Selasa, 13 November 2018

MEMAHAMI MAKNA KATA TUJUAN

Whatever We plant in our subconscious mind and nourish with repetition and emotion will one day become a reality."
~Earl Nightingale

Menurut Anda, apa makna Tujuan? Kenapa ia kerap dilekatkan pada kata Dewasa? Mungkin Anda akan menjawab mengikutkan rujukan ketentuan batasan umur dewasa sesuai ketentuan undang-undang bahwa, hanya orang Dewasa yang berhak menentukan sendiri Tujuannya - hendak menuju kemana?

Logis dan itu tak salah! Tetapi, itu adalah versi Anda!

Namun artikel ini memilih untuk terlebih dahulu mengulas makna kata Dewasa agar paham makna kata Tujuan.

Menurut seorang teman, Dewasa acap disebut sebagai maturity ketika Anda berhenti tak lagi bersusah-payah ingin merubah wajah dunia. Tak lagi mau lelah hendak merubah orang-orang agar sesuai menurutkan kata hati Anda, tetapi Anda memilih untuk merubah diri sendiri.

Katanya, kala ketika Anda berhenti membanding-bandingkan diri Anda dengan orang lain, dan kala ketika Anda fokus pada nilai-nilai positif yang ada pada orang lain, Anda dianggap telah Dewasa. Apalagi Anda paham bahwa itu Anda lakukan adalah untuk menghadirkan kedamaian didalam diri Anda sendiri.

Ketika Anda belajar melupakan perlakuan atau perbuatan seseorang yang tidak berkenan dihati Anda. Mulai menerima orang lain apa adanya, menerima sebagaimana adanya diri orang itu tanpa bayang-bayang sosok orang satu lainnya yang lebih berkuasa darinya, atau yang lebih bergelimang harta. Kala itu terjadi, Anda dianggap telah Dewasa terutama karena paham bahwa kebahagaian taklah harus disertai kemewahan.

Katanya lagi, manakala Anda telah bisa berdamai dengan diri sendiri tanpa perlu persetujuan orang lain untuk berlaku demikian, tetapi demi untuk kedamaian hati Anda sendiri. Kala ketika itu terjadi, Anda telah memberi kesempatan pada benih-benur kedewasaan untuk bersemayam tumbuh berkembang di diri Anda.

Menakjubkan!

Konon katanya, pergumulan hebat berlangsung terus menerus menimpa hidup setiap orang dan itu terjadi di alam pikirannya sendiri, dan pendapat orang lain kerap menjadi momok yang menghantui.

Apa kata dunia?

Tiap waktu tiap kita dituntut untuk berdamai dengan keinginan hati demi mendapatkan label telah Dewasa, hingga menjadikan hal KEDEWASAAN selamanya menjadi Tujuan. Pada strata tertentu Dewasa bahkan dianggap sebagai pilihan hidup.

Tak soal jika Anda berpendapat berbeda!

Tak heran jika partus tanda tanya: “Jika Kedewasaan adalah Tujuan, siapa pula yang menentukan patokan itu? Apa haknya? Apa patokan jika ia cermat menilai? Mungkin saja ia salah, atau mungkin ia mendapat tekanan orang yang berkuasa? Mungkin terpengaruh oleh ikatan sanak saudara atau tercemari fanatisme daerah? Jika demikian itu halnya, apakah masih benar patokan itu yang menjadi ukuran?

Satu tanya menimbulkan ragam rupa tanya-tanya lainnya!

Banyak yang menghindar tak mau pusing, tetapi lebih banyak yang lelah ikut pusing. Banyak yang menolak berpendapat tetapi lebih banyak yang lebih suka menolak tiap pendapat. Ada yang bergumam; Kenapa tiap hal dipersoalkan?, tetapi kemudian ikut larut tertanya-tanya.

Tak lagi jelas awal musabab perbantahan, tetapi semua merasakan nikmatnya membantah tiap perbantahan. Dan senang tertanya-tanya, walau malas untuk sekedar bertanya!

Tak salah jika penulis berpendapat dengan nada tertanya-tanya, bahwa: “tiap Tujuan adalah baik adanya walau jika itu salah, itu bukan salahnya tetapi salah yang Menuju”. Karena semua tergantung Telor masing-masing. Apakah akan di Orak-Arik atau akan diRebus, diDadar atawa akan di Ceplok mata Lembu? Selera Anda, afdolnya bagaimana?”.

Karena hidup adalah pilihan!

~Salam Tujuan selalu!

"Far better it is to dare mighty things, to win glorious triumphs, even though checkered by failure, than to rank with those poor spirits who neither enjoy much nor suffer much, because they live in the grey twilight that knows neither victory nor defeat."
~Theodore Roosevelt
saying

Selasa, 06 November 2018

MEMAHAMI MAKNA KATA PERUBAHAN

”Everyone thinks of changing the world, but no one thinks of changing himself”.
~Leo Tolstoy - Novelist

Tak soal Anda itu apa! Apakah Anda wiraswasta, karyawan, pedagang, pebisnis, top manajemen atau profesional atau mungkin Anda hanya seorang individu yang berusaha mencapai sukses keberhasilan, Anda perlu memelihara prinsip bahwa: “Anda adalah apa yang Anda percayai!”.

Semisal, Anda tengah berusaha menambah penghasilan Anda perlu membuka diri terhadap berbagai peluang, menggali berbagai alternatif untuk tahu solusi terbaik dan mendapatkannya secara positif.

Sama halnya jika Anda ingin membangun hubungan baik dengan relasi, atau mencuba melebarkan jaringan network bisnis atau dengan berbagai pihak, cara terbaik mewujudkannya adalah dengan mengubah cara berpikir!

Mungkin Anda perlu banting stir mengganti aktivitas yang kini tengah Anda geluti atau mungkin keluar dari lingkungan yang sekarang supaya bisa fokus. Diperlukan lingkungan dimana kepribadian kita dimungkinkan berkembang.

Yang harus disadari adalah bahwa: Berubah itu keharusan tetapi meningkatkan kepribadian adalah pilihan!

Tiap orang memilih mengembangkan kepribadiannya tetapi menghayal agar dunia berubah mengikutkan keinginannya. Itu mustahil, karena dunia dinamis mengikutkan dinamika kehidupan penghuninya.

Karenanya, kita yang harus membuka diri untuk mempermudah terjadinya perubahan itu. Caranya dengan menerima dan beradaptasi dengannya. Kita perlu merubah cara pandang kita tentang keunikan diri kita, mengasah kualitas dan tak henti menggali bakat talenta diri, menjadikannya solid menyongsong perubahan.

Perubahan kerap terasa seolah tertahan oleh sesuatu, dan itu menjadikan kita kembali memilih bertahan bahkan malah menolak perubahan itu, kita terkadang malah menginginkan menjalani kehidupan yang biasa dijalani. Apalagi perubahan kerap membuat kita babak belur, pontang panting membuat kita goyah tidak percaya diri. Khawatir seolah kita dipaksa untuk menghindari aktivitas yang dipersyaratkan untuk bisa mencapai perubahan itu.

Jangan terkecoh olehnya!

Kala ketika itu terjadi, kita disarankan untuk optimis memelihara perilaku positif karena itu lebih bermanfaat daripada terjebak di alam khayal bakal sukses tanpa kita berusaha merubah sikap dan perilaku.

"The only thing that stands between a man and what He wants from life is often merely the will to try it and the faith to believe that it is possible."
~Richard M. DeVos

Kepribadian adalah kunci utama, dan itulah semangat perubahan itu!

Kita harus mengundang masuk impian sukses masa depan, caranya dengan melepaskan kepahitan masa lalu. Melupakan bayangan perilaku atau lingkungan di masa lalu yang dipenuhi enerji negatif. Diperlukan semangat tersendiri apalagi tiap kita cenderung kembali ke habitat lama.

Terkadang perubahan terasa membuat kita kian terperosok, apalagi tiap hal selalu berakhir gagal dan gagal lagi. Namun jangan menyerah karenanya. Karena kemuliaan terbesar kita tidak ikut jatuh walau berkali-kali gagal tetapi malah meningkat. Ini yang selalu terlupakan!

Tetaplah fokus pada masa saat sekarang ini, fokus menerima perubahan menuju arah yang lebih baik karena jika terus-menerus berkubang dengan kisah sedih masa lalu, kita tidak akan bisa menangkap peluang dari sesuatu kesempatan.

Ini adalah realitas pikiran!

Surround yourself with people who…believe in your dreams, encourage your ideas, support your ambitions, and bring out the best in you.”
~Roy T. Bennett, The Light in the Heart

~Salam Perubahan!
saying

Jumat, 02 November 2018

ANDAI KITA PAHAM MAKNA KATA KONSEKUENSI

”Only one who devotes himself to a cause with his whole strength and soul can be a true master. For this reason mastery demands all of a person”.
~Albert Einstein

Tak mudah buat seorang Saksi menjelaskan detil sesuatu peristiwa dimana tidak setiap orang turut menyaksikan. Terkadang malah si Saksi yang dicap pambongak tidak jujur. Disudutkan! Tak dihargai, lelah dihujani tanya. Tak jelas apakah si penanya bertanya agar bisa percaya atau malah si Saksi yang berjuang agar tidak dituduh “memberi kesaksian palsu”.

Mungkin karena itu si Saksi takut menagih upahnya. Kesaksiannya telah menakutkannya. Takut dianggap sebagai bagian dari, atau antek-antek pelaku, takut dituduh bagian dari persekongkolan. Atau dituduh “ada upaya pembiaran” karena tak berusaha mencegah.

Mungkin tawaran tak akan dituntut balik masih lebih menguntungkan dibandingkan upah. Impas karena Takut? Bisa dianggap begitu, itu konsekuensinya!

Orang hukum akan mudah untuknya memahami. Berbeda dengan orang yang tak tahu hukum, bingung teriak; Saya ini korban hukum! Orang lain yang berbuat kenapa saya yang bertanggungjawab? Orang yang berkelahi kenapa saya yang dituntut karena tidak melerai? Orang lain yang merampok kenapa saya yang dituntut karena tidak mencegah? Si Nenek yang berbohong kenapa saya yang berdarah-darah? Sulit dia pahami!

Konsekuensinya berat. Hanya karena berada ditempat yang salah disaat yang tidak tepat dia rendong ikut bertanggungjawab. Itu bukan pilihannya? Ada yang menyebutnya sebagai turut menjadi korban - collateral damage. Tetapi yang lain menyebutnya turut bersekongkol. Mungkin ada pasal yang melindunginya, tetapi tak mudah untuknya memperjuangkan haknya.

Akan selalu ada tawaran-tawaran tertentu dimana pihak yang dirugikan akan merasa lebih terlindungi jika dipaksa menerima keadaan. Sepahit apapun itu! Konsekuensinya begitu. Konon, itu bukti pertanda tegaknya hukum. Katanya lagi, hal serupa kerap diperdebatkan di dunia hukum. Kian tak paham dia!

Beragam konsekuensi diperdebatkan sepanjang waktu dan itu membuat hidup menjadi lebih hidup, menakjubkan! Enerji terkuras karenanya.
Ini adalah realitas pikiran!

Contoh lainnya: Banyak yang berpendapat bahwa cara mudah mendapatkan apa yang diinginkan dalam hidup adalah dengan menggali informasi tentang cara kerja alam semesta. Katanya, alam semesta menyimpan hal-hal yang paling diperlukan dalam hidup, memendam Rahasia tentang keunikan diri kita. Banyak penelitian diarahkan menggalinya, berbagai temuan serta penemu hebat dianugerahi hadiah Nobel.

Semisal kerumitan otak manusia, sulit menjelaskannya, sedari bentuknya yang unik, dimensi buntal hingga rangkaian fungsinya, tak bisa secara pasti ditentukan. Pendapat ahli berbeda satu sama lain. Diduga cuma sepuluh persen yang digunakan, sisanya masih terpendam. Takjub andai bisa seluruhnya digunakan. Tak henti ahli menggarapnya.

Ada yang berkata; “mungkin yang sembilan puluh persen itu sudah afkir, sia-sia menelitinya, buang-buang enerji saja, percuma!”.

Yang lain berkata; “yang sepuluh persen itu, itu pun hanya bonus! Pokoknya sama sekali belum terjamah, komplit seratus persen tersimpan aman di batok kepala, karenanya harus dijaga. Bagi pengguna Sepeda Motor gunakanlah Helm SNI sedangkan pengendara Mobil gunakan ‘safeti belt’ agar otaknya tidak tumpah tercecer saat terjadi kecelakaan”.

Tetapi ada yang berkata; “jika pun potensi itu masih tersimpan, itu adalah tanda kasih setiaNya. Tuhan Maha Penyayang, tak akan Dia berikan manusia melebihi kemampuan dirinya. Bisa jadi itu telah digunakan tetapi untuk tujuan keimanan. Karenanya, yang rajin beribadah, taat pada orang tua sayangi yang lebih muda, maka semua kekayaan dunia akan diberikan kepadamu berikut anak cucu keturunanmu. Karena segala apa yang Dia cipta, tiap satu daripadanya ditujukan untuk manusia, mahluk tersayang hingga dilimpahi karunia untuk menaklukkan jagad semesta. Yang tabah menghadapi pencubaan, jangan congkak dikala berkelebihan. Rendah diri itu diharamkan, tetapi Rendah hati sangat disarankan. Karena itu adalah jalan surgawi”. Puji Tuhan halleluya. Amin,,,!

Tiap konsekuensi melahirkan konsekuensi lain dan tiap satu daripadanya menubruk satu lainnya.

Mari lihat terjemahan Email dari seorang teman, katanya;
Hey Hotman, pernahkah Anda mengalami momen indah kala Anda benar-benar bisa melakukan sihir? Saya menyaksikan salah satu ciptaan paling ajaib dari Tuhan, kelahiran bayi. Awal kehidupan baru. Bayangkan jika kita bisa mencipta sedemikian indah, keajaiban apa lagi yang kita bisa wujudkan?

Sepupuku telah lima tahun berusaha, selama itu mereka mencoba. Frustrasi, mungkin tidak akan pernah merasakan pengalaman menjadi orang tua. Ketika hamil si istri keguguran. Depresi hingga akhirnya mereka berhasil menyalakan percikan sihir kehidupan dan mendapatkannya. Ajaib!

Hidup punya cara membebani kita bahkan mungkin mencuri sukacita dan keajaiban kita. Jangan biarkan hal itu menghancurkan Anda. Manifestasikan Sihir ke dalam hidup Anda.

Berjuang keras dikata sihir. Dan itu, konsekuensi juga!

Ntahlah, tiap kita mudah mengeluarkan titah atas sesama, apakah itu konsekuensi juga? Mungkin, bisa jadi begitu.

~Salam Konsekuen!
 Ecommercegy