"Things work
out best for those who make the best of how things work out"
~John Wooden
Begitu itulah hidup! Semakin kita mengenal diri kita - dalam
arti sesungguhnya, maka kita akan semakin tertarik untuk bisa mengenal orang-orang
di sekitar kita dan kita akan menemukan ada banyak lagi yang kita perlu kenali.
Sejatinya, mengenal itu wajib hukumnya!
Kenali Lingkungan
Kita:
Sekali waktu kita melihat bagaimana seekor tikus lari berkelebat
menghilang kala kepergok menyatroni sisa makanan. Dikenal sebagai pengerat handal,
dan menjadi perlambang pikiran Negatif. Tiap ada hal yang membuatnya tidak
nyaman dia akan kabur, namun, jika nyaman maka kita akan lihat tikus-tikus itu bergerombol
melahap secara berkelompok. Karena hal negatif pun akan saling tarik-menarik dan
membentuk ikatan tersendiri.
Tak berselang lama, kita akan khawatir bahwa tikus-tikus
itu adalah wabah, dan kita akan berusaha memusnahkannya. Strategi awal adalah
mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Dan kita cenderung akan sependapat
dengan orang-orang bahwa diperlukan racun pemusnah. Bagaimana menggunakannya?
Akankah berhasil? Apa keistimewaannya hingga racun ini yang direkomendasikan-terbaik?
Dan kita cenderung akan mendengar pendapat orang-orang, membelinya
dan berharap akan berhasil. Memposisikan diri untuk bersikap “realistis”,
bahwa, yang terbaik akan membawa hasil yang terbaik juga. Lajimnya begitu! Tak
ubahnya seperti pemikiran negatif yang menarik pemikiran negatif lainnya, maka
pemikiran positif pun akan menarik pihak lain untuk bersama membangun pemikiran
positif juga.
Demikian John Wooden menyampaikan bahwa: ”Hal terbaik adalah
untuk mereka-mereka yang membuat hal terbaik berfungsi dengan baik”. Dan kita
disarankan untuk mengenal lingkungan agar kita bisa menempatkan diri di lingkungan
orang-orang yang berpikiran positif.
Introspeksilah untuk memastikannya!
Kenali Tubuh Kita:
Kita dituntut untuk selalu sehat dan bugar, dan kita akan
cenderung sepakat dengan orang-orang bahwa tubuh harus diberi asupan gizi, olahraga
serta istirahat yang cukup. Bahwa kebugaran akan terjaga jika tetap aktif
karena tubuh akan merespon pilihan gaya hidup kita.
Bahwa intensitas tubuh perlu disesuaikan dengan
metabolisme bahkan kalori dan lemak tubuh perlu dibakar agar lebih enerjik. Dan
kita harus konsisten menjaganya. Kita cenderung akan sepakat bahwa kebugaran tubuh
akan membuat aktivitas lancar, ritme kapasitas aerobik tubuh akan bertambah
kuat.
Kita disarankan untuk jogging beberapa menit, melakukan
senam peregangan, menarik nafas dalam-dalam, rileks bermeditasi. Tubuh yang
enerjik terasa nikmat dan hidup akan menjadi lebih nikmat.
Dan tiap kita layak mendapatkannya!
Kenali Diri Kita:
Tiap waktu kita disarankan untuk meningkatkan kualitas
hidup dengan cara mengetahui lebih banyak lagi tentang diri kita agar menemukan
pengetahuan apa yang kita kuasai serta bidang apa yang kita minati.
Tuliskanlah disecarik kertas, apa kelemahan serta apa
kelebihan kita, letakkan ditempat yang mudah terlihat. Itu akan memudahkan kita
menentukan dimana kita ingin berada. Kita harus yakin akan daftar kelemahan
serta kelebihan diri kita itu agar bisa mengasah bidang keahlian untuk lebih didalami.
Karena kita cenderung melakukan hal-hal yang kita tahu
tidak seharusnya kita lakukan.
Tiap kita cenderung tidak mengakui kelemahan kita tetapi membesar-besarkan
kelebihan kita, dan kejujuran akan mengupas tiap lapisan diri kita menuju arah perubahan
yang kita inginkan.
Jangan hidup dalam penyesalan! Mulailah mengindentifikasi,
hal apa yang ingin kita ubah? Itu basis awal untuk membuka lapisan-lapisan diri
kita lainnya.
Mungkin kita tidak berada ditempat yang kita inginkan! Mungkin
kita tidak tahu apa yang kita inginkan dalam hidup ini! Tentukanlah apa itu –
dan mulailah dari titik itu.
Jika gagal, maka kita akan menghabiskan waktu
mencari-carinya sepanjang hidup. Tiap waktu kita akan kesasar menuju tiap hal
yang akhirnya kita sadari bukan yang itu yang diinginkan.
Mungkin kita tidak punya ketrampilan yang diperlukan
untuk mencapai tingkat hidup yang kita inginkan. Atau, Mungkin ketrampilan kita
jauh diatas bobot pekerjaan yang kita geluti.
Kita cenderung mengecilkan apa yang kita kuasai dengan
baik, dan bahkan cenderung fokus menghabiskan waktu ke hal-hal yang tidak kita
kuasai. Cenderung merendahkan sendiri aspek-aspek kehidupan yang kita jalani.
Cari tahulah, keluarga mungkin tahu apa keahlian dan minat
kita, maka biarkan mereka memberi saran. Atau mungkin teman karib atau rekan kerja
bisa menambah gagasan. Pertimbangkanlah ide masukan itu, atau bahkan rekan
kerja tahu kwalitas kita.
Jangan apriori atau langsung curiga, bahkan jika saran itu
terasa bias itu masih bisa dievaluasi. Kita tak harus setuju semuanya tetapi
tiap alternatif akan memperluas wawasan khasanah pengetahuan.
Kita cenderung menanggapi Negatif jika dikritik. Seyogianya
kita berterima kasih! Itu pertanda bahwa kita masih diharapkan untuk menjadi
lebih baik lagi.
“There is always room at the top”.~Daniel Webster.
Itulah secuil Rahasia kehidupan yang kita perlu ketahui,
dan masih ada banyak Rahasia lain lagi yang kita bahkan tak punya waktu untuk bisa sempat
mengetahuinya.







