Senin, 10 Desember 2018

ANDAI KITA PAHAM MAKNA KARUNIA

"Tidak ada masalah tanpa hadiah untuk Anda. Anda mencari masalah karena Anda membutuhkan karunianya.
~Richard Bach

Sedari kita kecil kita dijejali pemahaman bahwa Hidup adalah perjalanan, bahwa Hidup bukan tujuan, bahwa Hidup adalah tantangan, karenanya harus diperjuangkan, bahwa Hidup dipenuhi permasalahan, harus kuat menghadapi, bahwa Hidup adalah Karunia.

Jika hidup adalah Karunia, kenapa harus diperjuangkan? Terdengar bertolak belakang namun seiring pertambahan usia, diyakini Penalaran pun bertambah, kian semakin bisa menelaahnya, apalagi jika rajin membaca buku-buku karya Guru tentang rahasia kehidupan.

Jika hidup adalah sebuah perjalanan, perjalanan siapakah? Iya perjalanan kita sendiri. Kita sendiri yang menghiasinya dengan berbagai kisah. Kita yang menjadi jagoannya juga banditnya. Kita pemeran pahlawan sekaligus penjahat. Hingga tiba waktunya untuk kita meninggalkan kehidupan ini.

Moga-moga Anda diberi kesempatan melihat catatan sejarah perjalanan hidup Anda. Tentang bagaimana Anda mengatasi tantangan, bagaimana Anda berjuang, bagaimana melepaskan diri dari permasalahan, dari kesulitan hidup. Ada banyak macam kejahatan yang pernah dilakukan serta sedikit kebaikan yang nyaris terliwat tidak tercatat. Seolah tak puas menyalurkan hasrat, rakus, tamak, sombong iri dengki serta macam rupa hal negatif yang ditimbulkan. Mengerikan!

Akan terlihat bagaimana orang-orang bersusah payah membantu Anda terlepas dari jerat kesulitan, bagaimana Anda lupa diri dan membalas dengan kejaliman, jahat tak terperikan. Tak lagi bisa memperbaikinya. Sesal pun tak lagi berguna.

Tetapi, orang-orang yang bijaksana perjalanan hidupnya dipenuhi catatan kebajikan dan rupa-rupa kebaikan.

Hidup dipenuhi pengalaman baik dan buruk. Tiap satu daripadanya sejatinya ada maksud dan tujuan, yakni: untuk membentuk kita, menuntun serta mengarahkan kita agar kita bisa menemukan arah perjalanan hidup yang lebih layak dijalani.

Jika diurut-runut, hidup itu dipenuhi prinsip timbal balik. Yang baik dengan yang agak tidak baik, yang warna hitam dengan keterbalikannya, yang manis dengan yang pahit, masing-masing saling melengkapi. Layaknya tumbuhan bunga Teratai, akankah ia tumbuh tanpa lumpur kotor yang di Kolam?

Tiap kita ingin hidup layak, ingin bebas dari penderitaan kesulitan uang. Namun itulah hidup. Ia dipenuhi rupa ragam kesulitan yang nota bene adalah bagian dari rangkaian perjalanan hidup. Tak ubahnya lumpur yang diperlukan bunga Teratai untuk tumbuh berbunga indah. Kesulitan yang menghantarkan kita ke jalan indah untuk nanti kita saksikan paska kehidupan. Karenanya, jangan menyerah diintimidasi kesulitan!

Jika pun hidup itu sulit, harus tegar karena kita lebih handal. Sesulit apapun tantangan itu kita jauh lebih tangguh. Seberat apapun permasalahan itu kita jauh lebih kuat, lebih berani dan lebih percaya diri mengendalikannya untuk menemukan hidup yang diidamkan.

Oleh Peter Marshall disampaikan bahwa: “Ketika kita merindukan kehidupan tanpa kesulitan, ingatlah bahwa pohon Ek tumbuh kuat walau diterjang Angin dan Berlian dibentuk dengan tekanan dan gosokan kuat.” 

Jika hidup dipenuhi permasalahan tentu ia juga menjanjikan nikmat hidup. Ibarat perlombaan, penuh dengan jebakan dan dijanjikan hadiah. Tak ayal setiap masalah tentu ada hadiahnya. Pastinya begitu! Harus diatasi, disitu itu hadiahnya, karenanya jangan pernah menyerah.

“Tidak ada masalah seperti itu tanpa hadiah untuk Anda. Anda mencari masalah karena Anda membutuhkan Karunianya.
~Richard Bach

Permasalahan hidup mengusung hadiah nikmat hidup.

Mengingatnya membuat hidup lebih hidup hingga tak akan menyerah.

Dan itu karunia juga!

Salam karunia selalu!
 joinmysfiteam