Jumat, 29 November 2019

JAWAHIR-BERBAIKAN DENGAN DIRI SENDIRI

Tidak mudah untuk berbaikan dengan diri sendiri, bahkan walau sekedar mencuba. Tetapi, untuk mempertahankan pikiran positif, ini diharuskan, apalagi pikiran negatif akan selalu menggerogoti pikiran.

Berbaikan dengan diri sendiri menjadi cara jitu untuk menendang keluar pikiran negatif itu.

Cubalah cara berikut:

TERSENYUM:
Walau terdengar konyol, tetapi ini adalah solusi sederhana dan Gratis! SENYUMAN akan memandu mu menemukan jalur yang benar. Mulailah hari-harimu dengan SENYUMAN maka akan banyak kegiatan yang bisa selesai.

Bandingkan jika hari-harimu kau mulai dengan tangisan, hanya akan mengeringkan handuk basah yang bisa kau lakukan dihari itu.

Mulailah hari-harimu dengan menuliskan catatan tentang hal-hal yang indah, maka akan banyak hal yang mencengangkan luput dari perhatian.

Mungkin, akan terlhat seekor tikus yang ragu-ragu takut menyeberang jalan, dan dari jauh terlhat seekor kucing tergopoh-gopoh bergegas membantunya menyeberang hingga selamat diseberang, setelah itu, diterkam dan ditelan.

Indah nian! Senyumlah, itulah rupa warna kehidupan. Sudah ada yang atur!

Catatan indah yang seperti itu mungkin akan membuat mu untuk tetap berpikiran positif dan SENYUM mu akan menambah gairah beraktivitas.

TERTAWA:
Tertawalah bagai pahlawan penentu keberhasilan, bukan meraung-raung menangis bagai korban. Artinya, berperanlah sebagai pahlawan, jangan mau tergoda bagai korban yang kerap butuh belas kasihan atau pelaku yang butuh perlindungan pembelaan.

Mungkin Anda sulit memahaminya, bagaimana bisa?

Ketahuilah, memilih peranan dalam hidup semua bermula di alam pikiran, maka yakinilah bahwa peranan mu telah sesuai aturan ketentuan.

Karena hanya pahlawan yang dianggap taat aturan. Sedangkan yang dicap pelaku atau bahkan korban dianggap karena tak patuh pada aturan.

Tentang ini, Anda boleh tidak percaya atau debat membantahnya, tetapi demikian itulah halnya.

Jika pun berbeda, tersenyumlah, SENYUMMU yang akan membenarkannya.

Benar juga!

Peranan dalam hidup, semua itu bermula dari alam pikiran. Ketika percaya atau ketika Anda tidak percaya bermula di alam pikiran. Ketika Anda setuju atau membantah karena tidak setuju, bahkan rasa benci dan rasa tidak suka yang timbul pun, semuanya bermula dari alam pikiran.

Karenanya, SENYUMLAH. Jadilah pahlawan sejati dalam drama kehidupan mu, caranya dengan menjadi seorang pahlawan yang menyelamatkan dirimu sendiri dari berbagai hal yang tidak menyenangkanmu.

Kontrol hidupmu!

Hanya dirimu yang bisa menjernihkan alam pikiranmu. Ini tentang hidupmu, bukan tentang hidup orang-orang, caranya? sederhana, jangan lakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan.

Hindarkan orang-orang yang hanya akan menambah negatif alam pikiran mu, atau akan kian terperosok lubang kenistaan. Bangun kebersamaan dengan orang-orang yang membuatmu merasa lebih baik dalam hidup kehidupan ini.

Dan SENYUMMU akan menambah warna indahnya kehidupan dunia ini.

MENANGIS:
Menangislah jika itu akan membuatmu menjadi orang yang mengusung kebajikan untuk orang lain tanpa harus takut apakah akan dianggap salah melanggar aturan.

Menangis demi untuk membantu sebisanya orang-orang yang membutuhkan pertolongan akan membuat dunia sekitar menjadi lebih baik. Itu yang akan menyebarkan benih berbagai kebajikan lainnya.

BERISTIRAHAT:
Beristirahatlah yang cukup, demi kebaikan diri mu sendiri. Jangan memaksakan diri melakukan sesuatu, atau akan dianggap telah menghianati diri mu sendiri. Ini adalah tentang batas kemampuan diri. Tiap orang punya keterbatasan diri.

Jangan hinakan diri mu dengan memaksa diri mu melakukan hal-hal yang sesungguhnya kau tidak mampu. Biarkan orang yang lebih mampu melakukannya. Semakin kau campuri akan semakin rusak, hasilnya kian dipenuhi kejanggalan - warna kegagalan.

TAHU DIRI lah!

Memaksakan diri melakukan sesuatu yang tidak dipahami akan dianggap oleh dirimu sebagai tindakan penghianatan terhadap diri mu sendiri.

Benar, adalah wajar jika membuat kesalahan. Tetapi memaksakan diri, itu bukan hal yang wajar. Maka itu, yang wajar-wajar sajalah!

Jika kapasitas diri adalah kapasitas jangkrik, iya sudah terima saja. Itu krikkk... krikkk... krikkkk... juga ada fungsi manfaatnya. Bikin lucu!

Adalah wajar, jika butuh waktu untuk belajar dan tiap orang memerlukannya, dan bahkan belajar terus menerus hingga tiba dengan selamat masuk liang lahat.

Tetapi jika tidak bisa menerima kenyataan, Anda hanya akan memperburuk keadaan. Apalagi jika itu menyangkut kehidupan bangsa, ini tentang masa depan anak-anak bangsa, ini tentang berbangsa.

Tahu diri lah!

Jika kapasitas diri adalah kapasitas jangkrik, iya sudah terima saja. Itu krikkk... krikkk... krikkkk... dalam hal tertentu memang ada fungsinya, tetapi tak lucu.

Betul, menjadi gagal karena salah itu adalah lumrah. Itu adalah bagian dari proses kehidupan, tetapi Anda harus tahu bahwa tiap hal seyogianya harus menjadi lebih baik.

Jadi jika malah kian semakin semrawut, iya sudahlah.

Mundurlah, mengalah adalah cara jitu menyelamatkan bangsa.

Beristirahatlah.

~salam JAWAHIR selalu!