Minggu, 08 Desember 2019

JAWAHIR - RAHASIA BOTOL AIR

Seorang teman mendapat kiriman Artikel bermanfaat dari temannya dan kemudian membagikannya ke Saya. Artikel bagus yang menginspirasi.

Konon katanya, hidup ini bagaikan botol Air perlambang hal-hal bermakna bagi kehidupan. Melambangkan energi, kesehatan, kesejahteraan, kekayaan serta kebahagiaan hingga bahkan kenangan.

Orang yang bijaksana akan dengan senang hati memberikan Air sebanyak yang dia bisa berikan, waktunya habis tersita untuk berbagi ke orang-orang hingga tidak cukup waktu baginya untuk sekedar memperhatikan dirinya sendiri. Tetapi ibarat botol Air, jika pun habis, kebaikan hatinya akan mengisinya kembali hingga tak putus dia membagikannya lagi kepada orang satu lainnya.

Orang yang kurang bijaksana akan berubah menjadi serakah. Dipenuhi dengki, amarah kerap merasa bahwa dia memerlukan botol terbesar untuk diisi penuh hingga meluap tumpah. Baginya mendapat botol yang kecil, walau itu wajarnya, dianggap tidak cukup, terkadang bahkan dianggap penghinaan.

Baginya, botol terbesar adalah mutlak haknya. Untuk dia isi dan untuk dia bisa membagikannya kepada konco-konconya, untuk para anggota keluarganya, untuk kelompoknya, untuk seseorang yang menyenangkan hatinya, terutama untuk pemuja yang memuji-muji kehebatannya.

“Hidup paduka mulia raja si empunya hak segala jenis harta, mulialah sepanjang hidupnya bisa berguna mendapatkan Air untuk pemujanya, jika tidak, Tammatlah!”

Orang yang tidak bijaksana merasa tidak aman jika mendapatkan botol kecil, walau itu telah lebih dari cukup untuknya, namun akan menuntut yang lebih besar. Dan dia menyadari sejatinya dia tidak akan bisa minum semua Air yang dia telah peroleh dalam hidupnya.

Tetapi, orang yang berpikiran Positif, akan selalu merasa cukup senang, bersyukur dengan botol yang didapatkannya. Sekecil apapun botol itu, sepenuh apa pun isinya, baginya mendapatkannya adalah berkat yang perlu dan harus disyukuri.

Orang yang berpikiran Negatif, akan fokus selamanya pada ruang kosong di botol, merasa isinya tidak memadai. Diperlukan lebih banyak lagi. Tak hirau dengan orang-orang lain yang lebih membutuhkan, bahkan jatah teman pun akan dia sikat habis.

Orang kaya raya, terkenal dengan botol emas mengkilap miliknya. Terlihat mewah walau terkadang isinya kosong. Tidak ada Air kehidupan di dalamnya. Terkadang disepanjang hidupnya tak dia pernah menemukan sahabat yang menyayangnya. Persahabatannya didasarkan pada kemewahan yang melekat di dirinya. Tetapi, dia yang memiliki botol mengkilap,  menjadi impian setiap orang.

Orang miskin sudah terbiasa dengan botol yang tidak begitu banyak disukai. Walau diisi semampunya tetapi terasa manis menyegarkan. Orang miskin tak hirau akan kemiskinannya, itu keistimewaannya yang tidak dimiliki oleh orang kaya.

Demikianlah kehidupan ini tercipta, kurang lebihnya iya begitu itulah.

Untuk mendapatkan kehidupan yang memuaskan tidak selamanya tergantung pada botol yang dimiliki tetapi tergantung pada isinya dan rasanya tergantung pada bagaimana Anda membuatnya. Bersyukurlah jika Anda punya Air yang diperlukan setiap harinya. Cukup alasan untuk Anda berbahagia dan membagikannya ke sesama satu lainnya.

Bilamana Anda fokus membangun hubungan persahabatan dengan sesama, maka Air Anda akan terasa manis dan menyegarkan. Tetapi, bila hanya fokus membanding-bandingkan botol Anda dengan milik orang lain, ketidakpuasan akan melanda. Sedari bangun pagi hingga menjelang tidur pikiran dipenuhi keinginan mendapatkan botol yang besar. Terasa akan sulit menemukan kebahagiaan hidup. 

Hidup itu bagaikan sebotol Air. Berbanggalah akan botol milik Anda, hiaslah dengan seksama, isilah  dengan rasa syukur bahagia, hingga isinya manis menyegarkan.

Hanya diri Anda seorang yang bisa mensyukuri apa yang Anda bisa nikmati.

--> ~Salam JAWAHIR selalu.

"If a man does not keep pace with his companions, perhaps it is because he hears a different drummer. Let him step to the music which he hears, however measured or far away."~Henry David Thoreau