“Every man must do two things alone: He must do his own
believing and his own dying."
~Martin Luther
"Tiap orang harus melakukan sendiri dua hal: Harus
mempertanggungjawabkan sendiri keyakinannya dan menghadapi sendiri kematiannya " Demikian dikutip dari Martin Luther.
Memukau dan memberi inspirasi
untuk melanjutkan: “Keberhasilan kita tergantung pada diri kita sendiri, kita
tidak perlu menjadi orang hebat untuk memulai, tetapi kita harus memulainya untuk bisa menjadi
hebat”. Tidak cukup jika hanya mencari peluang tetapi harus benar-benar berniat untuk
berhasil. SFI menyediakan peluang untuk berhasil tetapi tetap sepenuhnya
tergantung Anda.
Tiap orang berusaha tetapi
tidak setiap orang bisa. Banyak yang berhasil menemukan talenta dirinya lebih
banyak yang berhasil memelihara kekhawatirannya. Terus bertahan di zona nyaman menutup
peluang keberhasilan.
Keterbatasan Bahasa dianggap
menjadi pengganjal keberhasilan, ketersediaan perangkat penterjemah (google/translate.com)
dinilai tidak memadai jauh dari pemikiran orisinil penulis.
Keterbatasan akses
internet menjadi faktor pengganjal lainnya, ketersediaan warnet dan layanan
wifi di berbagai tempat dinilai tidak memadai. Biaya warnet mahal dan wifi
tidak semua gratis.
Keterbatasan
pengetahuan bisnis menjadi pengganjal sekalipun ditawarkan hanya perlu
men-duplikasi. Kecerdasan dari proses belajar ‘menduplikasi’ dinilai tidak efektif.
Kreatifitas terbatas jika menggunakan fasilitas warnet atau layanan wifi gratis.
Tidak efektif dan tidak memadai membuat tingkat ketrampilan terbatas. Tiap
orang berusaha meningkatkan ketrampilannya tetapi selalu berhasil menemukan
alasan kegagalannya.
JALAN KELUAR - DISARANKAN
UNTUK:
1. UBAH MINDSET ANDA
Mengubah ‘mindset’ pikiran
untuk menghentikan upaya pembenaran keterbatasan diri. Hidup bukan permainan
untuk dimenangkan dengan alasan, itu kehidupan untuk dijalani.
2. KESEDIAAN DIRI ANDA
Hentikan tiap hal yang
memporakporandakan kesediaan Anda berubah. Lakukan sendiri agar alami, mulailah
dari ketulusan Anda melupakan kesediaan orang lain. Memulai sesuatu dari diri
sendiri lebih bermanfaat daripada memulai minat orang lain.
3. KEKUATAN DIRI ANDA
Terjadi kekeliruan atas
pemahaman kesuksesan. Keliru pendapat yang menyatakan Anda harus jatuh pada
spektrum tidak masalah untuk tidak sukses. Ubahlah spektrum itu dan jangan
pernah bekerja untuk kelemahan diri dengan bungkus rasa khawatir, malu dll.
4. UBAH NILAI
PENGHARAPAN DIRI
Banyak yang kukuh mengharap
dunia pasti menolong. Prinsip ini ditopang rasa iba serta belas kasihan. Ubahlah
itu, camkan bahwa hanya diri Anda yang iba dan berbelas kasihan kepada orang
lain. Tanpa harapan akan memacu minat melepaskan diri dari himpitan. Sukses
membantu sesama adalah sukses diri Anda sendiri.
5. SEIMBANGKAN NILAI
DIRI
Manusia selalu dipecut
menjaga pertemanan dan kekeluargaan, kehilangan atasnya membuat tidak nyaman,
sekalipun bersifat pribadi tiap hubungan harus didasari keseimbangan nilai diri.
Seimbangkan dan jangan curang menilai diri sendiri walau orang lain melakukannya.
Menjadi diri sendiri tidak mudah tetapi bisa.
6. MEMBUKA DIRI
Banyak hubungan profesional
yang sukses bermula dari obrolan acak, tidak satu orang pun pernah tahu
bagaimana suatu hubungan berkembang. Bukan berarti bermaksud mensia-siakan
waktu tetapi menyediakan ruang untuk hal tak terduga sangat berguna.
7. MENJADI PENYAMBUNG
Dengan menjadi
penyambung Anda akan terhubung pada berbagai kesempatan serta berbagai orang. Semakin
banyak yang dikenal semakin banyak yang terbantu dan yang dapat membantu.
Sebagai penyambung, Anda sangat diperlukan.
8. GAGAL
Adalah manusiawi jika
salah namun ada yang menilainya sebagai suatu kegagalan, hingga telepon ditolak,
email tidak di respon, dll. Yakinlah, satu-satunya cara mendapatkan yang terbaik
adalah dengan membuat kesalahan. Jangan ulangi, teruslah berkembang.
9. BERTANYA - Ajukan
Pertanyaan
Pertanyaan yang menakjubkan
adalah jika orang lain berpikir untuk bisa menjawab. Jangan bertanya jika membuat
orang lain melengos. Motivasi, etos dan semangat kerja menggairahkan untuk
ditanyakan. Tampil beda memerlukan keterampilan tersendiri.

