Rabu, 07 Februari 2018

Menjadi Rentan Sangat Berbahaya!

-->
"Do not wait; the time will never be 'just right.' Start where you stand, and work with whatever tools you may have at your command, and better tools will be found as you go along."
~Napoleon Hill

Email seseorang membuatku tertegun mengalihkan perhatian karena mengusung sesuatu hal penting - untuk disimak!
Katanya, ketika berusia dua puluhan, saya memiliki visi seolah berharap hidup ini hanya akan berjalan mengikutkan lorong lingkar memutar, masuk dan terjebak. Kegagalan demi kegagalan Saya pelajari ulang hingga merasa bahwa saya tidak pernah sukses. Mengingat-ingat kembali mimpi yang dialami. Dicekam rasa takut, Saya bahkan mengurung diri agar jangan sampai pernah bahagia dicinta dan mencinta. Saya menghabiskan waktu dengan merenung tertanya-tanya; ada gerangan apa hingga kehidupan ini begitu menyedihkan?”.

Nelangsa! Didekap keyakinan beracun. Selang beberapa waktu, saya tergerak memunguti kembali ceceran nurani sembari menghindar dari jebak kekosongan jiwa. Menyibukkan diri dan saya berhasil menemukan lagi jati diri. Ini saya sampaikan karena saya tahu Anda  pun tengah berjuang mengusir si iblis yang meracuni nurani Anda. Dan kita semua melakukannya!

Telah banyak peristiwa yang saya telah hadapi hingga tahu bagaimana perihnya dihimpit keyakinan yang beracun. Kini saya ingin berbagi.

#“Masa lalu adalah indikasi saat ini”:
Pikiran cenderung menganggap peristiwa masa lalu kelak akan kembali menimpa dan akan kian banyak peristiwa yang sama menimpa.

Untuk beberapa alasan aneh, hal mengingat-ingat masa kelam seperti itu tidak terjadi jika keadaan berjalan baik. Hilang jika hidup penuh sukacita - menyenangkan. Tetapi disaat kita tengah berjuang, bayang-bayang buruk masa lalu kian mudah menumpuk. Semakin larut terhanyut, pikiran kita sendiri kian ikut membebani bahkan dipenuhi ramalan serba tidak menyenangkan.

Semakin dibiarkan semakin kita tersudut, semakin tenggelam seolah kita sendiri yang berupaya menghidupkan kembali kegetiran peristiwa masa lalu. Itu yang memicu persepsi yang seharusnya tidak perlu ada sejak sedari awal.

#“Sudah terlambat untuk melakukan perubahan”:
Pikiran kerap membuat kita memelihara perilaku buruk. Seolah tidak ada yang tepat. Seolah kehidupan ini adalah garis lurus bersambung tidak putus-putus.

Meski sadar bahwa tiap peristiwa ada waktu masa terjadinya. Dan bahkan peradaban dunia pun ada era terjadinya, tiap sejarah tunduk pada ketentuan waktu saat terjadinya peristiwa – pada jamannya. Tetapi tekanan teman dan dorongan keluarga serta tekanan beban pekerjaan dan image ditengah masyarakat bisa membuat kita merasa hancur.

Jika menganggur tidak punya pekerjaan, hubungan keluarga yang retak, gaya hidup yang tidak senonoh bahkan jika ada perbedaan usia yang tidak sepadan pun, bisa membuat kita merasa bersalah. Dan berpikir, diri kita entah bagaimana telah begitu rusak.

Itu tidak benar - sama sekali salah! Karena kita boleh mundur, kita bahkan diijinkan mencari tahu borok kelakuan yang salah, diberi waktu menata ulang kehidupan. Diberi dispensasi tambahan waktu - jika membutuhkannya.

Meski hidup tak beraturan seolah pasang surut zig-zag berantakan, itu pertanda kita tengah tumbuh - sedang berupaya. Tak ubahnya ketika menyusuri jalanan, terlihat naik turun bergelombang mengikutkan permukaan jalanan hingga disuatu ketika kita putuskan mengubah arah – agar nyaman, dan itulah hidup.

Hidup adalah tumpukan pengalaman bersambungan dari satu momen ke etape momen berikutnya. Jadi apapun dirimu sekarang ini ketahuilah itu akan berubah jika kita menginginkannya. Malah terkadang hanya perlu memilih sesuatu yang baru.

#“Menjadi rentan sangat berbahaya”
Pikiran cenderung menghantui, takut berkata jujur! Khawatir menyampaikan. Cenderung diam, memilih membiarkan orang lain tahu apa artinya itu bagi kita. Dan ini tidak sehat!

Cinta dan Kebahagiaan mengakibatkan kerentanan. Ini tidak dimaksudkan untuk memoles diri agar tidak terlihat buruk, tetapi tentang kekasaran diri yang kerap kita sembunyikan dari realitas dunia. Kita tak pernah jujur menilai dunia, sulit karena kejujuran beresiko tinggi. Bisa-bisa kita diblokir pergaulan, kehilangan teman atau malah dikucilkan keluarga.

Tetapi, ketahuilah mempertaruhkan sesuatu yang berharga tidak akan aman! Apalagi Cinta dan Kebahagiaan partus dari diri kita sendiri. Sangat berharga tak heran jika kita rentan karenanya. Dan itu terjadi merata menimpa semua. Dan kita perlu berjuang melepaskan diri dari himpitan ini agar bisa hidup lebih baik dan berpikir jernih. Jujur menjalani hidup dan terbebas dari sakit hati.

Kembangkan kapasitas pribadi walau terkadang kita tak tahu apa yang sesungguhnya kita inginkan namun waktu pasti akan menjawabnya!

~salam Berubah!
JoinMySFIteam!