jamannya lagi. Bukan usang, tetapi ada yang lebih efisien.

 

Dewasa ini orang-orang sepertinya malas membaca kertas, bahkan terlihat seolah menghindar membolak-balik dokumen kertas, cenderung lebih memilih memelototi ponselnya. Mungkin itulah imbas langsung dari era digital. Konon lebih praktis dan lebih menjanjikan kemudahan serta tidak terlalu membebani isi tas kerjanya.

 

Pebisnis membutuhkan website, mungkin itulah ide gagasan Anda, mustahil rasanya untuk tidak mendukung program internasional yang menyarankan untuk berhemat dalam cetak-mencetak dokumen yang menghabiskan kertas. Konon katanya, semua penghuni dunia harus berusaha mengendalikan pemanasan “global warming” dan dimulai dari diri sendiri.

 

Memiliki website sangat disarankan agar mudah memperkenalkan bisnis Anda ke seluruh penjuru dunia. Merupakan cara pemasaran dengan keunggulan kompetitif, murah dan mudah dilakukan. Bisa menjangkau berbagai belahan dunia dengan peralatan penterjemah yang sudah tersedia pada program. Mungkin ini adalah keuntungan yang pertama.

 

Website bisa dimanfaatkan sebagai jalur penjualan dengan cara melengkapinya dengan fitur “Pesan-Sekarang”. Dengan kata kunci, barang yang Anda butuhkan akan kami hantarkan segera ke depan pintu rumah Anda. Upaya ini akan bisa meningkat penjualan terutama karena pelanggan akan sulit melupakan Anda karena mendapat jaminan ketersediaan barang, dan pesanannya akan segera dihantarkan. Layanan tepat waktu. Sepertinya ini adalah keuntungan yang kedua.

 

Website juga dijadikan sebagai jalur penerimaan pembayaran, dengan cara melengkapinya dengan fitur “Bayar-Sekarang”. Dengan cara lugas mengingatkan pelanggan agar barang yang dipesan dibayar terlebih dahulu, dengan demikian tidak ada alasan untuk menunda-nunda pengiriman pesanan yang sudah dibayar.

 

Keuangan bisnis Anda akan terpelihara dengan baik karena penjualan dibayar tunai sehingga anda tidak terlalu memerlukan penagihan yang berlarut-larut, cenderung merusak arus kas perusahaan. Mungkin ini adalah keuntungan yang ketiga.

 

Website bisa dijadikan sebagai penanda jaminan kredibilitas bisnis Anda. Terutama jika memiliki jaringan internasional. Anda hanya harus melengkapinya dengan Merek dengan penjelasan tentang produk Anda, ringkas dan jelas. Jaminan layanan bisa dilengkapi dengan: “contact” serta layanan “customer-service”. Aktif 24/7/365, jaminan bahwa bisnis Anda dikelola profesional, bukan perusahaan kaleng-kaling. Mungkin ini adalah bentuk keuntungan yang keempat.

 

Bagaimanapun kredibilitas Merek produk adalah branding perusahaan, pertanda jika bisnis Anda berkemampuan mencapai sukses keberhasilannya. Keunggulan kompetitif ini akan sulit didapatkan jika model bisnis Anda masih diperkenalkan  dengan cara-cara konvensional dengan mencetak ribuan profil perusahaan, kirim via pos atau kurir.

 

Wesbite Anda bisa dilengkapi dengan program fitur pemasaran, iklan produk dikirim liwat “email” secara berkala. Tidak perlu berjaga siang malam, cukup meyakini “provider” yang tepat dengan website yang fiturnya komplit. Dengan bantuan orang yang ahli Anda bisa mudah memaksimalkan manfaat yang dikehendaki. Mungkin ini adalah bentuk keuntungan yang kelima.

 

Jika dibandingkan dengan cara sistem konvensional, Website Anda tidak akan terlalu menelan biaya besar. Penjualan dengan model pembayaran tepat waktu akan menjadikan komposisi Arus Kas membaik. Promosi, iklan dan layanan pelanggan akan meningkatkan efektifitas dan efisiensi. Bisnis akan menjanjikan profitabilitas sehingga mudah untuk Anda menjaring minat ketertarikan Investor untuk mendanai ekspansi. Mungkin ini adalah keuntungan yang keenam.

 

Anda bisa menambahkan daftar manfaat yang didapatkan dari keberadaan website bisnis Anda. Mengevaluasinya secara berkala, melaksanakan analisa SWOT untuk memastikan ancaman dan kelemahan bisnis Anda telah diidentifikasi dan siap untuk diantisipasi. Meyakini jika berbagai potensi keunggulan bisnis telah dimanfaatkan dengan terus berusaha menggali peluang bisnis yang mungkin belum dimanfaatkan. Dan peluang mencapai sukses keberhasilan akan lebih terukur dengan ketersediaan data yang akurat.

“Jangan ragu dan jangan malu tunjukkan pada dunia bahwa engkau mampu”

 

~salam sukses selalu

Rabu, 02 Desember 2020

Bagaimana Cara Mendengarkan Secara Aktif?

Dunia kini dipenuhi berbagai bunyi-bunyian, itu adalah gangguan, itu yang membuat hubungan komunikasi secara umum menjadi terpengaruh hingga bahkan menjadi terganggu, secara online pun bukan jaminan lebih berkualitas.

Sekilas terbayang kisah nyata: 

“Beberapa saat yang lalu saya ngopi bareng bersama teman. Si teman menanyakan kegiatan saya disaat libur panjang Oktober 2020 yang lalu. Saya menceriterakannya, terlihat dia memperhatikannya. Tersenyum sembari mengangguk-angguk, sekilas saya melihat dia tengah melihat-lihat konten di ponselnya. Saya sadar dia ternyata tidak benar-benar mendengarkan tetapi asyik dengan ponselnya. Sejurus saya terdiam, agak lama, hingga kemudian terdengar dia perlahan berkata, 'maaf, saya tidak terlalu mendengarkan.” 

Mungkin Anda pernah mengalami hal yang sama. Ditanya, tetapi jawabannya tidak didengar. Mendengarkan secara aktif bukan cuma sekedar mendengar, tetapi benar-benar memperhatikan maksud yang disampaikan orang yang sedang berbicara. Dengarkan selengkapnya, jika ada gangguan - sekecil apa pun itu, Anda teralihkan, itu berarti Anda tidak mendengarkannya secara aktif. 

Saya terbayang jika saya juga sering melakukan hal yang kurang lebih sama. Saat seseorang menjelaskan sesuatu, saya teralihkan oleh suatu hal lainnya. Teralihkan oleh sesuatu yang sulit menjelaskan awal musababnya. Terjadi begitu saja, tanpa ada kekuatan yang bisa menghentikannya. Mungkin orang-orang pun kerap mengalami hal yang sama hingga perilaku serupa dianggap wajar. Apalagi di era teknologi dewasa ini, kekacauan bunyi-bunyian bahkan tak lagi terlalu dipermasalahkan.

Sering sekali dering ponsel orang-orang terdengar bernada sama. Jamak terjadi ditengah suasana hening mendengarkan penjelasan seseorang, ponsel berbunyi: “kring,,,,,tete..o..tet ...kring... tete..o...tet...!” Semua saling melotot, seolah mengingatkan agar yang bersangkutan segera mengangkat ponselnya. Sejurus kemudian terlihat semua orang bergegas memeriksa ponselnya masing-masing, ternyata, ponsel orang yang sedang berbicara. Pelanggaran! Semua tersenyum, terkesan lumrah, walau sewajarnya harus dihindarkan sesuai etika pergaulan. 

Seolah tidak lelah, konselor saya sering mengingatkan saya agar meningkatkan kemampuan mendengarkan secara aktif, tetapi ternyata hal itu tidak sesederhana penjelasannya. Serasa sulit untuk tidak otomatis menyambar ponsel  berdering saat tengah mendengar seseorang berbicara. Tanpa terkendali seketika merespon; Hello...I am fine, thanks. Hmh..and how are you! Etc.

Oleh konselor, saya diingatkan agar berusaha fokus ketika seseorang mengajak berbicara. Jangan terlalu mudah teralihkan oleh apa pun. Walau telah berusaha sebisanya, namun masih harus belajar lebih keras lagi. Mungkin Anda juga perlu mempertimbangkan untuk belajar meningkatkannya, demi untuk kebaikan bersama. 

Perlu disiplin untuk bisa berhasil menerapkannya.

Seharusnya ini mudah. Bahkan ketika saat rapat dibuka pun, hal ini kerap diingatkan agar peserta mematikan ponselnya atau agar disetel tanpa bunyi. Namun tetap saja, karena getaran ponsel “perrrrrtttt.....” apalagi jika diletakkan diatas meja, kerap terasa mengganggu. 

“Mendengarkan secara aktif” dapat diartikan bahwa kita fokus memperhatikan. Ini adalah bagian dari suatu proses panjang pertumbuhan kepribadian diri. Konon katanya, kemampuan “mendengarkan secara aktif” adalah pertanda kesehatan mental kita berkembang baik. Namun, jika sekiranya pun gagal fokus bukan berarti Anda dianggap tengah punya gangguan mental. Bukan itu!

Maksudnya adalah bahwa kita aktif mengikuti pembicaraan, apalagi tidak ada orang yang senang jika didiamkan. Walau sekedar menganggukkan kepala pun, Anda dimaknai mengikuti alur pembicaraan. Beberapa bahkan mengeluarkan kata-kata lirih seperti; “hmh... atau sip...uhs...., mungkin agar dianggap tekun mendengarkan. 

Kemampuan “Mendengarkan secara aktif” menjadi pertanda jika Anda memiliki keterampilan berkomunikasi. Anda dianggap bisa memahami apa yang dikehendaki, hingga bahkan dinilai mampu menyelesaikan tugas sesuai harapan pimpinan. Anda dianggap memiliki keterampilan interpersonal yang baik.

Kemampuan “Mendengarkan secara aktif” diperlukan ketika Anda diharuskan menemukan cara menyelesaikan sesuatu konflik atau permasalahan. Jika kemudian Anda merasa telah melakukannya, berarti Anda telah mengerti manfaatnya. Jika sekiranya belum, Anda bisa melanjutkan membaca. 

Bagaimana Caranya? 

Sebagai berikut: 

1. Perlihatkan Anda tengah mendengar
Perlihatkan mimik wajah serius jika Anda tekun mendengar. Sorot mata fokus tetapi tidak perlu mengambil posisi sedang mengkeker sasaran. Anda bisa mengeluarkan kata-kata lirih seperti; "hmm..." atau “ooh...”, menunjukkan Anda mengikuti alur pembicaraan, memperhatikan, dianggap jika Anda mengerti hal apa yang dibicarakan.
 

Sesekali bisa bertanya meminta klarifikasi, pertanda Anda tertarik. Tersenyum jika yang dibicarakan hal lucu atau tertawa geli, namun Anda harus menahan diri untuk tidak menangis meraung-raung jika itu tentang hal pilu menyayat hati. Bertindaklah yang wajar, jangan malah mengganggu.

Jaga bahasa tubuh, usahakan agar tetap terbuka. Pertanda, Anda mengikuti alur pembicaraan, sekaligus mendorong orang yang berbicara untuk melanjutkan hal yang ingin dia sampaikan. Membangun kesan agar si pembicara percaya diri melanjutkan apa yang ingin disampaikan. 

2. Perlihatkan Anda memperhatikan
Artinya, Anda perlu menyingkirkan segala potensi gangguan. Seperti, ponsel maupun ujung kuku jari-jari tangan Anda. Sesekali lakukan kontak mata, namun jangan malah melotot. Dengarkanlah baik-baik agar waktunya tidak malah tersia-sia.
 

Jika sekiranya hendak menyanggah, Anda harus bersabar hingga dia selesai berbicara. Jika tiap waktu Anda menyela, itu malah akan mengganggu. Kemampuan “Mendengarkan secara aktif” bukti pertanda bahwa Anda terkesan berjiwa satria, dewasa, bahkan walau jika berbeda pendapat pun Anda tetap bisa menguasai diri. 

3. Kemukakan Umpan Balik
Tanggapi dengan seksama, atau Anda bisa memberikan saran atau minta dia mengklarifikasi maksud dan tujuannya yang sebenarnya. Anda bisa menanggapi hal yang sama dengan cara yang berbeda, seperti: “saya juga merasakan hal yang sama”. Atau, “saya bisa mengerti akan hal itu”.

Untuk bisa leluasa berpendapat, Anda disarankan untuk meringkas hal-hal apa yang dibicarakannya, bisa dengan cara menuliskan atau meringkasnya didalam benak kepala Anda. 

Jika hal yang disampaikan mengenai sesuatu konflik, Anda perlu mengendalikan emosi, apalagi jika Anda tidak sependapat dengannya. Kuasai diri, setidaknya sampai ucapannya selesai. Itu adalah cara bijaksana menanggapi sudut pandang yang bertolak belakang dengan sudut pandang Anda. Tingkat kedewasaan Anda dipertaruhkan ditengah perbedaan pendapat. 

4. Jangan Menilai
Anda harus menghindari menggunakan kata-kata yang terkesan menilai seseorang berdasarkan kata-kata yang disampaikannya. Jika Anda bisa memberikan kesempatan yang cukup untuk seseorang mengatakan maksudnya maka Anda pun harus memberikan waktu yang cukup kepada diri Anda sendiri untuk merenungkan tujuan pembicaraannya. Jangan sekali-kali memotong orang yang berbicara dengan kata-kata yang argumentatif. Anda harus tetap berprasangka baik.
 

5. Hargai Orang Yang Berbicara
Hargai orang yang sedang berbicara, biarkan dia menyelesaikan kata-katanya. Jika sekiranya sudah waktunya untuk Anda berbicara, belajarlah menyampaikannya secara bijaksana, jangan memojokkannya tetapi tanggapilah dengan tetap menjaga kehormatannya.
 

Perlakukanlah orang lain sebagaimana Anda ingin bagaimana diri Anda diperlakukan oleh orang lain. 

Saling menghormati menjadi kunci utama dalam berkomunikasi yang baik. Anda bisa mengajukan pertanyaan terbuka untuk membantu si pembicara mengembangkan kosa katanya, jangan malah terkesan melecehkannya. Misalnyal, jadi apa lagi yang perlu Anda lakukan? Kata-kata seperti itu dianggap lebih lunak daripada harus berkata, “jadi kau mau apa?”

Jika seseorang menanggapi ucapan Anda, bersabarlah mendengarkannya, setelahnya Anda bisa mengembangkan tanggapannya itu dengan cara mempertanyakan kembali tentang sesuatu yang sifatnya menguatkan bahwa Anda memahami tanggapannya. Tetapi tidak bermaksud menilainya buruk. 

Kecelakaan berkomunikasi adalah ketika Anda tidak sabar menunggu seseorang menyelesaikan kata-katanya. Jika kemudian Anda masih berminat menanggapi tanggapannya atas kata-katanya Anda sebelumnya, Anda bisa membangkitkan kapasitas orang yang menanggapi dengan cara unik. Misalnya, membagikan pengalaman Anda mengenai sesuatu peristiwa yang terkait dengan tanggapannya. Merangkainya dengan kosa-kata yang lugas, tidak melebar memanjang kemana-mana bagai mantra petaka memanggil bencana.

Membagikan pengalaman sendiri menjadi pertanda Anda memahami tanggapannya. Namun jangan malah menggurui atau berkata ketus bahwa yang dikatakannya tidak akan menghasilkan apa-apa. 

“Ingatlah, jangan menilai seseorang dari kata-katanya, atau Anda bakal senantiasa dinilai orang-orang disepanjang sisa perjalanan hidup Anda”.~Hotman Sihombing. 

Jika Anda bersabar mendengarkan seseorang hingga menyelesaikan kata-katanya, Anda akan dianggap telah memahaminya dengan cara bersabar. Itu menunjukkan jika tingkat kedewasaan Anda sudah mumpuni. Namun Anda perlu mewaspadai umpan balik verbal dari hal yang sebelumnya Anda sampaikan, atau Anda akan dinilai memojokkannya. 

Ikhtisar: 

1.   Perlihatkan jika Anda benar-benar memperhatikan hal yang dibicarakan. Bersabar mendengarkannya dengan menyingkirkan potensi gangguan yang mengganggu. 

2.   Anda bisa memberikan umpan balik tetapi bukan malah membanding-bandingkannya. Jangan pernah menilai, simpanlah penilaian Anda untuk diri Anda sendiri. Jangan kasih ke orang, kantongi saja. 

3.   Jangan menyela orang yang tengah berbicara atau Anda akan disela orang-orang ketika sedang berbicara hingga bahkan ketika Anda lagi sedang berdoa. 

4.   Tunggulah sampai orang yang berbicara selesai, sebelum menanggapinya. Mungkin Anda bisa mengembangkan kata-katanya dengan membagikan pengalaman diri sendiri, namun tidak untuk memojokkannya. Jangan mencela atau malah menjurus menghinanya. 

5.   Hindarkan kata-kata yang argumentatif, tunjukkan jika Anda mengerti konteks yang dibicarakan.

Konon katanya, setengah perjuangan hidup kita adalah jika kita mampu menyadari kesalahan apa yang kita perbuat, dan kita berusaha memperbaikinya.

Sayangnya, kesalahan yang terjadi kebanyakan berawal dari kata-kata kita sendiri, atau bermula dari kata-kata orang lain yang kita artikan secara sembarangan hingga malah menyimpang dari tujuan awal - yang sebenarnya. 

Karenanya, kita harus benar-benar berusaha untuk bisa memahami kata-kata orang lain dan berharap agar orang lain berusaha memahami kata-kata kita. Para pihak, masing-masing akan berusaha untuk saling membangun pengertian untuk bisa bagaimana agar saling memahami satu sama lain, itu adalah merupakan cara terbaik didalam membangun hubungan baik.

Dengan berusaha “mendengarkan secara aktif”, Anda membangun kesan bahwa Anda tidak mengabaikan kata-kata orang satu lainnya.


 “Belajar mendengarkan orang lain dengan cara yang paling benar akan menjadi pelajaran yang paling berharga walau tidak akan pernah mendapatkan sertifikat tanda bukti kelulusan.”~Hotman Sihombing

Disadur dari: https://dailylife.com/article/how-to-improve-your-active-listening, September 02, 2019

Selasa, 01 Desember 2020

COVID-19 HIDUP BARU YANG TERBARUKAN

Ternyata saya bisa melatih diri karena dipaksa mematuhi tata aturan pemerintah untuk menormalisasi diri sendiri:

 

“Jangan keluar rumah, pakai masker, tutup mulut, cuci tangan dan jangan bersalaman dengan orang-orang!”.

 

Jelas singkat dan sederhana. Yang patuh dianggap waras, dan hanya yang waras yang paham kejamnya COVID-19. Aturan sederhana, memaksa setiap orang melawan rasa bosan yang menjemukan. Seluruh kegiatan nyaris tertunda. Setiap orang khawatir tertular. Cara penularannya tidak diketahui pasti, semuanya diduga-duga. Obat dan vaksin pun masih dicari-cari. Fatal mematikan ancaman yang tak kelihatan, dihadapi dengan berbagai dugaan-dugaan.

 

Benar-benar virus digdaya, bisa berhenti seluruh nadi aktivitas kehidupan se-dunia.

Mengagumkan, memaksa setiap orang untuk cuci tangan dan tutup mulut!

 

Setiap orang punya kisah bagaimana bertahan hidup di tengah ancaman Covid-19, beberapa bahkan sudi berbagi rezeki kepada sesama satu lainnya. Beragam kisah COVID-19 mewarnai kehidupan. Dengan caranya setiap orang sebisanya berusaha bertahan melaluinya. Menata pola hidup, menerapkan strategi bertahan. Ternyata tidak semudah mengucapkannya.

 

Setiap orang dipaksa untuk bisa mengenal orang walau tampil setengah wajah. Setiap orang dipaksa menyembunyikan setengah wajahnya dibalik masker penutup mulut. Semua orang berusaha berbicara jelas dengan mulut tertutup.

 

Terasa janggal, tak sopan menurutkan tatakrama adat ketimuran, tetapi demi COVID-19 wajib dilakukan, demi menjaga kesehatan orang-orang di sekitar. Setiap orang dianggap menularkan virus COVID-19, maka wajib tutup mulut.

 

Intinya bukan lagi untuk menyelamatkan diri sendiri, tetapi lebih kepada demi kesehatan orang-orang disekitar. Anda harus bisa menertibkan diri sendiri. Mengkarantina diri sendiri dengan cara mematuhi aturan sederhana: “Dirumah saja, tutup mulut dan cuci tangan!”.

 

Setiap orang dipaksa menghentikan kegiatan. Yang biasa bergegas menyelesaikan banyak hal dipaksa menerima fakta kenyataan bahwa, semua bisa ditunda. COVID-19 berhasil menunda segalanya.

 

Ternyata, menunda-nunda, tidak sesulit seperti yang diduga. Pokoknya, cuci tangan dan tutup mulut. Sederhana! Dan jangan berjabatan tangan. Menunda-nunda pekerjaan tak lagi dianggap sebagai bukti pertanda malas bekerja, bahkan menolak berjabat tangan tak lagi dianggap tidak sopan.

 

Anda dan saya, kita semua dipaksa merubah ritme kehidupan. Hidup menjadi terbarukan. Setibanya di rumah setiap orang bergegas melepas pakaian untuk di cuci dan harus langsung mandi.

 

Setiap orang kini risih dengan keadaan dirinya sendiri. Mungkin terdengar berlebihan, tetapi semua orang dipaksa agar sepakat menerima ritme kehidupan baru, menahan diri untuk tidak keluar rumah.

 

Semuanya terinspirasi menempatkan dirinya untuk terus terjaga agar tetap sehat. Semua kegiatan diarahkan untuk menghemat energi. Semua orang cenderung bertahan semampunya mengelola energi dirinya, sebisanya berusaha semampunya mengendalikan dengan berdiam di rumah.

 

COVID-19 diduga tidak bisa menembus kekebalan tubuh jika dipenuhi kelimpahan energi. Diduga COVID-19 hanya digdaya menyerang jika lemah kelelahan.

 

Aturan ketentuan untuk berdiam di rumah adalah untuk menghemat energi. Tutup mulut dan cuci tangan, menjadi bagian dari upaya untuk memaksimalkan energi. Mengurangi aktivitas kegiatan di luar rumah karena diduga menguras banyak energi diri secara percuma.

 

Perubahan pola makan, pola istirahat dan tidur serta pola aktivitas bekerja dari rumah segera akan menjadi kebiasaan hidup yang baru. Mengendalikan diri demi untuk menghemat penggunaan energi diri.

 

COVID-19 mengusung Realitas Hidup terbarukan.

 

COVID-19 mengungkapkan bahwa sebagian besar keterbatasan yang menghalangi untuk menjalani kehidupan yang diimpikan hanyalah keterbatasan psikologis yang diciptakan oleh kisah-kisah yang dikembangkan oleh orang-orang, oleh media-media atau oleh pemerintah, tentang apa yang bisa dan apa yang tidak bisa.

 

COVID-19 menyadarkan orang-orang untuk sebisanya berusaha sendiri melampaui batasan-batasan yang diumbar dengan penyebaran kisah-kisah itu.

 

COVID-19 secara perlahan membangunkan kesadaran orang-orang bahwa ritme Realitas Hidup pada akhirnya akan berhasil menyelaraskan kehidupan dengan situasi nyata yang terjadi. Berbagai ide-gagasan kreatif, inspiratif yang tak terduga bahkan berhasil membangun minat kemitraan untuk berkolaborasi.

 

COVID-19 telah membuat dunia kerja tidak lagi akan pernah sama seperti sedia kala. Budaya tatacara kerja hingga tempat bekerja berubah bahwa pekerjaan di pemerintahan hingga di bisnis swasta bisa dikerjakan dari jarak jauh.

 

COVID-19 memaksa para pemimpin mengubah ukuran kinerja karena segalanya tak lagi sama seperti sedia kala. Budaya pekerjaan tidak lagi “seperti biasa” melainkan telah memasuki 'era normal baru'.

 

COVID-19 bahkan membuka peluang untuk ekspansi bisnis hingga mengubah kesempatan atau jenjang karir kearah yang baru dan diharapkan akan menjadi lebih baik. Dan masih banyak lagi.

 

COVID-19 memaksa setiap orang untuk instropeksi diri sendiri. Setiap orang merasa lebih diberdayakan untuk lebih produktif, sebisanya memenuhi tiap hal dalam segala hal.

 

Pada akhirnya setiap orang dipaksa menyesuaikan diri untuk bisa berusaha sendiri mengakses langkah maju dan menempatkan dirinya dalam tatanan kehidupan dunia baru di sekitarnya.

 

Kombinasi dari semua strategi kini ini ditebar sebar untuk menemukan cara terbaik memastikan Anda terbebas dari COVID-19. Sedari cuci tangan, tutup mulut pakai masker, minum jamu, minum air rebusan bumbu masak, pakai kalung Corona, hingga mantra doa Corona demi untuk mendapatkan ketenangan:

 

Ya Tuhan, berilah aku ketenangan untuk aku bisa menerima hal-hal yang tidak bisa aku ubah, berilah aku keberanian untuk mengubah hal-hal yang setidaknya bisa aku ubah, dan berikanlah aku kebijaksanaan untuk mengetahui perbedaannya.” Amin.


Pelajaran penting menghadapi realita kehidupan dipenuhi kekhawatiran menghadapi COVID-19 musuh yang tidak kelihatan.

 

Semoga kiranya membawa manfaat serta kemanfaatannya.



~Salam Corona Selalu

Rabu, 15 April 2020

ANDA BUKAN TANDINGAN CORONA NAN DIGDAYA

Orang yang benar-benar bebas menikmati kebebasan hidupnya adalah para individu yang tidak lelah mengembangkan kapasitas pribadinya. Orang-orang inilah yang menyadari bahwa kisah dirinya hanya akan menjadi tambahan catatan sejarah perjalanan hidup orang-orang dari era sebelumnya. Kumpulan kisah kehidupannya pun bukan semata-mata tentang kisah hidupnya.

Anda bukan kisah Anda. Kisah kelahiran Anda pun baru Anda ketahui setelah Anda mengerti nikmat hidup punya keluarga bahagia bersukacita merayakan hari ulang tahun kelahiran Anda. Tetapi kisah kematian Anda tidak akan pernah Anda dengar pemberitahuannya, bahkan Anda tidak akan pernah mengetahui bagaimana keluarga itu bahagia meratapi kesedihan hatinya sepeninggal Anda. Dan itulah kisah sedihnya, itu bukan kisah Anda.

Anda bukan kisah Anda. Itu fakta sederhana. Gagasan pemikiran itu yang mendasari tulisan ini untuk dipersembahkan keharibaan Anda. Ini adalah tentang sesuatu hal yang paling tidak pernah Anda bayangkan karena Anda kerap mengabaikannya.

Orang-orang yang terpapar virus corona covid-19 berharap kiranya tim medis bisa menyembuhkannya, namun tim medis nyaris putus asa merawat pasiennya terutama karena tidak ada obatnya. Mereka tak bisa berbuat banyak selain berharap dan berdoa moga-moga stamina physik pasiennya cukup kuat bertahan melewati masa-masa kritisnya. Dan tetapi itu pun bukan kisah Anda, tetapi kisah virus corona yang begitu gagah menyerang kekebalan tubuh Anda.

Bagaimana digdayanya virus ini hingga menghentikan sendi-sendi kehidupan manusia se-dunia, begitu hebatnya tragedi yang diakibatkannya hingga membuat seluruh penguasa negara-negara se-dunia terlihat konyol menjadi tak kukuh, lemah tak berdaya.

Ini adalah tentang dahsyatnya serangan virus menghantam sistem pernafasan manusia penghuni dunia, hingga orang-orang se-dunia tanpa bertanya langsung saja setuju. Mari bersembunyi.

Ini adalah virus corona SARS-2 bernama COVID-19.
 Virus Pandemic

Ini adalah kisah virus pandemi yang setiap saat kehebatannya didengungkan oleh pewarta berita dari seluruh dunia. Semuanya fokus pada kisah betapa dahsyatnya peristiwa yang ditimbulkannya. Semua pemberitaan mengklarifikasi angka-angka. Yang terpapar sekian, yang dalam pengawasan sekian, yang dirawat sekian, yang dinyatakan sembuh negatif sekian. Dan yang mati sekian. Total sampai dengan per hari ini menjadi berjumlah sekian.

Beberapa korban meninggal bahkan tidak memungkinkan untuk mendapatkan pemakaman yang layak hingga harus dimakamkan secara massal. Diduga korban mati pun tidak lagi diperiksa secara seksama tetapi langsung dipersekusi untuk dimakamkan sesuai protap korban virus corona. Keluarga tak berhak bertanya tetapi dipersilahkan berdoa dari kejauhan. Ini adalah kisah virus penyakit yang mungkin Anda derita, jadi ini bukan kisah Anda.

Anda bukan kisah tentang Anda, itu fakta sederhana. Mungkin Anda tidak pernah membayangkannya, tetapi ini benar-benar nyata, dan harus diterima.

Bagaimanapun hebatnya Anda sebagai penguasa wilayah, bisa menentukan apa saja yang dilarang dan apa saja yang boleh dilakukan oleh orang-orang di wilayah yang Anda pimpin, namun kisah Anda akan ditutup oleh sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan kehebatan Anda. Ternyata Anda bukan kisah Anda.

Bagaimana pun kayanya Anda bergelimang harta hingga bahkan berkuasa membeli ruang-ruang penjara untuk memenjarakan orang-orang yang menentang kehendak Anda, hanya dengan menjentikkan satu saja jempol tangan Anda, orang yang menentang kehendak Anda niscaya akan menyesal pernah hidup di jaman Anda, merana sejadi-jadinya. Tetapi ternyata akhir kisah Anda hanya akan ditutup oleh nestapa penderitaan. Begitu itulah, itulah akhirnya.

Bagaimana pun derita luar biasa yang Anda pernah alami, pahitnya kehidupan kala terpukul berkali-kali gagal, dan gagal lagi hingga tertimpa peristiwa mengerikan. Serasa hidup telah berlaku tidak senonoh terhadap Anda, namun masa depan Anda tidak selamanya tergantung pada masa lalu. Episode akhir hidup Anda bukan kisah Anda.

Walau Anda berkisah telah berhasil membangun banyak hal atau mungkin berkisah Anda telah kerap gagal nyaris dalam banyak hal, namun bukan itu kisah Anda, karena masih ada banyak hal lagi yang tidak Anda pahami.

Walau Anda mendongeng bagaimana Anda telah berusaha untuk selalu berlaku adil kepada orang-orang, walau jika Anda dipaksa untuk tidak pernah berlaku adil terhadap orang-orang, namun masa lalu bukan jadi patokan bagaimana sesuatu itu akan terjadi di masa mendatang. Walau Anda bisa memaksa orang-orang menyesuaikan diri dengan keterbatasan pemahaman serta kapasitas pribadi Anda, itu juga tetap saja, Anda bukan kisah Anda.

Apalagi ada banyak hal yang sejatinya tidak Anda kuasai, tidak Anda pahami bahkan Anda tidak pernah mau untuk sekedar berusaha mengerti. Anda bukan kisah Anda, walau benar-benar terjadi menimpa Anda. Walau jika Anda telah menjadi orang terdidik yang punya keahlian setinggi langit pun, pada akhirnya Anda bukan kisah Anda. Bahkan walau jika Anda melarikan diri dari kenyataan pun, Anda bukan kisah Anda. Orang-orang akan memilih sendiri kisah untuk Anda.

Walau Anda telah kerap diingatkan namun Anda kerap melupakan, bahkan malah bertindak berlebihan mengaku lupa tentang sesuatu hal yang sama sekali belum pernah diingatkan. Anda benar-benar pendongeng luar biasa.

Ketahuilah jika kenyamanan Anda telah menghadirkan kenyamanan orang-orang, dan kekayaan Anda telah membuat orang-orang menjadi kaya. Betapa Anda sangat berkuasa, dan itu telah pula menjadikan orang-orang merasa menjadi paling sangat berkuasa. Namun itu bukan kisah Anda.

Kelak orang-orang itu akan memilihkan kisah untuk Anda dengan alasan, iya begitu itulah yang sebenarnya, karena orang-orang lebih suka menceritrakan kisah dirinya mengenai Anda.

Tak cukup jika hanya berpegang pada kisah Anda seorang, apalagi kisah kesedihan Anda mungkin akan membuat orang-orang bersedih. Kesulitan Anda pun mungkin akan menyulitkan orang-orang juga. Kerugian yang Anda alami pun mungkin membuat orang-orang terpaksa ikut menghitung berapa pula kerugiannya. Kelemahan Anda bahkan menjadikan orang-orang menjadi hilang keperkasaannya.

Namun itu pun bukan kisah Anda. Kelak orang-orang itu pun akan berceritra sendiri mengenai kisah tentang Anda.

Sejatinya tidak ada yang sudi berpegang pada kisah abadi walau setiap orang berusaha hendak mengabadikan setiap kisah menjadi kisah abadi.

Seiring waktu orang-orang akan berkisah tentang dirinya mengenai Anda, dan semuanya ternyata hanya akan memuat perjalanan hidupnya, karena setiap orang menyukai kisahnya sendiri. Anda hanya akan dikisahkan secuil dan itu pun ternyata hanya untuk melengkapi kisahnya saja. Karena sejatinya orang-orang hanya berminat mengisahkan dirinya dengan cara mengisahkan orang-orang yang dia akui mengingatnya dan diingatnya.

Adakah orang-orang mengingat orang satu lainnya? Entahlah!

Anda boleh mendebat sendiri diri Anda sendiri dan mencuba mengingat-ingat perdebatan Anda, berhasilkah? Taklah. Jadi bagaimana Anda bisa untuk berkata bisa?

Bahkan orang-orang hanya sudi mengasihani sendiri dirinya sendiri walau pun harus dengan cara mengasihani orang-orang. Karena sejatinya, orang-orang hanya dibekali minat dan niat untuk sebisanya membantu dirinya dengan cara membantu sebisanya orang-orang. Karenanya tidak ada gunanya Anda kukuh berpegang pada kisah Anda, karena itu pun bukan kisah Anda.

Bagaimana pun kisah Anda hanya akan menjadi ganjal penopang dari kisah orang-orang, bahkan terkadang malah menjadi ganjal penghalang hingga orang-orang itu harus memilih sendiri kisah Anda. Orang-orang yang mengisahkan Anda semata-mata bertujuan melengkapi kisahnya.

Artikel ini pun bukan tentang kisah Anda, tetapi tentang kisah virus pandemi bernama COVID-19, virus penyakit yang konon berbahaya, karena belum ada obat penawarnya dan belum ditemukan vaksinnya, dan diakui seluruh dunia.

Virus digdaya yang konon telah diketahui sumber asal muasalnya tetapi untuk menghindarinya seisi dunia harus menghentikan seluruh aktivitas, menutup mulut dan mencuci tangan. Bersembunyi mengisolasi diri demi untuk menjaga kesehatan dan nyawa orang-orang.

Moga-moga Anda paham jika diminta memahami gambar dibawah bahwa itu pun bukan kisah Anda, tetapi ini kisah pandemic Virus digdaya yang tercatat pernah melanda benua Eropa pada abad pertengahan.
 Virus Pandemic

~Salam sehat selalu.