"Have you ever thought there'd be a day when people
think a different way? And on that day, what would you say, if you still
thought the other way?"
~Paul McMillan
~Paul McMillan
Tidak sedikit dari kita yang nyaris putus asa dalam upayanya menggali apa gerangan "bakat dan hasrat kita" yang sesungguhnya. Bahkan banyak yang berusaha mencarinya dengan berbagai cara, ada yang mengikuti bimbingan les privat demi "menemukan bakat", ada yang ikut pelatihan "uji talenta" bahkan ada yang melalui "tes bakat dan peminatan", dan lain sebagainya.
Dan
kita harus appresiasi usaha penyedia jasa layanan
pencarian bakat dan talenta demi mencari "hasrat kita yang terpendam", bagaimanapun itu adalah bagian dari upaya memaksimalkan potensi diri. Tersirat makna bahwa kita ingin berubah, bahwa kita tidak ingin
begitu-begitu saja, bahwa kita yakin masih bisa lebih hebat lagi bahkan
bisa mencapai tingkat kehidupan yang lebih makmur.
Jika pun harus mengikatkan "kereta dokar" didepan "kuda" atau bahkan kita rela jika harus "mencabut akar demi akar" demi melihat sesuatu apa yang tersembunyi di balik "batang pohon". Terdengar berlebihan mengada-ada bahkan jauh dari kewajaran tetapi terkandung didalamnya semangat demi menemukan potensi diri. Hidup adalah pencarian. Terus bergerak merealisasikannya akan lebih bisa diterima daripada menunggu dan menunggu.
Jika pun harus mengikatkan "kereta dokar" didepan "kuda" atau bahkan kita rela jika harus "mencabut akar demi akar" demi melihat sesuatu apa yang tersembunyi di balik "batang pohon". Terdengar berlebihan mengada-ada bahkan jauh dari kewajaran tetapi terkandung didalamnya semangat demi menemukan potensi diri. Hidup adalah pencarian. Terus bergerak merealisasikannya akan lebih bisa diterima daripada menunggu dan menunggu.
Bila kita menunggu dengan memupuk harapan bahwa entah bagaimanapun nanti ini akan tiba saatnya, akan muncul "bakat terpendam" yang kita miliki, asal kita bersabar menunggu dan meyakininya masih berproses entah dimana - maka tunggu saja!. Kita akan dikategorikan sebagai seorang individu "penyabar". Tak heran jika peruntungan kita akan begitu-begitu saja, dan kita tetap bersabar. Menunggu dan bersabar menunggu, juga memiliki bobot beban tersendiri - itu juga usaha! Itu merupakan upaya menyenangkan hati dan jiwa yang gelisah. Walau tidak ada medali untuk itu!
Kala kita telah lelah menunggu berkepanjangan tanpa kejelasan, disisi lain masih terbuka kesempatan untuk menggalinya lebih dalam lagi tetapi kita tetap bersikukuh untuk bersabar menunggu itu menjadi bukti pertanda bahwa sudah tiba waktunya untuk kita melupakannya. Mulailah aktif memupuk semangat bergerak ke lain hal. Sejatinya, disamping talenta bakat dan minat, kita juga dibekali banyak hal, dibekali banyak potensi diri yang bisa dimanfaatkan untuk kejayaaan hidup demi keagungan ilahi. Dan itu tergantung pada kesediaan kita menguasainya!
Efek langsung dari kebiasaan "menunggu-nunggu" akan membuat kita bergerak memacu potensi diri setengah hati. Akan menjadikan kita tenggelam dalam rutinitas sehari-hari tanpa keinginan berubah untuk menjadi lebih berarti lagi. Kita menjadi sibuk sendiri kesana-sini mengusung ceritera akan kehebatan orang lain, sibuk sendiri membopong kepentingan orang lain tanpa kita pernah berani mengusung kepentingan sendiri. Kita hanya akan menyakiti hati orang-orang yang menyayang kita, terutama karena kita lebih suka memilih untuk mengabaikan kehebatan potensi diri kita. Dan kita telah berlaku tidak adil pada diri kita sendiri.
Yang perlu kita lakukan adalah sebaliknya! Pikirkanlah tentang bekal apa yang diberikan kepada kita! Itulah potensi diri.
Renungkanlah,
kapan terakhir kita mencuba mendapatkan sesuatu dengan cara maksimal.
Apakah caranya sudah tepat? betulkah kita sudah berupaya maksimal dan habis-habisan ? Apakah kita berusaha mencari masukan pendapat dari
orang lain untuk menemukan cara yang tepat? Fokus kah kita
mengusahakannya?
Kebanyakan dari kita akan menjawab "sudah!" - biasanya begitu.
Kebanyakan dari kita akan menjawab "mungkin belum waktunya!". Yang lain akan berkata "tunggu saja, nanti juga dapat". Beberapa bersabar dan bersabar memelihara semangatnya "menunggu sesuatu" - entah apa, kian tak jelas saja!
Teringat ketika saya kecil, kakek saya St.Thomas pernah berkata "berhentilah mencari kesempatan berikutnya - sekarang ini waktunya". Ibu Guru saya juga pernah berbisik: "usahakan terus, sekarang ini ya, karena besok sudah lain lagi itu! Senada walau keduanya disampaikan dengan tutur kata yang tak sama. Semakin dewasa saya kian menjadi semakin paham akan makna kata "lebih baik mati suri kala ketika tengah sedang berusaha" oleh karena itu lebih berarti daripada menunggu dan menunggu hingga tak sadar diri.
Kita terlalu sering menghabiskan waktu dan energi hanya untuk melakukan sesuatu yang benar-benar "benar!" bahkan walau kita belum melakukannya. Daripada kehilangan waktu mencari cara yang sempurna akan lebih baik bergerak perlahan dan meningkatkannya ketika tengah melakukannya. Lakukan saja dengan apa adanya dulu, kemudian tingkatkan di sepanjang perjalanan usaha kita.
Berabad-abad para pakar berpikir bahwa pikiran kita dapat mengubah bentuk dan keadaan phisik kita. Menariknya, pendapat ini dianggap menyinggung moralitas kemanusiaan. Sulit untuk menerima bahwa ekpresi wajah akan mempengaruhi situasional kondisi yang dihadapi, bahkan bisa merubah keadaan mental dan emosional kita serta lingkungan disekitar situasi yang tengah dihadapi.
Bahwa pikiran kita mengusung bentuk phisik tampak luar demikian halnya perubahan didiri kita akan juga mengakibatkan perubahan situasi disekeliling kita. Akan sangat baik jika kita terus berusaha merubah pikiran kita ke arah yang lebih baik demi terciptanya situasional yang lebih baik disekitar lingkungan kita berada. Dan itu demi kebaikan kita juga!
Kebanyakan dari kita akan menjawab "sudah!" - biasanya begitu.
Kebanyakan dari kita akan menjawab "mungkin belum waktunya!". Yang lain akan berkata "tunggu saja, nanti juga dapat". Beberapa bersabar dan bersabar memelihara semangatnya "menunggu sesuatu" - entah apa, kian tak jelas saja!
Teringat ketika saya kecil, kakek saya St.Thomas pernah berkata "berhentilah mencari kesempatan berikutnya - sekarang ini waktunya". Ibu Guru saya juga pernah berbisik: "usahakan terus, sekarang ini ya, karena besok sudah lain lagi itu! Senada walau keduanya disampaikan dengan tutur kata yang tak sama. Semakin dewasa saya kian menjadi semakin paham akan makna kata "lebih baik mati suri kala ketika tengah sedang berusaha" oleh karena itu lebih berarti daripada menunggu dan menunggu hingga tak sadar diri.
Kita terlalu sering menghabiskan waktu dan energi hanya untuk melakukan sesuatu yang benar-benar "benar!" bahkan walau kita belum melakukannya. Daripada kehilangan waktu mencari cara yang sempurna akan lebih baik bergerak perlahan dan meningkatkannya ketika tengah melakukannya. Lakukan saja dengan apa adanya dulu, kemudian tingkatkan di sepanjang perjalanan usaha kita.
Berabad-abad para pakar berpikir bahwa pikiran kita dapat mengubah bentuk dan keadaan phisik kita. Menariknya, pendapat ini dianggap menyinggung moralitas kemanusiaan. Sulit untuk menerima bahwa ekpresi wajah akan mempengaruhi situasional kondisi yang dihadapi, bahkan bisa merubah keadaan mental dan emosional kita serta lingkungan disekitar situasi yang tengah dihadapi.
Bahwa pikiran kita mengusung bentuk phisik tampak luar demikian halnya perubahan didiri kita akan juga mengakibatkan perubahan situasi disekeliling kita. Akan sangat baik jika kita terus berusaha merubah pikiran kita ke arah yang lebih baik demi terciptanya situasional yang lebih baik disekitar lingkungan kita berada. Dan itu demi kebaikan kita juga!
Dan jika kebaikan itu yang kita harapkan - lakukanlah sekarang, jangan lagi menunggu-nunggu.
Satukan emosional hati dan pemikiran jangan lagi menunggu kesempatan berikutnya tetapi manfaatkan kesempatan yang didepan mata. Bukan kesuksesan esok hari yang diidamkan tetapi kegemilangan hari ini yang akan lebih diminati. Bukan hubungan baik dimasa depan yang harus dipertimbangkan tetapi jagalah hubungan baik di saat kini ini. Caranya adalah dengan merawat potensi diri dan memanfaatkannya demi kebaikan dimasa sekarang, jangan menunggu-nunggu oleh karena perubahan tidak akan tiba walau bagaimanapun lelahnya kita menunggunya.
Satukan emosional hati dan pemikiran jangan lagi menunggu kesempatan berikutnya tetapi manfaatkan kesempatan yang didepan mata. Bukan kesuksesan esok hari yang diidamkan tetapi kegemilangan hari ini yang akan lebih diminati. Bukan hubungan baik dimasa depan yang harus dipertimbangkan tetapi jagalah hubungan baik di saat kini ini. Caranya adalah dengan merawat potensi diri dan memanfaatkannya demi kebaikan dimasa sekarang, jangan menunggu-nunggu oleh karena perubahan tidak akan tiba walau bagaimanapun lelahnya kita menunggunya.
Bekerja keraslah sekarang, bukan nanti, karena nanti akan ada banyak hal lain lagi yang memerlukan kerja keras kita.
"Do not wait; the time will never be 'just right.' Start where you stand, and work with whatever tools you may have at your command, and better tools will be found as you go along."
~Napoleon Hill
Maka itu, berhentilah menunggu-nunggu!
Bergegaslah!
"Do not wait; the time will never be 'just right.' Start where you stand, and work with whatever tools you may have at your command, and better tools will be found as you go along."
~Napoleon Hill
Maka itu, berhentilah menunggu-nunggu!
Bergegaslah!
~Salam lekas-lekas!
