Rabu, 10 Januari 2018

Kekhawatiran Anda Taklah Beralasan!

"The difference between a successful person and others is not a lack of strength, not a lack of knowledge, but rather a lack of will."
~Vince Lombardi

-->
Rasa khawatir berlebihan kerap memperdaya kedigdayaan kita, merusak potensi mukjizat keperkasaan kita. Dan akan terus begitu itu, tatkala kita bersikukuh bahwa hanya kita seorang yang paling tahu permasalahan kita, yang paling tahu bagaimana cara mengatasinya.

Orang lain bisa apa? paling hanya akan berkata mestinya begini, setelahnya begitu, nah seperti itu! Untuk kemudian terbahak mentertawakan.

Sebegitu itu sesatnya kita dalam berpendapat. Dan ketika tersadar sungguh kita memerlukan orang satu lainnya, mereka yang menyayangi telah menjauh pergi demi menjaga keagungan privacy kita.

Nelangsa, jika tiap memulai hari kita dipenuhi rasa khawatir, dipenuhi rasa cemas tentang - harus bagaimana lagi kah? Serasa tiap orang mentertawakan ketidakmampuan kita.

Seolah tiap kolega bakal berkata, kita ini hanyalah produk gagal - yang tak bisa apa-apa. Sedih tak berkesudahan.

Kian semakin khawatir terbebani pikiran bagaimana kita dimata orang-orang. Bagaimana tanggungjawab akan ketidaklengkapan, akan ketidakmampuan memenuhi kewajiban kepada keluarga, bagaimana dengan sekolah anak-anak, tagihan air, listrik yang kian naik tak turun-turun. Terbelit sakit , seolah kita tak maksimal berusaha.

Dan kian khawatir akan banyak hal yang tak kita miliki. Khawatir akan tiap hal yang orang lain miliki. Khawatir akan tiap hal yang dulu kita pernah miliki. Tersandera kecewa. Nelangsa.

Kita lupa, bahwa sesama lainnya juga terbebani alam pemikiran yang kurang lebih sama, diperhadapkan pada berbagai hal yang sama. Harap-harap cemas juga. Diwariskan rasa khawatir juga, berbeda pada kualitas saja. Konon katanya, itu bukti pertanda kita masih normal dan Dunia terus berputar mewarnai kehidupan siang malam.

Kita kerap terobsesi akan berbagai hal yang mungkin salah, hal-hal yang mengecewakan. Terbebani kebiasaan menduga-duga alam pemikiran apa yang mungkin ada di benak orang lain - tentang kita, tentang ketidakmampuan kita, dst. Apa kata dunia? Terfokus akan hal yang negatif saja.

Kita lupa, mungkin itu, hanya sesuatu kemungkinan saja. Mungkin itu, tidak akan mungkin terjadi. Jika pun terjadi, mungkin dampaknya tidak seburuk yang dibayangkan.

Mari periksa rasa khawatir itu lebih jauh lagi. Ketika hal-hal negatif itu mungkin benar terjadi, mungkin itu akan membawa kita ke pengalaman berharga dan mungkin itu akan menjadikan kita kian kuat.

Ini masalah keinginan semata. Keinginan dini untuk bisa lebih kuat. Mari berlatih berpikir positif, menjadikan nya bak ritual positif - bahwa kita baik-baik saja, dan hidup akan lebih baik.

My Inspiration For Today!
"Starting the day with a positive thought sets the tone for everything that follows. Instead of focusing on your troubles and worries, you can think about your blessings. Take a few minutes when you first wake up to think about the many good things in your life".
~Ellis Peters

Hotman's Collections
~Salam sukses selalu~
= = = = = = =

Kamis, 04 Januari 2018

Selamat Tahun Baru 2018 – Cukup-kah Alasan Anda Berbahagia?

--> My Inspiration For Today!
"Starting the day with a positive thought sets the tone for everything that follows. Instead of focusing on your troubles and worries, you can think about your blessings. Take a few minutes when you first wake up to think about the many good things in your life".
~Ellis Peters

Anda perlu kesiapan untuk bisa memenangkan persaingan bisnis ditahun ini.

Melawan kemalasan:
Anda boleh tidak percaya, tetapi tingkat kemalasan dipercaya akan menyerang hebat dan menghantui para pelaku bisnis di tahun ini, dan Anda harus bisa memenangkannya dengan mengatur ritme tingkat kerajinan Anda menggeluti bisnis Anda.

Memenangkan hati pemirsa:
Menangkan peminat bisnis Anda dengan berbagi ceritera melalui berbagai platform yang tersedia seperti facebook, instagram, youtube, dll. Tidak hanya sekedar menambah daftar panjang alamat E-mail Anda.
Daftar E-mail mungkin masih menjadi faktor utama tetapi jangan abaikan jalur lainnya untuk menarik minat dan menghasilkan. Menonjolkan konten harian di berbagai platform sangat disarankan.

Membuat Konten Harian:
Melihat-lihat berbagai konten harian pada berbagai platform menjadi jalan termudah untuk menghabiskan waktu, tak cukup alasan untuk berhenti menyerapnya bahkan walau itu tidak ada kaitan dengan bisnis Anda. Dan Anda harus menjadi orang yang menciptakan konten harian itu, baik itu melalui blogging atau video tentang berbagai produk seperti pelatihan atau perangkat layanan lainnya.

Mulai Memulai:
Jangan tunggu hingga produk sempurna atau menunggu hingga saluran penjualan terbentuk tetapi mulailah menjual - sesegera mungkin, sisanya menyusul di langkah berikutnya. Memulai adalah hal tersulit, itu kunci utama.

Perfeksionisme akan membunuh ide bisnis Anda bahkan sebelum ide bisnis itu dijalankan. Lengkapi dengan ideologi berbisnis semisal: ‘Ready, Aim’. Hindarkan ‘Liar, Fake, Scammer’ - karena akan selalu ada scammers online hingga sulit membedakan siapa yang benar mengusung hal sebenar.

Tidak perlu kaget, scammers business ada di bisnis on-line dan off-line. Tetapi sejarah tidak pernah mencatatnya pernah menang terhadap kebenaran. Usung lah kebenaran. Jangan kecewa jika diawal-awal orang sinis dan curiga, seiring waktu realitas bisnis Anda akan membuktikan keabsahannya.

Barukan Skill Anda:
Bisnis membutuhkan keterampilan tertentu. Jangan resisten! Sediakan waktu mempelajari skill tertentu atau, Anda bisa memilih meningkatkan keterampilan yang sudah dimiliki. Keterampilan adalah assets bisnis terbesar.

Keterampilan Anda tidak hanya terletak pada kemampuan membangun daftar E-mail, bukan pula terletak pada jenis produk bahkan bukan pada jaringan network penjualan. Namun, keterampilan membuat produk, keterampilan menulis email penjualan akan berbeda jika digabungkan dengan keterampilan mengkampanyekannya. Atau, berinvestasilah mengiklankan bisnis Anda.

Ritual Harian Anda:
Menjadikan bisnis Anda bagaikan ritual harian akan membawanya ke ranah tersendiri. Diawal-awal kewajiban harian itu akan terasa membebani, tetapi seiring waktu sedikit demi sedikit akan terasa ada yang kurang kala ketika Anda memulai hari tanpa terlebih dahulu mengecek aktivitas bisnis Anda.

Anda bisa memulai dengan menghadirkan kata tanya:
Apa yang mengkhawatirkan dihari besok? atau Apa yang membuat Anda berbahagia dihari ini?”
Temukan dan catatlah rinciannya, diawal tahun 2019 Anda akan menemukan alasan yang membenarkannya!

Hotman's Collections

~Salam positif selalu!

Kamis, 20 Juli 2017

MEMBANGUN MOMENTUM DIRI

Perlu momentum untuk berhasil. Banyak yang giat membangun momentum untuk kesuksesan dirinya dan banyak yang sabar, bersabar menunggu saat yang tepat.

Yang sukses hanya mereka yang tak lelah.

Kapasitas Diri
Di dunia maya dikenal rumus sederhana bahwa: 24/7/365= Non-stop! Ahli Hitung bingung, gelisah – dasar perhitungannya apa?

Konon katanya, jika diibaratkan Mesin, maka dasar perhitungan itu bagaikan masa pemanasan sebelum dioperasikan pada kapasitas normal. Bayangkan, pemanasannya saja sudah non-stop. Barangkali Anda takjub, atau mungkin melengos – mesin apa itu? Ngawur!

Agar akurat, Anda tergoda menghitung ulang, memeriksanya berulang-ulang hingga lelah dan berhenti – stop!, dan Anda gagal di kategorial itu.

Kecewa, Anda berdalih: rancangan perhitungan kapasitas harus realistis, harus masuk akal agar termotivasi – jika tidak, bisa frustasi.

Anda terhalang oleh asumsi sendiri tentang “kapasitas” dan asumsi Anda cenderung tidak benar!

Kapasitas Akal
“Asumsi pribadi” kerap dicuba-benarkan dengan beralaskan alasan logis – harus masuk akal. Dan “logis” adalah musuh utama dalam upaya peningkatan “kapasitas”.

Ketahuilah “kapasitas” tidak kenal ambang batas. Jika pun difungsikan mengikutkan “kapasitas” itu hanya pengatur ritme penggunaannya saja.

Tak mudah untuk diterjemahkan oleh alam pemikiran sendiri apalagi jika sedari kecil kita kerap dibenturkan pada rupa ragam peristiwa berdasarkan – alasanmu apa?
Semua harus beralasan! Dan harus masuk akal. Jika berbeda disebut “Kurang Akal”

Jika ingin banyak “Akal” maka perkuatlah. Tetapi sadarilah tiap kekuatan ada kelemahannya. Jika hanya berkutat pada sisi kekuatannya saja Anda buang waktu, bahkan akan kehilangan waktu jika hanya fokus mengkoreksi sisi kelemahannya saja. Perlu keseimbangan, diperlukan orang lain untuk menanganinya.

Tiap orang memerlukan orang satu lainnya untuk menggerakkan “Akal” roda-roda pintu keberhasilan sekaligus menjadi tolok ukur keberhasilan itu sendiri.

Dan orang lain akan membukukan keberhasilan itu.

Berbagi-lah!
Bahkan untuk berbagi pun tiap orang memerlukan orang satu lainnya. Anda mungkin membantah: “hendak membagi apa? Saya ini tak punya apa-apa!”

Anda lupa, sedari lahir Anda itu sudah kaya.
Kaya dalam berbagai rupa ragam macam dan cara.
Ada banyak yang bisa Anda berikan.

Jika tak berkenan memberikan wang, Anda bisa berbagi keterampilan mendapatkannya. Jika merasa tak elok memberikan mobil, Anda bisa berbagi lelucon dan tertawa bersama didalamnya.

Anda bisa berbagi pengalaman masa lalu, berbagi inspirasi atau cara memotivasi diri.
Dengan berbagi, Anda telah memanfaatkan potensi kelimpahan yang sangat mungkin dicari-cari oleh orang lain.

Semakin banyak memberi akan semakin banyak yang Anda dapatkan. Tetapi, jangan malah terfokus memilah-milah kira-kira hal apa yang bisa didapatkan – teruslah berbagi. Dengan berbagi Anda telah mendapat lebih.

Lebih banyak dari yang Anda berikan.
Orang bijak memahami hal itu!
Maka bijak-lah!

Tuntaskan Masalah Anda
Adalah lajim jika tiap orang punya masalah. Yang tidak lajim adalah jika ada orang mencari-cari masalah.
Lajimnya tiap orang sadar bahwa setiap masalah ada jalan keluarnya, yang tidak lajim adalah jika ada yang secara sadar menawarkan bahwa tiap jalan keluar akan menjadi masalah baru – harus bayar lagi-kah?

Permasalahan hidup dikangkangi siklus imajiner yang berkeliling di alam pemikiran kita dan kian semakin berat jika kerap tergoda menunda-nunda penyelesaiannya.

Takut gagal-kah?
Padahal jika pun gagal, itu sudah menjadi langkah indentifikasi awal, setidaknya sudah tahu cara menyelesaikan.

Akan lebih mudah – andai mulai menuntaskannya!

Jurnal Harian
Orang sukses rajin mencatat rangkaian aktivitas hariannya, katanya itu akan membantu otak mengikuti alur pemikirannya - menjadikan sesuatunya lebih mudah.

Catatan harian bagaikan hasil wawancara dengan otak sendiri, buang yang jelek simpan yang baik terutama kelebat ide pemikiran - untuk direalisasikan.

Jurnal harian bahkan bisa dibukukan dan dijual.

Orang cenderung melebih-lebihkan apa yang bisa dia kerjakan dalam sehari dan meremehkan hal-hal yang bisa dikerjakan orang bertahun-tahun.

Pikirkanlah hal-hal besar tetapi mulailah dengan hal kecil. Fokuslah ke sesuatu hal yang bisa Anda kendalikan.

Itu cara cerdas membangun momentum.

"In many ways, the world is always only what it is, good and bad. It doesn't change. What changes is the way you look at the world, the way you choose to interact with it. Recognizing gives you amazing power. IF you can change yourself - and you can - you can change your relationship with the world."
~Ellis Peters
Join mySFITeam

~salam Momentum selalu!

Rabu, 12 Juli 2017

BUTUH TIGA PINTU SUKSES

“Perseverance is the hard work you do after you get tired of doing the hard work you already did.”
~Newt Gingrich

Sedari lahir tiap kita dilatih untuk inti permasalahan pokok yakni: Ada pekerjaan – sesuatu yang harus dikerjakan; Ada yang dicinta – seseorang untuk  dicintai; Ada yang dipercaya – yang kita percayai; Ada pengharapan – bahwa semuanya akan lebih baik.

Dan Anda boleh membantahnya - betulkah begitu? Setelahnya, yakinilah! Agar Anda layak untuk disertifikasi “sehat walafiat!”.

Beranjak besar, kita dipaksa untuk patuh, mematuhi aturan ketentuan undang-undang negara, aturan lingkungan, ketentuan keluarga dan paham meng-atur diri sendiri. Kita bahkan dilarang mencelakai diri karena diri kita dianggap mengusung rupa-rupa kepentingan. Jika sembrono, eksesnya akan menyeret kepentingan lainnya.

Untuk sukses kita diyakinkan untuk paham makna tiga pintu keberhasilan,

Yakni:

Pintu PERTAMA: Lakukan dengan benar!
Jika  serampangan tidak benar, kita akan disertifikasi sebagai “Pelaku”. Diberi pembatasan. Jika salah dan salah melulu, akan diwisuda dengan gelar “Narpid”. Diberi tempat terbatas untuk menebus kesalahan.

Dan kita diwarisi gagasan pemikiran bahwa kita telah diperlakukan tidak adil – itu betul! Tetapi, andai kita menerima makna “keadilan” maka akan ketemu bahwa keadilan tiap orang telah dikorting untuk dibagi merata ke orang satu lainnya. Orang sedunia, se-negara, selingkungan sekeluarga dan untuk diri kita sebagai bagian darinya.

Maka berdamailah dengan ketentuan perilaku dunia karena mustahil bisa hidup di dunia sendiri.

Pintu KEDUA: Lakukan semampunya!
Lakukan dengan baik, tepat waktu sesuai batasan yang diperbolehkan, terutama karena tiap orang diyakini bisa melakukan tiap hal. Harus berterima jika Anda dinilai dan diawasi sepanjang waktu – selama hayat dikandung badan.

Jika Anda bagian dari tim, lakukanlah sesuai porsi Anda, jangan rusak porsi orang lain. Jika tidak, Anda akan disertifikasi – tidak cermat, tidak disiplin, tidak kompeten, tidak bisa kerja tim serta segudang cap stempel “Tidak” lainnya.

Pintu KETIGA: Lakukanlah untuk yang Terkasih!
Ketika sesuatu itu dilakukan untuk menyenangkan orang-orang yang kita sayangi, hasilnya akan luar biasa apalagi jika itu didorong keinginan untuk membantu sesama.

Itulah aturan mendasar penggerak roda kehidupan yang diyakini akan terus berlangsung abadi karena kehidupan dunia terperangkap oleh 3-Pertanyaan mendasar,

Yakni:

Tanya Ke-1: Bisa dipercaya-kah?
Jika tak dipercaya, tak pernah akan ada kesempatan. Habis percaya terbitlah kesempatan. Percaya dulu prestasi kemudian, setelahnya bicarakanlah produk.

Tanya Ke-2: Komitmen-kah?
Jikapun “prestasi” telah menjelaskan segalanya, tetapi “prestasi” terbentuk oleh standar kategorial ketentuan tertentu – didasarkan pada kesepakatan dunia, sesuai kesepakatan negara – sesuai ketentuan lingkungan – sesuai aturan keluarga. Sesuai kesepakatan antara Anda dengan kolega Anda.
Maka jagalah standar itu. Jaga komitment Anda!

Tanya Ke-3: Peduli-kah?
Ketika kita peduli akan orang satu lainnya maka kita dianggap telah membantu mensukseskan orang itu, dan itu adalah cara terbaik untuk kita mensukseskan diri sendiri.

Dan peradaban mencatat bahwa Trust, Commitment, Love diatas segalanya. Ketiganya mewakili nilai-nilai universal, bukti valid bahwa kasih sayang adalah landasan abadi untuk tiap tindakan kita – pengisi dunia.

Dan, itu tidak mudah! Tetapi, Anda pasti bisa!

"Have you ever thought there'd be a day when people think a different way? And on that day, what would you say, if you still thought the other way?"\
~Paul McMillan

~Salam Pintu untuk Anda!
Join mySFIteam