Senin, 07 Desember 2015

Takut Menghadapi Rasa Ketakutan Dalam Bisnis

Rasa takut adalah manusiawi, ia tumbuh berkembang di diri tiap kita, Anda boleh menafikannya, meragukan kebenarannya tetapi rasa takut diakui bisa menelan porsi ritme kehidupan. Ia hadir seiring pertumbuhan keinginan, sejarah peradaban manusia mencatatkan bahkan Nabi utusan Allah pun dihinngapi juga olehnya, dan rasa takut tidak mengenal gender. Maka bilamana Anda dihinggapi rasa takut, Anda tak perlu bala bantuan tentara manapun untuk melawannya, Anda tak perlu dukun untuk membasminya. Yang diperlukan hanyalah menguasai diri terutama agar rasa takut itu tidak membebani langkah maju Anda, tidak menguasai alam sadar nurani Anda. Anda bisa mengontrol nya tanpa harus terbebani mengalahkannya.

Rasa takut bersemayam ditiap benak orang, Anda dan saya serta kita semua. Ada pemeo yang bahkan mengakuinya, bahwa; bila seseorang masih memiliki rasa takut itu pertanda bahwa orang itu masih sehat dan normal adanya, bilamana tidak maka ia harus segera diperhadapkan ke dokter ahli kejiwaan dan menjadi pasiennya. Ada berjuta ragam rasa takut dengan sejuta pengalaman pahit yang ditimbulkannya, tetapi inti dari semuanya dapat dikupas dari akibat yang ditimbulkannya.

Pada posting kali ini disajikan tiga jenis ‘rasa takut’ yang mendasar yakni; (1) takut gagal, (2) takut berhasil dan (3) takut remis. Diakui ‘penyesalan’ menjadi buah akhir dari rasa takut yang mendera – ketakutan dalam bentuk apapun buahnya dipastikan hanyalah menyesali rasa sesal yang terakumulasi akhirnya berkubang menjadi lubang penyesalan.

1. TAKUT GAGAL:
Adalah normal bila tiap orang dihinggapi rasa takut gagal, bahkan orang yang sudah sukses sekalipun malu-malu mengakuinya. Hanya ada dua cara mengatasinya yakni menghadapinya dengan menerima kehadirannya untuk kemudian membiarkannya malu tidak berhasil. Atau menghindarinya dan bersiap menerima kenyataan ‘gagal dengan lapang dada’. Yang banyak adalah orang bersikukuh memperjuangkan kepatutan alasannya bahwa apa dan bagaimanapun usahanya pastilah akan sia-sia belaka; bahwa bila pun diperjuangkan pasti lah gagal maka sebelum sang gagal tiba menerpa lebih baik memilih lari dari gelanggang.

2. TAKUT BERHASIL:
Sepintas takut gagal seolah sama dengan takut berhasil, hingga tiap orang cenderung mempersamakannya satu sama lain, namun bila disimak lebih jauh rasa takut berhasil jauh lebih menyiksa dari perasaan takut gagal. Ada yang berpendapat bahwa takut gagal menyiksa saat ketika akan mulai memulai sesuatu, sedangkan rasa takut berhasil hadir ketika sedang ditengah kondisi berjuang. Ketika ia diperhadapkan pada situasi dimana ia harus maju selangkah lagi untuk meningkatkan gemilang keberhasilannya – dan ia terhenti dan menyesali buah perjuangannya dinikmati oleh pihak lain yang berani meneruskan langkahnya itu.

3. TAKUT REMIS:
Terdengar lucu memikat jika menggunakan istilah ‘REMIS’, istilah ini populer pada jenis permainan ‘catur’ maksudnya adalah suatu situasi dimana tidak seorang pun gagal dikalahkan tetapi tidak seorang pun berhasil memenangkan permainan. Hasil akhir adalah remis. Dan menjadi semakin menarik lagi jika ternyata ada rasa ‘takut remis’ menghinggapi perjalanan hidup orang per orang. Penggunaan ‘takut remis’ adalah sebagai istilah kata pengganti untuk ‘takut berbagi’, dan ini adalah sesuatu yang umum dalam dinamika bisnis. Bahkan ada yagn berpendapat bahwa ‘berbagi’ menjadi sesuatu keharusan, merupakan cerminan dari keberhasilan pebisnis membangun jaringan networks usahanya.
Tingkat keuntungan dibagi atas dasar prinsip ‘win-win’, berbagi secara proporsional yang dihitung berdasarkan kontribusi masing-masing atas sesuatu proses, sedari tahap produksi, distribusi, marketing hingga penjualan. Takut ‘Remis’ memaksa orang untuk menangani segenap tahapan, seiring perkembangan usaha timbul permasalahan rentang pengawasan yang semakin meluas hingga tidak terkendali. Proses pengawasan menelan habis keuntungan, yang semestinya bisa dihindarkan jika berbagi dengan pihak satu lainnya dan memfokuskan usahanya pada satu tahapan proses saja. Pada bisnis moderen situasi ‘takut remis’ dijawab dengan berbagai bentuk kerjasama usaha semisal join operasi, join venture, join manajemen, dll.  

Perbedaan mencolok dari ketiganya adalah bahwa ‘rasa takut gagal’ pada dasarnya hinggap lebih awal, dan ‘rasa takut berhasil’ timbul ditengah situasi berjuang, sedangkan ‘rasa takut remis’ oleh kekuatiran berbagi kelimpahan potensi hasil yang masih belum nyata. Kesamaannya tiap satu dari padanya hanya menghasilkan rasa sesal yang menyesak.
We all here because it is works - a Click to check!
We need to increase our knowledge base about how to become successful.
~Salam sukses selalu

Selasa, 01 Desember 2015

Cara Memimpin Tim Manakala Mereka Tengah Linglung & BIngung

"Tiap orang ingin mencapai keunggulan nya, tidak ada orang yang ingin mati dengan prestasi tertinggi sebagai orang yang biasa-biasa saja".

Perlu kejelian tersendiri saat kita memimpin Tim manakala mereka bingung ditengah pelaksanaan tugasnya. Bingung adalah manusiawi dan itu biasa menimpa siapa saja meskipun ia seorang ahli dibidangnya. Dalam keadaan seperti itu dukungan pengertian dari orang-orang sekitar sangat diperlukan untuk menghadirkan rasa diperhatikan, membuatnya termotivasi untuk terus kreatif serta inovatif, gemilang menyelesaikan tugasnya tepat waktu. 

Tips sederhana berikut ini diharapkankan bisa bermanfaat, sbb:
1. Mendengarkan agar Didengarkan
Pada dasarnya tiap orang ingin berprestasi, hingga ketika diberi kesempatan ia akan terpacu menunjukkan bahwa dirinya memiliki kemampuan seperti orang satu lainnya. Mendengarkan kebutuhan Tim tidak mudah tetapi hanya itu satu-satunya jalan untuk menunjukkan bahwa mereka diperlukan dan diberi kesempatan mencapai keberhasilannya. Bahkan hanya dengan mendengarkan Anda bisa mengindentifikasi kelemahan serta memberi saran cara mengatasinya – sesungguhnya itu yang mereka inginkan.

2. Memberi Contoh Memimpin
Seorang pemimpin akan membiarkan Timnya melakukan pekerjaan mereka, mempercayai kemampuan Timnya serta yakin dengan menyediakan dukungan yang diperlukan. Kepemimpinan Anda akan menulari Tim dan memaksa tiap satu daripadanya untuk berani tampil dan terus meningkatkan ketrampilannya.

3. Bertegur sapa dengan Sopan
Pemimpin perlu untuk selalu bisa menjaga kesopanan dan rasa hormat, memelihara etika menegur kekurangan Timnya. Mempercayai kemampuan Tim merupakan penghargaan internal sekaligus pengakuan terhadap keberadaan mereka. Tim akan tampil lebih baik jika mereka mendapatkan rasa hormat Anda terutama atas kerja keras serta dedikasi mereka, dan itu akan memacu mereka agar bisa lebih produktif lagi.

4. Menetapkan Tujuan
Menetapkan tujuan secara jelas, selalu bersedia menjelaskan detil dan tatacara pelaksanaan pekerjaan secara sederhana, akses yang mudah untuk membicarakan permasalahan teknis akan membantu meringankan tekanan stres dalam pencapaian tujuan. Bahkan bisa menginspirasi Tim menemukan cara pencapaian sukses dengan gemilang. Layanan pemecahan masalah mengingatkan Tim Anda bahwa kerja keras mereka benar-benar membawa perbedaan kearah tujuan yang lebih baik.

5. Memelihara Reputasi
Pemimpin diharapkan bisa terbuka akan hal apa yang dikatakan terutama jika ingin melakukannya atau berencana melakukan dan membicarakannya terlebih dahulu. Anda akan mendapatkan rasa hormat dari Tim Anda, dan itu akan mengembangkan reputasi Anda sebagai pemimpin yang dihormati.

6. Menjadi Motivator yang Inspiratif
Mampu mendorong Tim agar menghindarkan stagnansi. Dalam banyak peristiwa, Tim tetap melaksanakan pekerjaannya tetapi tidak tumbuh atau memiliki perkembangan yang berarti. Jeli mendorong Tim untuk bisa keluar melampaui zona batas ‘Limits’, mendorong untuk tidak ragu beroperasi keluar dari zona kenyamanan tradisional mereka. Tiap orang ingin mencapai keunggulan nya, tidak ada orang yang ingin mati dengan prestasi tertinggi sebagai orang yang biasa-biasa saja.

7. Jujur akan Keterbatasan Diri
Ketika Anda tidak memiliki jawaban atas sesuatu permasalahan jangan ragu-ragu untuk mengakuinya.  Orang yang sehat tidak akan pernah merasa memiliki semua jawaban untuk tiap segala sesuatu. Mengakui secara jujur lebih baik daripada berpura-pura memiliki jawabannya, bahkan akan lebih baik jika keterbatasan itu dimanfaatkan dengan mengajak Tim duduk berembug bersama mencari solusi pemecahan. Kebenaran dengan fakta-fakta nyata yang sebenar perlu dikemukakan secara terbuka.

8. Takut Memaksakan rasa Takut
Jangan pernah berupaya memaksakan rasa takut, Tim Anda tidak akan terinspirasi jika Anda memanfaatkan rasa ketakutan sebagai motivator. Seorang pemimpin sekaligus menjadi pelatih yang hebat untuk mengarahkan Timnya dan ia tidak akan pernah menanamkan rasa takut terhadap Timnya.

9. Akuntabilitas jiwa Kepemimpinan
Pemimpin adalah orang yang mampu mengembangkan jiwa kepemimpinan masa depan dari tiap individual Timnya, tidak lelah membimbing, melatih peran serta memberdayakan mereka untuk berani membuat keputusan. Benar atau malah salah itu hanyalah masalah persepsi semata – pada akhirnya ‘kesalahan’ akan menghadirkan ‘kebenaran’.

10. Menjadi Mentor
Pertumbuhan pribadi anggota Timnya didorong dengan memposisikan dirinya sebagai Mentor, aktif memberi arahan, mengaktifkan rasa percaya diri mereka. Bahkan turut membantu anggota Timnya membangun Tim mereka sendiri berikut jaringan bisnisnya, memperkaya potensi pribadi serta kredibilitas individual mereka agar tumbuh menjadi seorang praktisi yang kredibel, handal, sepenuhnya memahami tujuan dan perannya, memiliki keyakinan berhasil.

Brainstorming akan menginspirasi dan memotivasi Tim Anda
~Salam sukses selalu

Kamis, 26 November 2015

RAHASIA MENULIS -: Saluran Komunikasi Terbaik adalah Menulis

“Komunikasi tertulis sangat penting tetapi bagaimana cara kita untuk bisa menulis dengan baik menjadi pertanyaan yang patut mendapatkan jawaban cerdas.

Membuat “Laporan tertulis atas jalannya sesuatu kegiatan” atau ‘notulensi’ menjadi bukti kemampuan kita mengikuti jalannya sesuatu kegiatan. Tiap orang bisa melakukannya jika terbiasa mencatat hal-hal secara sederhana dengan cara dan bahasanya sendiri. Penataan sistematika kosakata secara alamiah akan meningkat seiring dengan bertambahnya perbendaharaan kata-kata apalagi jika kita selalu berusaha memudahkan pembaca memahami. Membuat “Laporan Bisnis” pada dasarnya sama berbeda hanya pada rancang bangun penataan hal-hal pokok serta jika ada hal-hal khusus semata, terutama karena fungsi kegunaannya sebagai dokumen bisnis dan ditujukan untuk pebisnis/ orang-orang tertentu.

Konsentrasi sembari fokus memperhatikan, mencatat beberapa hal penting secara singkat sederhananya akan meningkatkan keterampilan menulis. Awali dengan mendengarkan baik-baik jalan pembicaraan, menangkap inti pokok dan tujuan pertemuan, menuliskan uraian penting secara sistimatis akan menghasilkan dokumen yang berkualitas. Anda tidak perlu menjadi professor doktor untuk bisa menulis.

1) Konten Tulisan
Mengenal pembaca untuk menyesuaikan konten tulisan, memenuhi spesifikasi informasi yang dibutuhkan - tentang hal apa yang diperlukan. Mengumpulkan data yang relevan, menata dokumen pendukung, memilih kosakata yang tepat agar tidak mengaburkan perhatian. Tambahan grafis, tabel atau gambar yang tepat akan mendukung bahkan mengedit tampilan menjadi upaya maksimal penyajian konten tulisan.

2) Tujuan Penulisan
Mengklarifikasi tujuan tulisan sangat diperlukan jika hendak menulis laporan dan mengklarifikasinya secara ringkas merupakan upaya untuk bisa menetapkan tujuan tulisan serta batasan-batasannya secara jelas.

3) Memetakan Pembaca
Penetapan konten catatan, tujuan penulisan dan adanya upaya memetakan audiens atau pembaca merupakan upaya prasyarat memenuhi kepuasan pembaca.

4) Tampilan Tulisan
Rancang bangun struktur tulisan umumnya dimulai dengan menetapkan struktur awal (outline), tak ubahnya jika kita hendak membangun maka penataan fondasi adalah penting dan diperlukan guna mendapatkan hasil yang baik. Urutan materi awal, yang disajikan di tengah dan akhir tulisan, pengaturan data, grafis atau gambar menjadi bukti upaya membujuk ketertarikan membaca berbagai informasi yang terkandung di dalamnya.

5) Informasi & Gaya Tulisan
Memilih informasi yang hendak disajikan dimulai dengan mengumpulkan serta mengevaluasi informasi, menetapkan informasi yang relevan serta memutuskan batasan detil rinci yang hendak disajikan demi kemudahan memahami. Alur penulisan kosakata serta tampilan rancang bangun akan menjadi gaya penulisan dan Anda tinggal mengembangkannya saja dengan berlatih dan melatih diri menulis dengan baik.

Kalimat pendek sederhana akan dapat meningkatkan potensi keterbacaan, kosakata yang populer serta akrab dapat melahirkan kejelasan makna bahkan bisa menyingkirkan kejenuhan yang membosankan.

Struktur, drafting letak teks memerlukan pola tersendiri untuk menghindarkan pembaca teralihkan, letak teks judul, bullet atau nomor bahkan daftar tabel, grafik, diagram, bahkan jika ada pertanyaan dan jawaban, dll agar disusun berturutan sistematis. Hindarkan kesalahan penggunaan tanda baca, penggunaan kosa-kata yang membingungkan serta bahasa yang buruk, pemanfaatan alat, gambar yang tidak relevan.

Jangan lelah untuk membaca ulang secara berulang-ulang, untuk mengedit serta mengkoreksi agar dampak tulisan bisa maksimal.

"A positive attitude may not solve all your problems, but it will annoy enough people to make it worth the effort.~Herm Albright

~Salam sukses selalu

Minggu, 15 November 2015

Cara Terbaik Membebaskan Diri dari Kepenatan Pikiran

"To make mistakes is human; to stumble is commonplace; to be able to laugh at yourself is maturity."
~William Arthur Ward

Pekerjaan mudah yang sulit adalah ‘bertanya’ dan pekerjaan sulit yang mudah adalah ‘berpikir’. Tidak mudah menjelaskan detil dari keduanya, tidak heran jika Anda kini turut bertanya ‘saya ini sedang apa kah?’ dan itu tidak memerlukan jawaban. Konon, jika sesuatu pertanyaan diajukan secara cerdas cermat, itu otomatis akan merupakan jawaban yang tepat. Maka jika terjadi sesuatu ‘tanya-jawab’, itu merupakan upaya mempertemukan tingkat kecerdasan si bodoh dengan tingkat kebodohan si cerdas. Membingungkan bukan, ‘kenapa bisa begitu?’.

Diyakini gumpalan pertanyaan berkhasiat membebaskan diri dari kepenatan beban pikiran. Silahkan percaya setelah Anda membaca habis hingga ke titik terakhir.

1. Berapa lama lagi Anda akan hidup?

2. Pernah kah Anda mencari tahu berapa lama lagi usia Anda?

3. Jika ternyata usia Anda begitu singkat, mengapa masih saja melakukan hal-hal yang tidak Anda sukai?

4. Mengingat usia Anda, masih ada lagi kah yang belum Anda lakukan?

5. Jika semua hal sudah Anda lakukan, cuba diingat – ingat lagi, barangkali masih ada yang belum selesai, apa lagi kah?.

6. Barangkali Anda belum mengubah surat wasiat terakhir Anda, bagaimana agar pembagian warisan bisa membahagiakan semua?

7. Andai kebahagian adalah mata uang yang berlaku internasional dan bisa digunakan sebagai alat tukar, harus kerja apa agar Anda bisa kaya?

8. Apakah Anda yakin membahagiakan tiap orang adalah tugas pekerjaan Anda dan kini ini Anda tengah berusaha melakukannya – terakhir kalinya?

9. Jika usia hidup rata-rata manusia hanya 78 tahun saja, bagaimana Anda akan menjalani nya? Bagaimana jika 1.058 tahun?.

10. Apakah diperlukan titel gelar untuk itu?, jika ternyata tidak, kenapa Anda harus lelah mendapatkannya? Kenapa tidak meminta nya saja – barangkali Anda akan ditanya - mau titel gelar apakah?

11. Yakin kah Anda bahwa Anda benar-benar telah melakukan hal-hal yang benar saja atau malah hanya melakukan hal-hal yang salah?

12. Katakanlah Anda memiliki beberapa sahabat, kala dalam satu jamuan terjalin perbincangan dan dalam pada itu beberapa diantaranya mengkritik secara tidak senonoh salah seorang diantaranya tanpa tahu bahwa orang itu adalah sahabat karib terdekat Anda, dan Anda tidak bisa membenarkan itu terjadi, akan kah Anda menghentikan jamuan itu atau mengusir sahabat pengkritik itu atau malah mengajak pergi si orang yang dikritik?.

13. Jika Anda dipersilahkan menasihati Anak yang baru lahir, nasihat apa gerangan yang Anda akan sampaikan?

14. Jika Anda menghalalkan segala cara demi menyelamatkan orang yang Anda kasihi, pernahkah Anda terpikir bahwa itu akan melanggar hukum?

15. Apakah Anda pernah melihat didalam kegilaan tindakan seseorang ada terselip kreativitas unik yang bisa menguntungkan Anda?

16. Apakah Anda tahu bahwa Anda telah melakukan sesuatu yang berbeda dengan kebanyakan orang?

17. Pernahkah Anda mencari tahu bahwa hal-hal yang membuat Anda berbahagia malah telah membuat orang lain tidak berbahagia?

18. Ketika Anda benar-benar sangat ingin melakukan sesuatu tetapi demi sesuatu lainnya Anda tidak tega melakukannya, kecewa kah Anda?

19. Apakah ada rahasia yang ingin Anda sampaikan ke tiap orang?

20. Andai saja Anda dibebaskan memilih ibu bapa Anda, menjadi anak turunan siapa yang Anda inginkan, dan mengapa harus itu?

21. Kala tengah di dalam lift, telah berkali–kali terbukti cukup sekali penjet Anda akan tiba di lantai yang dituju. Apakah Anda benar-benar yakin hal itu akan terus begitu, atau malah terdorong berulang-ulang memenjet tombol itu agar tidak keliru?

22. Andai diperbolehkan memilih, apakah Anda lebih suka memilih menjadi seorang berpredikat jenius tetapi mengkhawatirkan tiap orang atau akan lebih memilih berpredikat bodoh tetapi menyenangkan?

23. Penah kah Anda bertanya ke diri sendiri, mengapa Anda menjadi seperti sekarang ini? Masih bisa kah Anda berubah?

24. Dari sekian banyak orang yang Anda kenal, tipikal orang yang bagaimana yang benar-benar Anda inginkan menjadi sahabat karib Anda?

25. Pernahkah Anda merasa sangat menderita ditinggal pergi seorang sahabat dan menjadi penyendiri sepeninggalnya bukan malah membangun persahabatan baru dengan orang–orang di sekitar Anda?

26. Dari tiap hal yang Anda sesali yang mana yang paling Anda syukuri?

27. Kenapa Anda kerap menyesali kenangan lama Anda dari pada membangun ulang bagian–bagian awal kenangan yang baru untuk kelak menambah lembar kenangan yang sudah ada?

28. Kenapa Anda selalu menuntut kebenaran akan tiap hal tanpa Anda yakin akan mampu menerima konsekuensinya tanpa mencemooh? Sekuat apakah batin Anda menerima kekecewaan?

29. Dari tiap hal yang Anda takuti, ketakutan yang bagaimana yang benar-benar terjadi dan menjadi kenyataan; Kenapa Anda masih takut jika itu akan terulang kembali? bukankah Anda telah berpengalaman akan hal yang seperti itu?

30. Masih ingat kah Anda akan kemarahan Anda di bulan lalu? Kepada siapa? dan perihal apakah itu?

31. Kenapa kebencian yang membekas di hati Anda perlu untuk diingat dan dikenang tiap detil nya?

32. Apakah Anda ingat masa kecil Anda yang bahagia? saat kapan kenangan istimewa itu? Masih adakah keinginan Anda untuk mengulangi nya?

33. Kapan terakhir kali Anda merasa sangat hidup dan bersemangat penuh?

34. Jika saat-saat seperti itu tidak Anda alami kini, lalu kapan? Sudahkah Anda berusaha mendapatkan kembali saat-saat seperti itu? Benarkah Anda merasa berbahagia disaat seperti itu?

35. Jika saat–saat berbahagia seperti itu belum tercapai, apakah Anda merasa kehilangan sesuatu? Apa gerangan itu?

36. Apa kah Anda pernah berbicara ke seseorang semisal sesuatu kata – tentang hal apa saja, kemudian Anda melengos pergi begitu saja tak lagi menghiraukannya dan Anda merasa bahwa si orang tersebut tidak pantas untuk ikut membicarakannya? Hal apa itu? Dan kepada siapa kah itu?

37. Tiap Agama pastilah mengajarkan kasih sayang serta cinta kasih terhadap sesama, tetapi tiap para penganutnya tak lelah berperang dan saling membenci satu sama lainnya seakan menjauh dari prinsip cinta kasih yang diajarkan itu? Apa gerangan penyebabnya? – apa ada alasan lainkah?

38. Kenapa tiap orang dipenuhi keraguan ketika tahu mana yang baik dan mana yang jahat hingga tiap orang ketika hendak menyampaikan pendapatnya memerlukan dukungan pendapat orang satu lainnya?

39. Mari lamunkan undian berhadiah, jika saat ini Anda diumumkan sebagai pemenang senilai sejuta dolar, akan kah Anda keluar dari pekerjaan Anda yang sekarang?

40. Mana yang paling Anda sukai, memiliki sedikit pekerjaan dan selesai tepat waktu atau memiliki seabrek-abrek pekerjaan dan tak tahu kapan selesainya tetapi Anda menikmatinya.

41. Pernahkah Anda merasakan bahwa sepertinya sudah beratus-ratus kali Anda mengalami hal-hal seperti sekarang ini jauh sebelumnya?

42. Pernahkah Anda merasa seakan sedang memasuki sesuatu lorong panjang gelap gulita tanpa tahu kapan berakhir? dan hanya ide Anda yang menyinari tiap langkah Anda dan Anda sepenuhnya percaya bahwa Anda akan berhasil dan terus giat meneruskan nya?

43. Andai saja Anda tahu bahwa semua orang yang Anda kenal tiap satu daripadanya akan meninggal wafat besok, kira-kira siapa yang akan Anda kunjungi di hari ini?

44. Sudikah Anda mengorbankan usia hidup Anda sepuluh tahun lebih cepat meninggal hanya untuk menjadi orang terkenal di saat kini ini?

45. Tahukah Anda apa perbedaan antara “menjadi hidup” dengan “menjadi benar-benar hidup”?

46. Bagian yang manakah yang bikin hidup lebih hidup?

47. Apakah Anda ingat kapan Anda hendak melakukan sesuatu yang Anda yakini benar tanpa menghiraukan untung rugi akibat tindakan itu?

48. Jika Anda mengingatnya dan tersadar bahwa itu adalah salah dan Anda sudah memperbaikinya, mengapa Anda masih takut berbuat salah?

49. Jika Anda tahu tak ada seorang pun akan menilai tindakan Anda, apa yang akan Anda lakukan secara berbeda?

50. Pernahkah Anda melihat warna suara seseorang?

51. Jika Anda tidak pernah bisa melihat suara seseorang yang sedang Anda dengar, apakah Anda pernah melihat bunyi nafas Anda sendiri?

52. Sesungguhnya apa yang sungguh-sungguh Anda sukai, pernahkah Anda mengutarakannya secara terbuka?

53. Dalam lima tahun ke depan, akankah Anda ingat apa yang Anda telah lakukan sekarang ini?

54. Masihkah Anda ingat apa yang Anda telah lakukan kemarin? Bagaimana dengan yang sehari sebelumnya?

55. Katakanlah, saat sekarang ini Anda membuat keputusan atas sesuatu – tentang hal apa saja: Jika itu Anda lakukan, apakah itu murni keputusan Anda seorang atau orang lain yang memutuskan untuk Anda?

56. Cuba ingat lagi, kapan terakhir kali Anda bebas memutuskan sesuatu dan itu benar-benar keputusan Anda seorang?

57. Kapan terakhir kali Anda mempertanyakan perbuatan seseorang yang menurut Anda kurang tepat untuk dia lakukan?

58. Kapan terakhir kali Anda mempertanyakan perbuatan Anda sendiri, yang menurut Anda kurang tepat untuk Anda lakukan?

59. Hal yang paling mudah dalam hidup kita adalah mempertanyakan tindakan orang lain hingga tiap orang satu lainnya kerap terdorong berusaha melakukannya secara sempurna. Tetapi, pernahkah Anda mempertanyakan tindakan diri sendiri?

60. Konon katanya, hanya orang yang mati rasa nan tega yang tidak tega mempertanyakan tindakan dirinya sendiri. Dan ia membutuhkan itu untuk menghindar dari sebutan ‘monster’ bahkan menjadikan tindakannya sebagai perlambang sifat kejujuran nurani dari mahluk sempurna. 
Masih kah Anda sudi mengaku diri sebagai mahluk sempurna? Tega nian Anda!
~Selamat bertanya-tanya!.
Disadur dari berbagai sumber.