Selasa, 31 Desember 2019

REFLEKSI AKHIR TAHUN, SELASA, 31-12-2019

KIAT MEMBANGUN IMPIAN SENDIRI

Alkisah penguasa tertinggi di Nagari TaeKlan diduga telah berlaku serampangan mengelola Nagari, kebijakannya cenderung kian menjauh dari kepentingan anak bangsa. Inkonsisten. Bahkan konsisten inkonsisten.

Pagi berkata: “engkau begini-engkau begitu” Sore berubah: “karena engkau begini-ini maka begitu-itu”. Lelah sendiri membantah sendiri dirinya sendiri. Bagai salah asuhan konsisten inkonsisten tertekan “janji-janji” mangkrak tak jelas memalukan orang-orang yang punya kemaluan.

Kerap bersandar pada tuduhan radekil radikangkang, terpapar virus “dungu tingkat akut” hingga lucu dan dungu saling mencemari satu sama lainnya. Tak lagi jelas mana “Planga” mana pula yang “Plongo”.

Tentang hal ini, kelak Anda akan menerima catatan sejarah dengan alasan ala kadarnya. Karena kecenderungan “konsisten inkonsisten” menjadi bukti pertanda “kapasitas terbatas”.

Telat loading!

Mari berpindah ke diri Anda sendiri:
“Apakah Anda benar-benar konsisten?
Apakah Anda kukuh dalam berpendapat?
Apakah Anda konsisten untuk inkonsisten hingga Anda kerap beradu argumen dengan pendapat Anda sendiri?”

Anda bebas mengaku. Apalagi jika Anda sudah tidak yakin apakah saldo simpanan ingatan Anda menipis, atau telah habis tergerus serapah deretan “NawaCincai”.

Tergantung Anda! Artikel ini tidak ditujukan untuk menghakimi. Hanya refleksi Selasa di HARI TERAKHIR 31-12-2019, menjelang pergantian Tahun.

Sekiranya merasa terhakimi, mungkin itu dikarenakan masih ada sisa residu ingatan, mungkin dari upload yang paling terakhir, mungkinkah?

Lanjut. Mari ulas seputar diri Anda sendiri.
Sekarang saya akan ajak Anda ke dalam suasana situasi masa kecil.

Kala Anda masih kecil, bercita-cita menjadi Insiniur Kehutanan. Tiap ditanya akan menjadi apa? Kukuh berkata kelak besar akan menjadi Insiniur Hutan. Menjaga hutan dan seisinya.

Seiring waktu, Anda berubah. Setelah dewasa, Anda malah berprofesi sebagai pengusaha meubel kayu, menebangi pohon-pohon, merusak cabang dan ranting-rantingnya, memotong-motong membelah menjadikannya Kursi, Meja, Lemari, Buffet, Meja Rias, Sofa, dll. Menjaga dengan cara merusaknya. Anda  itu sudah terlatih agar konsisten untuk inkonsisten.

Berpikirlah, pikirkan apa yang Anda pikirkan itu.
Setidaknya bantu diri Anda memikirkan dirinya atau periksakan ke analis paradoksial. Akan sial jika Anda sendiri tidak tahu apa yang Anda inginkan.

Pastinya, Anda kini paham apa yang dimaksudkan dengan kerumitan berpikir, akan selamanya mengganggu Anda memikirkan diri Anda sendiri di sisa perjalanan hidup Anda.

Mari tafakur sejenak!
Kembali lagi ke pertanyaan itu: “Sesungguhnya, apa yang hendak Anda tuju dalam hidup ini?”

Geli juga mendengarnya. Anda betul.
Saya juga Geli menuliskan: “Apakah Anda benar-benar tahu apa tujuan yang benar-benar Anda inginkan di sisa perjalanan hidup Anda?”

Andai diijinkan Anda mempertanyakan hal yang sama kepada sejuta orang, mungkin Anda akan terkesima mendapati 99% mengaku tahu dan mengerti tujuan hidupnya, tetapi tidak sampai 1% yang paham apa yang diketahuinya, tentang apa itu – tujuan hidupnya.

Itu dugaan saya.
Anda bebas menduga dengan dugaan yang berbeda. Alasan perbedaannya mungkin akan Anda temukan jika menyimaknya secara seksama.

Kebanyakan orang-orang tidak tahu apa tujuannya hidup. Hanya ikut-ikutan mengerjakan yang dikerjakan orang satu lainnya. Melakukan hal-hal yang setidaknya sama. Cenderung terbius mengatakan hal yang sama dengan mengusung perkataan orang satu lainnya.

Kenapakah?
Tidak akan ada yang tahu jawabannya semua cenderung menduga-duga.
Tak ubahnya seperti Saya saat ini.

DIDUGA karena kebanyakan orang-orang berlaku seolah-olah telah merasakannya, berkata: “telah teruji” oleh peradaban manusia.

Orang-orang melakukan hal yang sama dengan harapan akan merasakan hasil yang sama dan berkecukupan. Tidak perlu bersusah payah melakukan yang berbeda jika malah menjadi sengsara?
Itu dugaan saya.

Dari jaman ke jaman, melakukan hal yang sama. Sedari bangun tidur hingga tidur lagi dan bangun lagi. Mendapati hasil yang sama. Yang itu-itu juga seperti sebelum-sebelumnya. Seperti itu-lah, dan semua baik-baik saja. Itu yang penting.

Yang sulit mengerti saban waktu terlihat menggelinding kesana-sini, seolah kehilangan arah, walau tak punya arah. Akhirnya kelelahan mengaku telah puas melakukan inti kehidupan.

Tidak ada salahnya melakukan hal yang sama seperti kebanyakan orang-orang namun ada konsekuensinya, karena apa yang tampaknya baik untuk kebanyakan orang-orang tidak otomatis berlaku sama untuk yang lainnya.

Tidak semua baik untuk kebaikan semua, seiring waktu semua berubah. Bisa dikarenakan bosan, jenuh dan lelah atau jerih hingga jera, atau karena sesal tak juga berubah walau setelah sekian lama.

Kemudian melakukan hal yang berbeda dan mendapati hasil yang berbeda, yang lebih baik dari sebelumnya. Orang-orang inilah yang dicatatkan sejarah untuk dikenal dunia, dikenang berhasil membangun impian dirinya.

Ini tentang membangun impian diri sendiri!

Mari lihat bagaimana seseorang melakukannya dan menyusunnya menjadi sesuatu yang dia sebut sebagai: “Jadwal Tujuan”.

Terlebih dahulu dicatatkannya apa saja itu tujuan hidupnya. Dari sekian banyak tujuan yang bisa dia ketahui, dipilihnya beberapa yang dia duga akan bisa dia ketahui dengan lebih baik lagi.

Tujuan ini yang lebih bagus!

Setiap hari ditelaah. Ditambahkan lagi sesuai masukan keluarga, dikoreksi lagi berdasarkan saran rekan-rekan serta pengamatan berbagai corak kehidupan orang-orang.

Terkadang bertambah, terkadang dikurangi. Ditambahkan lagi setelah beradu argumentasi dengan para profesional yang dikira lebih mengetahui.

Semakin warna-warni. Timbul keraguan hingga bertanya kesana-sini mencari arahan stratejik yang dianggap mumpuni. Kemudian diperbaharui lagi.

Orang-orang sukses mengakui daftarnya menjadi kian pendek setelah sekian waktu. Diperbaharui tiap waktu, menjadikannya fokus maju untuk meraihnya.

FOKUS akan tujuan, menjadikan tujuannya tergambarkan lebih jelas, kian semakin dimungkinkan mencapainya. Disesuaikan dengan kemampuannya disaat itu. Putaran waktu memberi pengalaman hidup yang lebih baru.

Terbarukan dari waktu ke waktu.
Kematangan berpikir meningkat. Kemampuan ekonomis keuangan membaik dan semakin meningkat.

Secara berkala, Daftar itu ditambah-dikurangkan lagi.
Kian semakin terarah, ritme kehidupan pun semakin meningkat.

Berubah menjadi  DAFTAR IMPIAN HIDUP.
Itu yang mengilhami alam bawah sadarnya untuk konsisten mengejar tujuan hidup yang diimpikannya.

Alam bawah sadar mempengaruhi pertumbuhan emosional, mempengaruhi muatan perilaku diri. PIKIRAN dipengaruhi langsung oleh kedashyatan alam bawah sadar yang mendominasi hasrat pencapaian impian hidup.

DAFTAR Tujuan itu, berfungsi bagai VISI, merangsang alam bawah sadar menggerakkan kekuatan pikiran memvisualisasikan rencana langkah, membuatnya fokus menjalankan MISI mencapainya.

Menjadikannya konsisten dalam ucapan dan tindakan.
Pastinya Anda tahu simpul kaitannya!

Daftar Tujuan itu, bagai papan reklame mengkampanyekan diri Anda. Akan kemana dengan modal berapa, akan bagaimana dengan bekal apa. Harus bagaimana?

Itu bisa disusun dengan cara apa saja, dalam bentuk apa saja yang memungkinkan Anda tiap waktu bisa melihatnya.

Berupa tulisan kata-kata mutiara dari tokoh-tokoh atau figur panutan dalam hidup Anda. Berupa poster idola, gambar rumah, mobil idaman, gadis pujaan, sepeda atau ikan dambaan hati. Tergantung keinginan Anda.

Tentukan, apa-apa saja itu? Pilih salah satu. Letakkan di tempat yang mudah terlihat, tujuannya untuk membangkitkan gelora alam bawah sadar agar fokus mendapatkannya.

Alam bawah sadar akan melamunkannya, mencipta langkah-langkah apa yang diperlukan dan langkah apa yang dimungkinkan dilakukan? Bahkan bisa menghentikan langkah-langkah apa saja yang diDuga berlawanan.

Pastinya Anda kini kian semakin mudah memahami kegunaannya. Tak soal jika membantah: “Tidak semudah itu-lah!!”. Kan perlu ini – perlu itu. Harus begini-begitu dulu setelah sebelumnya itu-ini. Rumitlah! Anda mungkin benar.

Saya duga begitu. Selama menduga-duga bukan pelanggaran Anda bebas menduga-duga tentang apa saja. Tidak akan dikenai Pasal, diduga BAB-nya takada.

Saya akan bantu Anda menduga-duga dugaan yang lebih spesifik lagi.

Patut DiDUGA, Anda itu tidak tahu berapa biaya yang dihabiskan pengusaha untuk papan reklame rumah hunian di setiap prapatan jalan. Mungkin Anda bahkan tidak menghitung berapa jumlah papan reklame yang terpampang, beriklan tentang apa saja. Sepanjang jalan hingga bahkan ke luar kota.

Patut DIDUGA, Anda bahkan tidak menerima jika tujuan iklan yang bombastis secara seperti itu diDUGA bertujuan untuk menabur benih-benih impian sang produsen merasuki alam bawah sadar Anda.

Agar, kala ketika Anda berpikir membeli Rumah, membeli mobil, sepeda motor, hendak menginap di hotel, hendak berbelanja, dan lain-lain, alam bawah sadar Anda akan otomatis menggiring Anda ke papan reklame itu.
Patut diDUGA, begitu itulah.

Mari menduga-duga lebih dalam lagi.
Cuba simak dengan seksama tulisan pada papan reklame itu. Tafakur sejenak, akan Anda temukan propaganda yang merangsang emosional.

Ini tentang “Cara-Jitu” bercocok tanam benih gagasan ide pemikiran di wahana alam bawah sadar Anda. Menyirami tanaman ide pemikiran para pelintas penikmat iklan itu. Salah satunya Anda.

Mari lihat lainnya.
Diawal era millenium, saya terkesima dengan seruan kata: “Dunia tanpa batas”. Salah satu iklan Rokok menggunakan slogan yang memuaskan jika saya menghisapnya. Tertanam di alam pemikiran: “Menembus batas”.

Produsen diduga berhasil menembus batas omzet yang diinginkannya. Pencinta lingkungan diDuga mencemooh dashyatnya efek slogan yang diduga telah sembrono mencemari kebersihan udara jagad raya. Dan perokok seperti saya merasa lebih nikmat menikmatinya daripada mencemooh.

Dashyat mukjijat iklan papan reklame, bahkan dapat diduga telah berhasil menjadikan seisi dunia terpapar radikalisme blanja-blanji konsumerisme.

Ini dugaan saya, Anda bebas menduga yang berbeda.

Mari intip alam bawah sadar pencipta impian hidup pemutar gerak roda pikiran itu. Dan kita lanjutkan ke dugaan-dugaan lainnya.

Patut diduga telah terjadi pembiaran penguasa wilayah hingga papan reklame bisa mudah terpampang bertebaran sedemikian rupa mengawal perjalanan kemana pun Anda bepergian.

Perlukah dilakukan pembatasan terhadapnya?
Papan reklame yang diduga tidak senonoh, tidak pantas jika tidak dilarang. Yang pantas pun perlu dibatasi agar jangan sampai mencemari sudut pandang. Nenek bilang itu berbahaya!

Yang diduga telah menembus batas alam bawah sadar menggerakkan orang untuk turut menghembuskan asap Rokok bahkan diduga telah diharamkan. Disamping mencemari udara se-dunia diduga merokok bisa merusak jantung serta organ tubuh lainnya.

Ini adalah tentang upaya menabur benih “cara-hidup-sehat” ke alam bawah sadar Anda. Selayaknya Anda berterima kasih ke slogan: “Dilarang merokok”.

Sedari menebar janji blanja-blanji hingga menebarkan info cara hidup sehat papan reklame adalah bagian dari upaya meraih sukses keberhasilan mencapai puncak impian.

Upaya mencapai sukses keberhasilan tidak selamanya mempersoalkan besaran biaya. Demi impian! Demi agar bisa tercetak tebal di alam bawah sadar Anda.

Mari Saya bantu Anda bertanya ke diri Anda sendiri!
Jika produsen beriklan berani menghabiskan budjet yang terkesan tidak masuk akal, kenapa Anda tidak melakukan hal yang sama? Anda pun perlu perduli akan tujuan hidup Anda.

Iklan-kan-lah diri Anda!
Jika mahal, iklan mandiri - ciptakan sendiri saja. Ini demi cita-cita Anda!

Tempelkan di dinding pintu kamar tidur. Di pintu Kulkas. Kamar mandi, di dapur, di toilet, di garasi, di ruang keluarga atau di mana saja, yang mudah Anda lihat. Gratis, tak dikenai pajak reklame untuk itu.

Ini tentang upaya menabur benih sukses di alam bawah sadar agar tercetak tebal, untuk memancing Pikiran mencipta situasi rencana, merancang langkah mencapai impian hidup Anda. Ini tentang iklan diri Anda sendiri.

Mari tafakur sejenak!

Saya akan ajak Anda kembali ke masa-masa ketika masih sekolah.
Mungkin Anda masih ingat.
Kala ketika Roster pelajaran Semester dibacakan Bapak Ibu Guru di depan kelas. Semua diminta tertib menuliskannya dengan serapi mungkin.

Jadwal Hari Senin:
Selepas Upacara Bendera, PMP di jam pertama; P-4 di jam berikutnya selepas mata pelajaran Sastra Bahasa Indonesia; Istirahat; Lanjut Aljabar; Jam Istirahat lagi; Mata pelajaran terakhir Sejarah Perjuangan Bangsa; Doa penutup, pulang.

Jadwal Hari Selasa:
Jam pertama Bahasa Inggris; Pancasila di jam berikutnya setelah pelajaran Olahraga; Istirahat; Fisika dan Ilmu Ukur; PKK /Pra-Karya; Jam Istirahat; terakhir Aljabar; Doa Pulang.

Demikian seterusnya hingga Jadwal di Hari Rabu; di Hari Kamis; di Hari Jumat; di Hari Sabtu. Oleh bapak ibu Guru kita diwanti-wanti agar rapi menuliskannya, menempelkannya ditempat yang mudah terjangkau mata. Jangan sampai ada yang salah.

Yang salah atau yang lupa, dipesankan agar menuliskannya kembali di Lembar Karton, dipotong rapi seukuran tertentu. Ditempelkan di seantero dinding rumah. Di ujung meja makan, pintu kamar bagian luar, kamar mandi, pintu lemari pakaian, rak buku. Seisi rumah dipesankan, dipastikan sudah tahu sama tahu bahkan diminta untuk membantu mengingatkan.

Agar jangan lupa lagi, atau  dikenai: Distrap!

Walau lembut, pesan bapak ibu Guru terasa bagai sembilu tajam menembus telinga. Sudah puluhan tahun, terkadang tertawa geli sendiri teringat kisah buku P.R ketinggalan. Jadinya kena distrap. Wajah mendiang bapak Guru sekelebat tersenyum dalam angan.

Serasa segar teringat upaya pembinaan disiplin diri. Pelajaran berharga. Roster Jadwal Pelajaran seolah menjadi mantra pegangan untuk tidak akan pernah lupa mengerjakan P.R dan, tidak akan salah membawa buku tulis, buku bacaan pada keesokan harinya.

Pedoman berharga! Kenapa tidak Anda lakukan lagi seperti itu?

Anda bisa menempelkan “Rencana Kerja Praktis” ditempat yang mudah terlihat. Mengembangkannya dan menjadi “Rencana Lanjutan” dari setiap pencapaian tiap tahap. Sepele, tetapi menjadikan Anda konsisten berikhtiar.

Mengiklankan diri sendiri bagai menebalkan garis demarkasi pembatas pertahanan diri terhadap gangguan yang mungkin terjadi setiap saat, karena berbagai tawaran yang terdengar lebih baik terkadang hanya menyita waktu dan pikiran.

Dijejali impian orang-orang melalui iklan reklame disepanjang perjalanan hidup akan menjadikan Anda inkonsisten. Berubah tiap waktu mengikutkan perubahan impian orang-orang.

“Fall down seven times, stand up eight”~Japanese Proverb

~salam JAWAHIR 2019!