Selasa, 08 September 2015

Saya Tidak Paham, Bagaimana Saya Bisa?

"Leadership is the art of getting someone else to do something you want done because he wants to do it."~Dwight D. Eisenhower

See, to do things for the others is the only way for us to get things of ours done. Helping each other is a must. It is a need in a normally life

 

Dikutip dari Dwight D. Eisenhower: “Kepemimpinan adalah seni mengajak orang lain untuk mengikuti apa yang Anda lakukan karena dia menginginkannya”. Berbuat untuk orang lain adalah satu-satunya jalan untuk kita mencapai tujuan. Membantu sesama adalah keharusan. Itu adalah kebutuhan dalam kehidupan yang normal.

Saya tidak paham bagaimana bisa berhasil?
Nyaris tiap orang bimbang terusik keragu-raguan, dipenuhi kekhawatiran, malah pernah Saya terpincut membeli berbagai perangkat bisnis dan sadar bukan itu yang Aku inginkan. Bertanya seperti itu, menjadi bukti sensor otomatis diri kita aktif melindungi. Diperlukan kepastian pencapaian tujuan, demi kepentingan diri kita, dan itu bagus. Untuk sukses diperlukan petunjuk dan berbagai perangkat alat-peralatan sistim. Tersedia ratusan perangkat dengan berbagai fungsi, kita hanya perlu mempelajari dan menggunakannya. Tiap perangkat dirancang untuk memudahkan kita menggali potensi kemampuan diri. Agar sederhana, Saya kelompokkan kedalam 3 (tiga) kategori utama, sebagai berikut:

1. Untuk Awal Permulaan - Fundamental:
Materi pengenalan di ‘SFI Basic’ dan ‘Launchpad’ menjadi yang paling fundamental. Tiap EA diarahkan untuk fokus pada keduanya setidaknya hingga sampai jangka waktu tertentu. Keduanya didisain untuk bisa mengenal lebih jauh SFI. Penggunaan ‘search-engine’ sangat membantu pencarian pokok bahasan secara cepat. Memahami sistim peringkat dan perhitungan estimasi penghasilan, manfaat peringkat di kelas serta posisi peringkat pada level Negara. Manfaat perolehan ‘badges’ pada lembar ‘leadership’ membantu kala merekrut. Peningkatan kemampuan teknis dan aspek bisnis ditemukan pada ‘Forum’ dan ‘Ask-SC’ serta program ‘a2a’. Kita diminta fokus mempelajari, tidak kenal lelah.

2. Untuk Komunikasi:
Komunikasi di bisnis online berbasis rumahan sangat vital dan menjadi kunci utama untuk berhasil. Pemula hingga senior EA berkutat tiap saat dengan berbagai alat komunikasi, beriklan, berpromosi, menjual produk, merekrut membangun tim dan memperluas jaringan bisnisnya. Tersedia alat seperti PSA/CSA Mailer, Genealogi Group Mailer, E-Card, TeamMail, SFIM (instan chatting), News letter, dll.

3. Untuk Pengembangan (Team Building Tools):
EA senantiasa diarahkan fokus meningkatkan kemampuan agar bisa memanfaatkan berbagai perangkat peralatan yang didisain sedemikian rupa. Untuk berpromosi bersama tersedia ‘S-Builder Co-op’, untuk pengembangan tim tersedia ‘PSAs To Go’, menganalisa iklan tersedia seperti power tools, key code, hit tracking, untuk berpromosi tersedia SFI / TC Gateways, Custom Manager Domain, dll. Peningkatan leadership tersedia ‘Tools Manager, Co-op Manager, Gift Certificate Manager, Affiliated Manager, Genealogi, dll.

Pengalaman 17 tahun lebih dibidangnya, dan kelengkapan ratusan perangkat gratis menjadikannya menggurita. Jutaan member EA di 200 Negara, 90.000 jenis produk, puluhan ribu member E-Commerce Associate membawanya sebagai yang terbaik dijajarannya. Ada keterbatasan ruang dan waktu untuk menjelaskan detil dari tiap perangkat peralatan diatas. Intinya kita diminta menggunakannya dan untuk itu kita diingatkan secara berkala, terus-menerus. Ini menjadikan SFI unggul dan berbeda dengan bisnis sejenis lainnya, dengan arahan stratejik usaha, iklan, promosi serta efektiviitas jaringan. Wajib untuk kita mempelajari cakupan materinya secara bertahap, satu demi satu konstan sembari bekerja. Tidak perlu cemas bila belum bisa menggunakannya karena pada tiap alat tersedia petunjuk penggunaannya. Memahami desain serta tujuannya memungkinkan kita lincah bergerak memanfaatkan fungsinya. Penggunaan perangkat alat peralatan bahkan dinilai sebagai kontribusi terhadap upaya memajukan diri, meningkatkan bisnis dan SFI secara keseluruhan. Masa depan bisnis kita bahkan tergantung pada seberapa baik kita memetik keuntungan dari ketersediaan perangkat alat peralatan bisnis di SFI.
~Selamat berkarya!

Senin, 07 September 2015

BELAJAR DARI PERUBAHAN

Bagaimana menjadi pendengar yang baik di bisnis online?
"Become a student of change. It is the only thing that will remain constant."~Anthony J. D'Angelo

"Menjadi siswa dari perubahan. (karena) Hanya itu yang (selamanya) akan tetap konstan”, demikian dikutip dari Anthony J. D’Angelo. Saya cenderung mencap kalimat ini sebagai kalimat yang memuat tantangan sepanjang jaman. Karena ‘belajar dari perubahan’ adalah proses belajar yang tiada akan pernah selesai seiring perubahan yang konstan terjadi terus-menerus. Senada dengan pepatah tua: ‘diam itu adalah emas’. Dengan diam, kita banyak mendengar, dengan mendengar kita punya waktu untuk mengetahui banyak hal, dan dengan mengetahui segala hal itu menjadi bukti telah tamat belajar. Dulu kita diberikan ‘Surat Tanda Tamat Belajar’ untuk setiap fase yang dilalui. Janggal jika kemudian ada yang nakal menyangkalnya. Bagian terberat dari proses belajar adalah ‘mendengar’, ia mengambil porsi terbesar pada proses komunikasi. Dan ‘komunikasi’ adalah bagian terpanjang dari proses belajar bahkan berlangsung sepanjang jaman, berubah konstan sepanjang hayat dikandung badan. Itulah yang Aku hendak posting kali ini. Bahwa kita harus bisa untuk bisa ‘mendengarkan secara efektif agar komunikatif’. Partus kata tanya; ”bagaimana saya bisa menjadi seorang pendengar yang efektif agar bisa komunikatif - di bisnis Online?".

Jika ‘komunikasi’ ditafsirkan dalam konteks lisan dan tertulis, maka ‘mendengarkan secara efektif’ - di bisnis online, hakikinya adalah komunikasi tertulis. Yakni, menulis untuk mengekspresikan pandangan, menulis untuk memberikan saran dan pendapat, untuk memberi laporan atau untuk meyakinkan orang lain. Dan kita harus mau belajar demi mengubah cara pandang karena fakta 'online' ditambahkan. Jadi menulis yang komunikatif diartikan, jelas ringkas dan harus tidak bertele-tele ambigu menyelubungi maksud dan tujuan. Pihak yang dituju tidak seyogianya memerlukan pendapat orang lain untuk memahaminya. Komunikatif menjadi aspek terpenting di bisnis online, menutup dengan salam menandakan kesopanan. Bagaimana harapan kita saat menerima tulisan orang menjadi pertimbangan, dasar pendorong terciptanya komunikasi yang efektif. Menghormati dan akan dihormati. Walau tidak bertatap muka tetapi 'sentuhan nilai-nilai kemanusiaan' harus dipertahankan. Ketegasan bersikap tercermin pada sudut pandang yang disampaikan. Hindarkan kecerobohan dalam bersikap, bila perlu sertakan dengan ekspresi fakta permasalahan – apalagi jika itu untuk meyakinkan orang lain.

Pada komunikasi lisan ada istilah ‘ekspresi’ yakni, nada bicara, volume suara, rona dan sorot mata serta cara berkomunikasi. Bahasa tubuh bahkan diberi nilai 85% dan kosakata 15%, ini menekankan perlu kehati-hatian ketika berbicara. Kita mungkin berniat mengatakan sesuatu tetapi jika bahasa tubuh kita mengungkapkan hal lain, itu akan dinilai gagal. Cara kita melihat, cara kita duduk, berdiri, rona dan sorot mata mengungkapkan sikap dan nilainya. Demikian pula ketika mendengarkan; cara kita melakukannya akan membawa kita ke alam konteks yang berbeda. Harfiahnya, ketika kita mendengar (dengan hanya pendengaran) diartikan bahwa, dengan cara ini kita tidak menaruh hati sedikitpun. Cukup orang lain mengatakan sesuatu dan kita mendengar. Berbeda ketika orang mengatakan ide atau pendapatnya, jika kita tetap berlaku sama, penyampainya akan kecewa - merasa diremehkan. Meskipun tidak dipermalukan tetapi ia akan malu!

Setiap kali berbicara kita berharap orang mendengarkan, sama halnya dengan orang lain, ia pun memelihara harapan yang sama. Saat mendengarkan perlu menunjukkan gambaran bahwa kita serius, bisa dengan sedikit mengangguk, dengan menatap langsung pembicara atau dengan mimik ekspresi minat, dll. Kesan yang akan mendorong terciptanya dialog - bukan monolog. Untuk meyakinkan orang lain diperlukan kemampuan tersendiri, tidak setiap orang memilikinya. Tetapi untuk ‘mendengar secara efektif’ diperlukan perhatian, konsentrasi dan fokus. Bagian tersulit adalah menulis, karena kita harus berpikir, dan menuliskan poin-poinnya, kemudian menulis rangkaian uraiannya. Ada yang berpendapat; menulis lebih sulit dari berbicara karena diperlukan kemahiran dalam hal mendengarkan, kemahiran dalam hal pemahaman materi dan kemahiran dalam hal menguasai reaksi ber-reaksi, dan kesemuanya itu harus dilakukan secara imajiner.

Di bisnis online, itu dilakukan dengan menganalisa kebutuhan, menaksir selera dan tingkat kepuasan, mengamati hobby, kesukaan atau alasan membeli. Ada yang membeli karena kualitas, tetapi lebih banyak karena memiliki uang. Beberapa hal spesifik dinilai akan dapat menggeser opsi pilihan dan itu dicoba nilai melalui survei; apa yang dibeli secara online; mengapa berbelanja online; dll. Mendengarkan dengan efektif di bisnis online, tidak hanya melibatkan hubungan Anda dengan pelanggan tetapi pengetahuan akan spesifikasi produk, akan kualitas, cara berpromosi dan efektifitas iklan serta jaringan bisnis turut mempengaruhi. Mengikuti tip pemasaran serta program pengembangan dan stratejik usaha akan menjadikan Anda menjadi pendengar yang efektif. Di SFI Anda dididik menjadi entrepreneur bisnis online berbasis rumahan. Menjadi pengusaha sejati yang bekerja sembari belajar, selamanya begitu. Menjadi siswa dari perubahan.

 We all here because it is work

~Selamat berkarya!

Sabtu, 05 September 2015

MANA ADA KETENTUANNYA?

Memangnya ada ketentuan bagaimana cara terbaik  melatih Tim?
"Everyone can rise above their circumstances and achieve success if they are dedicated to and passionate about what they do."
~Nelson Mandela, political activist and former president of South Africa.

Demikian Nelson Mandela berkata, ‘jika semangat dan usahanya didedikasikan sepenuhnya untuk mencapai keberhasilan (maka) tiap orang akan bisa berhasil melampaui batas keadaan mereka’. Itu telah dibuktikannya sendiri! Dan itu sangat menyentuh lubuk kantong motivasi saya. Sebagai sponsor kita otomatis menjadi Team Leader dan wajib membimbing rekanan. Tidak ada ‘ketentuan akan bagaimana cara terbaik melatih tim’, yang ada hanya keyakinan bahwa dengan mengarahkan itu akan memudahkan tim mencapai keberhasilannya. Bila mungkin berikan pelatihan, pompa semangatnya agar fokus, arahkan ke ‘tools’ yang diperlukan. Ada jutaan ‘tools’ yang penting karenanya sertakan ‘link’ yang diperlukan secara bertahap, yakinlah hasilnya akan nyata. Bagi yang baru bergabung, dikirimkan email ‘welcome’, seterusnya kirimkan ulasan sekilas tentang bisnis SFI, uraikan apa itu Versa Points. Jelaskan bahwa SFI adalah rangkaian aktivitas bisnis yang memerlukan keseriusan, jadi jangan bergabung jika hanya ingin mendapatkan uang dalam 1x24jam, SFI bukan tempatnya. Arahan sedemikian itu bukan ‘ketentuan’ tetapi langkah awal bagi Team Leader. Arahkan ke link ‘SFI-Basic’ dan ‘Launchpad’ untuk seksama membacanya agar bisa mengenal lebih jauh. Sarankan untuk maju bertahap. Rangkaian arahan langkah sedemikian itu bukan ‘ketentuan’ tetapi diyakini dengan mengarahkan secara sistematis kemampuan tim akan pesat meningkat.

Pengalaman semakin menebalkan keyakinan bahwa sedari alasan, latar belakang,  tujuan bergabung hingga pengalaman berbisnis online sebelum bergabung membuat tingkat kemampuan tiap orang menjadi bervariasi. Tetapi reaksi terhadap rangkaian arahan akan mempengaruhi Team Leader didalam menetapkan pemberian arahan berikutnya. Kegiatan berbagi pengalaman serta pengembangan diri yang aktif sangat bermanfaat, terutama didalam mengindentifikasi corak ragam tipikal tim.

Sebagai berikut:
(1). Pemula yang tidak pernah LOGIN:
Ini kerap terjadi, ada dua kemungkinannya, bisa karena bingung tidak tahu cara untuk LOGIN atau karena tidak serius. Yang tidak pernah LOGIN akan dihubungi oleh Team Leader via email, video call, chatting, dll, intinya berupaya mendorong agar LOGIN dan aktif. Jika dalam 14 hari tidak ada respon disimpulkan ia berstatus ‘tidak aktif’ dan akan terus dikirimi email berkala. Yang memilih ‘unsubscrip’ ia tidak lagi dihubungi. Team Leader akan terus maju bergerak serius (‘work with workers’).

(2). Pemula yang tangkas:
Ada pemula yang cepat menguasai, tangkas bergerak lincah bahkan melampaui peringkat sponsor dan co-sponsornya. Team Leader memantau lembar ‘leadership hariannya, melihat kelengkapan ‘Profil’, meyakinkan bahwa ia telah menyelesaikan program awal ‘SFI-Basic dan Launchpad’ dengan lengkap. Yang melaju kencang seperti ini beberapa ditemukan masih terus melaju dan menjadi ‘top ranks’ hingga mengundang decap kagum. Bagian terbesar lainnya mengalami ‘loyo dini – menyerah, berhenti dan raib. Yang mantap bergerak sistimatis diarahkan beriklan dan merekrut, bagaimana menulis iklan, coding Key, membuat ‘standing order’, mengidentifikasi ECA dan mempromosikan produk, dll. Selalu diiingatkan bahwa inti kegiatan SFI adalah menjual. Bila tidak bisa menjual ‘merekrut’; bila tidak bisa ‘merekrut’ - iya menjual. Itu yang mendapatkan versa point agar menghasilkan uang.

(3). Pemula yang lekas-lekas ingin Uang cepat:
Tipikal ‘lekas-lekas’ seperti ini sangat menantang. Bahkan ada belum tahu cara LOGIN sudah bertanya - berapa gaji saya? kapan dapat uang? Yang seperti ini kerap ditemukan sesaat setelah bergabung. Dengan pemahaman yang diberikan aktif berkelanjutan terpantau beberapa menggeluti minatnya, aktif merekrut, berpromosi sembari bermain games. Bagian terbesar lainnya raib hilang. Gagasan SFI ditawarkan gratis kepada siapa saja tetapi bukan untuk setiap orang. Model bisnis ini dinamis, ada rangkaian sistimatis terarah dan harus dipenuhi. Jika bergabung karena ingin kaya dalam 1x24jam - SFI bukan tempatnya. Ini jelas pada petunjuk estimasi perhitungan penghasilan dengan detil skema peringkat dan penghasilan yang menggiurkan. Yang lekas-lekas ingin kaya akan kecewa! Termasuk mereka yang kukuh bertahan memelihara mental pegawai – digaji berapa?. SFI diperuntukkan untuk tipikal pengusaha, Anda dididik menjadi entrepreneur bisnis online berbasis rumahan. Menjadi pengusaha sejati yang bekerja sembari belajar. Diperlukan ketekunan dan waktu untuk tumbuh berkembang.

(4). Pemula peragu yang ragu-ragu:
Tipikal peragu terbukti turut serta meramaikan perjalanan peradaban dunia, diyakini menjadi peragu adalah manusiawi dan itu ada pada tiap rohani yang sehat. Tipikal ini cenderung terlihat tak lama berselang, dan itu akan menantang Team Leader sejati. Secara bertahap akan diarahkan ke berbagai aktivitas yang berpotensi menghasilkan, membebaskannya memilih – hendak berhenti atau kukuh bertahan tertatih-tatih. Sepanjang bertahan mereka akan berhasil. Tipikal ini hanya akan bergerak bila ada contoh yang dia percayai untuk dijadikan pembanding. Gairahnya akan melonjak bergerak maju jauh melampaui batas bayang-bayang kekuatirannya. Tak heran bila mereka menjadi Team Leader yang handal.

(5). Pemula lamban yang lambat:
Tipikal lamban menjadi lambat oleh karena sejatinya ia memang lambat. Cenderung cepat stres tertekan. Hanya dengan mengulang berulang-ulang baru ia bisa meneruskan langkahnya. Team Leader yang mumpuni akan mengingatkan untuk terus mengulang, dan mengulang secara berulang-ulang, karena hanya jalan itu yang tersedia untuknya. Diberi pemahaman bahwa melakukan sesuatu secara berulang-ulang bukan dosa, tetapi itu menjadi keharusan bagi mereka yang bersedia meninggalkannya. Rutinitas yang berlangsung secara terus menerus menjadikan tipikal lamban mampu meninggalkan keterbatasannya. Hanya ia harus tekun, tidak berhenti dan ia akan tercengang-cengang dengan keberhasilannya. Ada juga tipikal lamban menjadi lambat oleh berbagai alasan; sibuklah, sakitlah, uanglah, urusan ini itulah, koneksi internetlah, karena de-el-el-lah, ada banyak lagi. Mereka ini menjadi lamban bukan karena secara alami, tetapi karena mereka adalah penunda. Hanya dirinya yang mampu merubahnya. Dan Team Leader akan terus melaju bergerak bersama dengan pekerja lainnya ‘work with workers’.

Lima tipikal diatas dapat menjelaskan mengapa ‘ketentuan bagaimana cara terbaik melatih tim’ tidak ada ditemukan. Penekanannya adalah bahwa Team Leader akan selalu diperhadapkan pada dinamika manusia, diperhadapkan pada ragam tipe rekanan dengan latar belakang dan tujuan yang berbeda, diperhadapkan pada orang-orang yang datang dari berbagai pelosok dunia. Dan Team Leader akan selalu diperhadapkan dengan kemampuan dirinya untuk bisa tepat mengarahkan timnya dengan tetap mengikutkan kemampuan tim yang bervariasi satu sama lainnya. Tetapi Team Leader selamanya akan tetap fokus bekerja dengan para pekerja (work with workers). Hakikinya Team Leader bersedia senantiasa membantu tetapi ia akan membuatnya cukup jelas bagi Afiliasi setengah hati dan yang tidak mau aktif - bahwa ia hanya akan bekerja dengan mereka yang bersedia belajar sembari bekerja. Bekerja sembari belajar secara terus menerus. Dan selamanya akan seperti itu.

 We are all here because it is work

“The fact is that if you want to be a successful business owner you have to be a little cocky, but you also have to do the hard work to get there."
~Fred Wellman, founder and CEO of ScoutComms

~Salam sukses selalu!

Jumat, 04 September 2015

Memimpin dengan Contoh - Selangkah di depan

Leader is a reader – getting ahead!
"The secret of getting ahead is getting started."~Sally Berger.No doubt this has to be goal setting. This would explain why an affiliate joins today and goes inactive even without a single Versa Point despite numerous attempts to contact them. I always insist that affiliates who succeed, join with a purpose; could be you want to build a second income, maybe you want to quit your full time job and work from home etc., but the common denominator is that you got to have a goal first then use SFI as a means to achieving that goal. I find SFI’s fourth Rule of Success (Work with the Workers) very useful in addressing this. Identify your active team members under your ‘Movers’ section – the fact that they’re active means that they’ve already purposed to achieve something.

"Rahasia KEBERHASILAN menjadi yang terdepan adalah dengan MEMULAI" demikian Sally Berger. Tidak diragukan lagi, agar bisa seperti itu, maka harus (didahului) dengan penentuan tujuan. Ini menjelaskan mengapa Afiliasi yang baru bergabung menjadi tidak aktif, menghilang bahkan tanpa perolehan satupun Versa Point. Meski berbagai upaya untuk menghubungi telah dilakukan - tetap nihil! Saya selalu menekankan bahwa Afiliasi yang sukses (hanyalah mereka yang) bergabung dengan tujuan; Anda bisa mendapatkan tambahan penghasilan (bahkan) meninggalkan pekerjaan pokok utama Anda, sepenuhnya bekerja dari rumah, dll., tetapi (dengan ketentuan) Anda harus punya tujuan. Itu dulu – tetapkan!, setelah itu gunakan SFI sebagai sarana untuk mencapainya. Di Rule of Success  SFI butir ke-4 dijelaskan “work with workers” ini sangat berguna mengatasi kejadian seperti itu. Identifikasi tim yang aktif ('Movers') terbukti bahwa mereka aktif karena punya ‘tujuan’. Membantu tim yang aktif berarti membantu mereka yang punya tujuan, itu lebih berharga daripada membantu yang tidak punya. Arahkan agar lebih spesifik lagi dan ajarkan bagaimana mencapainya. Jika tujuannya agar bisa bertahan di kualifikasi ‘EA’ pastikan ia punya ‘standing order’. Minta agar LOGIN setiap hari, dengan demikian kumulatif versa point di akhir bulan akan tercapai. Jelaskan arti pentingnya ‘merekrut’ dan ‘beriklan’. Komunikasi aktif menjadi kunci utama keberhasilan Team Leader untuk selalu menjadi ‘yang terdepan’.

Memimpin dengan contoh tercermin di berbagai hal, antara lain: (1)Versa Point: Akumulasi perolehan VP bisa maksimal bila kita bisa menjual barang di Tripleclicks, bila tidak bisa, berusahalah ‘merekrut’ – bentuklah tim. (2)Versa Points Matching: VPM diperoleh dari hasil tim yakni kesempatan mendapat bagian keuntungan dari pembagian saham pada Pool Executive TripleClicks, itu bisa dicapai hingga 12 tingkatan. VP yang dihasilkan CSAs turut diperhitungkan. (3)Pelajari detil penjelasan VPM sebagai panduan. (4)Menduplikasi: Arahkan tim untuk menduplikasi aktivitas Anda. Karena apa yang Anda lakukan adalah tiruan dari Team Leader semula maka tim harus bisa meniru dan menirukannya kembali ke tim nya. (5)Dukung downline sepenuhnya, karena sukses Anda tergantung pada keberhasilan tim. (6)Berlakukan prinsip "work with workers”: Artinya dahulukan yang aktif daripada yang tidak. (7)Update lembar ‘Leadership’ dengan konten terbaru. (8)Kirimkan Newsletter secara teratur sesuai Genealogi. (9)Manfaatkan ‘streaming tab’ sebagai sarana memberi dorongan semangat, kutipan favorit atau ucapan selamat atas keberhasilan tim. (10)Perolehan lencana adalah bukti kegiatan memimpin dengan contoh telah dilaksanakan maka itu penting untuk selalu menjadi ‘yang terdepan’, tim akan memantau dan menirunya. Karena memimpin dengan contoh pada dasarnya akan menimbulkan minat ketertarikan untuk turut serta bersama bergerak maju, dan berhasil.

“There are many kinds of success in life worth having."~Theodore Roosevelt, 26th US president
 Let's playing together it is free games

Klik ‘JMT’ banner di kanan atas untuk melihat aktivitas saya sebagai Team Leader.
~Salam sukses selalu~