Minggu, 30 Desember 2018

BAGAI KUPU-KUPU BERUBAH MENJADI LUAR BIASA

Perseverance is the hard work you do after you get tired of doing the hard work you already did.”
~Newt Gingrich

Tiap waktu kita berusaha membahagiakan orang lain dan itu melelahkan. Seolah dipaksa untuk mendahulukan kebahagian orang dan melupakan kebahagiaan sendiri. Seolah terlahir melengkapi kebahagiaan orang, kebahagiaan teman, rekan bahkan seseorang yang baru saja kita kenal. Anda boleh membantah - tetapi ini realitas dialam pemikiran nyata!

Mari lihat lainnya, dengan tekun mendengar penjelasan guru kelas, kita dianggap pintar membahagiakan sang guru agar tetap semangat. Dengan diam mendengarkan seseorang berbicara berpanjang-melebar kita dianggap sangat sopan dan santun, walau jengkel. Banyak tindakan sumir lain yang perlu dijalani hingga membingungkan dan itu intinya kehidupan, Yakni: turut menjaga ketertiban diri demi ketertiban Nagari.

Terkadang diminta secara khusus untuk mempertanyakan kehidupan seseorang, dilain waktu kita diharamkan turut campur dalam kehidupan orang. Bingung! Dan sedari dini diajarkan untuk paham disaat kapan memerlukan penjelasan dan disaat kapan kita bahkan harus lari menghindar dari diberi penjelasan. Menggelikan!

Dikesempatan lain kita dijejali rupa-rupa gagasan, beberapa bahkan tampak jauh dari kepastian tetapi kita harus belajar menerima, bahwa selain kematian, tak ada yang pasti didunia ini. Anda pasti paham maksud saya!

Dilain waktu kita diwanti-wanti agar bisa memahami kesalahan seseorang, tak berselang lama kita diharuskan menghukum seseorang yang dianggap salah, walau kita bersumpah bahwa yang bersalah bukan dia tetapi itu orang satu lainnya. Jika pun didengar, tetap saja dihukum karena dianggap lalai membiarkan seseorang berbuat salah. Sumir lagi! Benar atau salah menjadi sumir kala membentur prinsip relativitas, apalagi tiap tiap-hal ada konsekuensinya! Yang bersalah diminta bersabar menjalani hukuman, yang benar perlu bersabar diberi penghargaan! Dan itu, konsekuensi juga!

Tiap kita diterapi agar bisa melupakan masa lalu, katanya masa lalu adalah bentuk hidup dalam penyesalan. Disessi berikutnya, kita dijejali pemahaman ilmu pengetahuan bahwa hari saat kini ini itu adalah buah hasil penggodokan dihari kemarin, maka jangan sekali-kali lupa akan hari kemarin. Sumir lagi!

Konon katanya jika terus-menerus hidup berdasar hari-hari kemarin, itu artinya hidup dalam penyesalan karenanya harus giat menyongsong hari mendatang. Tetapi konon lainya ikut berpesan, bahwa jika terus-menerus bertekun pada kehidupan hari-hari mendatang itu artinya hidup dalam kegelisahan. Dan konon katanya, kedua konon-konon itu punya ukuran kebenarannya sendiri.

Karenanya belajarlah dari masa lalu agar menjadi lebih bijak tetapi bergegaslah selesaikan tiap hal yang bisa dikerjakan dihari ini agar punya waktu menikmatinya dihari mendatang.

Success on any major scale requires you to accept responsibility...In the final analysis, the one quality that all successful people have...is the ability to take on responsibility."
~Michael Korda

Kita diajari agar pintar mengutarakan pendapat bahkan diajari cara berkelit agar terhindar dari rasa khawatir. Jika menghadapi sesuatu yang tidak jelas kita dilatih cara bertanya tanpa bobot nada mendebat, dan bilamana diam kita dianggap apatis. Empati tipis! Walau terkadang tindakan berpura-pura lebih nyaman tetapi itu dianggap perilaku pengecut. Katanya, jangan pernah berpura-pura hanya karena takut penghakiman? Jadilah diri sendiri!

Kupu-kupu dianggap simbol perubahan. Bermula dari Telur, menetas menjadi Ulat, kemudian oleh waktu berubah menjadi Kepompong. Setelah melalui siklus perjuangannya ulat dalam kepompong bertumbuh hingga mampu mengoyak sendiri pembungkusnya dan menjadi Kupu-kupu. Mahluk kecil dengan kecantikan alami.

Nyaris sama dengan siklus kehidupan manusia, bermula dari janin dikandung sekian lama untuk kemudian terlahir menjadi bayi, bertumbuh selama kanak-kanak membesar hingga remaja, seiring waktu menjadi dewasa. Tiap siklus kehidupan punya bobot perjuangan tersendiri.

Sebagian menyatakan hidup terlalu indah, tetapi banyak yang bilang hidup dipenuhi air mata perjuangan. Kita dibesarkan dalam bayang pemikiran momen-momen perubahan, kelak pada waktunya akan berubah lebih indah. Tiap kita dipaksa untuk mengerti arti makna hidup, tiap saat kita diminta menggali arti tujuan hidup, dan seiring waktu tiap kita kerap terlena disergap berbagai ruap-rupa keinginan. Berubah tiap waktu!

Sejatinya, manusia tak pernah tahu apa yang benar-benar diinginkannya, manusia hanya tahu tiap hal yang tidak diinginkannya. Dan itulah hidup!

"Have you ever thought there'd be a day when people think a different way? And on that day, what would you say, if you still thought the other way?"\
~Paul McMillan

~Salam Kupu-Kupu!
rwgw