"Folks are usually about as happy as they make their minds up to be"
~Abraham Lincoln
Pemimpin seyogianya adalah orang yang berpengaruh, sederhananya begitu. Permasalahan acap timbul kala ketika seorang pemimpin berusaha berlagak menjadi se-SEORANG yang bukan jati dirinya.
Karenanya mari kita kenali tipikal-tipikal pemimpin. Apalagi Anda adalah pemimpin atawa kelak akan menjadi pemimpin. Pahami, agar Anda tampil alamiah sebagaimana aselinya sejatinya diri Anda. Jika Anda tampil bagai seseorang yang tidak mencerminkan diri Anda sendiri, percayalah orang-orang akan tahu, Kredibilitas Anda akan berkurang. Mungkin akan mendapat perlawanan dalam berbagai bentuk cara perlawanan yang memungkinkan. Mungkin orang-orang akan mengambil tindakan dengan cara yang berlawanan, mungkin tujuannya untuk menyadarkan. Anda terdikte dan terlihat mudah didikte!
Pemimpin mempengaruhi peradaban, berdampak terhadap hidup miliaran orang. Tiap rejim meninggalkan catatan keberhasilan dan kegagalannya, dan itu tipikalnya. Tipikal tertentu terlihat berhasil pada situasi tertentu dilain waktu malah gagal. Tiap orang bebas menilai tipikal yang bagaimana yang dianggap terbaik bahkan bebas berpendapat jika tipikal tertentu dianggap otoriter. Penilaiannya terkesan pribadi atau terpengaruh oleh kepentingan dan tujuan tertentu. Disadur dari Paul Macetta tipikal kepemimpinan, sebagai berikut:
Karenanya mari kita kenali tipikal-tipikal pemimpin. Apalagi Anda adalah pemimpin atawa kelak akan menjadi pemimpin. Pahami, agar Anda tampil alamiah sebagaimana aselinya sejatinya diri Anda. Jika Anda tampil bagai seseorang yang tidak mencerminkan diri Anda sendiri, percayalah orang-orang akan tahu, Kredibilitas Anda akan berkurang. Mungkin akan mendapat perlawanan dalam berbagai bentuk cara perlawanan yang memungkinkan. Mungkin orang-orang akan mengambil tindakan dengan cara yang berlawanan, mungkin tujuannya untuk menyadarkan. Anda terdikte dan terlihat mudah didikte!
Pemimpin mempengaruhi peradaban, berdampak terhadap hidup miliaran orang. Tiap rejim meninggalkan catatan keberhasilan dan kegagalannya, dan itu tipikalnya. Tipikal tertentu terlihat berhasil pada situasi tertentu dilain waktu malah gagal. Tiap orang bebas menilai tipikal yang bagaimana yang dianggap terbaik bahkan bebas berpendapat jika tipikal tertentu dianggap otoriter. Penilaiannya terkesan pribadi atau terpengaruh oleh kepentingan dan tujuan tertentu. Disadur dari Paul Macetta tipikal kepemimpinan, sebagai berikut:
1. Pemimpin OTORITER:
Dikenakan kepada pemimpin yang memusatkan segala sesuatunya pada kekuasaan dirinya seorang. Ia menetapkan tujuan, membuat aturan ketentuan hingga prosedur yang harus dijalankan. Tipikal ini bisa merubah wajah dunia, seperti Nazi Hitler.
Dalam bisnis skala kecil, kewenangan terpusat ditangan pemilik, mutlak seorang diri mengontrol bahkan menetapkan visi dan cara mencapainya. Demikian, hingga skala serta rentang kendali memaksanya mendelegasikan bidang-bidang tertentu. Pengikutnya bisa bertanya mengapa, namun keputusan mutlak ditangannya seorang. Tipikal ini cenderung tampil sebagai diktator, suka memerintah dan senang mengendalikan.
Dalam bisnis skala kecil, kewenangan terpusat ditangan pemilik, mutlak seorang diri mengontrol bahkan menetapkan visi dan cara mencapainya. Demikian, hingga skala serta rentang kendali memaksanya mendelegasikan bidang-bidang tertentu. Pengikutnya bisa bertanya mengapa, namun keputusan mutlak ditangannya seorang. Tipikal ini cenderung tampil sebagai diktator, suka memerintah dan senang mengendalikan.
2. Pemimpin PATERNALISTIK:
Dikenakan kepada pemimpin yang bersifat kebapakan, karakteristik seorang Ayah bagai figur bapak bagi rakyatnya atau bagi karyawan jika di dunia bisnis. Karyawan diperlakukan bagai anaknya, harus patuh! Masalah timbul ketika figur Ayah bersifat keras kepala dan gagal memelihara hubungan baik dengan anak-anaknya. Ketika itu terjadi, gayanya bisa dengan cepat berubah menjadi diktator. Yang suka boleh tinggal yang tidak suka diminta pergi. Karyawan tidak nyaman, bisnis terancam.
Yang bisa menaklukkan hati sang bapak diberi berbagai kemudahan dan mendapatkan banyak hal.
3. Pemimpin DEMOKRAT:
Tipikal demokratis menjadi populer karena melibatkan orang-orang turut andil memberikan masukan, menyenangkan apalagi keputusan diambil dengan suara terbanyak. Karenanya, menjadi sulit dipertanggungjawabkan apalagi melibatkan kepentingan orang banyak terlebih tidak setiap orang mau bertanggungjawab secara semestinya. Beberapa bahkan memanipulasi kepentingannya dengan dalih untuk dan demi kepentingan bersama.
4. Pemimpin PASIF:
Dikenakan kepada pemimpin yang berperilaku santai, disebut: laissez-faire. Tipikal ini bisa menimbulkan frustrasi dikalangan pengikutnya terutama yang mendambakan interaksi imbal-balik. Ia akan berhasil jika dikelilingi oleh orang-orang yang kompeten bekerja dengan pengawasan supervisi minim. Pada rejim pemerintahan dengan pemimpin laissez-faire rakyatnya diberi kebebasan dengan sedikit pengawasan.
Masalah timbul kala ketika tiap orang saling menyalahkan tanpa kejelasan pertanggungjawaban, si pemimpin santai terkesan tidak peduli. Rakyat menjadi frustasi hingga mudah dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.
4. Pemimpin TRANSAKSIONAL:
Dikenakan kepada pemimpin yang mendasarkan segala sesuatunya atas dasar berbayar. Bagai antara majikan dengan buruh. Demi uang, karena diminta mengusung ide gagasan kemudian bersedia dibayar untuk melaksanakannya. Karyawan yang kerap berlagak out-of-box kreatif dan yang suka menuntut kontra-prestasi seimbang sangat menyukainya, dan menjadi mudah diatur karena tiap sesuatunya tergantung pada bayarannya. Bela yang bayar!
5. Pemimpin TRANSFORMASI:
Diberikan kepada pemimpin yang dianggap membawa dampak positif dan yang berhasil memotivasi, yang menghadirkan peluang karyawan untuk memacu keahliannya tak henti berusaha mencapai potensi maksimal pribadinya. Dinilai berhasil meng-Inspirasi dan memastikan tercapainya tujuan perusahaan. Pengikutnya cenderung bergairah bekerja bahkan terlihat lebih cerdas.
"A leader's job is to look into the future and see the organization not as it is, but as it can become."~Unknown
"A leader's job is to look into the future and see the organization not as it is, but as it can become."~Unknown
Anda bebas menentukan sendiri akan menjadi pemimpin yang bagaimana namun sejarah akan
mencatatkannya.
Yang terpenting dan yang tak kalah pentingnya lagi, kala ketika Anda ditugaskan memilih pemimpin - apalagi jika itu pemimpin bangsa sekaligus petinggi tertinggi Negara - hati-hatilah!
Apapun pilihan Anda bukan kata-kata yang membenarkannya tetapi perilaku Anda yang akan mengenakannya ke-Anda.
~Salam pemimpin pemimpi!
Yang terpenting dan yang tak kalah pentingnya lagi, kala ketika Anda ditugaskan memilih pemimpin - apalagi jika itu pemimpin bangsa sekaligus petinggi tertinggi Negara - hati-hatilah!
Apapun pilihan Anda bukan kata-kata yang membenarkannya tetapi perilaku Anda yang akan mengenakannya ke-Anda.
~Salam pemimpin pemimpi!
