Rabu, 13 November 2019

JAWAHIR-KALA DIPERSIMPANGAN JALAN

“Life is an opportunity, benefit from it. Life is a beauty, admire it. Life is a dream, realise it. Life is a challenge, meet it. Life is sorrow, overcome it.
Life is life, fight for it.”~Mother Teresa

Baru-baru seorang teman dari Roma berkirim email, diawal-awal isinya terasa mengejutkan, tetapi setelah berulang membacanya serasa lepas dahaga akan petunjuk hidup.

Berikut inti sarinya.

Hey Hotman Sihombing, Bagaimana kabar hari ini? Kebetulan Saya sedang di meja kerja, disini hari cerah membuat saya terdorong untuk menulis kepada mu.

Mungkin kamu tak tahu tentang situasi kehidupan kala tengah berada di persimpangan jalan. Saya juga tidak tahu. Tetapi Saya meyakini diperlukan keberanian kala tengah berada di posisi itu. Karena harus menentukan sikap, arah mana yang akan dituju, kemudian bergegas menempuhnya, meraih sukses keberhasilan yang diangankan.

Mungkin terdengar lucu. Tetapi cubalah sejenak berhenti.
Luangkan waktu mencermati tulisan ini baik-baik, renungkan dan pikirkanlah.

Sesungguhnya sukses keberhasilan itu sudah terkandung di darah tiap orang. Berikutnya tergantung kapasitas dan kapabilitas si orang itu memanfaatkannya.

Ada orang yang tidak tahan menanggungkan nasibnya, sepanjang waktu mengeluh kurang ini, kurang itu. Tetapi ada yang gembira maju terus sebisanya, dengan caranya berupaya meraih haknya dan menikmati keberhasilannya.

Mungkin saat ketika diri dipenuhi keragu-raguan, itu bisa diartikan diri kita tengah berada di posisi persimpangan jalan.

Bagaimanapun keberhasilan itu tidak turun dari langint, tetapi harus berjuang meraihnya.

Orang-orang yang tidak sudi menunggu, berusaha keras beradaptasi dengan tingkat posisi disaat mana dia berada, dan saat itu lah yang dianggap sebagai pijakan awal meraih keberhasilannya.

Yang menunggu-nunggu, tertunggu-tunggu dengan skema atau bagan-bagan bagaimana cara mereka meraih sukses keberhasilannya. Saban waktu sibuk dengan skema.

Merasa belum waktunya, belum pas! Perlu beberapa saat lagi, menunggu lagi. Untuk bergerak maju, masih kurang ini dan itu. Tak tahu jelas kapan saat yang tepat, tetapi menurutkan dirinya akan tiba saat yang tepat. Bersabar saja!

Sepanjang waktu menunggu. Menghibur diri dengan bersabar melihat berbagai rupa sukses keberhasilan melintas persis di depan lubang hidungnya, tanpa merasa berkewajiban berusaha meraihnya. Konon katanya,  belum waktunya!

Yang giat berusaha, tak bosan berdaya upaya. Walau didera gelombang derita kehidupan tetap mawas diri. Waspada tidak terpancing berbuat hal-hal yang merugikan diri dan kehidupannya.

Tanpa kenal lelah, bersiaga, sigap mengisi hidupnya dengan berbagai kebaikan. Baginya kebajikan adalah tabungan kelakuan baik yang menguatkan haknya mendapatkan sukses keberhasilannya.

Sejatinya itu telah digariskan dalam nadi darahnya. Tetapi tidak tinggal diam, terus berjalan walau halangan merintangi perjalanannya.

Orang-orang itu mengisi hidupnya dengan kegiatan yang sehat. Tidak sekali pun terdengar keluhan. Tidak terkesan sombong, jauh dari kesan congkak kala mengangkat tegak kepalanya. Menatap lurus jauh ke depan, menembus batas rintangan kehidupan.

Ramah menyapa orang-orang, tidak takut akan cobaan yang menghadang. Tidak ada kesan memandang rendah kala menyapa ramah musuh-musuh pengganjal kesuksesannya.

Terpancar sinar kebahagiaan dari raut wajahnya, melangkah tegas meraih sukses keberhasilan yang sejatinya telah mengalir deras di urat nadinya.

Sadar bahwa ketakutan adalah tempat kawanan pembenci berkembang membuat yang tidak kuat akan arus gaya kehidupan jatuh terjerembab. Kemudian terlantar. Hidup menjadi tersia-sia.

Sadar bahwa kala ketika terbebani ketakutan, penghakiman akan datang menghampiri. Kala ketika terbebani kebencian, kebebalan hidup akan berhasil merasuk menancapkan kuku kemungkarannya. Hidup menjadi binasa, sia-sia.

Sadar bahwa kala ketika terombang-ambing oleh rumor gosip murahan, kehancuran akan datang merusak sendi-sendi penopang nikmat kehidupan. Hidup dalam murka.

Kegiatan hidup akan terhenti jika kita membiarkan relung-relung pikiran kita tecemari berbagai hal yang sejatinya harus dihindarkan.

Karenannya, jaga pikiran untuk tetap terjaga pada hal-hal besar yang indah. Jangan biarkan biang kehancuran masuk menggerogoti, atau hari akan berlalu tanpa kita pernah menikmatinya.

Teruslah terjaga dengan pikiran meraih peluang meraih sukses keberhasilan.

Hidup hanya akan berguna kala pikiran terkendali menuju arah perubahan hidup yang didambakan.

Pikiran adalah kunci dari segalanya.
Sayangnya nyaris semua orang-orang lebih senang berpikir daripada bertindak merealisasikan buah pikirannya.

Semuanya lebih suka menikmati pikirannya, dengan terus berpikir memikirkannya. Berulang-ulang tak lelah memikirkan pikirannya, dari waktu ke waktu terus berpikir. Tak sekalipun ada keinginannya untuk bertindak melaksanakan apa itu yang dipikirkannya.

Sejatinya, konsep pikiran adalah berpikir, memikirkan cara untuk melaksanakannya. Disitu itulah pusat konsep penciptaan.

Ambil contoh konsep penciptaan Kuda. Kawanan Kuda dikenal sebagai armada gagah menarik beban, karenanya dibekali dengan tubuh dan kaki serta kelincahan yang tidak perlu diragukan.

Lihat lagi contoh konsep penciptaan Bebek. Kawanan Bebek dikenal senang berenang hingga disela-sela jari kakinya dibekali selaput jaring untuk mengayuh kesana kemari.

Lihat lagi contoh konsep penciptaan Harimau. Harimau senang berburu dan membunuh hewan lainnya, itu adalah caranya mendapatkan makanannya. Itulah caranya untuk bertahan hidup, hingga dibekali kuku yang tajam, gigi yang runcing dengan rahang yang kuat untuk memelintir mati hewan korban untuk makanannya.

Banyak lagi contoh konsep penciptaan lainnya yang bisa dijadikan pembelajaran sederhana.

Konsep penciptaan berawal dari Pikiran, untuk kemudian memikirkan cara bagaimana melaksanakannya. Dan Tercipta!

Segala hal bermula dari pikiran. Pikiran adalah doa tulus. Cerminan keinginan hati yang terdalam. Maka itu, berhati-hatilah. Jangan tergoda untuk terpaku memikirkan hal-hal negatif, karena itu yang memanggil kehadiran bencana buah perilaku negatif.

Layaknya tiap orang tahu akan hal itu. Sepertinya begitu itu. Tetapi melihat keadaan realitas hidup, adalah cukup alasan untuk kita mulai meragukan.

Betulkah setiap orang benar-benar mengetahuinya?

Setiap orang terkesan berusaha menemukan orang-orang yang memiliki pikiran baik. Berusaha membangun hubungan dengan orang-orang yang diyakini memiliki pikiran baik. Yakni, mereka yang diyakini jauh dari pikiran Negatif.

Setiap orang terlihat berusaha mencari-cari orang-orang yang berpikiran baik hingga ke berbagai sudut kumpulan kehidupan. Setiap orang terlihat cenderung menikmati ceramah indah serta khotbah dari berbagai pemuka agama, para tokoh masyarakat, serta dari para orang alim yang kerap menebarkan pikiran-pikiran baik dan positif.

Selepas itu, kembali takluk pada kedigdayaan hakikat konsep penciptaan sesuai kadar dan kapasitas pemikirannya.

Tak jarang, jika kemudian pikiran-pikiran yang menguntungkan diri dan kelompoknya, dianggap baik. Tentang apa pun itu semuanya baik, hingga harus dijunjung secara membabi buta.

Yang merugikan diri dan kelompoknya dianggap buruk hingga harus dihindarkan, jika perlu dibasmi tuntas, atau akan merusak kebahagian diri dan kelompoknya.

Mungkinkah itu buah pikiran yang dilaksanakan tanpa pemikiran?
Tak tau lah!

Yang pasti setiap orang hidup bertumbuh dan berkembang.

“If you are not growing, you are dying”~Tony Robbins
“When you stop growing you start dying”~William S. Burroughs

Kutipan diatas mungkin berbeda satu sama lainnya tetapi tujuan pesan yang hendak diungkap kurang lebihnya – sama!

Teruslah belajar, karena itu adalah satu perjalanan. Itu yang menjadikan dirimu berkembang baik phisik maupun mentalitas. Itu yang membuat gairah hidup meningkat. Membuat badan sehat.

Banyak orang yang tahu akan hal ini, tetapi tidak tidak cukup tahu apa yang menjadi tujuan sebenarnya. Bahwa itu yang akan membentuk hidup mereka.

Umumnya, mereka menunggu hingga orang-orang pintar datang mengajari dan mengarahkan apa yang mereka harus perbuat dalam kehidupan mereka. Mereka lupa bahwa tiap orang telah dibekali kemampuan yang sama.

“Nothing on this earth is standing still. It’s either growing or it’s dying. No matter if it’s a tree or a human being”~Lou Hoitz

~Salam JAWAHIR selalu!