“Kita tidak akan pernah bisa
merubah apa pun tanpa kita pernah bisa merubah jalan pemikiran dan cara kita
bertindak”~Ombing
Ada yang berpendapat menjadi seorang karyawan dinilai
tidak pernah serius menggali potensi diri mendapatkan tambahan
penghasilan. Sebagian lain berpendapat menjadi pengusaha cenderung dinilai
hanya menyusahkan diri sendiri saja. Dengan kemampuannya banyak perusahaan yang
bersedia menggaji 10 X lipat dari keuntungan usahanya. Jika bisa mengelola
ritme kerja saatnya menjadi pengusaha memulai bisnis sendiri.
Menjadi pengusaha akan mengubah cakrawala jagad pemikiran
dan cara bertindak. Gigih berjuang agar karyawannya bisa bekerja, menghargai
karya prestasi orang lain dengan kontraprestasi setimpal tetapi nyaris selalu lupa
menghargai karya sendiri bahkan berhati-hati menggunakan kekayaannya. Konon ada
idiom populer; pengusaha selalu teliti akan
barang belanjaannya dan kerap meneliti harga serta uang kembalian pembayarannya,
sedangkan direktur utama bahkan tidak pernah berminat menerima wang kembalian
belanjaannya.
1. Kerjasama Usaha - Riil:
Menjadi pengusaha membuat kita untuk menjalin kerjasama
dengan berbagai pihak seperti; rekanan, supplier, produsen, agen, distributor,
dll. Pengusaha memerlukan kemampuan kemandirian, bahkan ditiadakan haknya
melamar pekerjaan berbeda dengan pegawai yang bebas kapan pun hengkang pindah
tempat bekerja. Pengusaha ditantang mengelola beberapa entitas yang berbeda dalam
waktu yang bersamaan semisal: karyawan, supplier, agent, produsen, distributor,
pemilik modal serta pemerintah pengelola pajak dan perijinan bahkan masyarakat
lingkungan.
Layaknya menabung, berinvestasi di berbagai bentuk
kerjasama usaha menjadikan kita sebagai pemilik modal usaha atau investor. Cara
ini menempatkan kita di posisi puncak sebagai kuadran terbaik karena
mempekerjakan uang untuk mendapatkan tambahan penghasilan.
2. Kerjasama Usaha - Online:
Kepemilikan blog atau website menjadikan kita sebagai pemilik
properti online ini memerlukan bangunan pemahaman yang berbeda dengan pemahaman
pada bisnis riil konvesional. Kerjasama online dapat diartikan membangun
properti online melalui jasa provider penyedia jasa itu.
Di dunia usaha riil ada istilah kepemilikan ‘intangible
assets’ nilainya jauh meninggalkan nilai ‘tangible assets’. Semisal ‘goodwill’
nama baik usaha yang dibangun sedemikian rupa kerap diperlakukan bagaikan nyawa
dari usaha itu sendiri. Sederhananya kepemilikan properti online dapat di
setarakan seperti itu. Membangun website atau blog memerlukan biaya dan waktu, tak
jarang disain dan pemeliharaan kontennya harus melibatkan pihak ketiga yang
ahli dibidangnya.
3. Kerjasama Usaha di Merek Dagang:
Kerjasama investasi di usaha merek dagang rada berbeda
dengan kerjasama di usaha riil konvesional semisal real estat karena real
estate mempunyai lokasi serta fasilitas usaha yang kasat mata. Tetapi keduanya
kini memiliki kemiripan karena dikemas sedemikian rupa, dipenuhi image dan
bangunan pemahaman baru. Jika dahulu hasil panen padi dihitung dari jumlah
kilogram beras maka kini tidak lagi memperdulikan apakah telah digiling menjadi
beras atau masih tetap berupa gabah. Kalau dulu penghasilan real estat dihitung
dari jumlah unit rumah terbangun dan terjual maka kini gambar disain pun sudah
diperjual-belikan.
Berinvestasi layaknya kini menabung, return on investment
dan cost of money dll menjadi pertimbangan tersendiri. Kerjasama usaha sudah jamak
diterapkan di bidang Merek Dagang. Kepemilikan merek dagang kini bahkan mengungguli
dominasi kepemilikan properti gedung. Kemudahan internet menghadirkan kepemilikan
property online semakin menggerus kedigdayaan pebisnis property gedung.
Kepemilikan hak cipta online dinilai lebih memiliki efek domino yang menguntungkan.
Bisnis ini cocok untuk mendapatkan tambahan penghasilan, jangka pendek atau
jangka panjang hanyalah pilihan.
Bisnis
Affiliasi adalah model bisnis online yang patut dipertimbangkan dimulai sedari
dini karena lebih menjanjikan. SFI mendidik rekanan Afiliasi nya untuk berhasil dengan memberhasilkan
orang satu lainnya, keberhasilan tim menjadi yang terutama. Tidak
ada ‘magic formula’ untuk berhasil tetapi kegagalan adalah awal keberhasilan. Kita
adalah penentu apa yang terbaik dari yang tersedia, sejatinya kita telah
dibekali kemampuan fantastis untuk itu. Yakinlah akan hal itu. Demikian disadur
dari berbagai sumber.
~Selamat berkarya!



