Senin, 21 September 2015

Rahasia: Jangan Sangkal Kehandalan Gagasan

"Take up one idea and act on it. Make that one idea your life. Think of it, dream of it, and live on that idea. Let the brain, muscles, nerves, and every part of your body be full of that idea and leave all other ideas alone. This is the way to success."
~Unknown

"Tentukan ide - gagasannya apa dulu dan fokuslah! Jadikan ia sebagai penghias hidupmu. Impikanlah. Biarkan otak dan otot serta syaraf dan sendi dipenuhi olehnya, lupakan yang lainnya. Ini adalah cara untuk sukses."~ demikian pepatah Tetuah.

Menentukan gagasan tidak segampang membicarakannya, apalagi jika itu terkait dengan sesuatu alat perangkat. Di bisnis online kemampuan kita ditantang untuk mengindentifikasi perangkat yang paling tepat dan sesuai anggaran. Tidak ada formula ajaib untuk berhasil tetapi diakui memahaminya adalah keharusan.

Berbagai jenis perangkat dirancang untuk beriklan, untuk menarik minat, untuk penjualan bahkan agar bisa menjangkau tiap jaringan. Didisain untuk meraih minat ketertarikan, didisain untuk menjaring data pelanggan dan kebiasaannya. Diakui ketepatan penggunaan perangkat pemasaran turut menentukan keberhasilan. Bahkan sudah jamak jika harus dikombinasikan dengan berbagai jenis secara simultan.

Gagasan Menentukan Perangkat tergantung pada:
a) TUJUAN USAHA:
Apakah jangka pendek atau jangka panjang, perlu keselarasan perangkat yang digunakan.

b) KERANGKA WAKTU:
Menginisiasi tahap awal perkenalan, pertumbuhan dan optimalisasi jaringan, skala waktu dan penetapan momentum sesuai tujuan.

c) ANGGARAN:
Perlu kehati-hatian menetapkan jumlah besaran, luas jangkauan serta jangka waktu penganggaran. Memelihara konsistensi menjadi tantangan tersendiri. Semisal, Anda hendak mensponsori 30 Afiliasi per bulan; tetapi Anda yakin 10 Afiliasi saja jika berkualitas wirausaha dan mampu menduplikasi ketrampilan Anda telah lebih dari cukup. Disarankan agar anggaran difokuskan menemukan 10 Afiliasi; apa perangkat yang dibutuhkan?

Di bisnis online, rangkaian langkah sistimatis diperlukan untuk berhasil mencapai tujuan dan sesuai anggaran. Antara lain:

1) MEMBANGUN KEPEMILIKAN – merek pribadi Anda:
Nama pribadi tak ada ubahnya dengan merek produk karena tujuan nya adalah untuk agar punya ciri tertentu. Mencakup pendefinisian atribut, posisi merek agar spesifik dan memungkinkannya berbeda dengan yang lain, kemudian mengelola tiap aspek kepemilikannya.

2) MEMBANGUN KEHADIRAN – website/blog sendiri.
Tanpa website/blog momentum akan hilang, setara dengan kartu nama. Dikenal di internet tidak hanya sebatas alamat, tempat atau nomer info kontak. Diperlukan kesabaran, ketekunan dan kerja keras untuk membangunnya. Kehadiran website/blog adalah untuk  kemudahan interaksi hingga tercapai kepercayaan. Pemahaman prinsip keycodes, hit-tracking, coding dll efektif untuk penguasaan jangkauan beriklan.

3) JALUR TRADISIONAL
Jangan abaikan jalur komunikasi seperti billboard, spanduk, surat kabar, majalah, televisi, radio dan direktori telepon termasuk iklan cetak serta siaran berita. Fokus mendorong animo masyarakat tetapi awas biaya iklan harus sesuai anggaran.

4) DIGITAL MEDIA
Teknologi digital diakui handal dan terukur, mencakup mesin pencari, fitur iklan, interaktif bahkan opsi ‘opt-in’ pada email. ’Analisa Web’ mampu menyediakan informasi pengguna Internet, alamat IP, kata kunci dll. Gunakan jasa pihak ketiga yang ahli dibidang media digital atau beli perangkat aplikasi layanan.

5) MEDIA SOSIAL
Manfaatkan Sos-Med untuk interaktif, bisa digunakan untuk tujuan menjaring data perorangan, komunitas dan mengenal kebiasaan pelanggan demi perkayaan informasi. Semisal, blogging, tweeting, posting, sharing, bahkan memberi komentar singkat pada situs seperti twitter, facebook, orkut, linkedin, pinterest dan youtube membawa manfaat tersendiri.

6) PRODUK PROMO - Produk Khusus
Produk promo seperti Eca-brochure, Eager Zebra Games, X-Card, Wave3 kit dan T-shirt, termasuk informasi tampilan logo bahkan informasi kontak merupakan bagian yang menentukan. Di samping menjual, kegiatan merekrut menjadi tujuan utama.

Di SFI, Anda dididik bagaimana cara mencapai keberhasilan dengan memberhasilkan orang lain, dan menghindari kesalahan yang menghambat keberhasilan orang lain. Daftar gratis dan jika pun nanti akan keluar tidak ada kewajiban apa-apa. Anda akan diberikan perangkat dan jaringan untuk mencapai keberhasilan. Hanya harus diingat bahwa Anda lah yang punya GAGASAN, SFI hanyalah sarana utama mencapai keberhasilan.
~Salam sukses untuk Anda
See I've got it!

Minggu, 20 September 2015

Rahasia Terbesar menyangkut "Besok" akan Terkuak 'besok'

Siapa bilang hari esok ada?
“Don’t wait ‘till tomorrow what you can do Today”.~Unknown
Jangan tunggu sampai Besok untuk melakukan apa yang bisa kau kerjakan di hari ini. Demikian petuah para Tetuah.

”’Besok‘ adalah pengingkaran terhadap ‘Kemarin’ untuk mangkir lagi di ‘Lusa’”. ~BingOmBing
Masihkah tertarik mengatakan hari esok itu ada? Dua pepatah tua meninggalkan rekam jejak keraguan tak terhingga, pertanda para pendahulu pun meragukan keberadaannya.

Konon hari ‘Besok’ adalah istilah pengganti hari berikutnya, bak istilah ‘Kemarin’ untuk pengganti hari sebelumnya dan ‘Lusa’ untuk hari setelah keesokan harinya. Makna tujuannya terikat ke nama-nama hari sesuai deretan di kalender. Betulkah?

Begitu itulah, ia tak kunjung jelas kapan rilis. Kehadirannya hanya diilhami seupil pengertian, ia dianggap tiba di tengah gulita malam pas persis jam-‘00’. Betulkah? Seolah ragu tiap orang memilih diam tak sudi membahasnya. Kenapakah? Konon, harus mumpuni menelaahnya. Hanya para pakar peradaban jaman yang lelah menjabarkan nya. Kecut jadinya!

Ia jamak digunakan untuk imbal jawab atas penagihan. Bagi yang menerimanya, ia dianggap bak tanda bukti respon positif. Yang menerimanya dengan syarat, minta tambahan surat pernyataan tandatangan bermaterai. Yang menolaknya, berkata ekstrim, ini upaya mangkir. Pelanggaran!

Besok Adalah Tanda Bukti:
Sekalipun si-“Besok” dinilai tak bermakna atas sesuatu masa, tidak ada larangan penggunaannya. Yang menilainya absurd tak jelas makna memilih menggilasnya, habis lah si-‘Besok’, hak nya muncul di gulita malam disita menjelang fajar. Yang kukuh tegang bersumpah, “Besok” adalah kiasan pengganti hari, mengusung tanda bukti tujuan setara ‘masa depan’. Hanya karena kerap digunakan bak imbal jawab penagihan keluhuran nilainya ternista oleh hal buruk yang dipersangkakan. Wah,,, Pelanggaran!

Peradaban dipenuhi lumuran persangkaan. Tiap tersangka disangka telah melakukan sesuatu yang dipersangkakan, tagih pengakuannya! Tiap orang adalah tersangka tetapi tiap satu daripadanya mengantongi tagihan. Sedari anak menagih janji ke orang tua, hingga warga menagih janji pemimipin Negeri. Bahkan DOA dipanjatkan mengusung sekarung tagihan ke Tuhan YME, teruntai kata: ‘semoga kiranya,,, moga-moga,,, Amin. Walau tanpa lembar perjanjian diyakini ‘DIA’ maha pemurah, pastilah dijabah. Hindarkan si laknat dosa perbanyak ibadah sumbang para tuna, “Besok” pasti lebih indah. Imani saja.

Si-‘Besok’ dinilai setali tiga uang dengan si-‘Kemarin’ dan si-‘Lusa’. Mengusung hak pengingkaran janji si-‘Kemarin’ kehadirannya bak persiapan mengingkari si-‘Lusa’. Taklah layak dipersandingkan dengan keluhuran nama-nama hari yang terpampang di Kalender. Sedemikian itukah?

Besok Adalah Janji:
Kita bebas memaknainya tetapi sungkan mengakui kepastiannya. Hanya si ‘Besok’ yang tahu detil peristiwa rangkaian dasar penggunaannya. Akan kah ia tiba? Harus mumpuni menelaahnya. Bilamana “‘Besok’ adalah suatu rangkaian perjalanan waktu, maka ia akan tiba sesuai janji. Janji apa lagi? Kita lihat ‘besok’!


~Salam sukses untuk Anda

Jumat, 18 September 2015

Rahasia: Kedigdayaan Diri Sendiri

“Every man must do two things alone: He must do his own believing and his own dying."
~Martin Luther

"Tiap orang harus melakukan sendiri dua hal: Harus mempertanggungjawabkan sendiri keyakinannya dan menghadapi sendiri kematiannya " Demikian dikutip dari Martin Luther.
Memukau dan memberi inspirasi untuk melanjutkan: “Keberhasilan kita tergantung pada diri kita sendiri, kita tidak perlu menjadi orang hebat untuk memulai, tetapi kita harus memulainya untuk bisa menjadi hebat”. Tidak cukup jika hanya mencari peluang tetapi harus benar-benar berniat untuk berhasil. SFI menyediakan peluang untuk berhasil tetapi tetap sepenuhnya tergantung Anda.

Tiap orang berusaha tetapi tidak setiap orang bisa. Banyak yang berhasil menemukan talenta dirinya lebih banyak yang berhasil memelihara kekhawatirannya. Terus bertahan di zona nyaman menutup peluang keberhasilan.

Keterbatasan Bahasa dianggap menjadi pengganjal keberhasilan, ketersediaan perangkat penterjemah (google/translate.com) dinilai tidak memadai jauh dari pemikiran orisinil penulis.

Keterbatasan akses internet menjadi faktor pengganjal lainnya, ketersediaan warnet dan layanan wifi di berbagai tempat dinilai tidak memadai. Biaya warnet mahal dan wifi tidak semua gratis.

Keterbatasan pengetahuan bisnis menjadi pengganjal sekalipun ditawarkan hanya perlu men-duplikasi. Kecerdasan dari proses belajar ‘menduplikasi’ dinilai tidak efektif. Kreatifitas terbatas jika menggunakan fasilitas warnet atau layanan wifi gratis. Tidak efektif dan tidak memadai membuat tingkat ketrampilan terbatas. Tiap orang berusaha meningkatkan ketrampilannya tetapi selalu berhasil menemukan alasan kegagalannya.

JALAN KELUAR - DISARANKAN UNTUK:

1. UBAH MINDSET ANDA
Mengubah ‘mindset’ pikiran untuk menghentikan upaya pembenaran keterbatasan diri. Hidup bukan permainan untuk dimenangkan dengan alasan, itu kehidupan untuk dijalani.

2. KESEDIAAN DIRI ANDA
Hentikan tiap hal yang memporakporandakan kesediaan Anda berubah. Lakukan sendiri agar alami, mulailah dari ketulusan Anda melupakan kesediaan orang lain. Memulai sesuatu dari diri sendiri lebih bermanfaat daripada memulai minat orang lain.

3. KEKUATAN DIRI ANDA
Terjadi kekeliruan atas pemahaman kesuksesan. Keliru pendapat yang menyatakan Anda harus jatuh pada spektrum tidak masalah untuk tidak sukses. Ubahlah spektrum itu dan jangan pernah bekerja untuk kelemahan diri dengan bungkus rasa khawatir, malu dll.

4. UBAH NILAI PENGHARAPAN DIRI
Banyak yang kukuh mengharap dunia pasti menolong. Prinsip ini ditopang rasa iba serta belas kasihan. Ubahlah itu, camkan bahwa hanya diri Anda yang iba dan berbelas kasihan kepada orang lain. Tanpa harapan akan memacu minat melepaskan diri dari himpitan. Sukses membantu sesama adalah sukses diri Anda sendiri.

5. SEIMBANGKAN NILAI DIRI
Manusia selalu dipecut menjaga pertemanan dan kekeluargaan, kehilangan atasnya membuat tidak nyaman, sekalipun bersifat pribadi tiap hubungan harus didasari keseimbangan nilai diri. Seimbangkan dan jangan curang menilai diri sendiri walau orang lain melakukannya. Menjadi diri sendiri tidak mudah tetapi bisa.

6. MEMBUKA DIRI
Banyak hubungan profesional yang sukses bermula dari obrolan acak, tidak satu orang pun pernah tahu bagaimana suatu hubungan berkembang. Bukan berarti bermaksud mensia-siakan waktu tetapi menyediakan ruang untuk hal tak terduga sangat berguna.

7. MENJADI PENYAMBUNG
Dengan menjadi penyambung Anda akan terhubung pada berbagai kesempatan serta berbagai orang. Semakin banyak yang dikenal semakin banyak yang terbantu dan yang dapat membantu. Sebagai penyambung, Anda sangat diperlukan.

8. GAGAL
Adalah manusiawi jika salah namun ada yang menilainya sebagai suatu kegagalan, hingga telepon ditolak, email tidak di respon, dll. Yakinlah, satu-satunya cara mendapatkan yang terbaik adalah dengan membuat kesalahan. Jangan ulangi, teruslah berkembang.

9. BERTANYA - Ajukan Pertanyaan
Pertanyaan yang menakjubkan adalah jika orang lain berpikir untuk bisa menjawab. Jangan bertanya jika membuat orang lain melengos. Motivasi, etos dan semangat kerja menggairahkan untuk ditanyakan. Tampil beda memerlukan keterampilan tersendiri.

Kamis, 17 September 2015

Rahasia: Beruang Mencari Uang

"A man always has two reasons for doing anything: a good reason and the real reason."~J.P. Morgan

“Hanya ada dua alasan untuk kita mengerjakan sesuatu; alasan yang baik dan yang diterima akal”, demikian J.P. Morgan. Jika kedua itu adalah ‘tujuan’ mungkinkah kita mencari uang tanpa berbekal uang? Mustahil, hanya dengan uang kita bisa menghasilkan uang. Titik!

Walau ekstrim, itu benar dan itu yang harus kita terima. Kenyataannya tidak semua hal ‘benar’ menuai tuah, banyak malah berbuah maki tulah caci hingga fitnah. Apalagi jika itu menyangkut ‘uang’. Sekalipun ‘uang bukan segalanya’ tetapi ia bernilai dalam segala cuaca. Walau bukan ‘nilai’ penentu kemanfaatannya tetapi ia mencerminkan pengggunaannya. Bahkan untuk menentukan ‘nilai wajar’ uang dikepung berbagai istilah seperti; efektif, efisien dan ekonomis. Semuanya bermuara ke se-ukuran sejumlah uang atau setara dengannya.

Terkecuali pecundang, tiap satu dari kita sejatinya adalah beruang – yang memiliki uang, hanya saja kemelaratan alam pemikiran kita tak kunjung pernah bisa menerimanya.

WAKTU ADALAH UANG:
Mari tafakur, kita gali kandungan hakikinya. Katanya: ‘time is money’ artinya waktu adalah uang. Maka ketika kita menggunakan ‘waktu’ kita harus mengapresiasinya sebagai penggunaan sesuatu yang bernilai, ada harganya. Soal diberi harga berapa itu lain urusan. Yang harus kita ingat hanyalah bahwa ia bernilai, jangan tersia-sia terbuang percuma. Bayar!

TENAGA ADALAH KARUNIA:
Mari telisik kata: ‘nothing is free’ artinya tidak ada yang gratis. Jika itu adalah penggunaan ‘tenaga’, seyogianya diapresiasi sebagai penggunaan sesuatu yang bernilai. Itu karunia milik kita, melekat erat ke diri kita, ada harganya. Apakah mahal atau diberi diskon itu lain urusan, termasuk jika ada potongan harga. Hindarkan penggunaan yang sia-sia, bisa kelelahan selama-lamanya. Bayar!

ILMU ADALAH ANUGERAH:
Tetua bersabda: ‘knowledge is valueable’ artinya ilmu pengetahuan yang kita miliki mengandung nilai yang tidak ternilai, modal utama penghidupan kita. Harus diapresiasi penggunaannya, ada harganya itu. Apakah diberi harga setimpal itu lain soal, jika pun nego dan malah disepakati gratis itu tidak soal. Yang terutama ada pengakuan, itu anugerah. Ingat bagaimana dulu ketika belajar, maka layak jika menghasilkan, ada harganya. Bayar!

Seru,,nian! Tak heran jika timbul resistensi penolakan: ‘dasar mata duitan!’. Itu hujatan yang salah dan Anda tahu itu! Itu karena kita terninabobokkan oleh kalimat: ’uang bukan segalanya’. Tentu tiap kita sangat memuja inti sifat kebenaran namun sisi terdalam nurani kita tak kunjung bisa menerima. Kenapakah? karena hakikatnya sangat menyakitkan. Semisal: ‘uang bukan segalanya’ pada dasarnya itu sangat TIDAK MANUSIAWI. Tak heran jika kita menyumpahinya dikala lelah sehabis bekerja hanya diberi: ‘terima kasih ya’. Sialan! itu yang terdepan, bukan: ‘terima kasih kembali’. Malah: “dasar tidak tahu berterimakasih!”. Ketika diingatkan bahwa ‘uang bukan segalanya’ Dijawab tandas: ‘itu mah ayat-ayat setan!’.

Senada dengan teman: ‘uang bukan segalanya’ asal bisa membantu sesama. Tak lama terdengar ia tengah negosiasi harga. Ketika ditanya, memelas berkata: ‘ginjal bukan segalanya asal pas harganya!’. Untuk uang sorga pun dipersewakan. Bisakah,,,berapa?

Hakiki kebenaran selalu berbenturan dengan sisi terdalam nurani kita yang dipenuhi kebutuhan untuk sombong dan malu. Keperluan akan iri dengki cemburu serta takut dipersalahkan. Semuanya mendera martabat harkat insani tetapi malah kita selimuti dengan kalimat yang menyengsarakan jagad hayat dikandung badan. Sadarilah, kita beruang. Hanya ‘penerimaan’ satu-satunya jalan untuk kita bisa mentolerir bahwa diri kita bernilai, bahkan tidak ternilai. Bersediakah?

SFI menilai Anda berhak berhasil jika dididik mengasah minat, diarahkan serta dilengkapi perangkat peralatan yang diperlukan. Hanya Anda harus yakin dan bersabar serta tidak takut akan kesalahan. Hanya itu jalan untuk Anda mengetahui kebenaran untuk kemudian berhasil. Saya akan bantu! Banner di kanan atas adalah jejak rekam sebagai Team Leader. Daftar gratis, tegakkan hak Anda untuk berhasil.
~Salam sukses Selalu.

“If you're going to go through hell ... I suggest you come back learning something."~Drew Barrymore.