Selasa, 05 Januari 2021

20-12-20: REFLEKSI TAHUN 2020

 

Tahun Kecemasan


Image

Sejak sedari Nopember 2019 dunia dikerubungi seliweran issu ancaman gejala “pnumonia”, nafas sesak, lemas hingga tak bernyawa. Diduga, ribuan jiwa telah mangkat, berpulang ke alam baka.

Aktivitas sedunia lumpuh, para pemimpin negara, penguasa adigung-adidaya yang biasa garang seketika kuyup lemas kaget tak berdaya, beberapa tampak konyol, bangga mempertontonkan kedunguannya.

Virus diduga bermula di Wuhan, China. Konon katanya, berasal dari kencing kelelawar liar yang diperdagangkan untuk dikonsumsi. Issu aneh, liar tak terkendali.

Reporter dan para pewarta sosmed dadakan turut gaduh menambah kepanikan, berita korban mati terjangkit virus Wuhan menjalar cepat ke seluruh dunia. #Trending.

Pemakaman massal viral dipertontonkan, korban-korban tergeletak tak terurus. Terduga mati sekian ribu, yang dirawat ribuan, yang diduga tertular sekian ratus ribu orang. Kapasitas rumah sakit terlampaui.

Mencekam!
Dunia dirundung dugaan yang diduga terjadi tanpa terduga.

Dokter dan Nakes bergegas siaga sebisanya, tak lelah mengharap pasiennya agar kuat bertahan. Hanya itu, tidak ada obatnya. Dokter dan Nakes lelah, ikut lemas, tewas, menambah panjang daftar penderita.

Anggota keluarga semua diperiksa, khawatir ikut tertular. Sebelumnya kemana, periksa siapa saja yang berhubungan dengannya. Mencekam.

Ambulans bolak-balik mengusung peti-peti jenazah dibungkus plastik sesuai protokol penanganan korban mati tertular virus Wuhan. Keluarga dilarang mendekat, pemakaman diiringi ritual seadanya.

Ada gerangan apakah?

Orang Batak memendam tanya, bingung mengetahui jika jenazah simati dikuburkan tanpa ritual adat. Acara “tonggo raja” ditiadakan, tak jelas “saur-matua atau sari-matua?”. Bahkan ritual “Panakkok tujabu-jabu naso pinukkana” pun diselenggarakan langsung oleh petugas Nakes tanpa kehadiran “raja-i-rajani-hula-hula”, apalagi sang Tulang? Jadinya bagaimana, “ulos tujung apa ulos sari-matua”. Bahkan “parjambaran” tak lagi dihiraukan, apalagi “bukka hobbung”.

Bingung, sakit apa katanya?

Mungkin, Bir Corona! Hush,,,, virus corona katanya.

Pewarta SosMed kian gencar menebar trending berita penyebaran virus yang mengganas menggasak nikmat hidup orang se-dunia. Pemimpin negara sibuk rapat merapat mengolah daya mencari cara menghentikan penyebaran virus yang populer bernama “Covid-19” turunan virus marga “Corona SARS-2”.

Namun Indonesia santai saja. Terkesan anggap enteng tidak perduli malah meluncurkan program pariwisata berbiaya murah, berharap turis manca negara datang berwisata. Indonesia adalah syurga dunia.

Wisatawan manca negara ditunggu kedatangannya di bandar udara beberapa mendapatkan kalungan bunga, karena tiba dengan selamat mengusung dollar sumber devisa negara. Joplak!

Percayalah, virus corona takut singgah, karena Indonesia punya Susu Kuda Liar yang diduga jauh lebih liar dari kencing kelelawar liar. Liar diwartakan “wedang jahe” jitu menaklukkan virus corona digdaya. Koplak!

Tercatat sedari Pebruari 2020 Gubernur DKI Jakarta sudah ancang-ancang hendak mengambil langkah, namun gamang menerapkannya mengingat jajaran pejabat pemerintah pusat terkesan remeh anggap enteng akan ancaman bencana wabah.

Konon katanya, Indonesia bukan sekali dua kali dilanda wabah, sedari demam berdarah, flu burung hingga sapi ngorok, bahkan korupsi ikut merebak laksana virus. Semua bencana mengusung nikmat juga.

Korban mati bertambah, April 2020 Gubernur DKI Jakarta berseru dari Balaikota menerapkan aturan pengetatan aktivitas warga di wilayah DKI Jakarta. Bantuan sosial pangan dibagikan untuk mengurangi beban hidup warganya, namun kebijakannya ditanggapi tidak simpatik oleh jajaran pejabat pemerintah pusat. Virus? Penguasa lebih berkuasa.

Korban meninggal dengan gejala pnumonia meningkat, beberapa pejabat pemerintah pusat tak malu mempertontonkan kedunguannya hingga terjangkiti, dan beberapa jatuh menjadi pasien.

Terbit penetapan kategori pasien. ODP: klasifikasi untuk orang dalam pengawasan, PDP: pasien dalam pengawasan. Hingga klasifikasi sebagai OTG: yakni orang tanpa gejala.

Sekonyong-konyong diwartakan jika Indonesia tidak akan menerapkan kebijakan “Karantina Wilayah” tetapi memberlakukan aturan ketentuan “Pembatasan Sosial Berskala Besar” (PSBB). Pemerintah tidak wajib menanggung biaya hidup warganya namun bantuan sosial akan diatur pembagiannya.

Penyebaran virus kian tidak terkendali, aturan ketentuan PSBB merata diberlakukan ke penjuru Nusantara. Aktivitas perkantoran pemerintah dan swasta diatur. Bantuan sosial berupa pangan senilai tiga ratus ribu rupiah per KK ditebar merebut pesona.

Kegiatan belajar-mengajar dilakukan online, dari rumah, para guru kikuk serba salah tanpa panduan kurikulum darurat. Para murid lebih bingung tak bisa bertemu Bu Guru dan teman-temannya. Para orang tua kian terbebani membeli peralatan Android dan kuota untuk belajar online.

Konsep tatanan hidup baru, new-life_new-habit, digelindingkan.

Semua aktivitas ditentukan harus dilakukan online. Jaga jarak, hindarkan tradisi jabat tangan. Wajah dipaksa tutup dengan masker standar nasional, tipe tertentu dilarang.

Jargon 3-M: mencuci tangan, gunakan masker dan menjaga jarak!

Sosial Media marak, trending istilah kluster. Virus dilaporkan sesuai lokasi korban terjangkiti. Kluster RT, kluster RW, kluster perkantoran, kluster gereja, pengajian hingga kluster keluarga. Tercatat meningkat. Hanya akan terkendali jika interaksi langsung dibatasi – minimal.

Aturan ketentuan pembatasan aktivitas warga diperketat. Pertemuan hanya diperbolehkan jika pesertanya terbatas. Yang melanggar diancam sekian juta, denda pelanggaran protokol kesehatan - agar jera.

Warga diwajibkan menerapkan aturan “tatanan hidup baru”.

Orang-orang Batak membisu memendam kata tanya, kemarin jenazah simati dikubur tidak beradat, kini yang menikah pun hanya diadatkan seadanya. Undangan terbatas, ritual “marria-raja” sekenanya bahkan “hula-hula-na-marhaha-anggi” tak perlu hadir walau diberitahu.

”Horas jala gabe!”.

Gedung kapasitas ribuan, terlihat lengang, undangan seratusan, diatur duduk berjauhan. Jabat tangan ditiadakan. Manortor sembari mangulosi dan “panakkok-temanten” tak lagi diadakan. Singkong, acara bergulir singkat dan kongkrit, gegara nai Corona!

Selepas pesta, jamak diwartakan keluarga yang pesta terjangkit Covid-19. Para undangan siapa saja, semua disisir diperiksa rapid test, kian banyak yang khawatir, beberapa malah memilih selepas pemberkatan langsung diadati, walau jika hanya dihadiri panatua Gereja? Sah!

Hmh...sesuai ketentuan: “hidup baru_tatanan baru”.

Aktivitas pergerakan warga antar wilayah diawasi, beberapa moda angkutan bahkan wajib mematuhi aturan screening “Swab Test” atau “PCR Test”.Tambahan biaya sekian, tanpa test, ticket Anda tak berlaku!

Hmh...sesuai ketentuan: “hidup baru_tatanan baru”.

Tak bisa ditolak walau hasil test diputuskan sepihak, tak heran jika hasilnya bisa berubah seketika, dalam hitungan jam petugas kesehatan disertai petugas bencana didampingi petugas keamanan sudah tiba ditempat. Anda harus patuh diangkut menuju lokasi isolasi.

Menjadi tidak nyaman oleh situasi, merasa bersalah, orang-orang di sekitar terikut rendong, diperiksa hingga diharuskan ikut menjalani isolasi.

Terintimidasi oleh situasi. Cemas dalam kecemasan, tak jelas!

Oleh pemerintah APBN direvisi, diajukan. Disetujui, jumlah anggaran disesuaikan dengan kebutuhan dana untuk penanggulangan ancaman bencana wabah. Pejabat pengguna mata anggaran bahkan dibebaskan dari ancaman tuntutan pidana. Agar tidak takut-takut, begitu itu dalilnya.

Hmh.. sesuai aturan: “tatanan hidup baru”.

Ratusan trilliun rupiah digelontorkan demi alasan stimulus penyehatan ekonomi nasional. Bisa diterima akal hingga sosmed dipenuhi berita trending #Korupsi Bansos, #OTT, #Belasan miliar.

Diduga Dana Bantuan Sosial dipotong Rp.10.000.- per paket. Bansos virus corona, raib digigit “MenSos-JPB” dan antek-antek konconya.

Tega nian!

Disisi lain pebisnis tersungkur tak kukuh direnggut virus. Investasi terhenti, hutang usaha menggunung, piutang usaha membukit tidak tertagih. Developer gagal meneruskan pelaksanaan pembangunan konstruksi proyek apartemen.

Mangkrak.
Kustomer dan pebisnis frustasi terbelenggu tanya, sampai kapan-kah?

Bisnis anjlok, arus kas minus mencapai titik nadir. Situasi menuntut keputusan praktis penanganan peristiwa luar biasa. Pebisnis sebisanya menyelamatkan yang tersisa, PHK menjadi alternatif terakhir. Pahit, gelombang PHK menjadikan anak bangsa kian semaput.

Pakar bisnis gontai menjumput sisa remah-remah hipotesa. Keahliannya raib direnggut Covid-19. Advisor stratejik bisnis menjadi bodoh, analisa bisnis tidak lagi berguna, realitas menghunjam dasar kehancurannya.

Studi Kelayakan dan Rencana Bisnis praktis gagal, Covid-19 sukses menjungkir-balikkan fakta, bisnis merosot hancur tak terkendali.

Hingga akhir semester kedua 2020 pakar gagal mendisain alasan, menghindar mengulasnya. Benur-benur kemerosotan ekonomi sebelum era covid-19 sukses tertutup oleh wabah virus corona.

Beberapa menggumam lirih: “Terima kasih covid-19, semoga senantiasa perkasa menghantam segala apa yang masih tersisa, kami akan persiapkan dana stimulus penyehatannya! Apakah bansos plontos mantos jokotos koplaktos akan kami carikan judulnya. Teruslah berkuasa, jika bisa sepanjang masa. Rapatkan barisan, persiapkan rancangan berkuasa 3 periode”.

Kecemasan 2020 berakhir, kelam, dunia gagal menaklukkan Covid-19 menyisakan kata tanya, menggayut lemas direlung hayal. Wabah digdaya!

Dunia mengharuskan orang-orang divaksinasi. Sinovac, sitovac, sijovac, sikovac dan berbagai merek vaksin berhias pamer harga, perlu disediakan untuk seluruh warga negara apalagi diberi kemudahan berhutang untuk mendapatkannya.

Mari rancang peraturan aturan serta ketentuan yang mendasarinya. Penggiat akal sehat ternyata benar juga, “jangan menyerah, ancaman wabah virus corona Covid-19 juga mengusung peluang bisnis”.

Betul juga!

Faktanya, Koruptor Bansos sukses menambah kekayaan keluarganya. Konco-konconya berpesta ria memanen derita warga ditengah bencana.

Semoga nanti tidak akan ada berita trending #Koruptor Vaksin

Pastinya Anda kini paham apa yang dimaksudkan, terutama jika terdengar doa-doa dipanjatkan sayup mengalun dari kejauhan:

“iya,,,,Tuhan, karuniai-lah kami pemimpin yang bekerja dengan ikhtiar nyata bukan hanya planga-plongo tebar pesona malah cengar-cengir ketahuan memanen nikmat atas penderitaan anak bangsa. Amin!

Sumber:

https://www.etalase.net/2020/07/covid-19-hidup-baru-yang-terbarukan.html

https://www.etalase.net/2020/04/anda-bukan-tandingan-corona-nan-digdaya.html

https://www.etalase.net/2020/04/virus-covid-19-konspirasi-sengketa-hak.html


 

Selasa, 29 Desember 2020

Studi Kelayakan Dan Rencana Bisnis

 


"Pilih satu ide gagasan bisnis, kerjakanlah. Terapkan dalam hidup Anda, pikirkan, impikan, dan jalankan. Biarkan otak, otot-otot, saraf-saraf dari setiap bagian tubuh Anda dipenuhi ide gagasan itu, lupakan yang lainnya. Inilah jalan menuju sukses. "~Ntah siapa 

Radikal! 

Oleh sebagian pebisnis ujaran ini dianggap radikal, namun ini adalah tentang prinsip, Anda diharuskan kukuh menjalani janji hidup hingga tidak akan ada aral melintang yang mampu merintangi minat dan niat Anda mencapai sukses keberhasilan.

Namun bisnis adalah tentang ketidakpastian. Karenanya, Anda diharuskan untuk berhati-hati, penuh perhitungan memperhitungkan segala kemungkinan. Ini adalah tentang persyaratan utama mencapai sukses keberhasilan. 

Mustahil Anda bisa menaklukkan ketidakpastian dalam bisnis, semua pebisnis hanya fokus berusaha mengenalinya dengan mempelajari serta menganalisa berbagai faktor kemungkinan untuk menemukan solusi penyelesaian atau cara alternatif yang dimungkinkan dilakukan untuk meminimalkan risiko kerugian yang mungkin terjadi.

Karenanya, Anda diharuskan melakukan studi kelayakan. 

Apa itu Studi Kelayakan? 

Sering disebut sebagai Analisa Kelayakan yakni langkah awal yang harus dilakukan sebelum memulai bisnis atau setidaknya ditahap awal proses pelaksanaannya. Tujuannya adalah untuk meneliti tingkat rasionalitas dari modal yang akan diinvestasikan, apakah layak direalisasikan? Apakah secara teknis layak dilaksanakan? Seberapa ekonomis bisnis tersebut? Akankah menguntungkan? 

Studi Kelayakan juga kerap dilakukan ketika akan memindahkan lokasi bisnis; atau ketika akan membeli peralatan produksi; atau saat akan membeli perangkat yang diperlukan; atau ketika akan menambah karyawan hingga ketika berencana mengakuisisi suatu perusahaan atau mendirikan perusahaan (baru)?

Studi Kelayakan juga ditujukan untuk menghimpun berbagai rupa dokumen serta legalitas perijinan hingga merinci detail permasalahan atau untuk menyusun langkah penanganannya. 

Juga diperlukan ketika pebisnis akan mengurus perizinan proyek yang dipersyaratkan, atau untuk menganalisa RAB/ anggaran biaya atau perkiraan penghasilan.

Termasuk untuk mengakses solusi atau alternatif penyelesaian permasalahan bisnis serta untuk tujuan keperluan pemeliharaan peralatan atau harta perusahaan, termasuk meningkatkan kompetensi tenaga ahli perusahaan, dan lain-lain. 

Mengapa Study Kelayakan Diperlukan? 

Karena hasil dari Studi Kelayakan menghasilkan gambaran tentang kepastian sesuatu langkah. Misalnya, ketika pebisnis memiliki beberapa ide gagasan bisnis, diperlukan kelengkapan data serta informasi tentangnya. Apa saja yang dimungkinkan untuk dilakukan? 

Hasil dari Studi Kelayakan juga diperlukan untuk menentukan ide gagasan yang mana yang paling condong dengan latar belakang pendidikan atau pengalamannya? Mungkin dia sudah pernah bergerak di bidang bisnis itu, atau dia mengenal pebisnis yang bergerak di bidang bisnis itu, tetapi dia tetap memerlukan kelengkapan data atau informasi.

Hasil dari Studi Kelayakanakan menguatkan pendapat karena pengambilan keputusan didasarkan pada data informasi tentang usulan sesuatu peluang bisnis, termasuk untuk menyusun kerangka kerja. 

Pebisnis yang memulai bisnisnya tanpa “Rencana” dianggap berencana untuk gagal. Karena “Rencana Bisnis” merupakan kerangka kerja yang diperlukan untuk mengeksplorasi berbagai hal yang kemungkinan timbul.

Rencana Bisnis juga diperlakukan bagaikan Daftar Ide Gagasan dan alternatif untuk mengatasi permasalahan yang sewaktu-waktu dimungkinkan timbul. Langkah-langkah apa saja yang paling dimungkinkan untuk ditempuh untuk mengatasinya? 

Study Kelayakan bermanfaat untuk menjawab;

^Apakah ide gagasan bisnis itu layak direalisasikan? 

^Apakah akan menguntungkan?

^Apakah Arus Kas akan bisa menutupi risiko kebutuhan kas? 

^Apakah risiko kerugian yang kemungkinan timbul sepadan dengan potensi keuntungan yang kemungkinan bisa didapatkan?

^Apakah bisnis itu akan bisa bertahan hidup ditengah situasi yang dihadapi? 

^Bagaimana kelangsungannya dalam jangka panjang?

^Meneliti sifat bisnis apakah layak diteruskan atau harus dihentikan? 

Karenannya tidak heran jika pihak Investor kerap meminta “Laporan Studi Kelayakan” saat menindaklanjuti pengajuan Permohonan Pendanaan. 

Apa itu Laporan Studi Kelayakan? 

Ini adalah laporan tentang hasil analisa terhadap gagasan bisnis dengan tujuan untuk menentukan kelayakannya. Apakah masuk akal?

Jika dilaksanakan untuk tujuan meneliti sifat karakter bisnis, kegiatannya sering difokuskan untuk mengetahui tingkat kelayakannya, merekapitulasi seluruh temuan dan menghimpun hasil analisa menjadi Laporan Studi Kelayakan. 

Studi kelayakan diperlukan saat akan mengakusisi suatu perusahaan atau akan mendirikan anak perusahaan yang aktivitasnya terkait dengan perusahaan induk, atau perusahaan anak yang aktivitasnya berbeda dari perusahaan induk, dan lain-lain. Laporan Studi Kelayakan menjadi dasar alasan yang membenarkan mengapa langkah itu yang ditempuh.

Dengan terlebih dahulu melakukan Studi Kelayakan itu akan menghemat waktu, tenaga dan biaya jika dibandingkan dengan jika bisnis langsung dijalankan tanpa pertimbangan atau tanpa saran masukan yang memadai dari orang yang ahli dibidang itu. 

Karena Laporan Studi Kelayakan adalah untuk mengungkap berbagai faktor-faktor kemungkinan tentang ketidakpastian, maka akan lebih menguntungkan jika dilaksanakan oleh orang yang ahli dibidang itu. 

Apa Bedanya Studi Kelayakan dengan Rencana Bisnis? 

Keduanya sering dianggap dan diperlakukan sama. Mungkin karena data informasi yang disajikan pada keduanya terdapat banyak kesamaan, namun sejatinya berbeda, baik dalam penyajian maupun dalam hal peruntukannya.

Laporan Studi Kelayakan adalah laporan tentang hasil analisa yang dilakukan terhadap ide gagasan bisnis untuk tujuan menentukan kelayakannya. Apakah masuk akal atau tidak? Sedangkan Rencana Bisnis adalah mengenai laporan tentang kerangka rencana kerja yang lebih terperinci tentang bagaimana bisnis itu akan dijalankan agar sukses mencapai keberhasilan. 

Rencana Bisnis mencakup tujuan sasaran, langkah-langkah stratejik, dan memuat data informasi tentang data keuangan dan non keuangan yang diperlukan mendukung pencapaian tujuan bisnis.

Jika Studi Kelayakan dilakukan oleh profesional yang handal, akan dihasilkan suatu “ikhtisar” yang mempersempit cakupan alternatif dari berbagai kumpulan alternatif yang dimungkinkan atau kemungkinan sudah dimiliki oleh pebisnis. 

Jika Laporan Studi Kelayakan memuat hasil penelitian yang fokus menyoroti potensi peluang yang menguntungkan hingga yang kemungkinannya berpotensi memiliki kelemahan atau memiliki kecenderungan akan terkendala. Sedangkan cara menyelesaikannya dituangkan pada “Rencana Bisnis”.

Jadi Rencana Bisnis dianggap baik jika disusun berdasarkan kajian yang terdapat pada Laporan Studi Kelayakan. Sulit jika keduanya memuat data informasi yang saling bertentangan. 

Laporan Studi Kelayakan memuat ikhtisar perhitungan, hasil analisa dan perkiraan proyeksi yang menggambarkan apakah ide gagasan bisnis itu layak direalisasikan atau tidak, sedangkan Rencana Bisnis memuat taktik dan stratejik yang diperlukan untuk melaksanakan ide gagasan bisnis itu.

Jadi Studi Kelayakan adalah tentang laporan hasil penelitian dan analisa mengenai kelayakannya maka Rencana Bisnis adalah tentang pertumbuhannya. Dengan kata lain, Laporan Studi Kelayakan memuat potensi keuntungan yang diharapkan bisa diperoleh sedangkan Rencana Bisnis memuat ikhtisar cara merealisasikannya, termasuk cara mendapatkan Investor pendana. 

Mengubah Laporan Studi Kelayakan menjadi Rencana Bisnis sangat dimungkinkan yakni dengan cara memasukkan langkah-langkah strategis serta kiat bisnis ke dalamnya.

~Salam sukses selalu 

"Take up one idea and act on it. Make that one idea your life. Think of it, dream of it, and live on that idea. Let the brain, muscles, nerves, and every part of your body be full of that idea and leave all other ideas alone. This is the way to success."-Unknown



Kamis, 24 Desember 2020

PELUANG BISNIS

Jika Anda ingin berbisnis tetapi tidak ingin melakukannya tanpa rencana, lakukan study kelayakan, karena bisnis tanpa rencana sama saja berencana untuk gagal, dan Anda tidak perlu berbisnis jika berencana untuk gagal.


Saat akan memulai bisnis Anda perlu bertanya: (1) Apa yang Anda inginkan dari bisnis itu? Lakukan identifikasi. (2) Mengapa Anda menginginkannya, apakah Anda pernah mendapatkan hasil dari bisnis seperti itu? Jawaban atas kedua pertanyaan itu akan bisa menggiring Anda untuk memulai persiapan bagaimana cara merealisasikannya.


Rangkuman jawaban yang diidentifikasi akan membuat Anda bergairah dan termotivasi hingga tertarik menetapkan “apa makna pengertian dari tujuan Anda itu”.


Itu adalah awal permulaan, secara perlahan akan terasa berbagai kemajuan dan Anda akan menikmati manfaatnya hingga kian semakin mendorong minat ketertarikan Anda untuk semakin fokus menggali hal-hal terkait ikhtiar bagaimana menemukan cara terbaik mewujudkan bisnis Anda. Pastinya kini bisa Anda paham hal apa yang dimaksudkan.


I. Mengevaluasi Peluang Bisnis

Bagaimana cara mengetahui apakah peluang bisnis itu layak direalisasikan?

Yang cekatan biasanya bisa cepat mengetahuinya. Walau jika dipermukaan bisnis serupa tampak menguntungkan namun Anda harus hati-hati, apalagi tidak semua rencana bisnis layak untuk direalisasikan. Diperlukan ketelitian dan kejelian, pengalaman Anda hanya untuk mendukung dasar-dasar penilaian apakah peluang bisnis itu layak atau tidak.

Apakah ada cara terbaik untuk menilainya? Pebisnis berkata bahwa hanya jawaban sumir yang banyak ditemukan karena nyaris semua bisnis dipenuhi ketidakpastian. Namun beberapa faktor dianggap perlu dipertimbangkan saat mengevaluasi apakah peluang bisnis itu layak direalisasikan atau tidak.

Sebagai berikut:

I.A. Industri dan Pasar

Ketahui terlebih dahulu bisnis itu masuk kategori bidang industri apa? Bagaimana situasi pasar di bidang itu? Apakah ada peraturan pemerintah yang mendukung atau mungkin malah merintangi? Siapa saja pemainnya, bagaimana persaingan yang ada, siapa yang paling mendominasi? Mungkin masih ada ceruk pasar yang bisa ditembus, dan lain-lain.

Anda bebas menambah daftar pertanyaan lainnya.

Hal-hal mendasar seperti itu perlu diketahui sebelum merealisasikannya. Misalnya, seberapa besar ceruk pasar yang ada? Bagaimana tingkat pertumbuhan bisnis di bidang industri itu? Apakah ada produk alternatif substitusi pengganti? Apakah itu akan berterima di pasar? Bagaimana dengan produk sejenis lainnya? Anda perlu mempertanyakan hal-hal senada.

Kunjungi instansi pemerintah yang membidangi bidang industri itu, atau meminta saran masukan dari Advisor stratejik bisnis, membuka ruang diskusi setidaknya untuk menambah khasanah pemahaman tentang karakter bisnis sejenis itu.

Mendatangi produsen yang sudah terlebih dahulu bermain dibidang itu akan membawa manfaat tersendiri, bisa menguatkan penilaian Anda.

I.B. Cakupan Peluang

Pertimbangkan jangka waktu mempersiapkan persyaratan yang diperlukan? Setelah dokumen perijinan lengkap, apa lagi yang perlu dipersiapkan? Bagaimana dengan modal awal, berapa lama mendapatkannya? Berapa lama proses produksi, berapa lama mendapatkan bahan materialnya, apakah jangka waktunya bisa terpenuhi tepat waktu?

Hati-hati. Umumnya peluang bisnis yang menguntungkan memiliki cakupan jangka waktu yang relatif singkat. Dampaknya, hanya pebisnis yang siaga yang selalu melangkah selangkah didepan pesaingnya.

Bagaimana dengan pendistribusiannya? Berapa jauh jarak lokasi produksi dengan lokasi pemasarannya? Berapa lama jangka waktu memasarkannya? Pertimbangkan secara hati-hati jika akan memproduksi secara massal apalagi jika pasar sudah dibanjiri produk sejenis atau produk alternatif pengganti.

Bagaimana dengan pendanaannya? Tentukan jumlah modal yang ideal untuk mendanai seluruh aktivitas yang diperlukan? Hitung yang benar. Modal selalu menjadi kendala utama. Perhitungkan jangka waktu mendapatkan pendanaan yang diperlukan atau kesempatan akan hilang.

Pada proyek pengadaan barang atau jasa jenis tertentu, jangka waktu yang tertera pada kontrak kerja relatif sangat terbatas, sehingga hanya pebisnis yang siaga dengan dukungan modal yang memadai yang selalu memetik keuntungan.

Bagaimana dengan jaringan bisnis pendukung?, setidaknya Anda perlu mengetahui dimana bahan baku serupa bisa didapatkan, berapa lama mendapatkannya? Apakah kuota bisa terpenuhi? Mungkin Anda perlu membangun relasi dibidang pergudangan, pengangkutan, dan lain-lain.

I.C. Motivasi dan Kompetensi

Investor kerap meneliti kompetensi pebisnis yang akan mengelola investasinya. Mencermati motivasinya, harus diyakinkan bahwa semangat pebisnis termotivasi oleh kompetensi yang mumpuni. Pengalaman pebisnis hanya untuk menambah dasar penilaian, jadi harus fokus mencapai sukses keberhasilan.

Bagaikan bermain layang-layang, keberhasilannya sangat dipengaruhi faktor eksternal seperti arah dan arus angin, hujan, lokasi bermain dan lain-lain. Sama halnya dengan bisnis, pengaruh faktor eksternal terasa sangat dominan, tidak cukup jika hanya bersandar pada bakat dan keterampilan semata.

Jamak pebisnis dengan bakat keterampilan rata-rata terlihat malah melampaui keberhasilan pebisnis yang jenius. Mungkin karena dia fokus mengejar sukses keberhasilannya. Mungkin!

Sulit mengetahui cara menilai motivasi? Namun, Anda disarankan untuk menghindari pebisnis yang hanya termotivasi oleh alasan cara mudah mendapatkan uang banyak.

Anda bisa memeriksa ulang RAB yang diajukan. Hati-hati jika pebisnis mencantumkan gaji yang tinggi dengan alasan bahwa dia akan bekerja setengah mati, itu bukan jaminan. Alasan mendapatkan gaji tinggi itu bisa diterima jika masuk akal, namun kewajaran harus tetap menjadi pertimbangan. Seyogianya bukan uang yang menjadi motivasi utama.

I.D. Aspek Manajemen

Keberhasilan bisnis sangat tergantung pada kehandalan tim manajemen. Jika Anda adalah inisiator, Anda bisa leluasa menentukannya tetapi jika sebagai Investor pendana, kekuatan dan kelemahan tim manajemen perlu dianalisa.

Pebisnis seyogianya memberi nilai tambah bukan mengintimidasi. Menghindari sifat yang manipulatif tetapi harus menginspirasi motivasi tim untuk kreatif.

Tidak sedikit pencapaian besar menjadi terkendala hanya karena hal-hal sepele, dan semua berawal dari ketidakbecusan pemimpinnya.

Kemampuan pebisnis mengelola kompetisi internal teruji saat menghadapi realitas persaingan internal di kalangan tim manajemen karena berimbas negatif pada jajaran dibawahnya. Terapkan prinsip kerjasama, menjadikan kekuatan tim sebagai pendorong mencapai keberhasilan.

Sekalipun kualitas produk sangat baik namun jika didukung tim manajemen yang lemah hanya akan membuat Anda frustasi. Investor kerap memperhatikan hal ini sehingga ide gagasan bisnis yang brillian pun tidak akan didanai jika tim manajemen tidak memadai, setidaknya memenuhi – sesuai dipersyaratkan.

I.E. Aspek Modal & Teknologi

Kecukupan modal untuk mendanai seluruh aktivitas bisnis menjadi keharusan, akan fatal jika produksi terkendala dikarenakan kurang modal. Tenaga kerja terampil serta teknologi pendukung juga kerap menjadi kendala, karenanya harus diperhitungkan dengan cermat.

Faktor modal, tenaga kerja dan teknologi diperlukan untuk menilai rasio risiko imbal hasil. Investor bahkan menjadikannya sebagai dasar untuk menentukan analisa resiko bisnis namun, faktor keuntungan potensil kerap mendominasi minat dan ketertarikan saat mempertimbangkan apakah akan didanai atau tidak.

I.F. Aspek Ekonomi

Aspek ekonomi secara umum sudah termaktub pada saat mempertimbangkan kategorial bidang industri, namun kebijakan pemerintah terkait fiskal moneter serta situasi politik harus benar-benar dipertimbangkan, apalagi hal itu terkait dengan kebijakan perekonomian dari rejim pemerintahan yang berkuasa. Bagaimanapun bisnis akan terpengaruh.

Konon katanya, pebisnis adalah produk dari lingkungan yang kesuksesannya adalah cerminan dari lingkungannya maka pertimbangkan faktor-faktor lingkungan yang terkait dengan bidang industri bisnisnya. Apakah situasinya mendukung?

Misalnya, beberapa bidang bisnis tertentu tidak dimungkinkan untuk berkembang di lingkungan situasi politik rejim pemerintahan yang sosialis, namun bidang bisnis lain mungkin tidak bisa sukses berkembang di lingkungan kapitalis. Hal-hal seperti itu perlu dipertimbangkan.

I.G. Lain-Lain

Walaupun tidak semua faktor bisa tercakup dalam artikel singkat ini, namun Anda bisa menambahkan hal-hal lain yang sekiranya perlu untuk dianalisa.

Pertanyaan pokok adalah: apakah peluang bisnis itu layak atau tidak? Kejelian dan intuisi Anda akan dipertaruhkan.

"Pilih satu gagasan, kerjakanlah. Jadikan gagasan itu menjadi bagian dari hidup Anda. Pikirkan, impikan, dan jalani. Biarkan otak, otot, saraf, dan setiap bagian tubuh Anda dipenuhi gagasan itu, tinggalkan ide-ide lainnya. Inilah jalan menuju sukses."-Ntah siapa.

"Take up one idea and act on it. Make that one idea your life. Think of it, dream of it, and live on that idea. Let the brain, muscles, nerves, and every part of your body be full of that idea and leave all other ideas alone. This is the way to success."-Unknown

Rabu, 23 Desember 2020

Mengapa Harus Melakukan Survei Pelanggan?

Anda boleh percaya atau membantah kebenarannya, tetapi masalah yang kerap mengemuka dalam pembahasan hasil evaluasi berkala adalah apakah Anda perlu mengetahui siapa yang menjadi pelanggan Anda? Apakah perlu Anda mengenalnya? Apakah bisa mengenalnya dengan cara melakukan survei pelanggan?

 

Kebanyakan pebisnis memilih diam ketika ditanya namun tidak ada yang membantah kebenaran fungsi dan tujuannya karena nyaris semua pebisnis melakukannya dengan cara yang dianggap paling memungkinkan untuk dilakukan.

 

Mengenal pelanggan populer dikenal dengan istilah “Know Your Customer” atau kenali pelangganmu. Mungkin bertujuan untuk bisa mendapatkan pelanggan-pelanggan yang memiliki ikatan emosional dengan produknya, bangunan ikatan yang diakui memiliki keunggulan tersendiri. 

 

Tipikal pebisnis selalu ingin tahu tetapi tidak pernah merasa telah tahu.

"I was once asked if a big businessman ever reached his objective. I replied that if a man ever reached his objective he was not a big businessman."~Charles M Schwab

 

Saya pernah ditanya apakah (ada) seorang pebisnis besar pernah mencapai tujuannya. Saya menjawab bahwa jika seorang pebisnis pernah mencapai tujuannya, dia bukanlah pebisnis besar, demikian menurut Charles M Schwab. 

 

Terinspirasi kiriman email yang dari Silver pendiri “TopHomeBusiness.Us” dia mengemukakan ada sepuluh alasan pokok yang mendasari pemikiran kenapa pebisnis melakukan survei pelanggan pengguna produknya secara berkala, bahkan pengunjung situs websitenya pun ikut disurvei. Dan saya tertarik mengulasnya lebih mendalam lagi,

sebagai berikut: 

 

1. Dengan survei pelanggan, pebisnis ingin mengetahui jenis konten produk apa saja yang paling diinginkan atau konten yang mana yang paling sering dilihat pengunjung di situs websitenya. Dengan mengetahuinya Anda - sebagai pebisnis, akan terdorong menyempurnakannya, terdorong untuk menambah ragam jenisnya dan berharap akan kian semakin menarik pengunjung.

 

2. Dengan melakukan survei, Anda sebagai pebisnis akan dapat mengetahui bagaimana cara terbaik meningkatkan kualitas produk atau layanan jasa yang telah ada dan berusaha untuk semakin menyempurnakannya, dengan harapan bisa meningkatkan minat dan ketertarikan pelanggan untuk tetap bertahan membeli produk atau layanan jasa Anda. 

 

3. Dengan melakukan survei pelanggan, Anda akan dapat mengetahui produk atau layanan jasa yang mana yang paling sering mendapatkan perhatian pelanggan. Dan Anda diharapkan akan terdorong untuk bisa memberi perhatian lebih atasnya. Akan berusaha menyempurnakan penyajiannya dan berharap upaya Anda akan bisa meningkatkan penjualan di masa mendatang. Sederhananya, survei pelanggan akan menggiring langkah Anda ke arah yang dimungkinkan untuk meningkatkan penjualan.

 

4. Dengan melakukan survei pelanggan, Anda diharapkan bisa mengetahui dengan cara bagaimana Anda bisa meningkatkan sistem layanan atau manajemen administrasi penjualan Anda. Bisa mengetahui keluhan pelanggan dan akan berusaha meminimalkannya, Anda bahkan bisa menemukan cara terbaik menyelesaikan permasalahan yang timbul atau yang kemungkinan akan timbul. 

 

5. Dengan melakukan survei, Anda akan bisa mengetahui bagaimana cara menyempurnakan format faktur penjualan atau menemukan cara bagaimana menyempurnakan layanan iklan produk Anda. Survei bisa menggiring langkah Anda menemukan cara terbaik untuk bisa mengenal siapa pelanggan setia Anda.

 

6. Dengan melakukan survei Anda berharap bisa mengetahui Artikel atau model kuesioner yang seperti apa yang paling diminati pengunjung situs website Anda,  dan menemukan ide gagasan meningkatkan jumlah pembaca artikel Anda. 

 

7. Dengan melakukan survei, Anda akan mengetahui cara bagaimana menyesuaikan rancangan situs website Anda agar sesuai dengan kebutuhan pengunjung. Survei bahkan bisa meningkatkan lamanya waktu yang dihabiskan pengunjung bersilancar di situs website Anda. Anda diharapkan akan berusaha menyajikan sajian terbaik agar pengunjung menghabiskan waktunya di website Anda dan tidak berpaling ke lain tempat.

 

8. Dengan melakukan survei pelanggan Anda akan mengetahui model serta jenis ragam produk atau layanan jasa lainnya, yang tidak terkait dengan produk/ layanan jasa utama Anda, yang diminati dan yang akan dibeli oleh pelanggan Anda. Dengan survei pelanggan diharapkan akan bisa membantu Anda untuk mendiversifikasi penjulan jenis produk atau layanan jasa yang berbeda bahkan hingga melakukan ekspansi ke pasar yang berbeda. 

 

9. Dengan melakukan survei, Anda diharapkan akan mudah mengetahui cara menetapkan tingkat harga yang lebih memikat dan yang paling diminati dan yang paling banyak mendapatkan pesanan. Menarik pembeli dengan cara mengendalikan penetapan harga jual dianggap sangat efektif, bahkan mengenakan diskon atau potongan harga dianggap bisa membangkitkan minat pelanggan untuk menambah volume pembeliannya.

 

10. Dengan melakukan survei pelanggan diharapkan Anda akan bisa mengetahui apakah pelanggan atau calon pelanggan Anda punya kegiatan berkumpul atau senang melakukan acara kumpul-kumpul sesama penggemar produk Anda. Anda akan bisa mengetahui jadwalnya berkumpul dimana dan disaat-saat kapan?

 

Informasi yang didapatkan dari hasil melakukan survei akan bisa dijadikan rujukan untuk mengetahui ke mana dan saat kapan Anda bisa mempromosikan produk atau layanan jasa Anda. Mensponsori aktivitas kegiatan klub penggemar produk bahkan dianggap bermanfaat untuk memancing minat perhatian dari calon pelanggan baru. 

 

Sepuluh langkah diatas merupakan ide gagasan saja. Anda bebas menambah dan menguranginya, bebas mengubah poin-poin uraian sebagaiamana dijelaskan diatas. Menyesuaikannya dengan alasan yang paling tepat yang mendasari alasan mengapa Anda terdorong melakukan survei pelanggan.

 

Anda bebas merekonstruksi hingga memodifikasinya menyesuaikannya dengan situasi lapangan atau menyesuaikannya dengan tujuan yang hendak dicapai.


Langkah selanjutnya tergantung Anda.

Disadur dari:  https://topHomeBusiness.us