Life is life, fight for
it.”~Mother Teresa
Baru-baru seorang teman dari
Roma berkirim email, diawal-awal isinya terasa mengejutkan, tetapi setelah berulang
membacanya serasa lepas dahaga akan petunjuk hidup.
Berikut inti sarinya.
Hey Hotman Sihombing, Bagaimana kabar
hari ini? Kebetulan Saya sedang di meja kerja, disini hari cerah membuat saya
terdorong untuk menulis kepada mu.
Mungkin kamu tak tahu tentang
situasi kehidupan kala tengah berada di persimpangan jalan. Saya juga tidak
tahu. Tetapi Saya meyakini diperlukan keberanian kala tengah berada di posisi
itu. Karena harus menentukan sikap, arah mana yang akan dituju, kemudian
bergegas menempuhnya, meraih sukses keberhasilan yang diangankan.
Mungkin terdengar lucu. Tetapi
cubalah sejenak berhenti.
Luangkan waktu mencermati
tulisan ini baik-baik, renungkan dan pikirkanlah.
Sesungguhnya sukses keberhasilan
itu sudah terkandung di darah tiap orang. Berikutnya tergantung kapasitas dan
kapabilitas si orang itu memanfaatkannya.
Ada orang yang tidak tahan
menanggungkan nasibnya, sepanjang waktu mengeluh kurang ini, kurang itu. Tetapi
ada yang gembira maju terus sebisanya, dengan caranya berupaya meraih haknya
dan menikmati keberhasilannya.
Mungkin saat ketika diri
dipenuhi keragu-raguan, itu bisa diartikan diri kita tengah berada di posisi
persimpangan jalan.
Bagaimanapun keberhasilan itu
tidak turun dari langint, tetapi harus berjuang meraihnya.
Orang-orang yang tidak sudi
menunggu, berusaha keras beradaptasi dengan tingkat posisi disaat mana dia
berada, dan saat itu lah yang dianggap sebagai pijakan awal meraih
keberhasilannya.
Yang menunggu-nunggu,
tertunggu-tunggu dengan skema atau bagan-bagan bagaimana cara mereka meraih sukses keberhasilannya.
Saban waktu sibuk dengan skema.
Merasa belum waktunya, belum pas!
Perlu beberapa saat lagi, menunggu lagi. Untuk bergerak maju, masih kurang ini
dan itu. Tak tahu jelas kapan saat yang tepat, tetapi menurutkan dirinya akan
tiba saat yang tepat. Bersabar saja!
Sepanjang waktu menunggu. Menghibur
diri dengan bersabar melihat berbagai rupa sukses keberhasilan melintas persis
di depan lubang hidungnya, tanpa merasa berkewajiban berusaha meraihnya. Konon
katanya, belum waktunya!
Yang giat berusaha, tak bosan
berdaya upaya. Walau didera gelombang derita kehidupan tetap mawas diri. Waspada
tidak terpancing berbuat hal-hal yang merugikan diri dan kehidupannya.
Tanpa kenal lelah, bersiaga,
sigap mengisi hidupnya dengan berbagai kebaikan. Baginya kebajikan adalah
tabungan kelakuan baik yang menguatkan haknya mendapatkan sukses keberhasilannya.
Sejatinya itu telah digariskan
dalam nadi darahnya. Tetapi tidak tinggal diam, terus berjalan walau halangan
merintangi perjalanannya.
Orang-orang itu mengisi hidupnya
dengan kegiatan yang sehat. Tidak sekali pun terdengar keluhan. Tidak terkesan
sombong, jauh dari kesan congkak kala mengangkat tegak kepalanya. Menatap lurus
jauh ke depan, menembus batas rintangan kehidupan.
Ramah menyapa orang-orang, tidak
takut akan cobaan yang menghadang. Tidak ada kesan memandang rendah kala menyapa
ramah musuh-musuh pengganjal kesuksesannya.
Terpancar sinar kebahagiaan dari
raut wajahnya, melangkah tegas meraih sukses keberhasilan yang sejatinya telah
mengalir deras di urat nadinya.
Sadar bahwa ketakutan adalah
tempat kawanan pembenci berkembang membuat yang tidak kuat akan arus gaya
kehidupan jatuh terjerembab. Kemudian terlantar. Hidup menjadi tersia-sia.
Sadar bahwa kala ketika
terbebani ketakutan, penghakiman akan datang menghampiri. Kala ketika terbebani
kebencian, kebebalan hidup akan berhasil merasuk menancapkan kuku
kemungkarannya. Hidup menjadi binasa, sia-sia.
Sadar bahwa kala ketika terombang-ambing
oleh rumor gosip murahan, kehancuran akan datang merusak sendi-sendi penopang
nikmat kehidupan. Hidup dalam murka.
Kegiatan hidup akan terhenti
jika kita membiarkan relung-relung pikiran kita tecemari berbagai hal yang
sejatinya harus dihindarkan.
Karenannya, jaga pikiran untuk
tetap terjaga pada hal-hal besar yang indah. Jangan biarkan
biang kehancuran masuk menggerogoti, atau hari akan berlalu tanpa kita pernah menikmatinya.
Teruslah terjaga dengan pikiran
meraih peluang meraih sukses keberhasilan.
Hidup hanya akan berguna kala
pikiran terkendali menuju arah perubahan hidup yang didambakan.
Pikiran adalah kunci dari
segalanya.
Sayangnya nyaris semua
orang-orang lebih senang berpikir daripada bertindak merealisasikan buah
pikirannya.
Semuanya lebih suka menikmati
pikirannya, dengan terus berpikir memikirkannya. Berulang-ulang tak lelah memikirkan
pikirannya, dari waktu ke waktu terus berpikir. Tak sekalipun ada keinginannya
untuk bertindak melaksanakan apa itu yang dipikirkannya.
Sejatinya, konsep pikiran adalah
berpikir, memikirkan cara untuk melaksanakannya. Disitu itulah pusat konsep
penciptaan.
Ambil contoh konsep penciptaan
Kuda. Kawanan Kuda dikenal sebagai armada gagah menarik beban, karenanya
dibekali dengan tubuh dan kaki serta kelincahan yang tidak perlu diragukan.
Lihat lagi contoh konsep
penciptaan Bebek. Kawanan Bebek dikenal senang berenang hingga disela-sela jari
kakinya dibekali selaput jaring untuk mengayuh kesana kemari.
Lihat lagi contoh konsep
penciptaan Harimau. Harimau senang berburu dan membunuh hewan lainnya, itu adalah
caranya mendapatkan makanannya. Itulah caranya untuk bertahan hidup, hingga
dibekali kuku yang tajam, gigi yang runcing dengan rahang yang kuat untuk memelintir
mati hewan korban untuk makanannya.
Banyak lagi contoh konsep penciptaan
lainnya yang bisa dijadikan pembelajaran sederhana.
Konsep penciptaan berawal dari Pikiran,
untuk kemudian memikirkan cara bagaimana melaksanakannya. Dan Tercipta!
Segala hal bermula dari pikiran.
Pikiran adalah doa tulus. Cerminan keinginan hati yang terdalam. Maka itu,
berhati-hatilah. Jangan tergoda untuk terpaku memikirkan hal-hal negatif, karena
itu yang memanggil kehadiran bencana buah perilaku negatif.
Layaknya tiap orang tahu akan
hal itu. Sepertinya begitu itu. Tetapi melihat keadaan realitas hidup, adalah cukup
alasan untuk kita mulai meragukan.
Betulkah setiap orang
benar-benar mengetahuinya?
Setiap orang terkesan berusaha
menemukan orang-orang yang memiliki pikiran baik. Berusaha membangun hubungan
dengan orang-orang yang diyakini memiliki pikiran baik. Yakni, mereka yang
diyakini jauh dari pikiran Negatif.
Setiap orang terlihat berusaha mencari-cari
orang-orang yang berpikiran baik hingga ke berbagai sudut kumpulan kehidupan.
Setiap orang terlihat cenderung menikmati ceramah indah serta khotbah dari berbagai pemuka agama, para tokoh masyarakat, serta dari para orang alim yang kerap menebarkan pikiran-pikiran baik dan positif.
Selepas itu, kembali takluk pada
kedigdayaan hakikat konsep penciptaan sesuai kadar dan kapasitas pemikirannya.
Tak jarang, jika kemudian pikiran-pikiran
yang menguntungkan diri dan kelompoknya, dianggap baik. Tentang apa pun itu
semuanya baik, hingga harus dijunjung secara membabi buta.
Yang merugikan diri dan
kelompoknya dianggap buruk hingga harus dihindarkan, jika perlu dibasmi tuntas,
atau akan merusak kebahagian diri dan kelompoknya.
Mungkinkah itu buah pikiran yang
dilaksanakan tanpa pemikiran?
Tak tau lah!
Yang pasti setiap orang hidup
bertumbuh dan berkembang.
“If you are not growing, you
are dying”~Tony Robbins
“When you stop growing you
start dying”~William S. Burroughs
Kutipan diatas mungkin berbeda
satu sama lainnya tetapi tujuan pesan yang hendak diungkap kurang lebihnya
– sama!
Teruslah belajar, karena itu
adalah satu perjalanan. Itu yang menjadikan dirimu berkembang baik phisik
maupun mentalitas. Itu yang membuat gairah hidup meningkat. Membuat badan
sehat.
Banyak orang yang tahu akan hal
ini, tetapi tidak tidak cukup tahu apa yang menjadi tujuan sebenarnya. Bahwa itu yang akan membentuk hidup mereka.
Umumnya, mereka menunggu hingga orang-orang pintar datang mengajari dan mengarahkan apa yang mereka harus perbuat
dalam kehidupan mereka. Mereka lupa bahwa tiap orang telah dibekali
kemampuan yang sama.
“Nothing on this earth is
standing still. It’s either growing or it’s dying. No matter if it’s a tree or
a human being”~Lou Hoitz
