“Komunikasi tertulis
sangat penting tetapi bagaimana cara kita untuk bisa menulis dengan baik menjadi
pertanyaan yang patut mendapatkan jawaban cerdas.”
Membuat “Laporan
tertulis atas jalannya sesuatu kegiatan” atau ‘notulensi’ menjadi bukti kemampuan
kita mengikuti jalannya sesuatu kegiatan. Tiap orang bisa melakukannya jika
terbiasa mencatat hal-hal secara sederhana dengan cara dan bahasanya sendiri. Penataan
sistematika kosakata secara alamiah akan meningkat seiring dengan bertambahnya perbendaharaan
kata-kata apalagi jika kita selalu berusaha memudahkan pembaca memahami. Membuat
“Laporan Bisnis” pada dasarnya sama berbeda hanya pada rancang bangun penataan
hal-hal pokok serta jika ada hal-hal khusus semata, terutama karena fungsi kegunaannya
sebagai dokumen bisnis dan ditujukan untuk pebisnis/ orang-orang tertentu.
Konsentrasi sembari fokus
memperhatikan, mencatat beberapa hal penting secara singkat sederhananya akan meningkatkan
keterampilan menulis. Awali dengan mendengarkan baik-baik jalan pembicaraan,
menangkap inti pokok dan tujuan pertemuan, menuliskan uraian penting secara
sistimatis akan menghasilkan dokumen yang berkualitas. Anda tidak perlu menjadi
professor doktor untuk bisa menulis.
1) Konten Tulisan
Mengenal pembaca untuk
menyesuaikan konten tulisan, memenuhi spesifikasi informasi yang dibutuhkan - tentang
hal apa yang diperlukan. Mengumpulkan data yang relevan, menata dokumen
pendukung, memilih kosakata yang tepat agar tidak mengaburkan perhatian. Tambahan
grafis, tabel atau gambar yang tepat akan mendukung bahkan mengedit tampilan
menjadi upaya maksimal penyajian konten tulisan.
2) Tujuan Penulisan
Mengklarifikasi
tujuan tulisan sangat diperlukan jika hendak menulis laporan dan mengklarifikasinya
secara ringkas merupakan upaya untuk bisa menetapkan tujuan tulisan serta batasan-batasannya
secara jelas.
3) Memetakan Pembaca
Penetapan konten
catatan, tujuan penulisan dan adanya upaya memetakan audiens atau pembaca
merupakan upaya prasyarat memenuhi kepuasan pembaca.
4) Tampilan Tulisan
Rancang bangun
struktur tulisan umumnya dimulai dengan menetapkan struktur awal (outline), tak
ubahnya jika kita hendak membangun maka penataan fondasi adalah penting dan diperlukan
guna mendapatkan hasil yang baik. Urutan materi awal, yang disajikan di tengah
dan akhir tulisan, pengaturan data, grafis atau gambar menjadi bukti upaya membujuk
ketertarikan membaca berbagai informasi yang terkandung di dalamnya.
5) Informasi &
Gaya Tulisan
Memilih informasi yang
hendak disajikan dimulai dengan mengumpulkan serta mengevaluasi informasi,
menetapkan informasi yang relevan serta memutuskan batasan detil rinci yang
hendak disajikan demi kemudahan memahami. Alur penulisan kosakata serta tampilan
rancang bangun akan menjadi gaya penulisan dan Anda tinggal mengembangkannya
saja dengan berlatih dan melatih diri menulis dengan baik.
Kalimat pendek sederhana
akan dapat meningkatkan potensi keterbacaan, kosakata yang populer serta akrab dapat
melahirkan kejelasan makna bahkan bisa menyingkirkan kejenuhan yang membosankan.
Struktur, drafting letak
teks memerlukan pola tersendiri untuk menghindarkan pembaca teralihkan, letak teks
judul, bullet atau nomor bahkan daftar tabel, grafik, diagram, bahkan jika ada pertanyaan
dan jawaban, dll agar disusun berturutan sistematis. Hindarkan kesalahan
penggunaan tanda baca, penggunaan kosa-kata yang membingungkan serta bahasa
yang buruk, pemanfaatan alat, gambar yang tidak relevan.
Jangan lelah untuk
membaca ulang secara berulang-ulang, untuk mengedit serta mengkoreksi agar
dampak tulisan bisa maksimal.
"A positive attitude may not solve all your problems, but it will annoy enough people to make it worth the effort.~Herm Albright
"A positive attitude may not solve all your problems, but it will annoy enough people to make it worth the effort.~Herm Albright
~Salam sukses selalu
