Jumat, 09 Oktober 2015

Mengubah Cakrawala Jagad Pemikiran

“Kita tidak akan pernah bisa merubah apa pun tanpa kita pernah bisa merubah jalan pemikiran dan cara kita bertindak”~Ombing

Ada yang berpendapat menjadi seorang karyawan dinilai tidak pernah serius menggali potensi diri mendapatkan tambahan penghasilan. Sebagian lain berpendapat menjadi pengusaha cenderung dinilai hanya menyusahkan diri sendiri saja. Dengan kemampuannya banyak perusahaan yang bersedia menggaji 10 X lipat dari keuntungan usahanya. Jika bisa mengelola ritme kerja saatnya menjadi pengusaha memulai bisnis sendiri.

Menjadi pengusaha akan mengubah cakrawala jagad pemikiran dan cara bertindak. Gigih berjuang agar karyawannya bisa bekerja, menghargai karya prestasi orang lain dengan kontraprestasi setimpal tetapi nyaris selalu lupa menghargai karya sendiri bahkan berhati-hati menggunakan kekayaannya. Konon ada idiom populer; pengusaha selalu teliti akan barang belanjaannya dan kerap meneliti harga serta uang kembalian pembayarannya, sedangkan direktur utama bahkan tidak pernah berminat menerima wang kembalian belanjaannya.

1. Kerjasama Usaha - Riil:
Menjadi pengusaha membuat kita untuk menjalin kerjasama dengan berbagai pihak seperti; rekanan, supplier, produsen, agen, distributor, dll. Pengusaha memerlukan kemampuan kemandirian, bahkan ditiadakan haknya melamar pekerjaan berbeda dengan pegawai yang bebas kapan pun hengkang pindah tempat bekerja. Pengusaha ditantang mengelola beberapa entitas yang berbeda dalam waktu yang bersamaan semisal: karyawan, supplier, agent, produsen, distributor, pemilik modal serta pemerintah pengelola pajak dan perijinan bahkan masyarakat lingkungan. 
Layaknya menabung, berinvestasi di berbagai bentuk kerjasama usaha menjadikan kita sebagai pemilik modal usaha atau investor. Cara ini menempatkan kita di posisi puncak sebagai kuadran terbaik karena mempekerjakan uang untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

2. Kerjasama Usaha - Online:
Kepemilikan blog atau website menjadikan kita sebagai pemilik properti online ini memerlukan bangunan pemahaman yang berbeda dengan pemahaman pada bisnis riil konvesional. Kerjasama online dapat diartikan membangun properti online melalui jasa provider penyedia jasa itu.
Di dunia usaha riil ada istilah kepemilikan ‘intangible assets’ nilainya jauh meninggalkan nilai ‘tangible assets’. Semisal ‘goodwill’ nama baik usaha yang dibangun sedemikian rupa kerap diperlakukan bagaikan nyawa dari usaha itu sendiri. Sederhananya kepemilikan properti online dapat di setarakan seperti itu. Membangun website atau blog memerlukan biaya dan waktu, tak jarang disain dan pemeliharaan kontennya harus melibatkan pihak ketiga yang ahli dibidangnya.

3. Kerjasama Usaha di Merek Dagang:
Kerjasama investasi di usaha merek dagang rada berbeda dengan kerjasama di usaha riil konvesional semisal real estat karena real estate mempunyai lokasi serta fasilitas usaha yang kasat mata. Tetapi keduanya kini memiliki kemiripan karena dikemas sedemikian rupa, dipenuhi image dan bangunan pemahaman baru. Jika dahulu hasil panen padi dihitung dari jumlah kilogram beras maka kini tidak lagi memperdulikan apakah telah digiling menjadi beras atau masih tetap berupa gabah. Kalau dulu penghasilan real estat dihitung dari jumlah unit rumah terbangun dan terjual maka kini gambar disain pun sudah diperjual-belikan.

Berinvestasi layaknya kini menabung, return on investment dan cost of money dll menjadi pertimbangan tersendiri. Kerjasama usaha sudah jamak diterapkan di bidang Merek Dagang. Kepemilikan merek dagang kini bahkan mengungguli dominasi kepemilikan properti gedung. Kemudahan internet menghadirkan kepemilikan property online semakin menggerus kedigdayaan pebisnis property gedung. Kepemilikan hak cipta online dinilai lebih memiliki efek domino yang menguntungkan. Bisnis ini cocok untuk mendapatkan tambahan penghasilan, jangka pendek atau jangka panjang hanyalah pilihan.
Bisnis Affiliasi adalah model bisnis online yang patut dipertimbangkan dimulai sedari dini karena lebih menjanjikan. SFI mendidik rekanan Afiliasi nya untuk berhasil dengan memberhasilkan orang satu lainnya, keberhasilan tim menjadi yang terutama. Tidak ada ‘magic formula’ untuk berhasil tetapi kegagalan adalah awal keberhasilan. Kita adalah penentu apa yang terbaik dari yang tersedia, sejatinya kita telah dibekali kemampuan fantastis untuk itu. Yakinlah akan hal itu. Demikian disadur dari berbagai sumber.
~Selamat berkarya!

Rabu, 07 Oktober 2015

6 Cara Memupus Kewajiban Menabung Uang

Bagaimana Mendapatkan Tambahan Penghasilan? Menurut petuah para tetua yang tertua, mengurangi pengeluaran adalah cara terampuh, dan menggunakan sisa penghasilan setelah dikurangi biaya adalah pilihan tambahan. Artinya biaya harus ditekan lebih kecil dari penghasilan, semakin besar selisihnya semakin bagus, dan memanfaatkannya bertambah bagus. Bagaimana dengan yang berpenghasilan pas-pasan? satu-satunya pillihan adalah dengan bekerja lebih keras memberdayakan energi pemikiran dan waktu untuk meningkatkan penghasilan sembari menekan pengeluaran. Yang berpenghasilan tinggi akan lebih leluasa mendapatkan tambahan penghasilan untuk menjadi semakin lebih kaya. Bagaimana caranya? Cara mudah tapi rada sulit dipahami sebagai berikut:

1. Menabung di Kendaraan Bermotor:
Membeli kendaraan bermotor tunai atau mencicil untuk kemudahan transportasi, purna jualnya untuk tambahan penghasilan. Teliti informasi tentang harga, merek serta pemeliharaan, kehandalan kendaraan terutama purna jualnya. Jika mencicil, teliti informasi seputar bunga, asuransi, dll. Memilikinya tidak untuk kemudahan transportasi belaka tetapi tambahan penghasilan.

2. Menabung di Kepemilikan Rumah:
Jika kesulitan membeli tunai, pelajari opsi menyewa atau mencicil. Sebagian berpendapat menyewa lebih fleksibel dari mencicil, alasan kenaikan harga atau fasilitas over-cicilan tidak menjanjikan. Harga rumah rentan terhadap situasi perekonomian dibanding kendaraan bermotor. Piihan menyewa dinilai lebih menguntungkan daripada mencicil alasannya lokasi tempat tinggal, jarak rumah ke pekerjaan atau ke sekolah, fasilitas dan keramaian hunian turut berpengaruh.
Jika menyewa lebih mahal dari mencicil, perubahan karir dan perkembangan usia anak menjadi pertimbangan, tetapi pilihan menyewa diyakini lebih fleksibel daripada mencicil 20Tahun. Jauh lebih sulit menjual rumah atau over-cicilan daripada meninggalkan rumah dengan sisa masa sewa. Bagaimana jika tidak terjual ketika harus pindah? Ada yang berpendapat itu bisa nanti disewakan. Namun, untuk alasan fleksibilitas menyewa menjadi pilihan.

3. Menabung di Kerja Keras:
Diawal mulai bekerja, semangat memacu diri untuk selalu tepat waktu. Dan ketika pertama kali mendapat gaji rasa bangga memicu motivasi meningkatkan karir agar lebih hebat lagi dan naik gaji. Seiring waktu, kebosanan mengganggu hingga timbul pemikiran ‘disini tidak ada karir’, harus pindah kerja. Lesu dan semakin tak berdaya pekerjaan seolah beban berat. Ingatlah, jika menjadi pekerja - meskipun tidak kita sukai, kita harus memberikan perhatian terbaik, memperlakukannya seakan milik sendiri seakan kita lah CEO pemiliknya. Bayangkan bagaimana peluang sebagus itu, walau tidak mudah tetapi itu mungkin. Fokuslah bekerja keras, akan ada yang mulai memperhatikan, tetaplah bersikeras bahwa itulah pintu pembuka untuk bisa menambah penghasilan.

4. Menabung di Pendidikan:
Pendidikan adalah cara membangun potensi mendapatkan penghasilan, gelar titel bahkan dianggap investasi. Sebagian lain menilai pendidikan cukup seperlunya saja, bersekolah lebih tinggi lagi adalah pemborosan, lelah membosankan dan tidak ada jaminan kenaikan penghasilan. Sertifikasi keahlian bahkan kurang membawa rewards yang sepadan tidak sebanding dengan pengorbanan memperolehnya. Pendidikan kerap dinilai gagal membawa manfaat langsung kenaikan penghasilan. Tetapi pendidikan adalah cara memenangkan kompetisi potensi karir. Seiring waktu, cakrawala jagad kesempatan terbuka lebih lebar bagi yang berpendidikan. Dalam banyak peristiwa tingkat pendidikan tak ubahnya bagaikan media alat pemasaran.

5. Menabung di Pemasaran Diri:
Pemasaran dihiasi berbagai media dan peraga tujuannya sederhana yakni untuk meningkatkan penjualan, mengenalkan produk dan kenaikan margin keuntungan. Bila itu diterapkan memasarkan potensi diri, akan berpotensi menaikkan penghasilan. Tokoh–tokoh populer gemilang menerapkannya. Cara berpakaian dan keunikan pakaian membawa nilai tersendiri. Tutur kata yang sopan serta kemampuan menelaah sudut pandang menjadi jalan karir.
Pakaian rapi tidak selalu identik harus mahal trendy buatan disainer ternama, cara berbicara tidak selalu harus dipenuhi istilah-istilah asing. Terlihat profesional dinilai cukup memadai dan menjadi patokan utama. Brosur, tool kits materi seminar, sarasehan kerap dimanfaatkan sebagai sarana memasarkan diri. Turut ikut pada program pelatihan lokakarya bahkan meniru orang ternama dinilai perlu, dan itu mengubah cara berpikir untuk bertumbuh. Memahami kutipan-kutipan sangat disarankan karena memperkaya upaya pengelolaan diri. Bagaimana memasarkan diri tak ubahnya bak sistim pemasaran produk.

6. Menabung di Waktu:
Bagaimana? ini gagasan gampang tetapi sulit karena kita ditantang untuk membagi dua puluh empat jam yang tersedia. Penyaluran bakat menjadi salah satunya, semisal bakat membaca atau menulis, tujuannya untuk memanfaatkan waktu ke hal-hal yang lebih utama. Bagi yang suka tantangan berbisnis tanpa mengganggu kegiatan pokok utama menjadi pilihan.

Bisnis Affiliasi adalah model bisnis yang mengagumkan, patut untuk dipertimbangkan sedari dini karena akan lebih menguntungkan. Di SFI, kita dididik untuk berhasil dengan memberhasilkan orang satu lainnya. Menghindari kesalahan yang menghambat keberhasilan orang lain.

Demikian disadur dari berbagai sumber offline dan online. Ingatlah, tidak ada formula yang mujijat untuk berhasil, tetapi kegagalan adalah tahap awal keberhasilan. Yakinlah akan hal itu!
~Selamat berkarya!

Selasa, 06 Oktober 2015

eTALASe: Fokus Menembus Batas

eTALASe: Fokus Menembus Batas: Siapa bilang menjadi MILLIONERitu susah?: Tiap kita ingin menjadi millioner alasannya agar segalanya lebih mudah, agar semua terpenuhi. ...

Fokus Menembus Batas

Tiap kita ingin menjadi millioner alasannya agar segalanya lebih mudah, agar semua terpenuhi. Namun bagi yang tengah mengalaminya tidak sesederhana membicarakannya. Berbagai rangkaian proses serta aturan harus dipatuhi, perilakunya bahkan dijadikan teladan oleh khalayak. Kekeliruan akan menuai fitnah tak berkesudahan, hidup dalam sorotan kemilau sorot mata tiap orang. Jika kita siap, itu tidak malah menjadi momok penghalang untuk sukses. Fokus akan keinginan dan mampu memenuhi aturan dan hidup lah dengan itu. 

Sejatinya tidak akan ada janji kemudahan dalam hidup, segalanya tergantung kita.
1. Mampu Menerima Tantangan:
Menjadi penantang tidak sekedar menerima tantangan bahkan tidak menjamin keberhasilan tetapi meyakini kegagalan akan menggiring kita ke arah keberhasilan. Kisah hidup tokoh ternama bisa dijadikan acuan, nyaris semua mengakui  kejelian memanfaatkan peluang dalam tantangan itu lah keberhasilan. Cemooh dikala gagal tidak malah menghentikan tetapi menjadi pemicu.

2. Meninggalkan Kenyamanan:
Kenyamanan tidak akan membawa perubahan apa pun selain tenggelam dalam nikmat keterbatasan yang tersedia, dan berpuas diri menerimanya. Tiap kita memiliki pandangan yang berbeda akan hal ini, sebagian menerima dengan alasan ‘takdir’ sebagian lain terbenam dalam putus asa berkepanjangan, bersembunyi di keampuhan kalimat sesuai bab pasal ayat kesekian, lengkap dengan penjelasannya.
Yang tengah berupaya tidak susut menghela tekad, berbagai langkah dijajaki berupaya sebisanya, bahkan millioner pun terus giat dan menghasilkan. Jika kita siap meninggalkan kenyamanan hidup maka pintu sukses akan membukakan hamparan hasil yang menjanjikan.

3. Belajar dan Bekerja Lebih Keras:
Tidak diperlukan sanjungan pujian tetapi dorongan untuk terus belajar dan bekerja lebih keras melebihi siapa pun. Tidak perduli seberapa hebat bakat dan potensi kita tanpa berusaha semua hanya berakhir di ubun-ubun semata. Tiap kita sadar akan hal ini tetapi kita kerap hanya berjanji dan berhasil menjelaskan detil alasan penyebab kegagalan.

4. Memanfaatkan Kesalahan:
Acap kita berjanji, bertekad tidak lagi mengulang kegagalan, tetapi bagaimana pun sempurnanya perjuangan akan membawa serta kesalahan, hanya dengan memanfaatkan pengalaman itu kita bisa berhasil. Jatuh bangun dalam usaha menjadikan lebih kuat bertambah kukuh dari sebelumnya, seterusnya semangat dan motivasi akan memicu, dan berhasil.

5. Mencontoh Keberhasilan Pendahulu:
Membaca adalah jendela dunia, memahami adalah membangun pengertian berdasar informasi dan menjadikannya pengetahuan akan sesuatu, mencontoh mencakup seluruhnya. Keberhasilan kita mencontoh pendahulu akan mengarah ke keberhasilan dan itu bemula dari membaca. Membaca akan menggiring kita masuk ke ranah topik baru untuk inovasi dan kreatifitas dan, berhasil.

6. Merawat Diri Sendiri:
Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat maka wajib untuk kita menjaga kesehatan pikiran dan tubuh. Bekerja keras tidak menjadi alasan untuk sakit, latihan sederhana dan istirahat yang cukup akan menyehatkan mental, dan itu bagian dari sukses juga. Ingatlah stres dapat menghancurkan seluruh upaya yang sudah terbangun.

7. Membentengi Diri:
Lingkungan keseharian mendominasi bangunan mental, bentengi lah diri dengan orang-orang sukses, itu membuat kita diperlakukan sukses. Perlakuan lingkungan bisa menguras habis enerji, pastikan untuk selalu berada di tengah lingkungan yang siap berbagi visi sukses. Tetap lah fokus menjaga ritme semangat dan motivasi diri. Hindarkan orang–orang yang tidak peduli akan kesuksesannya, berpesta sepanjang waktu akan menyita enerji, bukan kesuksesan seperti itu yang kita tuju.

8. Berbagi dengan Sesama:
Berbagi dengan sesama tidak akan mengurangi kemampuan untuk berhasil bahkan mempererat hubungan dengan pendorong sukses kita. Berbagi adalah aktivitas merawat jiwa kita, ada kebahagiaan tersendiri kala kita bisa membantu yang membutuhkan, itu adalah cara terbaik menikmati keberhasilan. Bahkan akan membentuk persfektif tersendiri, menebalkan etos kerja untuk terus berkreasi.

9. Jujur & Transparan:
Kejujuran menjadi sangat mahal dan transparansi menjadi sangat langka, menghadirkan keduanya menjadi tantangan tersendiri. Ingatlah, kemudahan berbohong dan kejelian memperdaya sesama tidak akan membawa kita kemana pun,. Kesukaran demi kesukaran akan selamanya menyelimuti langkah untuk sukses, selamanya kita hanya akan bisa menyesali diri.

10. Menembus Batas:
Keberhasilan akan mengubah cara berpikir, akan membiasakan diri kita untuk selalu proporsional dan mempertimbangkan pemikiran jangka panjang. Banyak yang hanya terfokus untuk berhasil dalam jangka pendek tetapi tersesat arah di koridor jangka panjang. Selalu lah fokus akan gambaran jangka panjang, kebiasaan itu akan menjadikan kita termotivasi memelihara kesuksesan kita serta menjadi lebih mandiri membangun kesuksesan lainnya. Wacana khazanah jangka panjang menembus batas wawasan semesata diri.

Demikian disadur dari berbagai sumber offline dan online, kiranya membawa manfaat.~Selamat berkarya!
We all here because it is works - Join Us!

Senin, 05 Oktober 2015

Jangan Membeli Impian Kosong

"Hemat Pangkal Kaya Boros Pangkal Miskin" demikian petuah tetuah yang tertua. Bagaimana caranya agar bisa berhemat dan tidak susah? Mengurangi pengeluaran menjadi cara terampuh, dan mengontrol pengeluaran menjadi hal yang terutama. Artinya hati-hati, teliti dahulu sebelum membeli, sesal kemudian tidak berguna. Semakin besar penghasilan semakin terdorong untuk membelanjakannya, bahkan kita terdorong untuk menggadaikan penghasilan kita – penghasilan yang masih akan diterima. Semakin besar yang tergadai kita menilai diri kita semakin mendapat kepercayaan. Pemahaman yang keliru. Hingga kita bekerja dan bekerja untuk sekedar mengurangi jumlah sisa tagihan biaya,  bunga dan denda turut serta membebani. Tidak terasa hidup menjadi terbebani oleh lilitan gumpalan tagihan yang seakan tiada akan berhenti didesak keinginan berbelanja.

Bagi yang berpenghasilan pas-pasan tidak banyak pilihan selain membelanjakan apa yang diperoleh, pergantian tanggal sangat menyiksa, andai bisa tiap hari akhir bulan maka tiap hari pula akan gajian. Lamunan yang sangat menyiksa. Bagaimana agar terlepas dari jeratan jaring beban biaya hidup? Sejauh ini tidak ada formula efektif selain yang sudah ada didalam diri kita sendiri. Bagaimana? Cara gampang yang sulit dimengerti sebagai berikut:

Hindarkan membeli janji yang tidak diperlukan. Kelihaian agen penjual yang menawarkan berbagai kemudahan sejatinya tidak begitu dibutuhkan, semisal, berinvestasi di bursa saham atau bursa valas bisa menyesatkan jika tidak ada bekal dasar pengetahuan. Tawaran membeli barang berhadiah voucher potongan harga hanya akan menambah konsumsi dan menggerus penghasilan. Tawaran wisata ke Bulan dengan opsi dapat dipindahtangankan hanyalah istilah pengganti dari purna jual, dan itu bisa menjerumuskan arah pemanfaatan sisa penghasilan.

Hemat pangkal kaya boros pangkal susah senantiasa mendorong kita untuk bisa menabung. Tetapi lebih banyak yang hanya berhasil mencicil sisa tagihan hingga penghasilan tak bersisa. Paham arti pentingnya menyisihkan penghasilan tetapi malah lebih paham menyisahkan sisa tagihan. Menabung kerap didesak kebutuhan bahkan ada yang menilai berbelanja adalah gaya hidup. Terdapat pemahaman keliru bahwa berhutang adalah bukti pertanda dipercaya dan itu menyesatkan sebagian orang. Menabung sangat dianjurkan tetapi selalu kita pertentangkan, bagaimana bisa? hingga jamak orang berhemat diberi medali ‘orang yang kikir’ terhadap dirinya.

"Kita harus memiliki uang untuk bisa menghasilkan uang", bukan berarti bahwa jika tidak punya uang kita tidak bisa menghasilkan uang, hingga harus berhutang. Penalaran yang salah hanya akan menjerumuskan kita kekegelapan kegagalan. Kita harus mengubahnya dan percaya akan menemukan cara menghasilkan lebih banyak uang. Mulailah menahan diri dari desakan berbelanja seperti orang lain – menghamburkan uang untuk impian kosong.

Sebagai konsultan stratejik bisnis gagasan mengurangi pengeluaran adalah dengan menambah upaya menabung, itu lah cara efektif menghentikan pengeluaran yang tidak diperlukan. Ide gagasan ini disadur dari berbagai sumber offline dan online. Ingatlah, hanya Anda seorang yang menjadi penentu apa yang terbaik, sejatinya Anda telah dibekali kemampuan Fantastis. Yakinlah akan hal itu.
~Salam sukses selalu!

Sabtu, 03 Oktober 2015

Jaman Begini Hendak Bisnis Apa?

Bimbang? Jangan kuatir itu wajar!
Itu pertanda Anda punya keinginan dan menginginkannya. Cuba awali dengan melirik kiri kanan sekitar lingkungan Anda, mengamati kebiasaan apa yang diminati, kira-kira itu bisa di bisnis kan kah?. Jika Anda ragu dan belum juga bisa menentukan hendak ber bisnis apa, berarti Anda benar-benar hendak berbisnis sesuai keinginan Anda, mulailah dengan membuat daftar sederhana.

Awali dengan daftar bakat Anda, temukan yang paling Anda sukai. Setelahnya, tentukan bakat yang mana yang paling trampil Anda melakukannya. Buat lah daftar kegiatan penyalurannya, aktivitas apa saja yang paling akrab dengan Uang. Amati bagaimana uang itu mengalir, kenapa? apa harus membeli sesuatu? harus mendaftar kah? bahkan mungkin apa perlu pelatihan? perlu uniform kah?, pengeluaran nya apa saja? Dari daftar itu Anda akan lebih mudah untuk menentukan bayangan rupa bisnis yang hendak di bangun. Tentukan satu atau dua. Giringlah ke perihal terkait lainnya, seperti taksiran kebutuhan modal, taksasi keuntungan dll, apakah perlu perijinan? Ingatlah, kegiatan yang menghasilkan uang tidak menjamin ia adalah bisnis yang paling menguntungkan.

Tidak perlu kuatir jika kesulitan memahami cara membuat daftar bakat Anda karena hal itu juga menimpa tiap orang. Mulailah dengan daftar kegiatan yang Anda sering lakukan - yang paling Anda sukai. Kecualiakan kegiatan bermalas-malasan melamunkan bulan turun kepangkuan Anda. Ajak diri Anda agak lebih serius.
Langkah sederhana:
1) Apa bakat Anda? atau bakat anggota keluarga lainnya?
2) Apa Keterampilan Anda – saat kini ini?
3) Bakat apa yang paling Anda sukai dan trampil melakukannya?
4) Yang mana yang paling potensil menghasilkan uang?
5) Tentukan yang paling menguntungkan?
6) Bagaimana dengan kebutuhan modal, perijinan dll

Dari daftar itu, seleksi lagi kegiatan mana yang paling Anda trampil melakukannya. Persempit daftar nya, jadikan keterampilan Anda sebagai patokan indikatornya. Dan seleksi lagi. Setelah Anda temukan (barangkali ada beberapa) lakukan lah survey sederhana - sekenanya dulu saja, tujuannya adalah untuk menemukan kegiatan apa yang potensil menghasilkan uang. Anda tidak perlu terburu-buru untuk mendapatkan gagasan ide bisnis apa yang paling cocok untuk kegiatan itu. Bila masih kesulitan, temui beberapa rekan dengan bakat yang sama, utarakan sekilas rencana Anda. Tetaplah fokus pada kegiatan yang paling potensil menghasilkan uang.

Ingatlah, tidak mudah menentukan gagasan bisnis yang hendak dijalankan karena banyak diantaranya terkait akan situasi kondisi tertentu, semisal modal, waktu, tenaga bahkan perijinan. Dapat dimengerti bila Anda membutuhkan waktu dan lebih banyak waktu lagi. Bersabarlah dan tekun lah melakukan nya, kelak Anda akan tercengang–cengang melihat kemampuan dan potensi keterampilan yang Anda miliki. Yakinlah, segala sesuatunya membutuhkan waktu maka pelihara lah ritme semangat dan motivasi untuk terus ber innovasi. Teruslah memikirkannya dan arahkan ke sesuatu bentuk wujud dari pemikiran Anda. 
“Tugas kita sebagai manusia adalah memelihara pikiran-pikiran yang kita inginkan, memperjelas apa yang kita inginkan di dalam benak, dari situ kita mulai membangunkan salah satu hukum terbesar di Semesta, dan itulah hukum tarik – menarik. Anda tidak hanya menjadi apa yang paling Anda pikirkan, tetapi Anda juga meraih apa yang paling Anda pikirkan.”
~John Assaraf
Buku Rhonda Byrne, ‘the Secret”, Gramedia Pustaka Utama, Nopember 2008.
Kekuatan pikiran Anda dapat mengubah segalanya. Hidup Anda sekarang ini adalah ceminan pikiran-pikiran di masa lalu. Termasuk semua hal besar, dan semua hal yang Anda anggap tidak terlalu besar

JoinMySFIteam

Ingatlah akan satu hal bahwa pilihan gagasan ide bisnis yang paling potensil menghasilkan uang belum tentu itu lebih menguntungkan, maka pertimbangkan juga besaran biaya dan ketersediaan modal, waktu tenaga serta faktor perijinan yang diperlukan.
~Selamat berkarya!