Jumat, 26 Oktober 2018

ANDAI KITA PAHAM MAKNA KATA KEAJAIBAN

“All our dreams can come true, if we have the courage to pursue them”~Walt Disney

Konon Albert Einstein pernah berkata bahwa kita baru menggunakan sepuluh persen dari potensi kemampuan otak kita, yang sembilan puluh persen lagi masih dalam kendali alam bahwa sadar. Tak terbayang bagaimana besarnya potensi kemampuan yang masih terperangkap dalam alam bawah sadar, hingga pada bagian terbesar perjalanan hidup yang kita lalui, kita itu tak ubahnya bagai boneka mainan dari keperkasaan alam bawah sadar kita sendiri. Dan itu menjadi Keajaiban yang bisa dicatatkan, diduga begitu!

Penelitian banyak diterapkan untuk bisa memanfaatkan potensi kemampuan alam bawah sadar, digali melalui berbagai pelatihan bahkan cara hipnotis. Diyakini potensi yang terkandung bisa mendukung kemampuan penggunaan otak, setidaknya diketahui potensi apa yang bisa dimanfaatkan; apa saja yang terkandung pada porsi yang sembilan puluh persen itu. Bisa digunakankah? Mungkin telah semua digunakan atau mungkin sama sekali belum terjamah!

Terkadang kita begitu percaya diri bahwa segala sesuatunya sudah terkendali tiba-tiba tergagap tersadar kenapa kita begitu sangat percaya diri? Ajaib, seolah kita mampu mengendalikan tiap hal. Seolah semua terlihat rapi, beres! Kita menjadi ragu sendiri, apakah benar telah semuanya? Mungkin beberapa masih tertinggal? Pada ketika itu dialami, diduga alam bawah sadar telah ikut serta berusaha membantu memaksimalkan pencapaian kita.

Keajaiban berikutnya bisa didapat dengan percontohan makna “Uang” dalam kehidupan kita. Apa arti uang bagiMu? Sebagian orang mengartikan, Uang adalah alat tukar untuk mendapatkan jasa atau barang dan atau keduanya. Lainnya berpendapat, disamping sebagai alat tukar, juga diartikan sebagai ukuran tingkat keberhasilan. Uang adalah ukuran standar taraf penghidupan. Orang hebat atau biasa-biasa saja? Punya banyak Uang cenderung dicap sebagai orang punya kelebihan. Mudah baginya menjalin hubungan dengan penguasa hingga sulit untuk membantah kebenaran informasi yang diusungnya, mahal pertaruhannya. Layaknya penguasa, status kedudukannya membuatnya mudah mendapatkan Uang, si empunya Uang mudah mendapatkan informasi akurat.

Tanpa perlu mendapatkan pengakuan, Uang berhasil mengendalikan perjalanan hidup orang-perorang. Tanpanya bahkan ada yang tidak mau keluar rumah. Ada yang malah tak lagi bersemangat, menjadi stress sakit. Bahkan ada orang yang mati karena tidak punya Uang hingga tidak diberikan tindakan medis yang layak. Membingungkan!

Pertanyaannya, Apa yang membuat hingga begitu besar kuasa Uang? Apakah betul standar hidup akan pasti meningkat jika punya Uang? Apakah kau yakin bisa membeli segala apa yang kau butuhkan jika punya sejumlah Uang? Sulit membantah karena berbagai kemudahan melekat pada segepok Uang.

Uang tak lagi diartikan sekedar sebagai balas jasa, tak lagi diartikan sebagai kontraprestasi. Peranannya bahkan telah melebihi standar ukuran kekayaan. Kini ini, segala hal tergantung pada berapa jumlah Uang Anda? Tak soal dapat dari mana, tak masalah jika itu dari hutang; bahkan haram untuk bertanya, itu hasil Korupsi kah?

Uang dimaknai telah melebihi batas pemahaman tertinggi akan makna yang kita pernah pelajari semasa bersekolah. Kita bahkan akan dianggap tidak akan bisa sukses jika kita tidak punya Uang. Uang adalah segalanya, Uang diperlukan disegala bidang kehidupan. Yang ini diduga telah tercetak tebal di alam bawah sadar kita. Dan itu menjadi catatan keajaiban nomer kesekian!

Keajaiban lainnya berkembang keyakinan bahwa potensi kemampuan hidup bisa dijembatani untuk mengetahui berapa jumlah Uang yang bisa diperoleh disepanjang hidup kita. Berapa yang kini dimiliki? Apakah akan tetap segitu-gitu saja atau akan berlipat ganda? Apakah bisa meningkat melampaui jumlah yang bisa dibayangkan? Kita dilatih untuk bisa benar-benar paham akan makna sebenar dari Uang - apa arti sesungguhnya? Jika sudah begitu, barulah kita dianggap mumpuni untuk memetik manfaat hidup dari Uang.

Karena, Uang adalah komoditas yang bisa ditransasksikan untuk tiap hal!

”Only one who devotes himself to a cause with his whole strength and soul can be a true master. For this reason mastery demands all of a person”
~Albert Einstein
reca

~Salam Ajaib selalu!

Selasa, 23 Oktober 2018

ANDAI KITA PAHAM MAKNA KATA DIPERTANGGUNGKAN

“In prosperity our friends know us; In adversity we know our friends”~John Churton Collins

Setiap kita menginginkan hidup sehat dan sejahtera, tetapi jika kita menyadari bahwa kita tengah berjuang mendapatkan keduanya atau bahkan salah satunya, saatnya untuk kita meninjau ulang pemahaman kita atasnya.

Konon katanya, didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, dan oleh waktu telah terbukti kebenarannya. Manakala kita merasa fit serasa siap melakukan apa saja, dan kala itu terjadi segala hal baik akan datang menghampiri.

Kita sadar tidak pernah mendapatkan latihan phisik yang cukup, masuk akal jika banyak yang berusaha berolahraga untuk mendapatkan kebugaran disela-sela rutinitasnya. Tak perlu malu untuk mengakui bahwa kesegaran jasmani adalah sumber kesehatan dan itu adalah asupan giji sehat untuk otak kita. Tanpa kesehatan segala pencapaian menjadi tak begitu berarti, kekayaan maupun kebahagiaan terganggu jika tubuh tidak sehat pikiran pun terganggu.

Orang moderen bahkan membayar mahal untuk bisa ikut menggunakan fasilitas pelatihan atau untuk pendampingan pelatih tertentu. Tak ayal kini kesehatan menjadi sesuatu yang mahal, komoditas dengan pangsa pasar tersendiri.

Orang takut sakit, takut biaya rumah sakit yang tak kenal batas maksimal, hingga orang dipaksa rela membayar asuransi kesehatan. Orang dirawat di Rumah sakit kini tak lagi karena benar-benar sakit, terkadang hanya rehat atau uji coba klaim asuransi kesehatannya.

Orang takut akan banyak hal. Takut mati. Takut kemalingan, takut tergores, takut hartanya hilang kecurian, takut ketubruk, takut kebakaran, takut sesuatu terjadi dalam perjalanan, bahkan takut kukunya terkelupas. Takut terjadi, takut mengalami menjadi momok hingga orang-orang berusaha meminimalkan risiko kerugiannya. Penyedia jasa perlindungan kian berkembang hingga tak lagi jelas mana ekses, mana sebab dan yang mana akibat. Apalagi tiap hal kini bisa diasuransikan, bahkan rasa takut akan takut pun bisa, dengan bungkus asuransi tambahan - additional excess.

Ekses perlu ditakutkan. Karena hidup adalah Takut maka takut bakal tak lagi hidup pun kerap dihitung berdasarkan taksasi matematis. Jika sampai dengan batas akhir taksiran yang bersangkutan tak juga Mati, maka jumlah premi yang dibayar dikembalikan - layaknya bonus. Karena Tak mati-mati, dibayar! Jika selang beberapa saat kemudian mati, maka pewaris mendapat uang sebesar jumlah yang pernah dipertanggungkan - walau tak lagi membayar premi.
Bisnis yang aneh!

Takut adalah dagangan yang menggelikan!

Petuah berkata bahwa:“Pelajari masa lalu jika akan menentukan masa depan!”.

Konon katanya, sejak dahulu kala rasa takut jamak dijadikan komoditi transaksi, semisal: dalam situasi tertentu rombongan pedagang takut dirampok, atau penghuni sekampung takut panennya dijarah, atau pengiriman logistik ke wilayah tertentu takut dirampas. Ditawarkan sejumlah uang sebagai balas jasa jika melakukan pengawalan.

Tetapi hal yang ditakutkan kerap terjadi, dan itu dianggap lumrah terjadi, namun tak lajim jika membebankan seluruh kerugian kepada si pengawal. Si pengawal hanya Rugi sebesar jumlah balas jasanya saja, ditangguhkan atau tidak dibayarkan. Sedari dulu pun telah berkembang pemikiran bahwa, adalah: “Haram membebankan kerugian melebihi batas kemampuan orang yang menanggungkannya”.

”Study the past if you would define the future”~Confucius

Menjadi terlihat Ganjil jika bisnis “Takut” di dua jaman itu diperbandingkan!

Disarankan, jika kita menjadi “seseorang yang sehat, sejahtera serta bijaksana tak bakal ada yang akan mengabaikan”. Ini adalah pembelajaran masa lalu juga, karena lajim tiap orang diajarkan agar berlaku demikian, hingga menjadi tauladan, pasca kematiannya pun dikenang menjadi orang berkebajikan. Ditiap jaman lajim dicatatkan berbagai kebijaksanaan serta orang-orang bijaksananya namun hakiki kebenaran “Confucius” tak pernah surut dijaman yang berbeda.

“Karena hidup adalah takut maka berlaku begitu terutama agar bisa selalu waspada apalagi hanya mereka yang paham makna kata bijaksana”.~Hotman Sihombing

~Salam Bijaksana selalu!
Astro

Rabu, 12 September 2018

ANDAI KITA PAHAM MAKNA KATA LUAR BIASA TAKUT

Perseverance is the hard work you do after you get tired of doing the hard work you already did.”
~Newt Gingrich

Akhirnya Anda telah mencapai yang Anda inginkan. Tujuan dan keberhasilan Anda telah tercapai. Pada titik ini Anda harus menyaring beberapa hal khusus. Anda harus mempertahankan apa yang telah Anda bangun, semuanya berubah dan sebagainya. Anda harus berhati-hati agar tidak kehilangan segalanya.

Jangan memaksakan kehendak tetapi cobalah untuk menerima batasan dan carilah waktu untuk menemukan keseimbangan dan harmoni. Dengan bantuan bintang-bintang, Anda akan dapat menjernihkan perselisihan dengan rekan, membangun kembali komunikasi dan keinginan untuk berbagi lebih banyak.

Sisi emosional Anda selalu terlihat menonjol, tetapi pada hari seperti hari ini, itu adalah nilai tambah bagi Anda dan orang-orang di sekitar Anda. Ini adalah saat ketika Anda bisa merasakan kebaikan mengalir melalui Anda ke dunia luar.

Semua hal berakhir baik - termasuk hal buruk yang dilakukan. Inilah momen yang tepat untuk mencerabut kayu mati, meninggalkan kapal yang tenggelam dan, beristirahatlah sejenak. Anda tidak perlu memperpanjang penderitaan apalagi, sesuatu yang lebih baik menunggu di sisi lain.

Seperti itulah untaian kalimat penyemangat dari orang yang dengan senang hati berbagi memberi saran, dan berusaha menyenangkan kita.

Tak mudah mendengarkan apa yang dikatakan orang lain tentang hidup kita, apalagi memahaminya. Dan, kita perlu awas terhadapnya, jika tidak diwanti-wanti akan pecah perang dibenak kepala, sebagian menerima dan bagian terbesar akan membantah, menolak mentah-mentah. Terbebani, khawatir akan berbenturan dengan kehendak serta keinginan anak sanak saudara atau bahkan akan berbenturan dengan kepentingan orang-orang yang terbiasa di sekitar kita. Mungkin diperlukan penjelasan tambahan atau mungkin kita malah akan goyah kala menjadi tidak sependapat.

Ketahuilah, ada banyak orang yang tampaknya punya segudang gagasan tentang hidup orang satu lainnya, punya pendapat bahkan saran tentang apa yang orang lain harus lakukan dalam kehidupannya. Namun, kala ketika balik ditanyakan ke orang tersebut bagaimana dengan kehidupannya sendiri? Terlihat banyak yang goyah! Karena didalam benaknya pun, orang itu juga punya pemikiran yang mengakui bahwa dirinya tidak sama dengan orang lain, bahwa orang lain bukanlah dirinya. Berbeda dan punya kehidupan yang berbeda juga.

Karenanya, apa yang dikatakan orang lain tentang kehidupan kita, akan berbeda ketika dibalik tanya apa yang dia akan katakan tentang kehidupannya. Mari lihat contoh sederhana! Ibarat tukang cukur rambut, tidak setiap orang bisa mencukur sendiri rambut di kepalanya, jika pun ada yang bisa, hasilnya tidak akan sebagus jika tukang cukur itu diminta mencukur rambut orang lain dan rambutnya sendiri dicukur oleh orang satu lainnya. Sekilas tidak berarti apa-apa, tetapi jika disimak, sesungguhnya begitu itulah hidup dan kehidupan!

Mari masuk ke Alam angan-angan!
Cuba bayangkan apa yang akan terjadi jika Anda berhenti mendengarkan orang lain? Dan sebaliknya, apa yang akan terjadi jika tiap orang berhenti mendengarkan orang satu lainnya?

Apakah kehidupan Anda menjadi lebih damai? Belum tentu juga!
Atau, apakah kehidupan Dunia menjadi kacau balau? Tak tahu juga! karena sejarah peradaban tidak pernah mencatatkannya!

Yang pasti, tak seorang pun pantas melanjutkan hidupnya dengan konsekuensi pilihan orang lain. Biarlah setiap orang menjalani hidupnya, jika pun salah itu adalah tentang hidup dan kehidupannya. Bagaimanapun dia akan menemukan kesalahannya di sepanjang perjalanannya. Beri kesempatan memperbaikinya!

Jika siorang itu memutuskan ingin hidup dimasa lalu maka akan selamanya dia berada dalam penyesalan hidup, namun jika berkeinginan melanjutkannya ke masa depan, maka tidak akan dia mengulangi kesalahan yang membebaninya.

Bilamana menolak belajar dari kesalahan masa lalunya maka dia tidak akan pernah tahu berapa banyak rasa perasaaan menyakitkan yang ditimbulkannya, dan kelak rasa sakit itu akan berbalik menghampiri.

Dan, akan timbul rasa takut akan membuat kesalahan! Dan itulah rasa takut yang luar biasa menyakitkan dari tiap rasa takut yang paling menakutkan yang dia pernah ketahui.

Itu yang disebut, rasa takut melepaskan haknya hidup!

Karena, hidup adalah takut maka hiduplah dalam takut!

~Salam Takut luar biasa!
JoinME