Senin, 08 April 2019

PERILAKU MILLENIALS JAMAN NOW

Kini kita hidup di dunia yang mewajibkan kita mendidik anak-anak dengan memperhatikan kemajuan teknologi karena teknologi telah mendefinisikan ulang cara bagaimana kita hidup, cara bagaimana kita bekerja mengejar karir, cara mendapatkan penghasilan hingga kedalam sendi-sendi kehidupan. Mengubah kebiasaan hidup bahkan pengharapan dalam hidup.

Kita hidup ditengah keberadaan phisik riel nyata berbasis digital. Teknologi telah menata cara bagaimana interaksi sosial antar pribadi-pribadi dilakukan bahkan bisa merenggutnya. Ucapan syukur hingga turut berbelangsungkawa menjadi jamak terdigitalisasi.

Ada anggapan bahwa kecerdasan dari teknologi adalah kecerdasan buatan. Tak heran jika ada pribadi yang menjadi korban bully karena tidak bijak berinteraksi, mungkin perceraian suami-istri juga berawal dari kebablasan berteknologi.

Makanya, jangan semua di DON-LOT dan tiap hal di AP-LOT.
We are shaped by our thoughts; we become what we think. When the mind is pure, joy follows like a shadow that never leaves."
~Buddha


Dunia bisnis pun berubah radikal, interaksi langsung antar pelanggan memaksa produsen untuk menjaga kualitas. Kemudahan interaksi antar pelanggan ini juga dimanfaatkan oleh para intermediary jasa perantara hingga pedagang. Pemangku kegiatan finansil perbankan bahkan menjamin keamanan fasilitas digital, tak perlu takut berdigital ria. Alat bayar dan metode pembayaran bahkan hingga pembatalan transaksi bisa dilakukan secara digital.

Sirkulasi transportasi berbasis digital, pulsa listrik, angkot, ojek bahkan kuda poni bayar secara digital. Perawatan alat peralatan mekanis, pindah rumah, bersih-bersih rumah hingga layanan pijat ditawarkan secara digital. Melamar pekerjaan, testing masuk sekolah, pelaporan pajak dilakukan serba digital. Semuanya kian menguatkan tendensi penggunaan teknologi adalah wajib.

Generasi millenials dianggap berhasil menjadi pegiat teknologi mendongkrak daya beli, menumbuhkan komunitas-komunitas ekslusif elegan substansil. Penggunaan merek tertentu kini tergerus oleh segmen pasar yang tercipta signifikan, dan berubah tiap waktu.

Anda yang berasal dari komunitas produsen wajib tahu tren-tren produksi atau akan tergerus terlempar keluar dan menjadi intermediary penyedia jasa. Tiap orang kini bisa seketika menjadi produsen merangkap pedagang merangkap sebagai konsumen pengguna akhir.

Konsumen millenials umumnya pintar, memilih merek sesuai pengalaman dan relevansi kebutuhan. Segmentasi pasar mengikutkan definisi ahli-ahli bisnis terdahulu kini berubah mengikutkan perubahan era teknologi.

MILLENIALS ADALAH INDIVIDUIL ENERJIK:
Mereka dikenal getol mengkutak-katik teknologi membangunnya agar relevan mengikutkan kebutuhan pribadinya atau kelompoknya. Anggapan ini tidak berlebihan karena kecerdasan buatan teknologi memaksa dunia nyata disajikan dengan basis digital. Seiring waktu hal itu akan tertanam di kehidupannya. Tiiap konten personal akan diuji relevansinya sesuai pengalaman personal dan diarahkan menjangkau kesempatan yang berubah tiap waktu. Keunikan dunia seketika berubah menjadi kian semakin unik.

MILLENIALS MEWAJIBKAN NAVIGASI DIGITAL:
Digitalisasi merangsek kedalam kehidupan sehari-hari. Ragam kebutuhan kini mengikutkan dampak digitalisasi, bahkan kalangan millenials mungkin tidak mengenal wujud nyata kebutuhannya. Mereka hanya dijejali tayangan digital dan memulai interaksi untuk kemudian membelinya.

Pebisnis kini mulai meninggalkan ruang pamer dan menggantikannya dengan digital promosi merambah hingga kesendi-sendi kehidupan pelanggannya, melalui komunitas-komunitas pengguna WA, Instagram, Facebook, Twitter, Tumbler, dll. Bahkan menyediakan ruang ganti virtual yang memungkinkan millenials memvisualisasikan dirinya dengan pakaian yang akan dibeli.

Merek ternama sepanjang masa terlihat tergopoh-gopoh mengantisipasi atau akan tersingkir dari peradaban teknologi karena millenials tidak mengenalnya.

MILLENIALS INGINNYA SEKARANG:
Gaya millenial umumnya dikenal seperempat memaksa, tiap hal inginnya harus sekarang, penundaan dianggap batal dan beralih kebarang satu lainnya. Berbeda dengan kultur orang tua yang dididik pemahaman bahwa kebiasaan seperti itu dianggap tidak senonoh terhadap orang tua yang lebih tua.

Konsumen millenials mengidolakan layanan cepat tepat waktu, pengiriman tidak boleh terlambat. Ini membuat pebisnis tertantang hingga memelihara rantai pasokan dari produsen. Beberapa terlihat bekerjasama membangun sistim logistik terintegrasi. Layanan pergudangan hingga antar barang kini meningkat tajam - beberapa bahkan sudah menggunakan Drone pengiriman.

Teknologi telah berhasil mengubah harapan penggunanya.

Dibisnis kesehatan, penyedia layanan medis terpacu untuk menyediakan sistim otomatisasi karena harus tepat waktu, digitalisasi dikombinasikan dengan peningkatan layanan riel nyata. Dokter ahli tanpa peralatan canggih dianggap mahluk aneh dan perlu dihindari.

Lambat laun pengharapan pasien lebih didasarkan pada seberapa canggih peralatan medis yang digunakan. Keahlian para medis terlihat mulai tergerus.

MILLENIALS MEMAKSA PROAKTIF:
Layanan proaktif dianggap bernilai plus untuk menangani permasalahannya, dan jangan heran jika kemudian dinilai bawel terlalu campur-tangan dalam urusannya. Paradoks usia bagi kalangan millenials.

Didunia bisnis, penyediaan tele-marketer dan layanan customer service ditingkatkan terutama untuk menutupi kelemahan sistim otomatisasi. Pelanggan dijaga agar jangan sampai bertanya-tanya kesulitan mendapatkan tanggapan. Disisi lain perusahaan harus menahan diri agar karyawannya tidak dianggap baper campur tangan. Karyawan dilatih sebatas antisipasi kebutuhan apalagi konsumen millenials menyukai layan cepat tepat dan diskon besar.

Millenials terlihat membutuhkan campur-tangan orang lain untuk bisa menangani permasalahannya, bagaimana pun kecerdasan buatan teknologi akan menyisakan ruang dan memerlukan sentuhan yang manusiawi.

MILLENIALS MAUNYA SEMUA MUDAH:
Millenials terlihat sibuk dengan gadgetnya umumnya menginginkan berbagai kemudahan secara swalayan 24 Jam, 7 hari.

Bagi pebisnis konsumen adalah raja mendambakan kenyamanan dan berbagai kemudahan menangani sendiri hal-hal yang diinginkan tak kenal waktu, disisi lain mereka juga butuh pemdampingan jika sewaktu-waktu memerlukan bantuan. Hal yang umum dibisnis entertaintmen dan hospitality mengantisipasi karyawannya untuk membantu sebisanya, menyediakan layanan chat, obrolan online untuk melayani perilaku konsumen dari kalangan millenials.

MILLENIALS ADALAH KONSUMEN TIPIKAL BARU:
Perilaku millenials menjadi pangsa pasar bagi dunia bisnis, pebisnis dipaksa untuk melayani kebutuhan kalangan millenials yang tiap waktu berubah. Situasi ini kian semakin menebalkan kebenaran anggapan bahwa kecerdasan buatan teknologi akan menyisakan ruang yang penanganannya perlu lebih manusiawi.

“Most people fail in life not because they aim too high and miss, but because they aim too low and hit.”~Les Brown

~Salam millenials selalu!
tripleclicks

Selasa, 02 April 2019

TIAP HARI KITA KEHILANGAN WAKTU

"There are only three events in a man's life; Birth, Life, and Death; He is not conscious of being born, He dies in pain, and He forgets to live."~Jean de la Bruyere

Kita terus-menerus terjebak dalam berbagai tekanan situasional rutinitas sehari-hari dan itu cenderung memaksa otak kita menjadi autopilot hingga perlahan kita menjadi lupa akan hal-hal penting lainnya dalam kehidupan ini. Kala ketika tersentak sadar dan terpanggil untuk bangun memperbaiki, itu akan memaksa kita mundur dan kembali ke situasi yang berbeda. Dan itu akan mempengaruhi kesehatan mental dan kebugaran fisik kita.

Pastikan Anda teratur mengunjungi praktisi mendiagnosa kesehatan Anda. Patuhi nasihat dan resep dokter yang diberikan. Jaga berat badan, cermati tingkat gula darah karena bisa mengganggu psikologis Anda. Jaga enerji positif di lingkungan sekitar karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.

Resep sederhana lainnya, yakni menanamkan dalam hati bahwa Anda akan menjaga kesehatan mental dan fisik Anda. Keduanya erat terkait, perasaan senang menjadikan tubuh merasa baik. Walau pemikiran positif tidak mengobati luka jempol jari tangan Anda tetapi akan menebalkan semangat kelak segala sesuatunya akan menjadi lebih baik.

Teruslah berpikir positif!

Berikut kiat sederhana yang bermanfaat dalam banyak aspek kehidupan:

1. Waktu adalah Harta Yang Paling Berharga:
Harta yang paling berharga adalah Waktu, karena Waktu tidak bisa tergantikan oleh apapun, nilainya melebihi nilai jumlah uang yang dimiliki.

Setiap hari masing-masing kita dianugerahi Waktu 86.400 detik. Kita diminta untuk cermat memanfaatkannya. Caranya dengan menghargai hidup dan itu hanya akan bisa dicapai jika kita memelihara kesehatan dan menjaga keselamatan kita.

Waktu tidak bisa dibeli. Anda tidak berwenang untuk memutar kembali atau menumbuhkannya mengikutkan keinginan hati. Anda tidak berhak menuntut untuk diberikan Waktu yang lebih banyak sesuai kebutuhan. Anda. Anda hanya bisa kehilangan waktu. Dan itu terjadi dari waktu ke waktu.

Berhentilah melakukan sesuatu yang tidak Anda sukai, atau Anda akan merusak diri sendiri. Jangan melakukan sesuatu yang mengganggu emosional dan atau kesehatan fisik Anda, karena itu yang akan membunuh Waktu.

Anda tidak memiliki kewenangan untuk mendaur ulang Waktu. Karenanya hargailah tiap momen dalam hidup Anda dengan cara menjalaninya dengan baik. Jangan biarkan ia rusak oleh keserakahan - dalam bentuk apapun.

Bijaklah memanfaatkan Waktu.

2. Jaga Hubungan Baik demi Kesehatan Anda:
Jaga hubungan baik dengan lingkungan, ciptakan lingkungan yang hangat dan ramah. Keluarga menjadi pilar utama. Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang menjalin hubungan baik dengan orang-orang yang mencintai mereka lebih bahagia dalam menjalani hidup kehidupannya.

Karenanya jangan abaikan keluarga, handai taulan dan teman-teman Anda, apalagi jabatan, pekerjaan bahkan jumlah uang yang Anda miliki tidak mendefinisikan makna siapa diri Anda dalam kehidupan ini. Manfaatkan waktu dengan menjaga hubungan baik dengan semua orang.

Karena Anda tidak tahu kapan hidup Anda berakhir.

3. Lakukan Apa yang Berharga bagi Dunia:
Fokuslah pada sesuatu yang berharga, sesuatu yang membahagiakan sesama. Anda bisa mengolah pemikiran dengan meninggalkan zona kenyamanan hidup demi untuk melakukan berbagai hal yang berharga bagi kehidupan sesama lainnya.

Menguasai keterampilan akan membuat dunia menjadi lebih baik, dan hal-hal baik akan menarik minat orang-orang lainnya untuk berkiprah dan menjadikannya kian lebih baik lagi. Awalilah dengan menumbuhkan dampak positif di lingkungan sekitar Anda.

Mulailah dari lingkungan kecil keluarga, mendukung berbagai kegiatan komunitas di lingkungan tempat tinggal Anda. Manfaatkan keterampilan Anda untuk membantu masyarakat, kelak uang akan mengikuti Anda.

Kiranya kiat sederhana ini bisa mengingatkan untuk Anda tidak lagi lupa akan berbagai hal penting dalam kehidupan ini yang cenderung terliwatkan oleh karena rutinitas kehidupan sehari-hari.

Waktu adalah uang maka bijaklah memanfaatkannya.

~Salam waktu selalu!

Senin, 25 Maret 2019

DASAR JANGKRIK, BISANYA HANYA MENGATA-NGATAI!

“Keep your thoughts positive because your thoughts become your words. Keep your words positive because your words become your behaviour. Keep your behavior positive because your behavior becomes your habits. Keep your habits positive because your habits become your values Keep your values positive because your values become your destiny”.
~Mahatma Gandhi
 

"Jaga agar pikiranmu positif karena pikiranmu (yang akan) menjadi kata-katamu. Pertahankan kata-katamu positif karena kata-katamu (yang akan) menjadi perilakumu. Jaga perilakumu positif karena perilakumu (yang akan) menjadi kebiasaanmu. Pertahankan kebiasaanmu positif karena kebiasaanmu (yang akan) menjadi nilai-nilaimu. Jaga agar nilai-nilaimu (tetap) positif karena nilai-nilaimu (yang akan) menjadi takdirmu”. Demikian Mahatma Gandhi, Negarawan, India.

Sekilas terdengar sederhana, serasa menggelitik nurani untuk menggumam berontak, itu tidak susah, saya bisa! Namun kenyataannya nyaris semua orang berjuang untuk bisa mendapatkannya.

Semua bertanya: “apa saja yang diperlukan untuk bisa mendapatkannya?”

Mungkin Anda akan menjawab bahwa, itu mudah, bahkan itu tidaklah begitu susah. Setidaknya akan bersikukuh bahwa itu tidak se-susah yang dipikirkan tetapi tidak juga segampang yang dibayangkan. Hanya Anda harus mau berusaha.

Iya, mudah saja, perlu berusaha!

Tetapi Anda akan sulit membantah kenyataan bahwa demi untuk mendapatkannya, berjuta-juta para guru berjuang memelihara semangatnya untuk bisa hadir ditengah-tengah kelas demi mengajarkan kasih sayang kepada seluruh anak-anak muridnya. Dan anak-anak itu berjuang bangun pagi sebisanya bersiap untuk bisa tiba disekolah tepat waktu. Setiap hari diiringkan Doa oleh bermiliar orang tua.

Berlangsung dari hari ke hari, untuk sekian waktu. Sedemikian percayanya para orang tua itu, demi satu tujuan agar anak-anak yang dikasihi bisa mengetahui cara tepat untuk mendapatkannya. Kelak itulah modalnya untuk mewarnai kehidupannya.

 
Dan Anda akan semakin sulit membantah bahwa berjuta juta para pimpinan manajer perusahaan tak lelah mengarahkan karyawannya. Demikian halnya para penyelenggara Negara, para komandan penanggungjawab pertahanan, para pemangku tanggungjawab keamanan, para penegak hukum, kesemuanya berusaha  mengarahkan bawahannya untuk bisa mencapai hasil terbaik.

Atau mungkin Anda tidak menyadari bahwa ada berjuta orang-orang penyelenggara kegiatan bisnis berjuang setiap hari berusaha mendapatkan hasil terbaik. Para penyelenggara kegiatan kemanusiaan, kegiatan sosial, penanggungjawab aksi kegiatan pemberian bantuan bencana alam, bencana kemanusiaan, bencana perang, dan lain-lain.

Semua berusaha mengamalkan ber-ragam cara demi mendapatkan hasil terbaik terkait pelaksanaan tugasnya.

Mungkin Anda luput tidak tahu bahwa berjuta isi pidato, ceramah serta brifing setiap hari diberikan hanya untuk mengingatkan kembali agar kita awas dan menjaga kata-kata, menjaga perilaku untuk mencapai hasil tertinggi sesuai tujuan masing-masing.


Tiap orang bergumul dengan pertanyaan: “hal apa saja yang diperlukan untuk mendapatkannya?”.  

Yang apatis berpendapat bahwa hal itu tak perlu dikhawatirkan.  Bahwa itu telah melekat pada tujuan masing-masing. Tidak perlu untuk diingatkan, bagaimana pun tiap orang menginginkan hasil terbaik disepanjang perjalanan hidupnya.

Orang-orang yang putus asa bahkan berpendapat: “sudahlah, Ikan tidak perlu diajari berenang!” Karena mereka pun terlahir tengah saat berenang, kelak matinya pun akan juga saat tengah berenang. Itu takdirnya. Tak perlu diarah-arahkan, bahkan tak perlu dilatih untuk berlatih mendapatkannya karena semua itu sudah mendarah-daging didalam dirinya, mengalir mengikutkan nadi kehidupannya.

Betul juga! Masing-masing memelihara kebenaran yang dia yakini kebenarannya!
 
Artikel ini tidak dimaksudkan untuk mengkomentari benturan pendapat yang berpendapat seperti diatas, bahkan tidak untuk menjawab kata-kata tanya diatas. Tetapi diharapkan akan bisa menyajikan sudut pandang yang diharapkan akan bisa membantu Anda tetap bersemangat untuk terus berusaha, tidak lelah menggali dan menemukan cara bagaimana agar Anda bisa mengubah kata-kata yang digunakan setiap hari dan menjadi lebih baik. Karena hanya itu yang akan mengubah hidup Anda menjadi lebih baik lagi.

Semuanya kita tahu cara berkata-kata, dan nyaris semua berpikir mencari tahu cara bagaimana
meningkatkan kehidupannya, tetapi tidak banyak yang menyadari bahwa kata-kata yang terdiri dari sekumpulan huruf yang dua puluh enam itu adalah kunci utama menuju pertumbuhan pribadi mencapai sukses keberhasilan.


"There are only three events in a man's life; Birth, Life, and Death; He is not conscious of being born, He dies in pain, and He forgets to live."
~Jean de la Bruyere


Karenanya janganlah berkata-kata jika itu hanya untuk mengatai-ngatai! Atau Anda akan dikata: “Dasar Jangkrik, bisanya hanya mengata-ngatai!

~Salam Jangkrik selalu!
tripleclicks.com