Rabu, 21 Agustus 2019

JAWAHIR;-CARA JITU MENIPU PIKIRAN SENDIRI

“No problem can be solved from the same level of consciousness that created it”.~Albert Einstein

Menurut Albert Einstein tidak ada masalah yang bisa diselesaikan jika penyelesaiannya dilakukan dari tingkat kesadaran yang sama setara dengan tingkatan kesadaran yang menyebabkan timbulnya masalah itu.

Pendapat Albert Einstein itu bisa diterjemahkan dengan analogi sederhana, misalnya jika terjadi kesalahan penjumlahan angka oleh anak murid kelas satu, seyogianya perbaikan dilakukan oleh anak murid kelas tiga – atau anak kelas diatasnya.

Dengan kata lain, diperlukan “peningkatan kemampuan diri” untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi.

Peningkatan kemampuan diri adalah suatu proses panjang perjalanan hidup, pencapaiannya umumnya diperoleh secara bertahap. Ia tidak akan dapat dicapai dalam satu kali jalan terutama karena hal peningkatan kemampuan diri erat kaitannya dengan peningkatan taraf kehidupan. Tidak akan bisa secara otomatis, atau meningkat dalam sekejap.

Anda perlu meningkatkan pemahaman bahwa Anda harus terlebih dahulu siap untuk kemudian bisa mengklaim sukses kemenangan dalam hidup Anda.

Anda perlu menyusun kerangka rencana bagaimana cara terbaik mengembangkan kemampuan diri. Langkah-langkah apa saja yang diperlukan untuk mencapainya.

Perlu kesiapan mental rohani untuk mengatasi ganjal penghalang gerak langkah maju. Diperlukan ketangguhan diri untuk bisa tetap berkemampuan menjaga komitmen. Mempertahankan semangat dalam upaya pencapaiannya.

Anda perlu disiplin, Anda harus menteraturkan diri. Sedari sejak bangun tidur Anda sudah harus membiasakan diri untuk tetap dikondisikan sedemikian rupa, dipenuhi semangat agar terus maju bergerak teratur menuju sukses keberhasilan.

Setidaknya Anda perlu belajar dari kesalahan terdahulu terutama karena pengembangan diri adalah upaya-upaya perbaikan langkah langkah penentu keberhasilan.

Pahamkan?

“Study the past if you would define the future”~Conficius.

Oleh Conficius, Anda perlu mempelajari masa lalu jika Anda akan menentukan langkah masa depan.

Cara sederhana, tuliskan secara singkat tentang bagaimana cara Anda meliwati permasalahan di hari ini. Disiplin melakukannya setiap hari, itu akan membuat Anda menjadi lebih fokus dan lebih fokus lagi melakukan banyak hal.

Dalam beberapa saat Anda akan mulai merasakan manfaatnya.

Kegiatan sederhana seperti itu pasti akan menjadikan Anda terbiasa merencanakan jadwal kegiatan harian. Kemana besok hari, apa yang perlu dilakukan, dengan siapa, apa saja yang perlu dipersiapkan.

Secara perlahan Anda akan menjadi terlatih memilih serta menentukan langkah-langkah prioritas, tentang hal apa saja yang perlu dan harus didahulukan. Kelak Anda akan terbiasa menentukan kapan saatnya melakukan sesuatu, apa saja persiapan yang diperlukan, dan kapan waktu yang tepat untuk menikmati hasilnya.

Semuanya itu menjadi kerangka rencana upaya sukses keberhasilan.

Mari lihat beberapa latihan sederhana tetapi memiliki mukjizat yang sulit untuk menjelaskan detil manfaat yang didapatkan.

Sebagai berikut:

Cubalah dengan berlatih mengucapkan secara perlahan apa rencana di hari ini. Selintas saja, ucapkan dengan suara perlahan.

Tindakan sederhana itu akan bisa menanamkan perintah jelas ke alam bawah sadar, dan menjadikan Anda terjaga sepanjang hari untuk tetap fokus giat berusaha mendapatkan apa yang menjadi keinginan Anda di hari itu.

Sugesti Diri:
Cuba lah membaca detail rencana Anda di depan cermin, itu akan bisa mengkondisikan alam pemikiran bahwa Anda bisa melakukannya, bahkan walau jika orang-orang berkata bahwa itu tidak bisa Anda lakukan.

Cara ini dikenal sebagai cara jitu menipu pikiran sendiri, agar pikiran Anda bisa berpikir jernih bahwa Anda sejatinya bisa dengan mudah dan mampu melakukannya.

Menipu pikiran sendiri adalah cara sederhana untuk menguasai jalan pikiran dan mengendalikannya, karena menguasai jalan pikiran menjadi cara terbaik mengembangkan diri.

Kegiatan meditasi atau fokus untuk bisa khusyuk berdoa termasuk bagian cara terbaik untuk mengembangkan diri.

Berlatih melakukan olahraga ringan, dianggap bisa menyegarkan pikiran. Perasaan rileks yang timbul akan menghadirkan rasa nyaman, membuat diri menjadi terinspirasi menerapkan cara-cara yang lebih efisien tanpa harus kehilangan fokus. Menjadikan diri tampil lebih percaya diri, terlihat kukuh dan lebih siap.

Membangun komitmen diri dianggap mudah tetapi langkah awal memulai dan mempertahankannya menjadi tantangan tersendiri. Ini adalah tentang cara jitu yang sederhana demi untuk pengembangan diri sendiri.

Mari lihat beberapa butir-butir kesepakatan dengan diri sendiri:

1. Saya adalah Arsitek kehidupan, yang mampu merancang serta membangun fondasi bangunan kehidupanku sendiri.

2. Saya akan mengisi hidupku dengan sukacita dan dengan pikiran cemerlang dipenuhi warna-warni gemilang kesuksesan.

3. 
Saya yakin bisa menaklukkan serbuan pikiran Negatif yang timbul, karenanya jiwaku tenang.

4. Saya ini diberkahi dengan talenta dan itu yang hendak aku manfaatkan dari waktu ke waktu dengan cara-cara terpuji.

5. Saya telah memaafkan mereka-mereka yang telah menyakiti ku.

6. Saya akan melupakan berbagai peristiwa menyakitkan di masa lalu demi menyongsong masa depanku.

7. Saya akan mengisi hari-hari ku dengan cinta dan kasih sayang.

8. Saya punya ruh dan jiwa yang siap membimbing tiap langkahku.

9.  Kebahagiaanku tidak akan tergantikan oleh apa pun.

10. Saya punya kualitas serta performa yang diperlukan untuk mencapai sukses keberhasilan.

11. Pernikahanku sangat membahagiakan – jika telah menikah.

12. Bisnisku berkembang dari waktu ke waktu dan menjadi lebih maju seiring waktu - jika Anda seorang pebisnis.

13. Saya dipenuhi enerji kreatif dan ide-ide baru yang cemerlang.

14. Hidupku dipenuhi potensi kemampuan tak terbatas untuk menaklukkan tantangan hidup.

15. Saya layak mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang layak - jika Anda masih menganggur.

16. Saya berani memperjuangkan ide gagasan yang kumiliki.

17. Saya berani berbisnis karena punya keyakinan bakal sukses.

18. Pikiran positif akan membuat hidupku dilimpahi kemakmuran.

19. Saya akan tinggalkan kebiasaan lama yang buruk mulai Hari ini.

20. Saya menghormati orang-orang dan mengagumi pemikiran positif mereka.

21. Saya diberkahi dengan keluarga, rekan dan sahabat yang luar biasa.

22. Saya memiliki harga diri dan kepercayaan akan sukses mencapai keberhasilan.

23. Apapun yang terjadi saat ini itu adalah untuk kebaikanku sendiri.

24. Saya kukuh dan tidak mudah untuk takluk dan dihancurkan.

25. Walau situasi saat ini sulit, itu akan segera berlalu.

26. Masa depanku dipenuhi bayangan tentang ide proyek masa depan yang ideal untukku.

27. Alam semesta akan mendukung segala upayaku mewujudkan mimpi-mimpiku.

28. Jika Anda masih bujangan - Calon pendampingku akan segera mengisi kehidupanku.

29. Saya memiliki pesona diri yang memancarkan semangat hidup dan keindahan rahmat.

30. Jika Anda sakit-sakitan - Saya akan taklukkan penyakit saya dan kembali menjadi sehat, bugar siap menyongsong sukses keberhasilanku.

31. Saya akan taklukkan penghalang jalan saya mencapai sukses keberhasilan.

32. Saya bangun di hari ini dengan kekuatan hati dan pikiran yang jernih.

33. Saya tidak akan pernah takut akan hari Esok, tetapi akan menyongsongnya dengan penuh semangat.

34. Saya telah berdamai dengan lapang dada menerima semua hal yang telah terjadi, atau sedang terjadi, dan atau yang akan terjadi.

35. Saya ini adalah makhluk sprituil yang memiliki sifat-sifat Ilahi.

36. Saya putuskan bahwa saya baru saja memulai hidup ini, dan akan selalu memperbaharuinya di sepanjang perjalanan hidupku.

Silahkan koreksi dimana perlu.
Anda bebas menambah atau menguranginya, bebas menyusun urutan-urutannya berdasarkan kebutuhan atau sesuka hati Anda.
Dan tetaplah mawas diri!

Mensyukuri hasil yang diperoleh, sedikit atau banyak, berapa pun jumlahnya. Banyak yang gagal menerima tingkat keberhasilan yang dicapainya karena terlalu fokus ingin mendapatkan hal-hal yang tidak atau belum dimiliki.

Menjadikan jumlah perolehan sebagai ukuran hingga lupa bahwa besar atau kecil jumlah yang didapat, itu juga berkat.

Menetapkan ukuran tingkat keberhasilan berdasarkan kepemilikan harta orang lain atau berdasarkan tingkat pencapaian hasil orang lain, akan meniadakan kegemilangan yang sudah berhasil dicapai. Anda akan gagal melihat perubahan tingkat kehidupan yang sudah dicapai, dan Anda akan terus mencari dan mencari, tanpa kenal lelah, hingga jatuh sakit sampai akhir hayat.

Anda gagal, tidak bisa menikmati berkat yang didapat. Karenanya, teruslah mawas diri! Berhentilah sejenak merenungkan perjalanan hidup, menikmatinya dengan menerima keadaan apa adanya.

Kiranya bermanfaat dan membawa kemanfaatan.

~Salam JAWAHIR selalu!

“If you understand others you are smart. If you understand yourself you are illuminated. If you overcome others you are powerful. If you overcome yourself you have strength.’’
~Lao Tzu

Senin, 29 Juli 2019

JAWAHIR-JAWABAN AWAL AKHIR

Kata JAWAHIR adalah istilah populer dalam lingkup pergaulan masyarakat di kalangan tertentu. Kata ini dianggap melekat sebagai kependekan dari: “JAWABAN AWAL AKHIR”, lazimnya dipergunakan sebagai ungkapan pemahaman dari awal timbulnya “rasa percaya” yakni untuk bergegas MEMULAI.

MEMULAI dianggap menjadi bukti pertanda bahwa Anda berhasil menyemangati sendiri, diri Anda sendiri, untuk segera bergegas bangkit bergerak melangkah maju, meraih sukses keberhasilan.

Sederhananya, penggunaan kata JAWAHIR dianggap sebagai kata kunci bahwa Jawaban Awal untuk bertindak melaksanakan sesuatu (berjuang) telah ditemukan, karena Jawaban Akhir atas penyebab terjadinya ketertundaan dianggap telah ditemukan (menunda-nunda perjuangan).

JAWAHIR dianggap bagaikan vonis inkrah yang sifatnya final putus mengikat. Tak lagi perlu diperdebatkan, dan tak lagi ada langkah upaya lanjutan menunda-nunda. Tinggal hanya satu kata: “jalankan”!

Kata JAWAHIR ini ditujukan untuk menggambarkan penyelesaian akhir terhadap sesuatu situasi chaos, atau stagnansi tanpa penyelesaian akhir. Jika pun terlihat ada upaya penyelesaian, tetapi terkesan hanya untuk mengulur waktu, sejatinya malah kian membuat semakin terkatung-katung, tidak tuntas. Karenanya, diperlukan kepastian.

Istilah kata JAWAHIR diyakini timbul untuk mengakhiri suatu situasi dimana ketertundaan tanpa keputusan akhir, telah berulang-ulang terjadi hingga malah dianggap biasa. Bahkan diperlakukan bagai suatu kelaziman. JAWAHIR ditujukan untuk memupus tuntas situasi yang sedemikian itu, karena penyebab utamanya diyakini lebih disebabkan oleh kemelut di dalam pikiran sendiri.

Anda pasti paham apa yang dimaksudkan jika menyimak dengan benar arti makna kata-kata bijak berikut ini.

“Stop believing you should feel more confident before you take the next step because taking the next step is what builds your confidence. We all learn the way on the way. No matter what it is you want to accomplish, you just need to get started. Starting in the main key, It is a thing that should make a daily ritual”.~Anonimous

Berhentilah untuk percaya bahwa Anda harus terlebih dahulu membangun “rasa percaya” untuk bisa merasa percaya diri sebelum memutuskan untuk melangkah maju. Karena dengan mengambil keputusan untuk melangkah maju, sejatinya Anda akan dan tengah sedang berupaya membangun “rasa percaya” yang diperlukan.

Terserah bagaimana menurut Anda!
Tetapi saya akan lebih setuju jika saja Anda bisa menerima pemahaman yang sama bahwa rangkaian kata-kata bijak diatas mengusung makna yang dalam.

“Bahwa setiap kita, semuanya diharuskan belajar mengetahui tiap sesuatu hal, disaat kita sedang melakukan sesuatu hal lainnya, dari sekian banyak rupa ragam hal prihal yang sudah menunggu untuk dilakukan.~Ini kata Saya.

Tidak soal, hal persoalan apa itu yang ingin Anda selesaikan, namun satu hal yang diperlukan yakni dengan memutuskan segera untuk MEMULAI langkah, bergerak maju dan mulai melakukan tindakan yang diperlukan.

Dengan mulai mengambil satu tindakan, diyakini itu akan memicu timbulnya minat ketertarikan melakukan banyak hal serta tindakan apa saja yang diperlukan, untuk menuntaskan tiap-tiap hal yang terkait dengan prihal apa yang sedang Anda usahakan untuk mencapainya.

Langkah MEMULAI itulah, yang menjadi titik awal fase yang krusial.

Itu yang menjadi kunci utama dari tiap sukses keberhasilan orang-orang yang Anda pernah ketahui. Itulah ritual awal yang perlu dilakukan disaat hendak memulai sesuatu tindakan. Karenanya, perlu untuk kita menjadikannya bagai ritual harian.

Dengan mengambil keputusan untuk melangkah maju, Anda tidak akan pernah punya waktu untuk mencari-cari kesempatan untuk mundur. Bahkan mungkin, hal itu tidak lagi terpikirkan jika seluruh waktu, tenaga, perhatian terpusat fokus bergerak MEMULAI angkah maju.

Satu langkah tiap waktu, selangkah demi selangkah, langkah Anda akan bergerak maju meraih sukses keberhasilan.

MEMULAI adalah hal krusial, dalam banyak hal ia menjadi beban permasalahan yang sangat prinsipil dan mendasar.

Memutuskan langkah untuk MEMULAI adalah saat-saat penting, dimana kita terbebani rasa khawatir, meragu, dilanda ketakutan. Bagaimana jika nanti gagal? Bagaimana jadinya jika nanti tak cukup modal? Meragu, bagaimana jika nanti ternyata diri ini tidak begitu cukup pintar. Terombang-ambing hingga terhempas dipenuhi perasaan ragu-ragu, takut dan malu. Bagaimana jika Nanti terjadi penolakan?

MEMULAI adalah suatu situasi awal yang dipenuhi gonjang-ganjing. Semua musuh-musuh penghalang sukses keberhasilan, satu demi satu muncul, timbul kepermukaan. Bertimbun-timbun menumpuk satu demi satu persis disaat waktu yang bersamaan, semuanya serentak membebani persis kala ketika hendak memutuskan “MEMULAI”.

Bagi sebagian kalangan, tahap “MEMULAI” menjadi awal akhir keperkasaan diri. Jika berhasil, akan menjadi awal keperkasaan yang akan diperhitungkan dunia, masuk dalam kancah deretan daftar keberhasilan. Jika gagal, akan dianggap menjadi awal kenistaan diri. Musnah punah kedigdayaan pribadi perkasa yang selama ini diagung-agungkan.

Kala memutuskan untuk MEMULAI, seluruh isi kepala dipenuhi pemikiran, bagaimana jika nanti begini ini? Bagaimana jika nanti begitu itu? Terbebani pemikiran begini begitu, bahkan bisa mematikan akal budi pekerti.

Hal ikhwal perihal MEMULAI kerap menjadi bahan perdebatan yang tak ada ujung pangkalnya.

Berbagai bayang-bayang kejadian serupa penjelasan diatas, kerap menjadi bahan pembahasan seru didalam berbagai kegiatan pelatihan pengembangan potensi kemampuan diri.

Dan semua para Influencer, Coach, Mentor atau Trainer terlatih, tak bosan melatih diri. Tak bisa berhenti mengasah kemampuan diri untuk agar bisa menemukan jalan keluar dari suatu kemacetan komunikasi dalam pembahasan yang sering terjadi.

Semuanya berusaha agar penjelasan yang dipaparkan bisa diterima peserta pelatihan, atau setidaknya berkemampuan menyajikan suatu pemaparan yang paling sedikit mendapatkan sanggahan.

Para Influencer, Coach, Mentor atau Trainer, wajib membekali diri dengan berbagai ragam jawaban, sedari yang standar hingga yang bersifat khusus, dengan tujuan untuk bisa menggugah semangat juang yang sejatinya itu telah erat melekat dan menjadi prinsip dasar kejiwaan orang per orang.

Diantaranya, sebagai berikut:

“Seyogianya Anda tak perlu bimbang akan hal itu. Itu adalah sesuatu hal yang semestinya tidak perlu dipersoalkan, terutama karena hal perasaan takut sedemikian itu, pernah juga dialami oleh semua orang-orang sukses yang Anda pernah ketahui”.

“Semua orang-orang sukses pasti pernah mengalaminya, bagaimana situasinya kala harus berhadap-hadapan dengan berbagai kesukaran, yang kurang lebih sama sukarnya seperti bayang-bayang yang Anda takutkan itu. Dan mereka ternyata berhasil melewatinya. Sukses melampauinya.“

“Mereka telah merasakan bagaimana diombang-ambingkan perasaan yang tidak menentu. Mengalami betapa hati sangat sakit kala ketika dirinya dianggap tidak cukup pintar untuk bisa sukses”.

“Hati nelangsa, ketika tengah berjuang mengalami kekurangan modal. Sedih, pilu beraduk bercampur rasa jengkel kala ketika sedang menyelesaikan tahap akhir penyelesaian proyeknya, harus tertunda karena perlu tambahan modal. Pekerjaan serba tanggung, tak bisa selesai.”

“Hati tersiksa, terbebani perasaan mendongkol, resah, gundah gulana. Seolah semua pintu bala bantuan menutup rapat-rapat. Merasa seolah dijauhi teman-teman, dicemooh keluarga, bahkan ditolak oleh sahabat karib. Serasa semua orang serentak memalingkan muka, tak satu pun yang sudi memberi bantuan.”

“Orang-orang sukses pastinya pernah mengalami bagaimana getirnya perjuangannya. Bagaimana tersiksanya perasaan kala ketika dihantam dihempaskan badai perasaan malu, ditolak mentah-mentah, oleh karena kurang sesuatu hal.”

“Bahkan, pernah ditolak setengah matang tanpa sebab alasan pasti, tanpa kejelasan yang jelas. Dipermalukan ditengah khalayak ramai. Dikata-katai bodoh, kerja tanpa perencanaan yang matang. Dianggap tidak becus, tidak punya otak, goblok tak bisa kerja. Dinilai malas, bagaimana mau sukses?”

“Bahkan, tak jarang ditolak tanpa sebab alasan yang jelas.”

Tetapi, semua penolakan-penolakan itu, tidak menjadikannya malah mundur dari gelanggang arena perjuangan. Tidak malah menjadikannya menyerah untuk kemudian berhenti. Tidak malah menjadikannya lari dari tanggungjawabnya. Tidak menjadikannya menunda-nunda penyelesaian pekerjaannya.”

“Hingga sampai akhirnya mereka berhasil gemilang mencapai sukses keberhasilannya. Dan berbagai kisah rintangan-rintangan yang pernah dialami, semuanya hanya akan menjadi catatan tambahan dalam buku sejarah perjalanan hidupnya.”

“Few things are impossible to diligence and skill... Great works are performed not by strength, but perseverance.”
~Samuel Johnson

“Ketahuilah, semua orang-orang yang kini dikenal sukses atau terkenal sangat sukses, dipastikan pernah merasakan rintangan dalam perjalanan karirnya. Setidaknya menghadapi beban persoalan yang kurang lebih sama. Mungkin malah lebih buruk dari bayang-bayang terburuk yang bisa Anda khawatirkan itu.”

“Mereka mungkin telah dihajar dibenturkan situasi sedemikian kerasnya oleh sukarnya beban kehidupannya. Ditimpa musibah, atau terjerembab oleh sesuatu situasi, yang mungkin selama hidupnya tidak akan pernah dia akui wajar, bahkan walau jika itu untuk sekedar dikemukakan kepada orang-orang terdekat atau kepada anggota keluarga yang dicintainya.

“Bayangkan bagaimana kerasnya perjuangan mereka, jadi bayang-bayang penderitaan yang bagaimana lagi yang hendak Anda jadikan alasan pembenaran menunda-nunda langkah Anda memulai bergerak maju?.”

“Ketahuilah, umumnya orang-orang sukses hanya akan bersedia menceriterakan sekilas tentang beberapa hal penting terkait sejarah perjalanan karirnya. Mereka lebih memilih menyampaikan beberapa peristiwa yang sangat penting, untuk dijadikan bekal petunjuk bagi para pemula – seperti Anda.”

“Berbagi pengalaman tentang beberapa hal terkait perjalanan hidupnya, agar orang-orang yang tengah sedang berjuang dapat terhindar dari melakukan kesalahan yang sama.”

“Karena, tidak satupun dari mereka yang sudi mengingat-ingat peristiwa kelam yang dialami.”

“Orang-orang sukses, umumnya bijaksana. Mereka memilih menjaga sesuatu rahasia demi privasi yang sangat bersifat pribadi. Namun apa pun itu, tiap satu daripadanya mereka cenderung bersedia menceriterakan hal-hal yang dianggap bisa berguna menyemangati diri, menyemangati nilai-nilai semangat juang dari orang-orang seperti Anda.”

“Mereka menyadari hal itu. Terutama karena pada akhirnya tiap-tiap orang akan tiba di persimpangan jalan dalam lintasan perjalanan hidupnya, dimana dia harus berhasil menyemangati sendiri, dirinya sendiri.”

Berpantang mundur!

Sekali layar terkembang, sauh terangkat, kemudi diputar mengarah ke tengah samudera lepas, berjuang menaklukkan rahasia warna-warni kehidupan!

Dan, mengambil keputusan untuk segera MEMULAI adalah bukti pertanda keberhasilan Anda menguasai diri, Anda sukses menyemangati diri sendiri!

“The worst decisions I’ve ever made, have been to make no-decision. When I overthink and over analyze, I do nothing. It’s a classic case of analysis paralysis”.
~William Chapman

Saya yakin, Anda kini paham apa yang dimaksudkan.

~Salam JAWAHIR Selalu!