Sabtu, 19 Oktober 2019

JAWAHIR - MITOS MILIONER BENARAN


Baru-baru saya dapat kiriman email dari seorang teman, katanya dia telah melakukan survei dan menemukan ada kesamaan kelakuan perilaku dari orang-orang kaya milioner, hasilnya dia sajikan sebagai berikut:

1. Milioner Berhemat:
Orang terkaya yang saya kenal ini juga terkenal sebagai yang termurah. Membeli mobil bekas demi untuk mendapatkan keandalan, bukan citra. Menurut buku “The Millionaire Next Door” merek mobil yang paling diminati orang-orang terkaya adalah Toyota, bukan BMW. Dari rumah mereka membawa makan siang, alasannya berhemat dan lebih sehat.

2. Millioner adalah Pemikir Besar:
Milioner berpikir secara berbeda, jika orang-orang biasa berpikir bahwa akan sulit mendapatkan uang, maka milioner berpikir bahwa mendapatkan uang dalam jumlah bermiliaran bukan sesuatu yang mengejutkannya. Milioner umumnya telah meyakini bahwa mereka akan mendapatkannya, dan tahu cara mendapatkannya.

Milioner itu tahu bahwa mereka akan menjadi milioner, sehingga tidak mau berlelah-lelah menghabiskan energi menunggu kenaikan kekayaan mereka dua tiga persen per tahun dari menabung sebagian penghasilannya. Tidak mau berlelah-lelah melayani ratusan pelanggan tetapi umumnya cenderung memelihara mimpinya akan mudah mendapatkan jutaan pelanggan. Dan mereka bisa merealisasikannya.

3. Milioner menghadapi Resiko dengan Perhitungan:
Millioner itu penuh perhitungan, baik kala berinvestasi dalam Saham atau investasi dalam bentuk lainnya, terutama ketika memulai bisnis. Punya prinsip bahwa imbal hasil dari kesuksesan akan jauh lebih berarti dibandingkan biaya kerugian karena resiko kegagalan.

4. Jaringan Milioner:
Hanya beberapa milioner yang mencapai keberhasilannya sendirian, lebih banyak dari mereka membangun jaringan kontak di berbagai belahan dunia dalam berbagai bidang kehidupan. Benar-benar menyadari bahwa majikan, pelanggan bahkan mitra bisnis mereka bisa berasal dari lapisan masyarakat apa saja dan berada di mana saja.

5. Milioner Menghasilkan Bunga:
Milioner umumnya tidak akan pernah bersedia membayar bunga hutang tetapi mereka cenderung menghasilkannya dengan menguasai cara bagaimana menghindarkan jebakan biaya hutang yang sewaktu-waktu akan bisa melumpuhkan keseluruhan bisnisnya. Milioner cenderung menabung dan menghasilkan bunga, baginya lebih menguntungkan menghasilkan bunga tabungan daripada harus membayar bunga hutang untuk mendapatkan modal kerja.

6. Milioner Fokus Berusaha:
Milioner kerap terlihat tergesa-gesa menuju tujuannya, berusaha maksimal dan optimal mencapai tujuannya dengan segala cara. Perbedaan antara Pemimpi dengan Pemimpin terlihat jelas dalam kinerjanya.

Pemimpin fokus mengeksekusi ide gagasan bisnis bukan kesana kemari mengumbar mimpi-mimpi keinginan orang per orang yang bermimpi untuk berbisnis.

7. Milioner Melakukan Apa yang Diperlukan:
Milioner cenderung bergiat melakukan apa pun yang diperlukan dalam mencapai sukses keberhasilan. Senang membaca dan mencari tahu kisah sukses keberhasilan orang-orang hebat. Ceritera pengorbanan di dalam mencapai sukses keberhasilannya umumnya sangat mengagumkan. Bagaimana mereka harus tidur di dalam mobil agar tidak terlambat menghadiri panggilan rapat.

Beberapa bahkan di awal-awal perjalanan karirnya harus melakukan dua pekerjaan sekaligus demi untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Ada juga yang harus mengurangi aktivitas kegiatan sosialnya agar bisa sekolah dan atau membangun bisnisnya. Umumnya pengorbanan pribadi mereka terbayarkan saat telah berhasil mendapatkan kesuksesan yang diidam-idamkan.

Mereka bahkan kerap menunda kepuasan pribadi dirinya demi upaya mencapai cita-cita hingga bahkan menanggung rasa sakit karena cemohan yang tidak terhingga. Ditertawakan oleh orang-orang yang merasa senang melihatnya gagal belum berhasil.

8. Millioner Belajar Sendiri:
Millioner cenderung berhasil mendidik dirinya sendiri. Umumnya mereka itu tidak mendewakan nama baik sekolah, atau jebolan dari perguruan tinggi ternama, tetapi keinginan dirinya untuk terus belajar menjadi yang terutama. Tidak soal cara bagaimana mereka belajar, apakah dari Mentor, Trainer, atau Guru, apakah di sekolah ternama atau sekolah biasa-biasa saja, apakah harus sedari pagi hari hingga malam, mereka senang mengutamakan pendidikan berkelanjutan.

9. Milioner Berjalan Sendiri:
Tidak heran jika seorang Milioner cenderung berjalan sendiri, berusaha sendiri, mengupayakan sendiri lapangan pekerjaan untuk orang-orang berkualitas yang memungkinkan mendapatkan penghasilan tinggi dan melahirkan milioner lainnya. Milioner cenderung memperlihatkan kepemimpinan alamiah, umumnya mereka adalah pemimpin alami. Cenderung mengambil resolusi untuk menjadi yang pertama di tempat pertama, cenderung mengikuti jalan baru daripada mengikuti keinginan atau perjalanan orang-orang.

10. Millioner Dermawan:
Seorang Milioner cenderung memiliki rasa tanggungjawab sosial, dengan caranya akan berusaha beramal membantu kesulitan hidup orang-orang di sekitarnya. Tindakannya umumnya terdorong oleh harapan sederhana bahwa tindakannya pastinya akan diikuti oleh orang satu lainnya, sehingga akan banyak orang yang tidak segan-segan bertindak meringankan beban hidup kehidupan orang-orang di sekitar lingkungannya.

Menurutnya demikian itu-lah gambaran cara berpikir para Milioner sejati, jadi jika semisal Anda mengenal seseorang mengaku-ngaku sudah menjadi seorang Milioner tetapi pelit tidak mau berbagi dengan sesamanya, terima sajalah.


~Salam Pinokio!