KIAT MEMBANGUN
IMPIAN SENDIRI
Alkisah penguasa tertinggi di Nagari TaeKlan diduga
telah berlaku serampangan mengelola Nagari, kebijakannya cenderung kian menjauh
dari kepentingan anak bangsa. Inkonsisten. Bahkan konsisten inkonsisten.
Pagi berkata: “engkau begini-engkau begitu” Sore berubah:
“karena engkau begini-ini maka begitu-itu”. Lelah sendiri membantah sendiri
dirinya sendiri. Bagai salah asuhan konsisten inkonsisten tertekan “janji-janji”
mangkrak tak jelas memalukan orang-orang yang punya kemaluan.
Kerap bersandar pada tuduhan radekil
radikangkang, terpapar virus “dungu tingkat akut” hingga lucu dan dungu saling
mencemari satu sama lainnya. Tak lagi jelas mana “Planga” mana pula yang “Plongo”.
Tentang hal ini, kelak Anda akan menerima catatan
sejarah dengan alasan ala kadarnya. Karena kecenderungan “konsisten inkonsisten”
menjadi bukti pertanda “kapasitas terbatas”.
Telat loading!
Mari berpindah ke diri Anda sendiri:
“Apakah
Anda benar-benar konsisten?
Apakah
Anda kukuh dalam berpendapat?
Apakah
Anda konsisten untuk inkonsisten hingga Anda kerap beradu argumen dengan
pendapat Anda sendiri?”
Anda bebas mengaku. Apalagi jika Anda sudah tidak
yakin apakah saldo simpanan ingatan Anda menipis, atau telah habis tergerus serapah
deretan “NawaCincai”.
Tergantung Anda! Artikel ini tidak ditujukan
untuk menghakimi. Hanya refleksi Selasa di HARI TERAKHIR 31-12-2019, menjelang
pergantian Tahun.
Sekiranya merasa terhakimi, mungkin itu dikarenakan
masih ada sisa residu ingatan, mungkin dari upload yang paling terakhir,
mungkinkah?
Lanjut. Mari ulas seputar diri Anda sendiri.
Sekarang saya akan ajak Anda ke dalam suasana situasi
masa kecil.
Kala Anda masih kecil, bercita-cita menjadi Insiniur
Kehutanan. Tiap ditanya akan menjadi apa? Kukuh berkata kelak besar akan menjadi
Insiniur Hutan. Menjaga hutan dan seisinya.
Seiring waktu, Anda berubah. Setelah dewasa, Anda
malah berprofesi sebagai pengusaha meubel kayu, menebangi pohon-pohon, merusak cabang
dan ranting-rantingnya, memotong-motong membelah menjadikannya Kursi, Meja, Lemari,
Buffet, Meja Rias, Sofa, dll. Menjaga dengan cara merusaknya. Anda itu sudah terlatih agar konsisten untuk inkonsisten.
Berpikirlah, pikirkan apa yang Anda pikirkan itu.
Setidaknya bantu diri Anda memikirkan dirinya
atau periksakan ke analis paradoksial. Akan sial jika Anda sendiri tidak tahu
apa yang Anda inginkan.
Pastinya, Anda kini paham apa yang dimaksudkan
dengan kerumitan berpikir, akan selamanya mengganggu Anda memikirkan diri Anda sendiri
di sisa perjalanan hidup Anda.
Mari tafakur sejenak!
Kembali lagi ke pertanyaan itu: “Sesungguhnya, apa yang hendak Anda tuju
dalam hidup ini?”
Geli juga mendengarnya. Anda betul.
Saya juga Geli menuliskan: “Apakah Anda benar-benar tahu apa tujuan yang benar-benar Anda inginkan
di sisa perjalanan hidup Anda?”
Andai diijinkan Anda mempertanyakan hal yang sama
kepada sejuta orang, mungkin Anda akan terkesima mendapati 99% mengaku tahu dan
mengerti tujuan hidupnya, tetapi tidak sampai 1% yang paham apa yang
diketahuinya, tentang apa itu – tujuan hidupnya.
Itu dugaan saya.
Anda bebas menduga dengan dugaan yang berbeda.
Alasan perbedaannya mungkin akan Anda temukan jika menyimaknya secara seksama.
Kebanyakan orang-orang tidak tahu apa tujuannya
hidup. Hanya ikut-ikutan mengerjakan yang dikerjakan orang satu lainnya. Melakukan
hal-hal yang setidaknya sama. Cenderung terbius mengatakan hal yang sama dengan
mengusung perkataan orang satu lainnya.
Kenapakah?
Tidak akan ada yang tahu jawabannya semua cenderung
menduga-duga.
Tak ubahnya seperti Saya saat ini.
DIDUGA karena kebanyakan orang-orang berlaku
seolah-olah telah merasakannya, berkata: “telah teruji” oleh peradaban manusia.
Orang-orang melakukan hal yang sama dengan
harapan akan merasakan hasil yang sama dan berkecukupan. Tidak perlu bersusah
payah melakukan yang berbeda jika malah menjadi sengsara?
Itu dugaan saya.
Dari jaman ke jaman, melakukan hal yang sama. Sedari
bangun tidur hingga tidur lagi dan bangun lagi. Mendapati hasil yang sama. Yang
itu-itu juga seperti sebelum-sebelumnya. Seperti itu-lah, dan semua baik-baik
saja. Itu yang penting.
Yang sulit mengerti saban waktu terlihat menggelinding
kesana-sini, seolah kehilangan arah, walau tak punya arah. Akhirnya kelelahan mengaku
telah puas melakukan inti kehidupan.
Tidak ada salahnya melakukan hal yang sama seperti
kebanyakan orang-orang namun ada konsekuensinya, karena apa yang tampaknya baik
untuk kebanyakan orang-orang tidak otomatis berlaku sama untuk yang lainnya.
Tidak semua baik untuk kebaikan semua, seiring
waktu semua berubah. Bisa dikarenakan bosan, jenuh dan lelah atau jerih hingga jera,
atau karena sesal tak juga berubah walau setelah sekian lama.
Kemudian melakukan hal yang berbeda dan mendapati
hasil yang berbeda, yang lebih baik dari sebelumnya. Orang-orang inilah yang dicatatkan
sejarah untuk dikenal dunia, dikenang berhasil membangun impian dirinya.
Ini
tentang membangun impian diri sendiri!
Mari lihat bagaimana seseorang melakukannya dan menyusunnya
menjadi sesuatu yang dia sebut sebagai: “Jadwal
Tujuan”.
Terlebih dahulu dicatatkannya apa saja itu tujuan
hidupnya. Dari sekian banyak tujuan yang bisa dia ketahui, dipilihnya beberapa yang
dia duga akan bisa dia ketahui dengan lebih baik lagi.
Tujuan
ini yang lebih bagus!
Setiap hari ditelaah. Ditambahkan lagi sesuai masukan
keluarga, dikoreksi lagi berdasarkan saran rekan-rekan serta pengamatan
berbagai corak kehidupan orang-orang.
Terkadang bertambah, terkadang dikurangi. Ditambahkan
lagi setelah beradu argumentasi dengan para profesional yang dikira lebih
mengetahui.
Semakin warna-warni. Timbul keraguan hingga bertanya kesana-sini mencari arahan stratejik
yang dianggap mumpuni. Kemudian diperbaharui lagi.
Orang-orang sukses mengakui daftarnya menjadi
kian pendek setelah sekian waktu. Diperbaharui tiap waktu, menjadikannya fokus maju
untuk meraihnya.
FOKUS akan tujuan, menjadikan tujuannya tergambarkan
lebih jelas, kian semakin dimungkinkan mencapainya. Disesuaikan dengan kemampuannya
disaat itu. Putaran waktu memberi pengalaman hidup yang lebih baru.
Terbarukan dari waktu ke waktu.
Kematangan berpikir meningkat. Kemampuan ekonomis
keuangan membaik dan semakin meningkat.
Secara berkala, Daftar itu ditambah-dikurangkan
lagi.
Kian semakin terarah, ritme kehidupan pun semakin
meningkat.
Berubah menjadi
DAFTAR IMPIAN HIDUP.
Itu yang mengilhami alam bawah sadarnya untuk
konsisten mengejar tujuan hidup yang diimpikannya.
Alam bawah sadar mempengaruhi pertumbuhan emosional,
mempengaruhi muatan perilaku diri. PIKIRAN dipengaruhi langsung oleh kedashyatan
alam bawah sadar yang mendominasi hasrat pencapaian impian hidup.
DAFTAR Tujuan itu, berfungsi bagai VISI, merangsang
alam bawah sadar menggerakkan kekuatan pikiran memvisualisasikan rencana langkah,
membuatnya fokus menjalankan MISI mencapainya.
Menjadikannya konsisten dalam ucapan dan
tindakan.
Pastinya Anda tahu simpul kaitannya!
Daftar Tujuan itu, bagai papan reklame mengkampanyekan
diri Anda. Akan kemana dengan modal berapa, akan bagaimana dengan bekal apa. Harus
bagaimana?
Itu bisa disusun dengan cara apa saja, dalam
bentuk apa saja yang memungkinkan Anda tiap waktu bisa melihatnya.
Berupa tulisan kata-kata mutiara dari tokoh-tokoh
atau figur panutan dalam hidup Anda. Berupa poster idola, gambar rumah, mobil idaman,
gadis pujaan, sepeda atau ikan dambaan hati. Tergantung keinginan Anda.
Tentukan, apa-apa saja itu? Pilih salah satu. Letakkan
di tempat yang mudah terlihat, tujuannya untuk membangkitkan gelora alam bawah
sadar agar fokus mendapatkannya.
Alam bawah sadar akan melamunkannya, mencipta
langkah-langkah apa yang diperlukan dan langkah apa yang dimungkinkan dilakukan?
Bahkan bisa menghentikan langkah-langkah apa saja yang diDuga berlawanan.
Pastinya Anda kini kian semakin mudah memahami
kegunaannya. Tak soal jika membantah: “Tidak semudah itu-lah!!”. Kan perlu ini
– perlu itu. Harus begini-begitu dulu setelah sebelumnya itu-ini. Rumitlah! Anda
mungkin benar.
Saya duga begitu. Selama menduga-duga bukan
pelanggaran Anda bebas menduga-duga tentang apa saja. Tidak akan dikenai Pasal,
diduga BAB-nya takada.
Saya akan bantu Anda menduga-duga dugaan yang
lebih spesifik lagi.
Patut DiDUGA, Anda itu tidak tahu berapa biaya
yang dihabiskan pengusaha untuk papan reklame rumah hunian di setiap prapatan
jalan. Mungkin Anda bahkan tidak menghitung berapa jumlah papan reklame yang terpampang,
beriklan tentang apa saja. Sepanjang jalan hingga bahkan ke luar kota.
Patut DIDUGA, Anda bahkan tidak menerima jika tujuan
iklan yang bombastis secara seperti itu diDUGA bertujuan untuk menabur benih-benih
impian sang produsen merasuki alam bawah sadar Anda.
Agar, kala ketika Anda berpikir membeli Rumah, membeli
mobil, sepeda motor, hendak menginap di hotel, hendak berbelanja, dan lain-lain,
alam bawah sadar Anda akan otomatis menggiring Anda ke papan reklame itu.
Patut diDUGA, begitu itulah.
Mari
menduga-duga lebih dalam lagi.
Cuba simak dengan seksama tulisan pada papan reklame
itu. Tafakur sejenak, akan Anda temukan propaganda yang merangsang emosional.
Ini tentang “Cara-Jitu” bercocok tanam benih gagasan
ide pemikiran di wahana alam bawah sadar Anda. Menyirami tanaman ide pemikiran
para pelintas penikmat iklan itu. Salah satunya Anda.
Mari lihat lainnya.
Diawal era millenium, saya terkesima dengan seruan
kata: “Dunia tanpa batas”. Salah satu iklan Rokok menggunakan slogan yang memuaskan
jika saya menghisapnya. Tertanam di alam pemikiran: “Menembus batas”.
Produsen diduga berhasil menembus batas omzet yang
diinginkannya. Pencinta lingkungan diDuga mencemooh dashyatnya efek slogan yang
diduga telah sembrono mencemari kebersihan udara jagad raya. Dan perokok
seperti saya merasa lebih nikmat menikmatinya daripada mencemooh.
Dashyat mukjijat iklan papan reklame, bahkan
dapat diduga telah berhasil menjadikan seisi dunia terpapar radikalisme blanja-blanji
konsumerisme.
Ini dugaan saya, Anda bebas menduga yang berbeda.
Mari intip alam bawah sadar pencipta impian hidup
pemutar gerak roda pikiran itu. Dan kita lanjutkan ke dugaan-dugaan lainnya.
Patut diduga telah terjadi pembiaran penguasa
wilayah hingga papan reklame bisa mudah terpampang bertebaran sedemikian rupa mengawal
perjalanan kemana pun Anda bepergian.
Perlukah dilakukan pembatasan terhadapnya?
Papan reklame yang diduga tidak senonoh, tidak
pantas jika tidak dilarang. Yang pantas pun perlu dibatasi agar jangan sampai mencemari
sudut pandang. Nenek bilang itu berbahaya!
Yang diduga telah menembus batas alam bawah sadar
menggerakkan orang untuk turut menghembuskan asap Rokok bahkan diduga telah
diharamkan. Disamping mencemari udara se-dunia diduga merokok bisa merusak jantung
serta organ tubuh lainnya.
Ini adalah tentang upaya menabur benih
“cara-hidup-sehat” ke alam bawah sadar Anda. Selayaknya Anda berterima kasih ke
slogan: “Dilarang merokok”.
Sedari menebar janji blanja-blanji hingga menebarkan
info cara hidup sehat papan reklame adalah bagian dari upaya meraih sukses
keberhasilan mencapai puncak impian.
Upaya mencapai sukses keberhasilan tidak
selamanya mempersoalkan besaran biaya. Demi impian! Demi agar bisa tercetak tebal
di alam bawah sadar Anda.
Mari Saya bantu Anda bertanya ke diri Anda
sendiri!
Jika produsen beriklan berani menghabiskan budjet
yang terkesan tidak masuk akal, kenapa Anda tidak melakukan hal yang sama? Anda
pun perlu perduli akan tujuan hidup Anda.
Iklan-kan-lah diri Anda!
Jika mahal, iklan mandiri - ciptakan sendiri saja.
Ini demi cita-cita Anda!
Tempelkan di dinding pintu kamar tidur. Di pintu
Kulkas. Kamar mandi, di dapur, di toilet, di garasi, di ruang keluarga atau di mana
saja, yang mudah Anda lihat. Gratis, tak dikenai pajak reklame untuk itu.
Ini tentang upaya menabur benih sukses di alam
bawah sadar agar tercetak tebal, untuk memancing Pikiran mencipta situasi rencana,
merancang langkah mencapai impian hidup Anda. Ini tentang iklan diri Anda sendiri.
Mari tafakur sejenak!
Saya akan ajak Anda kembali ke masa-masa ketika
masih sekolah.
Mungkin Anda masih ingat.
Kala ketika Roster pelajaran Semester dibacakan
Bapak Ibu Guru di depan kelas. Semua diminta tertib menuliskannya dengan serapi
mungkin.
Jadwal Hari Senin:
Selepas Upacara Bendera, PMP di jam pertama; P-4
di jam berikutnya selepas mata pelajaran Sastra Bahasa Indonesia; Istirahat; Lanjut
Aljabar; Jam Istirahat lagi; Mata pelajaran terakhir Sejarah Perjuangan Bangsa;
Doa penutup, pulang.
Jadwal Hari Selasa:
Jam pertama Bahasa Inggris; Pancasila di jam
berikutnya setelah pelajaran Olahraga; Istirahat; Fisika dan Ilmu Ukur; PKK /Pra-Karya;
Jam Istirahat; terakhir Aljabar; Doa Pulang.
Demikian seterusnya hingga Jadwal di Hari Rabu;
di Hari Kamis; di Hari Jumat; di Hari Sabtu. Oleh bapak ibu Guru kita diwanti-wanti
agar rapi menuliskannya, menempelkannya ditempat yang mudah terjangkau mata.
Jangan sampai ada yang salah.
Yang salah atau yang lupa, dipesankan agar menuliskannya
kembali di Lembar Karton, dipotong rapi seukuran tertentu. Ditempelkan di
seantero dinding rumah. Di ujung meja makan, pintu kamar bagian luar, kamar
mandi, pintu lemari pakaian, rak buku. Seisi rumah dipesankan, dipastikan sudah
tahu sama tahu bahkan diminta untuk membantu mengingatkan.
Agar jangan lupa lagi, atau dikenai: Distrap!
Walau lembut, pesan bapak ibu Guru terasa bagai
sembilu tajam menembus telinga. Sudah puluhan tahun, terkadang tertawa geli
sendiri teringat kisah buku P.R ketinggalan. Jadinya kena distrap. Wajah
mendiang bapak Guru sekelebat tersenyum dalam angan.
Serasa segar teringat upaya pembinaan disiplin diri.
Pelajaran berharga. Roster Jadwal Pelajaran seolah menjadi mantra pegangan
untuk tidak akan pernah lupa mengerjakan P.R dan, tidak akan salah membawa buku
tulis, buku bacaan pada keesokan harinya.
Pedoman berharga! Kenapa tidak Anda lakukan lagi
seperti itu?
Anda bisa menempelkan “Rencana Kerja Praktis” ditempat
yang mudah terlihat. Mengembangkannya dan menjadi “Rencana Lanjutan” dari setiap
pencapaian tiap tahap. Sepele, tetapi menjadikan Anda konsisten berikhtiar.
Mengiklankan diri sendiri bagai menebalkan garis
demarkasi pembatas pertahanan diri terhadap gangguan yang mungkin terjadi
setiap saat, karena berbagai tawaran yang terdengar lebih baik terkadang hanya menyita
waktu dan pikiran.
Dijejali impian orang-orang melalui iklan reklame
disepanjang perjalanan hidup akan menjadikan Anda inkonsisten. Berubah tiap
waktu mengikutkan perubahan impian orang-orang.
“Fall
down seven times, stand up eight”~Japanese Proverb
~salam JAWAHIR 2019!

