Masa-masa sulit adalah masa ketika kita berpikir akankah saya bisa meliwati hal ini? Perasaan menyakitkan memaksa kita untuk belajar bersabar membentuk diri kita menjadi - diri kita yang sebenarnya.
Nyaris semua takut mengetahui kebenaran sejati - siapa kita yang sesungguhnya? Kita terlalu sering mengkedepankan perasaan dan bersembunyi dari kenyataan pahit yang menyesakkan.
Apalagi sedari dini kita diajarkan bahwa rasa sakit harus dihindarkan, tetapi kenyataan hidup pahit harus dirasakan karena itu yang membuat kita kuat menjalani hidup. Dan menjadi kuat adalah satu-satunya pilihan.
Sulit menerima kala sesuatu tidak berjalan sesuai harapan, tetapi itu adalah hidup kita, kita harus menanggungnya. Menghadapinya akan membawa kita ke-versi diri kita yang sesungguhnya - versi paling kuat, paling bijak serta paling jujur menjalani hidup ini.
Tidak ada saran tokcer untuk menghadapinya, namun beberapa bisa disarankan walau bukan untuk berlaku universal, Yakni:
ALIHKAN FOKUS PERHATIAN:
Perasaan menyakitkan akan menghisap kemampuan berpikir hingga mengering, lelah disergap rasa tegang tertekan terus-menerus. Fokuslah mengharapkannya terjadi, dan karena kita tidak suka maka kita akan bersiap menghadapi.
Perasaan menyakitkan akan menghisap kemampuan berpikir hingga mengering, lelah disergap rasa tegang tertekan terus-menerus. Fokuslah mengharapkannya terjadi, dan karena kita tidak suka maka kita akan bersiap menghadapi.
Fokus membuat kita waspada menghadapinya. Ini adalah cara harfiah, bahwa hal itu tidak kita sukai dan kita akan hadapi.
Mungkin kita bertanggungjawab atas sesuatu di masa lalu, tetapi kita juga bertanggungjawab akan pikiran kita dimasa saat sekarang ini tentang hal itu. Ini tentang pola pikir agar paham bahwa kita dibekali cara bagaimana menghadapinya.
PERTANYAKAN DIRI SENDIRI:
Kita harus bertanya ke diri sendiri mengungkapkan kisah menyakitkan apa yang tertanam di benak kita, karena itu akan mengubah alam pemikiran kita. Mungkin sulit dimengerti, tetapi hidup adalah misteri dan kita mengenal hidup adalah dari kisah kehidupan. Seperti, bahwa kita harus makan agar kuat bekerja, dan kita perlu istirahat agar bugar bekerja keesokan harinya. Dan itu menjadi nyata merubah cara kita hidup.
Kita harus bertanya ke diri sendiri mengungkapkan kisah menyakitkan apa yang tertanam di benak kita, karena itu akan mengubah alam pemikiran kita. Mungkin sulit dimengerti, tetapi hidup adalah misteri dan kita mengenal hidup adalah dari kisah kehidupan. Seperti, bahwa kita harus makan agar kuat bekerja, dan kita perlu istirahat agar bugar bekerja keesokan harinya. Dan itu menjadi nyata merubah cara kita hidup.
Kisah kehidupan pun beragam versi. Tak ubahnya ketika sekelompok orang buta untuk pertama kalinya diminta mengenal seekor gajah. Secara bergantian masing-masing diarahkan memegang bagian kaki, belalai, telinga, leher dan seterusnya, kemudian secara bersama-sama diminta menggambarkan rupa seekor gajah. Bagaikan kisah kehidupan, mereka menyatukan keping-keping informasi yang didapat dan menyadari bahwa sulit untuk menerima gambaran utuh tentang gajah itu, karena keterbatasan mereka.
Demikian juga hidup, berbagai pengalaman ikut mewarnai hingga akan sulit untuk menerima sudut pandang yang sama apalagi kita cenderung mengkedepankan apa yang dialami.
Orang yang tertimpa peristiwa kebakaran akan sedih nelangsa kehilangan harta bendanya, tetapi pebisnis melihatnya sebagai prospek bisnis proyek alat pemadam dan proyek rumah hunian baru. Tergantung sudut pandang.
Pengalaman masa lalu mempengaruhi sudut pandang dan persfektif negatif cenderung mempersempitnya apalagi menghadapi ketidakpastian. Itu perlu diseimbangkan dengan ragam informasi yang relevan tentang berbagai momen kehidupan.
Tantangan terbesar adalah mempertanyakan kisah apa ini? Akuratkah? Apalagi yang akan terjadi jika saya melupakan kepahitan ini? Ketidakpastian apalagi yang menanti?
Tak gampang melepaskan diri dari kisah masa lalu, saran terbaik adalah dengan mempertanyakan dan mengamatinya tanpa prasangka negatif. Ini adalah tentang cara terbaik agar bisa hidup lebih baik tanpa digerogoti pengalaman pahit.
JAUHI DRAMA NEGATIF:
Jauhi orang-orang yang cenderung membuat kesimpulan negatif, yang kerap spontan tidak terkendali mendramatisir sesuatu hal. Jangan terpancing akan stigma negatif jika sesuatu situasi berjalan tidak sesuai harapan.
Jauhi orang-orang yang cenderung membuat kesimpulan negatif, yang kerap spontan tidak terkendali mendramatisir sesuatu hal. Jangan terpancing akan stigma negatif jika sesuatu situasi berjalan tidak sesuai harapan.
Semisal jika seseorang datang terlambat rapat, jangan berpikir bahwa orang itu telah dengan sengaja mempermalukan. Tersenyumlah mempersilahkan, tak perlu membahasnya. Dalam banyak hal kita perlu menyesuaikan sendiri alam pemikiran kita akan situasi yang tengah terjadi.
Menjadikannya negatif tidak bermanfaat bahkan malah membuat kita gagal memetik hal positif dari berbagai hal kejadian yang negatif.
LEPASKAN YANG TAK BISA DIUBAH:
Kita perlu berani melepaskan sesuatu hal yang tidak bisa diubah, karena ketika kita tidak lagi bisa mengubahnya kita tertantang mengubah diri sendiri. Dan itu yang akan mengubah segalanya.
Kita perlu berani melepaskan sesuatu hal yang tidak bisa diubah, karena ketika kita tidak lagi bisa mengubahnya kita tertantang mengubah diri sendiri. Dan itu yang akan mengubah segalanya.
Dimasa-masa sulit, manusia cenderung berasumsi bahwa bahwa esok akan lebih baik. Kala keadaan tidak juga berubah, sudut pandang masih saja menggunakan lensa berkabut, sulit menerima kenyataan. Jangan terjebak pada sudut pandang usang, lepaskan masa-masa indah yang telah berlalu dan terima kenyataan.
Ini lebih dari sekedar menerima sudut pandang bahwa seiring waktu perasaan menyakitkan akan hilang tetapi fokuslah mempertanyakan langkah apa yang sedang dilakukan. Itu yang terpenting, bukan apa yang telah dilakukan. Lepaskan fantasi keindahan, itulah bentuk kontrol diri.
Konsistenlah. Ibarat olahragawan mereka konsisten memeriksa tahap kemajuan yang diperoleh dan menjadi ritual harian. Tekad pikiran bukan hanya diperlukan dimasa-masa sulit tetapi konsisten memberi asupan giji mental, karena pikiran pun perlu pelatihan sepanjang waktu.
Belajarlah hingga ke liang lahat, karena belajar menjadi satu-satunya cara yang dipersyaratkan untuk kita bisa mengisi hidup, dan diperlukan dalam kehidupan ini.
~Salam belajar selalu!
"Only you can hold yourself back, only you can stand in your own way...Only you can help yourself."
~Mikhail Strabo
