Rabu, 06 November 2019

JAWAHIR-MENGINTIP PERILAKU

“If you can’t fly, then run. If you can’t run, then walk. If you can’t walk, then crawl. But whatever you do have to keep moving forward.”~Martin Luther King
 The ECommerce!
Baru-baru terima email dari teman, katanya dia baru selesai ditugaskan mengintip perilaku orang-orang. Dia menyimpulkan beberapa poin yang katanya perlu diketahui sebagai Cara Jitu untuk bisa menjadi hebat.

Konon katanya – ini kata dia, ini adalah kabar baik dari “Malaikat Pribadi” yang menugaskannya untuk menyampaikan satu pesan yang diperlukan di sepanjang perjalanan hidup Saya, hingga membuat Saya merasa perlu untuk membagikannya ke Anda.

Selengkapnya dia sajikan sebagai berikut:

Hotman, betapa beruntungnya Anda membuka email ini, karena saya membawa kabar berharga tentang cara jitu tetapi sederhana untuk membangun kejayaan Anda. Inilah cara yang diterapkan oleh orang-orang hebat di belahan dunia sebelah.

1. Kenali Pengeluaran Anda:
Anda diharuskan mampu mengenali pengeluaran Anda, ini perlu sebelum Anda mengubah kehidupan finansil Anda. Melacak pengeluaran penting dilakukan, itu adalah cara termudah memahami hal apa saja yang dihadapi dan yang akan dihadapi.

Orang hebat menjadi semakin hebat karena mereka bertanggungjawab mengeluarkan tiap sen pengeluarannya. Memastikan manfaatnya, mereka tidak terlalu suka menghambur-hamburkannya. Uang receh kembalian belanjaannya, diambil dan disimpan sebagaimana mereka menyimpan jumlah sen yang terbesar.

Mereka menghargai keberhasilannya dengan memastikan penghasilan yang dia peroleh hanya akan digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.

Mereka tahu persis untuk apa saja pengeluarannya, tepat persis seperti cara mereka merawat penghasilannya. Mungkin itu sebabnya mengapa sangat penting untuk menulis dengan tepat apa yang akan dilakukan dengan uangnya sebelum menghabiskannya.

Sepele, tetapi akan membantu Anda membangun kejayaan hidup Anda.

2. Kenali Masa Suram Anda:
Akan sulit jika Anda menyusun rencana bagaimana menghadapi masa-masa sulit dalam hidup, tetapi orang-orang hebat paham akan hal itu. Karenanya, mereka berusaha untuk mengenali masa-masa sulit.

Mereka membiasakan diri untuk merencanakan keuangannya, karena sadar akan ada waktu masa-masa tertentu dimana penghasilan akan menurun.

Paradoksialnya, biaya meningkat saat penghasilan menurun, diantisipasi jauh-jauh hari dengan memperkirakan masa suram itu.

Ada yang dengan menebarkan investasinya di beberapa bisnis yang diprediksikan akan bisa saling menopang kala keadaan menjadi sulit.

Mereka terus belajar memahami keadaan darurat dimana bisnis tertentu akan terkena dampak global, dampak politik, terpapar resesi. Karenanya penting bersiap menghindarkan kebangkrutan.

Termasuk menjaga kesehatan tubuh, menjaga asupan giji dan vitamin, karena ekonomi sulit akan menguras enerji, membuat pikiran lelah. Sangat meletihkan.

Mereka paham tagihan medis biaya jaminan kesehatan bisa membuat bangkrut. Bahkan, BPJS pun bisa terancam bangkrut?

Persiapan menghadapi masa-masa suram sangat disarankan, paradoks dengan godaan untuk terus belanja pun akan meningkat. Apalagi dikala ekonomi memasuki masa sulit, akan mudah tergoda memaksa diri membangun “toll-till-tull” kesana-situ, walau sejatinya itu tak terlalu diperlukan.

3. Kenali Karir Anda:
Jika Anda melihat profil orang-orang hebat, akan ditemukan bahwa mereka umumnya bekerja dibidang yang mereka sukai. Mereka terus bergairah berkarya bekerja mengerjakan sesuatu yang merupakan pilihan hidupnya.

Sebaliknya, orang-orang hebat sekejap kemudian bangkrut umumnya disebabkan karena mereka mengerjakan bidang yang tidak disukai. Berusaha agar lekas-lekas hebat karena ingin segera meninggalkan pekerjaannya, karena sejatinya tidak dia sukai, akhirnya bangkrut tanpa bisa menghindarinya.

Memilih karir yang disukai menjadi cara terbaik untuk memastikan diri tidak akan pernah bangkrut dalam kehidupan Anda.

Orang-orang hebat yang tidak terlalu menyukai pekerjaannya akan menghabiskan uangnya lebih banyak lagi untuk bisa terus bertahan, untuk bisa terus mencari cara mengejar peluang serta berbagai hal yang dipenuhi berbagai kemungkinan ketidakpastian, berharap akan menyelamatkan kehebatannya.

Akhirnya terjerembab, bangkrut.

4. Kenali Investasi Anda:
Anda tak perlu heran, jika menemukan banyak orang yang berinvestasi di bisnis yang tidak dia pahami. Umumnya hanya karena ikut-ikutan, atau hanya untuk menyenangkan anggota keluarga yang kebetulan menjadi manajer investasi.

Berinvestasi hanya karena disarankan oleh orang yang kedengarannya paham betul, atau karena tergiur iming-iming dapat bonus, yang tidak jelas kapan realisasinya.

Orang-orang hebat umumnya membatasi diri, mereka akan hanya berinvestasi di bisnis tertentu yang dia pahami dengan baik. Walau itu bukan jaminan, tetapi dengan mengetahuinya, itu akan menjadikannya sebagai orang yang benar-benar tahu apa yang dia kerjakan.

5. Kenali Harta Anda:
Untuk membangun kejayaan, Anda disarankan untuk mengenal perilaku harta apa yang dimiliki. Setidaknya, hindari pengenaan pajak ganda, hindari gugatan hukum atas kepemilikan.

Anda harus bisa melindungi harta Anda dari pencurian, kebakaran, kebanjiran atau kehilangan. Mungkin dengan asuransi akan dapat terlindungi.

Punya bisnis sendiri yang Anda sukai akan bisa menjadi cara terbaik untuk memelihara harta Anda, apalagi jika bisa menjadi penghasilan pasif. Harta tidur tidak akan menghasilkan karenanya tidak disarankan, tetapi memiliki harta yang menjadikan Anda boros perlu dihindarkan.

Dari penjelasan diatas Anda disarankan untuk mulai bertindak serta berperilaku sebagai orang hebat. Menunda-nunda tidak disarankan.

Karenanya;

6. Kenali Perilaku Anda:
Menghayal bakal akan kejatuhan harta dari langit ke tujuh harus dhindarkan. Orang-orang hebat dikenal sebagai orang yang tidak terlalu suka menunda-nunda mengerjakan sesuatu.

Mereka kerap terlihat bergegas dalam melakukan sesuatu. Benar-benar paham bahwa tidak akan ada waktu yang sempurna untuk memulai sesuatu atau melakukan sesuatu.

Benar-benar menyadari bahwa memulai melakukan sesuatu dengan cara sempurna tidak akan pernah bisa dilakukan, tetapi dengan langsung bekerja itu yang akan membawa putaran waktu menuju kesempurnaannya.

Seiring waktu, kesempurnaan itu akan ditemukan, dan cara bagaimana melakukannya pun akan pasti berkembang menurutkan putaran waktu.

Waktu adalah Uang.

Pengalaman melakukan sesuatu tidak akan dapat diperoleh dengan menunda-nunda melakukannya.

Pastinya kini Anda paham apa yang dimaksudkan.

“Concerning matter, we have been all wrong. What we call matter, is energy…
Whose vibration has been so lowered as to be perceptible to the senses.
There is no matter.”
~ Albert Einstein.

~salam JAWAHIR selalu.

Sabtu, 19 Oktober 2019

JAWAHIR - MITOS MILIONER BENARAN


Baru-baru saya dapat kiriman email dari seorang teman, katanya dia telah melakukan survei dan menemukan ada kesamaan kelakuan perilaku dari orang-orang kaya milioner, hasilnya dia sajikan sebagai berikut:

1. Milioner Berhemat:
Orang terkaya yang saya kenal ini juga terkenal sebagai yang termurah. Membeli mobil bekas demi untuk mendapatkan keandalan, bukan citra. Menurut buku “The Millionaire Next Door” merek mobil yang paling diminati orang-orang terkaya adalah Toyota, bukan BMW. Dari rumah mereka membawa makan siang, alasannya berhemat dan lebih sehat.

2. Millioner adalah Pemikir Besar:
Milioner berpikir secara berbeda, jika orang-orang biasa berpikir bahwa akan sulit mendapatkan uang, maka milioner berpikir bahwa mendapatkan uang dalam jumlah bermiliaran bukan sesuatu yang mengejutkannya. Milioner umumnya telah meyakini bahwa mereka akan mendapatkannya, dan tahu cara mendapatkannya.

Milioner itu tahu bahwa mereka akan menjadi milioner, sehingga tidak mau berlelah-lelah menghabiskan energi menunggu kenaikan kekayaan mereka dua tiga persen per tahun dari menabung sebagian penghasilannya. Tidak mau berlelah-lelah melayani ratusan pelanggan tetapi umumnya cenderung memelihara mimpinya akan mudah mendapatkan jutaan pelanggan. Dan mereka bisa merealisasikannya.

3. Milioner menghadapi Resiko dengan Perhitungan:
Millioner itu penuh perhitungan, baik kala berinvestasi dalam Saham atau investasi dalam bentuk lainnya, terutama ketika memulai bisnis. Punya prinsip bahwa imbal hasil dari kesuksesan akan jauh lebih berarti dibandingkan biaya kerugian karena resiko kegagalan.

4. Jaringan Milioner:
Hanya beberapa milioner yang mencapai keberhasilannya sendirian, lebih banyak dari mereka membangun jaringan kontak di berbagai belahan dunia dalam berbagai bidang kehidupan. Benar-benar menyadari bahwa majikan, pelanggan bahkan mitra bisnis mereka bisa berasal dari lapisan masyarakat apa saja dan berada di mana saja.

5. Milioner Menghasilkan Bunga:
Milioner umumnya tidak akan pernah bersedia membayar bunga hutang tetapi mereka cenderung menghasilkannya dengan menguasai cara bagaimana menghindarkan jebakan biaya hutang yang sewaktu-waktu akan bisa melumpuhkan keseluruhan bisnisnya. Milioner cenderung menabung dan menghasilkan bunga, baginya lebih menguntungkan menghasilkan bunga tabungan daripada harus membayar bunga hutang untuk mendapatkan modal kerja.

6. Milioner Fokus Berusaha:
Milioner kerap terlihat tergesa-gesa menuju tujuannya, berusaha maksimal dan optimal mencapai tujuannya dengan segala cara. Perbedaan antara Pemimpi dengan Pemimpin terlihat jelas dalam kinerjanya.

Pemimpin fokus mengeksekusi ide gagasan bisnis bukan kesana kemari mengumbar mimpi-mimpi keinginan orang per orang yang bermimpi untuk berbisnis.

7. Milioner Melakukan Apa yang Diperlukan:
Milioner cenderung bergiat melakukan apa pun yang diperlukan dalam mencapai sukses keberhasilan. Senang membaca dan mencari tahu kisah sukses keberhasilan orang-orang hebat. Ceritera pengorbanan di dalam mencapai sukses keberhasilannya umumnya sangat mengagumkan. Bagaimana mereka harus tidur di dalam mobil agar tidak terlambat menghadiri panggilan rapat.

Beberapa bahkan di awal-awal perjalanan karirnya harus melakukan dua pekerjaan sekaligus demi untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Ada juga yang harus mengurangi aktivitas kegiatan sosialnya agar bisa sekolah dan atau membangun bisnisnya. Umumnya pengorbanan pribadi mereka terbayarkan saat telah berhasil mendapatkan kesuksesan yang diidam-idamkan.

Mereka bahkan kerap menunda kepuasan pribadi dirinya demi upaya mencapai cita-cita hingga bahkan menanggung rasa sakit karena cemohan yang tidak terhingga. Ditertawakan oleh orang-orang yang merasa senang melihatnya gagal belum berhasil.

8. Millioner Belajar Sendiri:
Millioner cenderung berhasil mendidik dirinya sendiri. Umumnya mereka itu tidak mendewakan nama baik sekolah, atau jebolan dari perguruan tinggi ternama, tetapi keinginan dirinya untuk terus belajar menjadi yang terutama. Tidak soal cara bagaimana mereka belajar, apakah dari Mentor, Trainer, atau Guru, apakah di sekolah ternama atau sekolah biasa-biasa saja, apakah harus sedari pagi hari hingga malam, mereka senang mengutamakan pendidikan berkelanjutan.

9. Milioner Berjalan Sendiri:
Tidak heran jika seorang Milioner cenderung berjalan sendiri, berusaha sendiri, mengupayakan sendiri lapangan pekerjaan untuk orang-orang berkualitas yang memungkinkan mendapatkan penghasilan tinggi dan melahirkan milioner lainnya. Milioner cenderung memperlihatkan kepemimpinan alamiah, umumnya mereka adalah pemimpin alami. Cenderung mengambil resolusi untuk menjadi yang pertama di tempat pertama, cenderung mengikuti jalan baru daripada mengikuti keinginan atau perjalanan orang-orang.

10. Millioner Dermawan:
Seorang Milioner cenderung memiliki rasa tanggungjawab sosial, dengan caranya akan berusaha beramal membantu kesulitan hidup orang-orang di sekitarnya. Tindakannya umumnya terdorong oleh harapan sederhana bahwa tindakannya pastinya akan diikuti oleh orang satu lainnya, sehingga akan banyak orang yang tidak segan-segan bertindak meringankan beban hidup kehidupan orang-orang di sekitar lingkungannya.

Menurutnya demikian itu-lah gambaran cara berpikir para Milioner sejati, jadi jika semisal Anda mengenal seseorang mengaku-ngaku sudah menjadi seorang Milioner tetapi pelit tidak mau berbagi dengan sesamanya, terima sajalah.


~Salam Pinokio!

Minggu, 13 Oktober 2019

JAWAHIR-JANGAN SESAT MEMAHAMI LOA

“It is not in the stars to hold our destiny but in ourselves."
~William Shakespeare
Menurut William Shakespeare, bukan Bintang yang memegang takdir kita, tetapi diri kita sendiri. Diduga ini kerap dimaknai dengan cara salah oleh orang-orang yang mendalami konsep Hukum Ketertarikan LOA (the Law of Attraction) hingga akhirnya banyak gagal menguasainya.

Konsep LOA adalah bagaimana menciptakan kejadian tertentu dengan cara menginginkannya secara terus-menerus agar terjadi dengan sendirinya. Keinginan itu yang akan menarik keadaan tertentu itu untuk terjadi dan menjadi realitas.

Inti dasarnya adalah menggunakan kekuatan pikiran, perasaan terdalam dan kepercayaan serta keyakinan diri yang terprogram.

Pastilah setiap orang bisa melakukannya.

Menjadi masalah ketika orang-orang terlalu menuntut dirinya hingga melupakan konsep dasar itu kemudian mengeluh bahwa the Law of Attraction  tidak berhasil untuk dirinya.

Ketidakpahaman akan konsep dasar diduga membuat orang-orang itu kian menjauh dari inti dasar LOA, gagal akhirnya menyalahkannya. Kemudian semakin tersesat karena tidak sepenuhnya memahami implikasi dari praktik LOA dalam kehidupannya.

Kegagalan berpraktik diduga melahirkan mitos yang membuatnya menjauh dari konsep LOA, kemudian menyebar dan mengaburkan dari tujuan semula.
Agar tidak salah menerapkan dan agar bisa berhasil memanfaatkan kekuatannya, berikut disajikan konsep dasar Hukum Ketertarikan (LOA).

Sebagai berikut:

#.1 LOA adalah Tongkat Sihir Pribadi:
Salah satu teknik dalam LOA disebut “Afirmasi”. Ini adalah bentuk pernyataan yang mengungkapkan apa hal yang paling Anda inginkan dan masa depan yang bagaimana yang Anda cita-citakan.

Jika digunakan secara benar, “Afirmasi” akan membuat Anda “Fokus” pada kedigdayaan kekuatan diri sendiri dan memanfaatkannya untuk meningkatkan taraf hidup dan kehidupan Anda.

“Fokus” akan meningkatkan “Keyakinan” Anda, itu intinya. Itu yang akan menyediakan “ruang penciptaan” tempat Anda berkarya mencipta masa depan yang dicita-citakan.

Beberapa beranggapan seolah “Afirmasi” yang secara ajaib bekerja dalam satu malam bisa mengubah hidupnya sesuai yang diangankan. Ini salah, pemahaman yang sangat disesalkan, dan berbahaya.

Emosi diri harus sejalan dengan pikiran jika tidak “Afirmasi” tidak akan bisa bekerja dengan baik. Penguasaan emosi diri menjadi satu-satunya cara terbaik untuk diterapkan jika tidak, Anda akan sulit masuk ke pola pikir yang benar.

“Kuasai emosi diri, Fokus, Yakinkan diri Anda, hanya dengan cara itu Anda bisa optimal berupaya mewujudkan cita-cita Anda”.

Intinya, “Afirmasi” akan menggiring inspirasi bernilai untuk Anda, menjadikan isi pikiran dengan isi kepala menjadi seiring sejalan, dan itu yang akan memacu “Niat” untuk melakukan “Tindakan”.

“Tindakan” yang tepat pada waktu yang tepat di tempat yang tepat, menjadi hal yang paling diperlukan untuk mewujudkan cita-cita Anda.

#.2 LOA adalah Musuh dari Pikiran “Negatif”:
Hidup adalah tantangan, maka adalah normal mengalami penderitaan dalam perjuangan menaklukkannya. Anda harus bisa menerima situasi sulit dalam beberapa tahapan dalam kehidupan. Siapa pun Anda pastinya pernah mengalami kesulitan hidup.

Apakah siap atau tidak? Apakah secara emosionil Anda terkendali atau tidak? “Pikiran Negatif” akan mengusung berbagai kesulitan hidup, bahkan akan meningkatkan kwalitas dan kwantitasnya.

Sisi baiknya adalah, bahwa berbagai tingkat kesulitan yang dialami adalah bagian dari pengalaman hidup yang meningkatkan kwalitas hidup. Bahkan ada kesulitan tanpa Anda bisa berbuat apa-apa karena berasal dari luar kendali Anda. Semisal kebangkrutan bisnis karena gejolak politik, bencana alam, dan lain-lain, yang harus dialami dengan penuh kesadaran.

Konsep LOA mengajarkan Anda untuk “Fokus” pada hal-hal yang bisa dikendalikan dan mengarahkannya untuk membawa kemanfaatan.

Setiap tingkat kesulitan pasti mengandung peluang keberhasilan. Ini yang kerap terlupakan, kebanyakan orang-orang cenderung berkeluh kesah selalu susah, habis waktu meratapi nasibnya.

Seyogianya, “Fokus” untuk mencari mutu manikam yang tersembunyi didalam kesulitan yang menghadang. Contoh sederhana, dapat diakui bahwa penemuan Internet juga dipacu oleh kesulitan dalam sistem komunikasi.

Kesulitan hidup bukan hukuman, ada hikmah dibaliknya. Tergantung Anda untuk memanfaatkannya. Anda hanya perlu menenangkan diri agar bisa “Fokus” menghadapi dan mengambil hikmah darinya.

Sangat disarankan untuk menghindarkan “Pikiran Negatif” atau Konsep LOA tidak akan menghasilkan apa-apa.

“Fokus” pada hal-hal yang Positif, itu yang akan membuat Anda bertumbuh bahkan walau ketika hidup semakin sulit dari waktu ke waktu.

Kesulitan hidup akan kian semakin sulit jika Anda terkurung oleh Pikiran Negatif.

#.3 LOA adalah Untuk Orang Yang Tidak Egois:
Pemahaman Konsep LOA dianggap akan membuat hidup dipenuhi perasaan bahagia. Ini membuat orang-orang yang menekuninya beranggapan bahwa itulah model pendekatan hidup yang berpusat pada diri sendiri. Mereka salah dalam memahami intinya.

Seyogianya Konsep LOA bukan untuk mengabaikan rasa sakit akan penderitaan hidup. Bukan untuk membuat Anda menyangkal kenyataan hidup.

Tetapi adalah untuk menjadikan hidup seutuhnya dengan menciptakan kenyamanan pribadi. Keadaan hidup yang dipenuhi kebahagiaan itu, dimaksudkan akan menebar energi positif, memberdayakan sekitar. Menciptakan riak perubahan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya.



Konsep LOA ditujukan untuk membangunkan nilai-nilai positif yang terpendam dalam diri, yang diharapkan bisa menggerakkan kehidupan di sekitar Anda.

Keramahan Anda akan menciptakan kenyamanan di lingkungan sekitar Anda.
Anda salah jika beranggapan telah menguasai Konsep LOA dan menjadi egois.

Semakin salah jika kemudian beranggapan bahwa hanya merekalah orang yang paling bahagia di muka bumi ini.

Persepsi yang salah sedemikian itu akhirnya menimbulkan anggapan bahwa konsep LOA hanya berhasil bagi orang yang egois karena konsep ini menjadikan Egois. Pemahaman seperti ini adalah bagian dari kegagalan konsep LOA, yang oleh orang-orang kemudian disalah-artikan, bahkan dikemas dengan sangat dramatis.

Seorang teman berkata: “Hotman, mungkin Anda pernah merasa ketakutan kala tengah dalam kegelapan, seolah tercekat sulit bernafas, terjebak terkunci di ruang sempit. Rasa takut itu kian membebani dan menarik Anda melorot jatuh ke bawah, nyungsep, melumpuhkan nalar urat sadar, mencabut nyali keberanian, lunglai lemah tak kuasa untuk bertindak, berbuat suatu apa pun!” Itu responnya ketika disarankan untuk belajar menguasai Konsep LOA.

Orang ini belum mengetahui dengan jelas LOA itu tentang apa dan bagaimana, tetapi sudah takut dalam ketakutannya. Adalah normal jika merasa takut, karena takut itu hanya melekat pada orang-orang yang normal.

Rasa Takut melekat erat pada setiap gerak nafas kehidupan. Takut ditolak, Takut memutuskan, Takut Gagal, Takut tidak dikenal. Bahkan ada rasa Takut jika nanti ketahuan orang.

Dan kini ini, diduga sudah ada pula jenis rasa Takut akan Konsep LOA karena didasari pemikiran yang salah - hanya karena diharuskan menjadi egois?

“If we can see past preconceived limitations, then the possibilities are endless.”
~Amy Purdy

~Salam Jawahir selalu!

Lirik Lagu Deideng:
Dei...deng Bittang na rondang on, Bittang na rondang on
Dei...deng Bittang na rondang on, Bittang na rondang on

Ia rorang pe bittang, langdong bokkot salaman
Ia torang pe bittang, nadong bokkot hu laman

Dei...deng Bittang na rondang on, Bittang na rondang on
Dei...deng Bittang na rondang on, Bittang na rondang on

Sartalini balunjei, rarat sihala bolon
Sattabi bani umjei, jelah Naso tarhorom

Dei...deng Bittang na rondang on, Bittang na rondang on

Sumber: @Youtube https://www.youtube.com/watch?v=AJY2gpXr_iw