Minggu, 13 Oktober 2019

JAWAHIR-JANGAN SESAT MEMAHAMI LOA

“It is not in the stars to hold our destiny but in ourselves."
~William Shakespeare
Menurut William Shakespeare, bukan Bintang yang memegang takdir kita, tetapi diri kita sendiri. Diduga ini kerap dimaknai dengan cara salah oleh orang-orang yang mendalami konsep Hukum Ketertarikan LOA (the Law of Attraction) hingga akhirnya banyak gagal menguasainya.

Konsep LOA adalah bagaimana menciptakan kejadian tertentu dengan cara menginginkannya secara terus-menerus agar terjadi dengan sendirinya. Keinginan itu yang akan menarik keadaan tertentu itu untuk terjadi dan menjadi realitas.

Inti dasarnya adalah menggunakan kekuatan pikiran, perasaan terdalam dan kepercayaan serta keyakinan diri yang terprogram.

Pastilah setiap orang bisa melakukannya.

Menjadi masalah ketika orang-orang terlalu menuntut dirinya hingga melupakan konsep dasar itu kemudian mengeluh bahwa the Law of Attraction  tidak berhasil untuk dirinya.

Ketidakpahaman akan konsep dasar diduga membuat orang-orang itu kian menjauh dari inti dasar LOA, gagal akhirnya menyalahkannya. Kemudian semakin tersesat karena tidak sepenuhnya memahami implikasi dari praktik LOA dalam kehidupannya.

Kegagalan berpraktik diduga melahirkan mitos yang membuatnya menjauh dari konsep LOA, kemudian menyebar dan mengaburkan dari tujuan semula.
Agar tidak salah menerapkan dan agar bisa berhasil memanfaatkan kekuatannya, berikut disajikan konsep dasar Hukum Ketertarikan (LOA).

Sebagai berikut:

#.1 LOA adalah Tongkat Sihir Pribadi:
Salah satu teknik dalam LOA disebut “Afirmasi”. Ini adalah bentuk pernyataan yang mengungkapkan apa hal yang paling Anda inginkan dan masa depan yang bagaimana yang Anda cita-citakan.

Jika digunakan secara benar, “Afirmasi” akan membuat Anda “Fokus” pada kedigdayaan kekuatan diri sendiri dan memanfaatkannya untuk meningkatkan taraf hidup dan kehidupan Anda.

“Fokus” akan meningkatkan “Keyakinan” Anda, itu intinya. Itu yang akan menyediakan “ruang penciptaan” tempat Anda berkarya mencipta masa depan yang dicita-citakan.

Beberapa beranggapan seolah “Afirmasi” yang secara ajaib bekerja dalam satu malam bisa mengubah hidupnya sesuai yang diangankan. Ini salah, pemahaman yang sangat disesalkan, dan berbahaya.

Emosi diri harus sejalan dengan pikiran jika tidak “Afirmasi” tidak akan bisa bekerja dengan baik. Penguasaan emosi diri menjadi satu-satunya cara terbaik untuk diterapkan jika tidak, Anda akan sulit masuk ke pola pikir yang benar.

“Kuasai emosi diri, Fokus, Yakinkan diri Anda, hanya dengan cara itu Anda bisa optimal berupaya mewujudkan cita-cita Anda”.

Intinya, “Afirmasi” akan menggiring inspirasi bernilai untuk Anda, menjadikan isi pikiran dengan isi kepala menjadi seiring sejalan, dan itu yang akan memacu “Niat” untuk melakukan “Tindakan”.

“Tindakan” yang tepat pada waktu yang tepat di tempat yang tepat, menjadi hal yang paling diperlukan untuk mewujudkan cita-cita Anda.

#.2 LOA adalah Musuh dari Pikiran “Negatif”:
Hidup adalah tantangan, maka adalah normal mengalami penderitaan dalam perjuangan menaklukkannya. Anda harus bisa menerima situasi sulit dalam beberapa tahapan dalam kehidupan. Siapa pun Anda pastinya pernah mengalami kesulitan hidup.

Apakah siap atau tidak? Apakah secara emosionil Anda terkendali atau tidak? “Pikiran Negatif” akan mengusung berbagai kesulitan hidup, bahkan akan meningkatkan kwalitas dan kwantitasnya.

Sisi baiknya adalah, bahwa berbagai tingkat kesulitan yang dialami adalah bagian dari pengalaman hidup yang meningkatkan kwalitas hidup. Bahkan ada kesulitan tanpa Anda bisa berbuat apa-apa karena berasal dari luar kendali Anda. Semisal kebangkrutan bisnis karena gejolak politik, bencana alam, dan lain-lain, yang harus dialami dengan penuh kesadaran.

Konsep LOA mengajarkan Anda untuk “Fokus” pada hal-hal yang bisa dikendalikan dan mengarahkannya untuk membawa kemanfaatan.

Setiap tingkat kesulitan pasti mengandung peluang keberhasilan. Ini yang kerap terlupakan, kebanyakan orang-orang cenderung berkeluh kesah selalu susah, habis waktu meratapi nasibnya.

Seyogianya, “Fokus” untuk mencari mutu manikam yang tersembunyi didalam kesulitan yang menghadang. Contoh sederhana, dapat diakui bahwa penemuan Internet juga dipacu oleh kesulitan dalam sistem komunikasi.

Kesulitan hidup bukan hukuman, ada hikmah dibaliknya. Tergantung Anda untuk memanfaatkannya. Anda hanya perlu menenangkan diri agar bisa “Fokus” menghadapi dan mengambil hikmah darinya.

Sangat disarankan untuk menghindarkan “Pikiran Negatif” atau Konsep LOA tidak akan menghasilkan apa-apa.

“Fokus” pada hal-hal yang Positif, itu yang akan membuat Anda bertumbuh bahkan walau ketika hidup semakin sulit dari waktu ke waktu.

Kesulitan hidup akan kian semakin sulit jika Anda terkurung oleh Pikiran Negatif.

#.3 LOA adalah Untuk Orang Yang Tidak Egois:
Pemahaman Konsep LOA dianggap akan membuat hidup dipenuhi perasaan bahagia. Ini membuat orang-orang yang menekuninya beranggapan bahwa itulah model pendekatan hidup yang berpusat pada diri sendiri. Mereka salah dalam memahami intinya.

Seyogianya Konsep LOA bukan untuk mengabaikan rasa sakit akan penderitaan hidup. Bukan untuk membuat Anda menyangkal kenyataan hidup.

Tetapi adalah untuk menjadikan hidup seutuhnya dengan menciptakan kenyamanan pribadi. Keadaan hidup yang dipenuhi kebahagiaan itu, dimaksudkan akan menebar energi positif, memberdayakan sekitar. Menciptakan riak perubahan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya.



Konsep LOA ditujukan untuk membangunkan nilai-nilai positif yang terpendam dalam diri, yang diharapkan bisa menggerakkan kehidupan di sekitar Anda.

Keramahan Anda akan menciptakan kenyamanan di lingkungan sekitar Anda.
Anda salah jika beranggapan telah menguasai Konsep LOA dan menjadi egois.

Semakin salah jika kemudian beranggapan bahwa hanya merekalah orang yang paling bahagia di muka bumi ini.

Persepsi yang salah sedemikian itu akhirnya menimbulkan anggapan bahwa konsep LOA hanya berhasil bagi orang yang egois karena konsep ini menjadikan Egois. Pemahaman seperti ini adalah bagian dari kegagalan konsep LOA, yang oleh orang-orang kemudian disalah-artikan, bahkan dikemas dengan sangat dramatis.

Seorang teman berkata: “Hotman, mungkin Anda pernah merasa ketakutan kala tengah dalam kegelapan, seolah tercekat sulit bernafas, terjebak terkunci di ruang sempit. Rasa takut itu kian membebani dan menarik Anda melorot jatuh ke bawah, nyungsep, melumpuhkan nalar urat sadar, mencabut nyali keberanian, lunglai lemah tak kuasa untuk bertindak, berbuat suatu apa pun!” Itu responnya ketika disarankan untuk belajar menguasai Konsep LOA.

Orang ini belum mengetahui dengan jelas LOA itu tentang apa dan bagaimana, tetapi sudah takut dalam ketakutannya. Adalah normal jika merasa takut, karena takut itu hanya melekat pada orang-orang yang normal.

Rasa Takut melekat erat pada setiap gerak nafas kehidupan. Takut ditolak, Takut memutuskan, Takut Gagal, Takut tidak dikenal. Bahkan ada rasa Takut jika nanti ketahuan orang.

Dan kini ini, diduga sudah ada pula jenis rasa Takut akan Konsep LOA karena didasari pemikiran yang salah - hanya karena diharuskan menjadi egois?

“If we can see past preconceived limitations, then the possibilities are endless.”
~Amy Purdy

~Salam Jawahir selalu!

Lirik Lagu Deideng:
Dei...deng Bittang na rondang on, Bittang na rondang on
Dei...deng Bittang na rondang on, Bittang na rondang on

Ia rorang pe bittang, langdong bokkot salaman
Ia torang pe bittang, nadong bokkot hu laman

Dei...deng Bittang na rondang on, Bittang na rondang on
Dei...deng Bittang na rondang on, Bittang na rondang on

Sartalini balunjei, rarat sihala bolon
Sattabi bani umjei, jelah Naso tarhorom

Dei...deng Bittang na rondang on, Bittang na rondang on

Sumber: @Youtube https://www.youtube.com/watch?v=AJY2gpXr_iw