Seorang teman mendapat kiriman Artikel bermanfaat
dari temannya dan kemudian membagikannya ke Saya. Artikel bagus yang
menginspirasi.
Konon katanya, hidup ini bagaikan botol Air perlambang
hal-hal bermakna bagi kehidupan. Melambangkan energi, kesehatan, kesejahteraan,
kekayaan serta kebahagiaan hingga bahkan kenangan.
Orang yang bijaksana akan dengan senang hati
memberikan Air sebanyak yang dia bisa berikan, waktunya habis tersita untuk berbagi
ke orang-orang hingga tidak cukup waktu baginya untuk sekedar memperhatikan
dirinya sendiri. Tetapi ibarat botol Air, jika pun habis, kebaikan hatinya akan
mengisinya kembali hingga tak putus dia membagikannya lagi kepada orang satu
lainnya.
Orang yang kurang bijaksana akan berubah menjadi
serakah. Dipenuhi dengki, amarah kerap merasa bahwa dia memerlukan botol
terbesar untuk diisi penuh hingga meluap tumpah. Baginya mendapat botol yang
kecil, walau itu wajarnya, dianggap tidak cukup, terkadang bahkan dianggap
penghinaan.
Baginya, botol terbesar adalah mutlak haknya.
Untuk dia isi dan untuk dia bisa membagikannya kepada konco-konconya, untuk para
anggota keluarganya, untuk kelompoknya, untuk seseorang yang menyenangkan
hatinya, terutama untuk pemuja yang memuji-muji kehebatannya.
“Hidup
paduka mulia raja si empunya hak segala jenis harta, mulialah sepanjang hidupnya
bisa berguna mendapatkan Air untuk pemujanya, jika tidak, Tammatlah!”
Orang yang tidak bijaksana merasa tidak aman jika
mendapatkan botol kecil, walau itu telah lebih dari cukup untuknya, namun akan
menuntut yang lebih besar. Dan dia menyadari sejatinya dia tidak akan bisa
minum semua Air yang dia telah peroleh dalam hidupnya.
Tetapi, orang yang berpikiran Positif, akan
selalu merasa cukup senang, bersyukur dengan botol yang didapatkannya. Sekecil
apapun botol itu, sepenuh apa pun isinya, baginya mendapatkannya adalah berkat
yang perlu dan harus disyukuri.
Orang yang berpikiran Negatif, akan fokus
selamanya pada ruang kosong di botol, merasa isinya tidak memadai. Diperlukan
lebih banyak lagi. Tak hirau dengan orang-orang lain yang lebih membutuhkan,
bahkan jatah teman pun akan dia sikat habis.
Orang kaya raya, terkenal dengan botol emas
mengkilap miliknya. Terlihat mewah walau terkadang isinya kosong. Tidak ada Air
kehidupan di dalamnya. Terkadang disepanjang hidupnya tak dia pernah menemukan sahabat
yang menyayangnya. Persahabatannya didasarkan pada kemewahan yang melekat di
dirinya. Tetapi, dia yang memiliki botol mengkilap, menjadi impian setiap orang.
Orang miskin sudah terbiasa dengan botol yang
tidak begitu banyak disukai. Walau diisi semampunya tetapi terasa manis menyegarkan.
Orang miskin tak hirau akan kemiskinannya, itu keistimewaannya yang tidak
dimiliki oleh orang kaya.
Demikianlah kehidupan ini tercipta, kurang
lebihnya iya begitu itulah.
Untuk mendapatkan kehidupan yang memuaskan tidak
selamanya tergantung pada botol yang dimiliki tetapi tergantung pada isinya dan
rasanya tergantung pada bagaimana Anda membuatnya. Bersyukurlah jika Anda punya
Air yang diperlukan setiap harinya. Cukup alasan untuk Anda berbahagia dan
membagikannya ke sesama satu lainnya.
Bilamana Anda fokus membangun hubungan
persahabatan dengan sesama, maka Air Anda akan terasa manis dan menyegarkan. Tetapi,
bila hanya fokus membanding-bandingkan botol Anda dengan milik orang lain, ketidakpuasan
akan melanda. Sedari bangun pagi hingga menjelang tidur pikiran dipenuhi keinginan
mendapatkan botol yang besar. Terasa akan sulit menemukan kebahagiaan hidup.
Hidup
itu bagaikan sebotol Air. Berbanggalah akan botol milik Anda, hiaslah dengan
seksama, isilah dengan rasa syukur bahagia,
hingga isinya manis menyegarkan.
Hanya diri Anda seorang yang bisa mensyukuri apa
yang Anda bisa nikmati.
"If a man does not keep pace with his companions, perhaps it is because he hears a different drummer. Let him step to the music which he hears, however measured or far away."~Henry David Thoreau
