Minggu, 15 November 2015

Cara Terbaik Membebaskan Diri dari Kepenatan Pikiran

"To make mistakes is human; to stumble is commonplace; to be able to laugh at yourself is maturity."
~William Arthur Ward

Pekerjaan mudah yang sulit adalah ‘bertanya’ dan pekerjaan sulit yang mudah adalah ‘berpikir’. Tidak mudah menjelaskan detil dari keduanya, tidak heran jika Anda kini turut bertanya ‘saya ini sedang apa kah?’ dan itu tidak memerlukan jawaban. Konon, jika sesuatu pertanyaan diajukan secara cerdas cermat, itu otomatis akan merupakan jawaban yang tepat. Maka jika terjadi sesuatu ‘tanya-jawab’, itu merupakan upaya mempertemukan tingkat kecerdasan si bodoh dengan tingkat kebodohan si cerdas. Membingungkan bukan, ‘kenapa bisa begitu?’.

Diyakini gumpalan pertanyaan berkhasiat membebaskan diri dari kepenatan beban pikiran. Silahkan percaya setelah Anda membaca habis hingga ke titik terakhir.

1. Berapa lama lagi Anda akan hidup?

2. Pernah kah Anda mencari tahu berapa lama lagi usia Anda?

3. Jika ternyata usia Anda begitu singkat, mengapa masih saja melakukan hal-hal yang tidak Anda sukai?

4. Mengingat usia Anda, masih ada lagi kah yang belum Anda lakukan?

5. Jika semua hal sudah Anda lakukan, cuba diingat – ingat lagi, barangkali masih ada yang belum selesai, apa lagi kah?.

6. Barangkali Anda belum mengubah surat wasiat terakhir Anda, bagaimana agar pembagian warisan bisa membahagiakan semua?

7. Andai kebahagian adalah mata uang yang berlaku internasional dan bisa digunakan sebagai alat tukar, harus kerja apa agar Anda bisa kaya?

8. Apakah Anda yakin membahagiakan tiap orang adalah tugas pekerjaan Anda dan kini ini Anda tengah berusaha melakukannya – terakhir kalinya?

9. Jika usia hidup rata-rata manusia hanya 78 tahun saja, bagaimana Anda akan menjalani nya? Bagaimana jika 1.058 tahun?.

10. Apakah diperlukan titel gelar untuk itu?, jika ternyata tidak, kenapa Anda harus lelah mendapatkannya? Kenapa tidak meminta nya saja – barangkali Anda akan ditanya - mau titel gelar apakah?

11. Yakin kah Anda bahwa Anda benar-benar telah melakukan hal-hal yang benar saja atau malah hanya melakukan hal-hal yang salah?

12. Katakanlah Anda memiliki beberapa sahabat, kala dalam satu jamuan terjalin perbincangan dan dalam pada itu beberapa diantaranya mengkritik secara tidak senonoh salah seorang diantaranya tanpa tahu bahwa orang itu adalah sahabat karib terdekat Anda, dan Anda tidak bisa membenarkan itu terjadi, akan kah Anda menghentikan jamuan itu atau mengusir sahabat pengkritik itu atau malah mengajak pergi si orang yang dikritik?.

13. Jika Anda dipersilahkan menasihati Anak yang baru lahir, nasihat apa gerangan yang Anda akan sampaikan?

14. Jika Anda menghalalkan segala cara demi menyelamatkan orang yang Anda kasihi, pernahkah Anda terpikir bahwa itu akan melanggar hukum?

15. Apakah Anda pernah melihat didalam kegilaan tindakan seseorang ada terselip kreativitas unik yang bisa menguntungkan Anda?

16. Apakah Anda tahu bahwa Anda telah melakukan sesuatu yang berbeda dengan kebanyakan orang?

17. Pernahkah Anda mencari tahu bahwa hal-hal yang membuat Anda berbahagia malah telah membuat orang lain tidak berbahagia?

18. Ketika Anda benar-benar sangat ingin melakukan sesuatu tetapi demi sesuatu lainnya Anda tidak tega melakukannya, kecewa kah Anda?

19. Apakah ada rahasia yang ingin Anda sampaikan ke tiap orang?

20. Andai saja Anda dibebaskan memilih ibu bapa Anda, menjadi anak turunan siapa yang Anda inginkan, dan mengapa harus itu?

21. Kala tengah di dalam lift, telah berkali–kali terbukti cukup sekali penjet Anda akan tiba di lantai yang dituju. Apakah Anda benar-benar yakin hal itu akan terus begitu, atau malah terdorong berulang-ulang memenjet tombol itu agar tidak keliru?

22. Andai diperbolehkan memilih, apakah Anda lebih suka memilih menjadi seorang berpredikat jenius tetapi mengkhawatirkan tiap orang atau akan lebih memilih berpredikat bodoh tetapi menyenangkan?

23. Penah kah Anda bertanya ke diri sendiri, mengapa Anda menjadi seperti sekarang ini? Masih bisa kah Anda berubah?

24. Dari sekian banyak orang yang Anda kenal, tipikal orang yang bagaimana yang benar-benar Anda inginkan menjadi sahabat karib Anda?

25. Pernahkah Anda merasa sangat menderita ditinggal pergi seorang sahabat dan menjadi penyendiri sepeninggalnya bukan malah membangun persahabatan baru dengan orang–orang di sekitar Anda?

26. Dari tiap hal yang Anda sesali yang mana yang paling Anda syukuri?

27. Kenapa Anda kerap menyesali kenangan lama Anda dari pada membangun ulang bagian–bagian awal kenangan yang baru untuk kelak menambah lembar kenangan yang sudah ada?

28. Kenapa Anda selalu menuntut kebenaran akan tiap hal tanpa Anda yakin akan mampu menerima konsekuensinya tanpa mencemooh? Sekuat apakah batin Anda menerima kekecewaan?

29. Dari tiap hal yang Anda takuti, ketakutan yang bagaimana yang benar-benar terjadi dan menjadi kenyataan; Kenapa Anda masih takut jika itu akan terulang kembali? bukankah Anda telah berpengalaman akan hal yang seperti itu?

30. Masih ingat kah Anda akan kemarahan Anda di bulan lalu? Kepada siapa? dan perihal apakah itu?

31. Kenapa kebencian yang membekas di hati Anda perlu untuk diingat dan dikenang tiap detil nya?

32. Apakah Anda ingat masa kecil Anda yang bahagia? saat kapan kenangan istimewa itu? Masih adakah keinginan Anda untuk mengulangi nya?

33. Kapan terakhir kali Anda merasa sangat hidup dan bersemangat penuh?

34. Jika saat-saat seperti itu tidak Anda alami kini, lalu kapan? Sudahkah Anda berusaha mendapatkan kembali saat-saat seperti itu? Benarkah Anda merasa berbahagia disaat seperti itu?

35. Jika saat–saat berbahagia seperti itu belum tercapai, apakah Anda merasa kehilangan sesuatu? Apa gerangan itu?

36. Apa kah Anda pernah berbicara ke seseorang semisal sesuatu kata – tentang hal apa saja, kemudian Anda melengos pergi begitu saja tak lagi menghiraukannya dan Anda merasa bahwa si orang tersebut tidak pantas untuk ikut membicarakannya? Hal apa itu? Dan kepada siapa kah itu?

37. Tiap Agama pastilah mengajarkan kasih sayang serta cinta kasih terhadap sesama, tetapi tiap para penganutnya tak lelah berperang dan saling membenci satu sama lainnya seakan menjauh dari prinsip cinta kasih yang diajarkan itu? Apa gerangan penyebabnya? – apa ada alasan lainkah?

38. Kenapa tiap orang dipenuhi keraguan ketika tahu mana yang baik dan mana yang jahat hingga tiap orang ketika hendak menyampaikan pendapatnya memerlukan dukungan pendapat orang satu lainnya?

39. Mari lamunkan undian berhadiah, jika saat ini Anda diumumkan sebagai pemenang senilai sejuta dolar, akan kah Anda keluar dari pekerjaan Anda yang sekarang?

40. Mana yang paling Anda sukai, memiliki sedikit pekerjaan dan selesai tepat waktu atau memiliki seabrek-abrek pekerjaan dan tak tahu kapan selesainya tetapi Anda menikmatinya.

41. Pernahkah Anda merasakan bahwa sepertinya sudah beratus-ratus kali Anda mengalami hal-hal seperti sekarang ini jauh sebelumnya?

42. Pernahkah Anda merasa seakan sedang memasuki sesuatu lorong panjang gelap gulita tanpa tahu kapan berakhir? dan hanya ide Anda yang menyinari tiap langkah Anda dan Anda sepenuhnya percaya bahwa Anda akan berhasil dan terus giat meneruskan nya?

43. Andai saja Anda tahu bahwa semua orang yang Anda kenal tiap satu daripadanya akan meninggal wafat besok, kira-kira siapa yang akan Anda kunjungi di hari ini?

44. Sudikah Anda mengorbankan usia hidup Anda sepuluh tahun lebih cepat meninggal hanya untuk menjadi orang terkenal di saat kini ini?

45. Tahukah Anda apa perbedaan antara “menjadi hidup” dengan “menjadi benar-benar hidup”?

46. Bagian yang manakah yang bikin hidup lebih hidup?

47. Apakah Anda ingat kapan Anda hendak melakukan sesuatu yang Anda yakini benar tanpa menghiraukan untung rugi akibat tindakan itu?

48. Jika Anda mengingatnya dan tersadar bahwa itu adalah salah dan Anda sudah memperbaikinya, mengapa Anda masih takut berbuat salah?

49. Jika Anda tahu tak ada seorang pun akan menilai tindakan Anda, apa yang akan Anda lakukan secara berbeda?

50. Pernahkah Anda melihat warna suara seseorang?

51. Jika Anda tidak pernah bisa melihat suara seseorang yang sedang Anda dengar, apakah Anda pernah melihat bunyi nafas Anda sendiri?

52. Sesungguhnya apa yang sungguh-sungguh Anda sukai, pernahkah Anda mengutarakannya secara terbuka?

53. Dalam lima tahun ke depan, akankah Anda ingat apa yang Anda telah lakukan sekarang ini?

54. Masihkah Anda ingat apa yang Anda telah lakukan kemarin? Bagaimana dengan yang sehari sebelumnya?

55. Katakanlah, saat sekarang ini Anda membuat keputusan atas sesuatu – tentang hal apa saja: Jika itu Anda lakukan, apakah itu murni keputusan Anda seorang atau orang lain yang memutuskan untuk Anda?

56. Cuba ingat lagi, kapan terakhir kali Anda bebas memutuskan sesuatu dan itu benar-benar keputusan Anda seorang?

57. Kapan terakhir kali Anda mempertanyakan perbuatan seseorang yang menurut Anda kurang tepat untuk dia lakukan?

58. Kapan terakhir kali Anda mempertanyakan perbuatan Anda sendiri, yang menurut Anda kurang tepat untuk Anda lakukan?

59. Hal yang paling mudah dalam hidup kita adalah mempertanyakan tindakan orang lain hingga tiap orang satu lainnya kerap terdorong berusaha melakukannya secara sempurna. Tetapi, pernahkah Anda mempertanyakan tindakan diri sendiri?

60. Konon katanya, hanya orang yang mati rasa nan tega yang tidak tega mempertanyakan tindakan dirinya sendiri. Dan ia membutuhkan itu untuk menghindar dari sebutan ‘monster’ bahkan menjadikan tindakannya sebagai perlambang sifat kejujuran nurani dari mahluk sempurna. 
Masih kah Anda sudi mengaku diri sebagai mahluk sempurna? Tega nian Anda!
~Selamat bertanya-tanya!.
Disadur dari berbagai sumber.