Selasa, 12 Maret 2019

SEKILAS MELIRIK BISNIS “YUNIKONG”

Era teknologi berhasil meluluhlantakkan pola perilaku dunia bisnis. Jika dulu pebisnis kerap mengandalkan jaringan berbasis kekerabatan keluarga, kini tak lagi itu dianggap seru. Jika dulu usia awal empat puluh dianggap afdol untuk mulai alih profesi menjadi pebisnis, kini pebisnis millenials malah didominasi orang-orang yang bahkan orangtuanya baru usia awal empat puluh. Era teknologi internet telah mengubah wajah dunia berikut penghuninya.

Jika dulu pebisnis terbatas aksesnya ke sistim permodalan, kini pebisnis millenials malah membuat sistim cara bagaimana akan memodali bisnisnya, bahkan leluasa menentukan skema permodalan yang diminatinya. Era textbook yang menjelaskan prinsip efisien, efektifitas serta ekonomis tak lagi menjadi perhatian utama diera bisnis berbasis internet yang dipenuhi kreasi inovasi tak henti.

Tak jelas apakah teknologi yang mendominasi era bisnis berbasis internet atau malah sebaliknya kreatifitas pebisnis yang memaksa perilaku teknologi untuk tak henti berinovasi.

Era teknologi tak lagi mengindahkan batas dunia, warga seisi dunia dipaksa untuk mengubah pola pikir dan perilakunya. Perbedaan kewarganegaraan bukan kendala untuk bekerjasama mencipta kreasi bersama, perbedaan ideologi kebangsaan bahkan agama tak lagi menemukan baris pembatas yang jelas. Tiap orang menjunjung prinsip perbedaan dan menyukai warna-warni yang menambah corak keindahan kerjasama. Seolah serempak semua terlhat berkontribusi menggunakan satu bahasa yakni bahasa: “informasi”.

Pebisnis memiliki kesamaan hak menentukan cara bagaimana ia akan mendanai bisnisnya dan cara bagaimana ia akan mendapatkannya dan membangun jaringan bisnisnya. Terlihat langgeng bekerjasama kala ketika sudah tak cocok seketika hengkang, menjual bisnisnya. Prinsip royalti atas goodwill tak diindahkan saat penetapan harga jual bisnisnya, bahkan skema franchising atas merek hanya menjadi lelucon saat bertransaksi. Tak berselang lama pebisnis yang baru menjual bisnisnya terlihat telah membangun bisnis yang canggih lagi.

Kini ini bisnis berbasis internet riuh oleh model permodalan usaha atas dasar skema sukarela, dikenal dengan istilah “crowdfunding”. Modelnya nyaris menyamai prinsip arisan keluarga. Seolah terpanggil berramai-ramai warga dunia memberikan kontribusi sukarela memodali pebisnis membangun jaringan bisnisnya. Pemangku Negara seolah canggung tergopoh-gopoh menetapkan aturan ketentuan perundang-undangan sebagai dasar hukum yang mengaturnya.

Era kemajuan teknologi membuat professor kian linglung canggung akan ilmu pengetahuan yang dia akui dimilikinya.

Seolah serempak pebisnis berbasis internet menghindar dari perangkap nepotisme kebangsaan, bahkan prinsip kekerabatan diakui bukan menjadi jaminan keberhasilan. Kerja keras, semangat tinggi dan harus tahan banting tak lagi dianggap relevan sebagai persyaratan mutlak meraih sukses keberhasilan. Tetapi tiap orang dituntut untuk bisa Kerja Cerdas. Kini Hak cipta sering dijadikan bahan lelucon pada berbagai diskusi bisnis, bahkan copy paste bisnis bukan hal yang dianggap luar biasa. Bisnis berbasis internet telah memporak-porandakan berbagai aturan serta skema model bisnis warisan dari abad-abad terdahulu.

Bisnis berbasis internet populer dikalangan millenials, dilakukan sembari bermain games, belajar, dikampus atau di garasi bisa darimana dan dilakukan dimana saja.

Diduga seratus enam puluh juta orang Indonesia dari berbagai lapisan umur adalah pengguna internet sekaligus konsumen informasi, dan itu yang diperebutkan dunia usaha. Pebisnis berbasis internet model rumahan berusaha memanfaatkan iklim era bisnis teknologi. Beberapa bahkan terlihat susah melepaskan diri dari kungkungan perangkatnya hingga lupa waktu dan tempat.

Pemanfaatan jejaring sosial media, facebook, twitter, tumbler, instagram, line, telex, blogging meningkat tajam. Penggunaan E-mail masih menjadi primadona untuk pemasaran digital. Cara menulis promosi via Email bahkan menjadi lahan bisnis tersendiri, sama halnya dengan pembuatan video promosi penjualan. Pelatihan online hingga study pendidikan model online memiliki konsumen tersendiri. Blogging dianggap bisa meningkatkan penjualan termasuk meningkat penjualan dengan basis pasar komunitas.

Pada berbagai seminar bisnis terlihat banyak pebisnis berbasis internet yang menahan minatnya untuk memperluas jaringan bisnisnya. Dikeluhkan masih banyak kendala yang belum bisa diungkap. Beberapa khawatir akan transaksi lintas negara karena aturan perundang-undangan dianggap belum memberi kemudahan terutama kepastian hukum. Aturan perpajakan masih menjadi momok yang menakutkan. Banyak yang takut akan tipu daya ulah scammer.

Diperlukan stratejik bisnis untuk bisa memahami berbagai aspek bisnis internet, namun faktanya tiap orang bisa meraih keberhasilan, caranya hanya langsung bertindak dan mulai. Khawatir atau takut salah hanya akan membuat Anda tetap ditempat, bagaimana pun hanya kesalahan yang menghantarkan Anda bisa paham arti makna kebenaran.

Jadi yang benar adalah: “Unicorn” dan jangan dibaca “yunikong,,,,” atau Anda akan balik ditanya dengan tanya: “maksud bapak, yang online-online itu?”.

~Salam yunikong selalu!
NGRQ


"For of all sad words of tongue or pen, the saddest are these: 'It might have been!'"
~John Greenleaf Whittier

Senin, 04 Maret 2019

MELAMUN TEMUKAN RAHASIA ANGAN-ANGAN!

Baru-baru seorang teman berkirim Email berceritera bahwa apa yang selama ini dilamunkannya telah terkabul; bahwa apa yang selama ini dikatakan oleh orang-orang kepadanya bahwa melamun itu adalah tindakan tak terpuji, bahwa itu buang waktu, enerji tersia-sia, telah terbukti tidak benar, karena dia berhasil gemilang mendapatkannya.

Dan, angan-angannya tidak berhenti hanya sampai disitu, dia malah kesulitan untuk tidak melamun, walau menyibukkan diri tetapi terus saja melamun, dan itu terjadi. Teman serta anggota keluarganya kerap mengingatkan agar berhenti melamun hingga dia meragukan sejati dirinya. Akhirnya menemui profesional yang mumpuni dibidang angan-angan. Pakar melamun!

Selama berkonsultasi, dia bagikan gratis angan-angannya, dan sejumlah tagihan harus dia bayarkan. Tiap kali berkonsultasi angan-angannya kian meningkat dan semua dibagikan kepada sang Pakar yang dibayar untuk mencatat dan mengkomentarinya. Akhirnya dia berkesimpulan bahwa angan-angan itu tidak diharamkan dan itu bukan sesuatu yang salah. Namun menjadi salah jika dia gagal menyimpulkan dan akan semakin bertambah salah jika dia tidak membagikannya kepada orang satu lainnya.

Perlahan dia menuliskan tiap angan-angan yang didapatkan, persis seperti si Pakar saat ditemui. Dan mulai membagikan pengalamannya, salah satunya adalah Artikel yang kini tengah Anda baca, dan Saya pun harus membagikannya daripada membayar Pakar angan-angan, seperti dirinya.

Sebagai berikut:

Melamun dia sebut sebagai kegiatan visualisasi. Awalnya dianggap kegiatan sia-sia buang waktu, tiap waktu dicemooh bahkan Akalnya kerap diragukan tak sehat! Sampai dia berhasilkan menuturkan secara sistimatis mencatatkannya terstruktur. Kini diakui bahwa visualisasi bisa diberdayakan bahkan orang-orang berusaha menguasai untuk bisa tiap waktu menggunakannya.

Menurutnya, hal yang kebanyakan orang-orang tidak mengerti tentang visualisasi adalah bahwa pada kenyataannya, ada logika dibaliknya. Ada akal sehat yang mendasarinya. Ada tumpukan gagasan yang membungkus berratus-ratus kontainer berisi ide-ide pemikiran tentang perubahan. Itu yang menjadi penopang yang bisa diberdayakan menjadi pendorong memacu percepatan perubahan kearah yang lebih baik. Semua itu ada dalam angan-angan! Hanya perlu melamun untuk merangkainya untuk mendapatkan cara tepat bagaimana yang paling tepat melakukannya.

Ini terdengar rumit, dan sebisanya akan saya jelaskan.

Kala ketika Anda memvisualisasikan sesuatu, apakah itu tentang karir, tentang akan punya perusahaan sendiri, tentang akan menjadi presiden direktur, bahkan tentang menjadi presiden penguasa dunia, Anda sebenarnya tengah menipu diri sendiri yang meyakini bahwa angan-angan itu adalah mustahil, tak mungkin mencapainya.

Dan Anda benar, jika kala ketika Anda berpikir itu mustahil, itu tidak masuk akal, itu hanyalah angan-angan, dan itu tidak mungkin. Anda benar sedang melamun!

Dan jika ketika Anda menvisualisasikan sesuatu, Anda melihat diri Anda mencapai apa yang tampaknya mustahil tetapi meyakini dan meyakinkan diri bahwa itu mungkin, bahwa Anda bisa saja mencapainya. Anda Itu benar, Anda bisa! Hanya langit luas yang membatasi!

Kala ketika Anda percaya bahwa sesuatu itu, pada kenyataannya, adalah sesuatu yang bisa dicapai, dan mulai melangkah mengikutkan arah menuju angan-angan Anda. Tanpa terasa, semesta alam jagad raya bergerak perlahan bergelung mengarahkan Anda menuju puncak kejayaan Anda. Ini seringkali terjadi secara tidak disadari, Anda tersadar ketika Anda tengah melakukannya. Anda berhasil, sesuai angan-angan!

Ragu-ragu akan menebalkan keraguan, dan itu yang membunuh impian. Jika ingin menaklukkan dunia tetapi Anda malu dan ragu bahwa Anda mampu melakukannya, maka stop.… Anda akan berhenti berpikir, tak lagi sudi memikirkannya. Mungkin Anda akan mati-matian menghentikan Angkot yang mengangkut Anda menuju Pusat Penguasa Dunia. Bahkan walau jika telah tiba tepat waktu, Anda akan mati-matian menghindar tidak mau turun - apalagi melangkah memasukinya. Anda culun!

Namun, jika kemudian Anda benar-benar percaya bahwa kelak nanti disuatu waktu ketika Anda akan menguasai dunia, jagad semesta akan membantu mewujudkannya tanpa Anda menyadarinya. Bergerak membangun tembok pondasi penopang yang Anda perlukan membangun kepercayaan diri. Anda mungkin, akan membajak Angkot bergegas berangkat menuju Pusat Penguasa Dunia, dan menguasainya.

“A contstant struggle, a ceaseless battle to bring success from inhospitable surroundings, is the price of all great achievements.”
~Orison Swett Marden


Semakin Anda jauh melangkah semakin tinggi rasa percaya diri Anda. Tiap hal yang sebelumnya dianggap mustahil, tidak masuk akal akan Anda buktikan bahwa sejatinya tiap hal - apapun itu, adalah masuk akal dan semua itu berdasarkan akal sehat.

Kuncinya adalah meyakinkan diri untuk sepenuhnya yakin bahwa apa pun itu angan-angan Anda, sejatinya itulah yang Anda inginkan dan itu tak mungkin tidak bisa tercapai.

Jaga akal sehat, itu intisarinya!


~Salam akal sehat!
rwgw

Rabu, 27 Februari 2019

EFEK DOMINO PERTANYAAN

“Jika seseorang kehilangan tujuan atau makna, mereka akan mati”
~Frankl, psikiater di Auschwitz.


Orang yang dengan jelas menetapkan tujuannya diyakini akan lebih berpeluang untuk mencapainya, dan yang tidak bisa menetapkan tujuannya diragukan kemampuannya memelihara pengharapannya.


Prihal tujuan kerap dipersoalkan apalagi banyak yang terlihat mudah menyerah dan memilih mengikuti tujuan orang-orang. Mungkin karena rumit njelimet, apalagi kala Anda mempertanyakan sesuatu tujuan akan timbul rentetan berbagai pertanyaan: “Kenapa harus ditetapkan, siapa yang menetapkannya, untuk apa? Apakah jika kita telah menetapkannya kita telah paham arti makna hidup? Jika telah paham, selanjutnya apa?”.

Sejarah pertikaian pada babad peradaban, diduga terjadi karena kebanyakan orang-orang gagal memenangkan pertikaian yang terjadi di dirinya sendiri, bahkan tidak mudah walau jika itu hanya untuk menjawab pertanyaan:"Selanjutnya apa?".

Ironis, tidak banyak yang meluangkan waktu mendalami eksistensinya, kebanyakan takut menjadi Gila karenanya. Terlihat banyak yang malah memilih mengutip bagian-bagian ayat-ayat suci spirituil yang dia kira cukup memadai untuknya.

Dan itupun dipertanyakan juga:“Apakah memang itu tujuan yang sebenar? Apakah itu benar-benar telah mencerminkan tujuan sesuai nurani batin Anda?”.

“Barangkali, Anda itu hanya mengikuti ‘tujuan’ yang oleh orang lain dikatakan tujuan itulah tujuan sebenar yang mesti Anda ikuti? Betulkah, begitu itu?”

Hati-hati, Anda bisa Gila memikirkannya!

Konon katanya, Otak manusia menunjukkan bahwa tiap orang hakikatnya punya ‘tujuan instingtual’ namun, perlu direnungkan agar paham memahaminya. Konon katanya, kita itu perlu membebaskan diri dari sifat habitat lingkungan agar bisa memahami sifat diri sendiri. Konon katanya, kita itu perlu membebaskan diri dari anutan spirituil yang kita telah ketahui, bahkan perlu terbebas dari pengaruh ajaran teologis untuk sekedar menemukan keunikan tujuan hidup. Konon dan seterusnya.

Hati-hati, jangan sampai Anda Gila karenanya!

Mungkin itupun diperdebatkan juga. Mungkin orang-orang akan memberi jabaran uraian panjang bahwa sejarah ilmu filsafat serta ilmu-ilmu agama telah cukup lama dipenuhi berbagai jawaban yang berbeda tentang persoalan ambigu ini.

Itu tak soal! Anda hanya harus paham akan kenyataan bahwa, setiap orang mengandung hakikat kebenarannya masing-masing.

Faktanya adalah, tujuan hidup kebanyakan orang-orang pada dasarnya disesuaikan dengan budaya serta situasi ekonomi wilayah setempat, dilingkungan dia terlahir, bertumbuh berkembang serta berkembang biak. Hingga kemudian mati.

Fakta lainnya adalah, nyaris semua berpendapat sama dengan menempatkan faktor mata pencaharian serta faktor kekerabaatan diposisi teratas. Seolah kebutuhan dan uang adalah segalanya. Puas jika kebutuhan mendasar sandang dan pangan bisa terpenuhi. Lainnya adalah pelengkap. Sederhananya, begitu itu!

Yang tidak puas, berusaha memiliki segalanya!

Walau pada akhirnya, kebanyakan mereka hanya akan mencurahkan keinginan hati dan kegagalannya saja dan, selanjutnya mengumpat serta mencemooh kehidupan yang dianggap tidak berpihak.

Menetapkan tujuan menjadi penopang dalam proses pencapaiannya. Termasuk dan tidak terbatas jika tujuan itu hanya untuk menemukan tujuan orang satu lainnya sebagaimana ditetapkan. Pencapaiannya menjadi ukuran kepuasan, hingga julukan Pelatih terbaik hanya akan dilekatkan pada seseorang yang berhasil membawa Atlit binaannya tampil menjadi juara.

Nyaris semua orang setuju bahwa tujuan “hidup” adalah bersifat sangat pribadi. Perlu kiat tersendiri untuk membahasnya bahkan ada Pakar untuk itu! Walaupun semuanya terlihat standar memulai dengan arahan untuk terlebih dahulu menuliskan tujuan hidup - yang diyakini. Selanjutnya, menuliskan definisi tujuan - yang dipahami. Dari poin-poin itu sang Pakar terlihat gagah mendiskusikannya interaktif bertanya-jawab. Sessi terakhir ditutup dengan menuliskan kwitansi tagihan yang mesti dibayar. Jika gratis, sang Pakar khawatir ter-degradasi. Apalagi dia telah lebih dahulu menuliskan tujuan dan defisini yang dia pahami, artinya, untuk bisa bergelar Pakar dia harus dibayar walau jika itu hanya untuk kegiatan saling bertukar isi pikiran.

Dan, Anda pun bisa menirunya!
Caranya, mulailah menuliskan tujuh keunikan pribadi terkait tujuan yang bermakna dalam hidup Anda. Renungkan mendalam pertanyaan: “apa keinginan terdalam dalam hidup ini?" Tuliskan tiap wawasan yang terlintas, setiap hari begitu. Dalam satu bulan Anda akan punya tiga puluh catatan unik dari alam pemikiran.


Beri “perhatian”. Karena perhatian adalah mendengar apa yang dikatakan intuisi tanpa menilainya. Proses merenungkannya, adalah bagian dari proses penyelidikan untuk menemukan poin pembahasan interaktif untuk membangun khasanah pemahaman mendalam. Anda memerlukan orang lain untuk bisa membahasnya. Dan itu menjadi bukti bahwa kegiatan untuk menemukan tujuan bukan kegiatan individu perseorangan tetapi, menjadi tanggungjawab sosial. Mustahil melakukan sendiri!

Kashdan & McKnight mengartikan Tujuan: "sebagai tujuan hidup yang sentral demi mengatur diri sendiri. Dan menjadi identitas individu seseorang, terutama karena untuk mengorganisir kerangka kerja pembentukan pola perilaku sistematis kehidupan sehari-hari. Tujuan, akan memotivasi untuk mendedikasikan sumber daya didalam arah tertentu menuju arah tujuan tertentu, oleh dirinya sendiri, bukan oleh orang lain. Terpusat menjadi hasil dari sesuatu tujuan".

Karenanya, mustahil mencapainya secara sekaligus, perlu pembatasan target serta upaya pencapaian terus-menerus.

Frankl, psikiater penulis buku: “Man's Search for Meaning" (1947), mengatakan bahwa: “jika seseorang kehilangan tujuan atau makna, mereka akan mati”.
Olehnya disimpulkan bahwa, penting bagi seseorang untuk mengidentifikasi tujuan positif dalam hidupnya, karena itu yang akan membuatnya mencintai hidup. Merenung membayangkan tujuan dan secara visual membenamkan diri dalam bayangan tujuan keinginan Anda.


Walau tujuan hampir pasti mustahil bisa tercapai namun, penelitian menunjukkan bahwa orang yang menemukannya terlihat lebih bahagia. Perlu waktu bertahun-tahun mencapainya.

Mungkin, itu yang membuat orang-orang tak banyak yang sudi meluangkan waktu memikirkannya. Kebanyakan telah puas walau hanya diberikan tujuan hidup yang ditetapkan oleh orang tua, guru dan para pemimpin spirituil.

Dan Anda pun bisa menuliskan daftar “tujuan" yang dikatakan oleh orang lain untuk Anda miliki, setelahnya, fokuslah pada satu dua tujuan saja. Pertanyakan: "apa nilai terdalam yang paling terdalam dari diri Anda?" Akan timbul banyak pertanyaan mengikuti. Perlahan, nilai-nilai tujuan akan menggiring menemukan tujuannya.

“Pertanyakan segalanya, termasuk pertanyaan diri sendiri!”~Descarte

Dan Anda akan bertumbuh berkembang menjadi seorang individu pemimpin bukan sekedar menjadi orang-orang sekelas pengikut.

~Salam domino selalu!
rwgw

Senin, 25 Februari 2019

KEUNIKAN PERJALANAN HIDUP

“If you want to be truly successful invest in yourself to get to the knowledge you need to find your unique factor. When you find it and focus on it and persevere your success will blossom”.
~Sidney Madwe

Seorang klien lama mengundang bertemu dan memaparkan detil bisnis yang akan digelar ditahun babi tanah 2019 konon dipenuhi kemakmuran. Rencananya telah lama dirawat dibenaknya, ditahun babi tanah keberaniannya meningkat, akan all-out menuju keberhasilan. Berbagai survey terkait dibayar untuk mendalami konten dan pemasarannya, ikut beberapa pelatihan demi meningkatkan kemampuannya. Anaknya yang baru saja diwisuda diajak serta turut mendampingi untuk menambah khasanah wawasannya.

Uraiannya menarik, bahkan semakin menarik karena merinci bagian-bagian rencana terurai tahap demi tahap. Beberapa masih perlu dimatangkan spesifik walau perlahan telah menunjukkan hasil tetapi masih perlu dimaksimalkan. Menurutnya, butuh beberapa tahun untuk sampai ke tahapan itu tetapi, dia bisa merampungkannya dalam dua tahun terakhir ini. Beberapa bagian malah telah beroperasi dan menunjukkan perkembangan lumayan, beberapa lainnya yang dinilai kritis perlahan nyaris rampung. Setelah diwisuda anaknya ditawari sistim partnership diminta mendalami bidang yang cocok, bisa mulai bersiap mengelolanya.

Tipikal bisnisnya sepertinya dipersiapkan untuk generasi setelahnya, apalagi persiapannya sudah sedemikian rupa walau usia telah tergolong lanjut. Diakui bisnis ini memerlukan pemain usia muda, lebih enerjik, inovatif dipenuhi ide kreatif. Itu adalah generasi setelahnya.

Dia akhiri dan bertanya: “Sudahkah Anda bisa memahami betapa pentingnya pertemuan ini? Tentunya Anda telah bisa menangkap intisari penjelasan saya dan, apa tujuan spesifik yang hendak dicapai?”

Saya kaget!

Saya jawab gamblang: “Sebagaimana Anda berhasil menunda pencapaian tujuan bisnis Anda ini, barangkali Saya pun perlu melatih diri untuk menunda tujuan saya untuk langsung bisa memberi jawaban. Tentunya, detilnya akan saya uraikan melalui email pada beberapa waktu kedepan”.

Dia juga ikut kaget!

Risiko pertemuan kagetan, kerap berhias hal yang mengagetkan dan tak perlu kaget jika peserta terkaget-kaget. Kami tertawa bersalaman sembari saling mengingatkan agar tidak lupa kenapa kaget berbuah kaget itu terjadi.

Dalam perjalanan pulang, benak dipenuhi tanya terpacu bertanya: Pernahkah Anda menunda tujuan?
Tidak apa-apa, jika Anda sudah pernah!
Itu bagus!

Jika pun belum, itu juga tidak apa-apa!
Karena itu juga bagus!

Anda hanya perlu sesuatu pengingat, untuk memotivasi agar Anda memotivasi diri, dan termotivasi - tiap waktu!
Berkemampuan memotivasi diri!
Itu perlu!

Orang cenderung berputar-putar keliling sana-sini bagai gasing, lelah letoy menggelinding kesana kemari hanya karena menunggu persetujuan sebelum dia membiarkan dirinya sendiri memperoleh sesuatu. Sesuatu yang diinginkan. Sesuatu yang disebut sebagai sukses keberhasilan.

Dari berbagai kisah sukses orang-orang sukses bisa disimpulkan bahwa hanya akan ada dua cara mencapai sukses keberhasilan.

Kesatu: Jalan Panjang?
Perhatikan dengan cara seksama dan, lakukan seperti yang dilakukan oleh orang-orang lain. Ikuti cara apa dan bagaimana dilakukan; disiplin berlari mengejar waktu, menyelam kedasar lautan ilmu mendalami kedalaman pengetahuan; memanjat mendaki posisi teratas persis seperti yang dilakukan orang-orang; mengeluh demi mendapatkan tangga penopang, memanjat naik dan, tunggu sampai seseorang mengijinkan Anda untuk Anda bisa melakukan hal yang sama persis seperti yang mereka lakukan atau untuk melakukan hal yang berbeda yang Anda kira bisa Anda lakukan.
Pahit dan melelahkan.

Kedua: Jalan Cepat?
Perhatikan secara seksama kemudian lakukan secepatnya dengan cara tercepat yang memungkin Anda lakukan; Mulailah sesuai dipercontohkan, pelajari mendalam dan dapatkan cara tercepat walau jika risiko kegagalan kerap menganga. Hadapi! Abaikan selam-menyelam menggali pengetahuan; lupakan anak tangga yang dipersyaratkan. Cemooh berbagai persyaratan yang dipersyaratkan orang-orang kepada Anda, karena Anda tak memerlukan ijin dari siapa pun untuk bisa sukses mencapai sukses keberhasilan. Bantu orang-orang lain melakukan hal yang sama, motivasi mereka agar kreatif berinovasi menggali sampai potensi maksimal pribadinya. Tawarkan berbagai ide kemudahan yang bisa didapatkan apalagi Anda telah pernah merasakan bagaimana pahitnya meliwati perjuangan. Jangan biarkan orang-orang mengalami hal berat yang dulu pernah Anda rasakan. Sayangi orang lain sebagaimana Anda menyayangi diri Anda sendiri. Bantu mereka keluar dari kesusahan karena ketidakmampuannya. Tawarkan ide terbaik.
Itu perlu Anda pertimbangkan!

Jalan panjang bagai kebanyakan orang-orang sukses? Atau jalan tercepat bagai beberapa orang sukses lainnya?

Banyak yang senang menunggu waktu bahkan terlihat mencari-cari waktu yang tepat, berharap mimpi ketemu waktu yang tepat untuk nanti bisa bangun diwaktu yang tepat dan, sukses. Tak terasa waktu berlalu begitu saja.

Belajarlah dari orang yang sudah berbuat, menganalisa untuk mendapatkan cara tercepat teliti lagi untuk menemukan cara terbaik yang paling baik.

Kegagalan terbesar adalah ketika Anda tidak memiliki kisah sukses karena Anda tidak pernah berbagi bagaimana Anda mengisi perjalanan hidup Anda. Sudahkah Anda menjalani hidup Anda sepenuhnya?

Mulailah melakukannya. Tidak perlu khawatir jika ceritera Anda tidak sempurna, karena sempurna adalah musuh bersama, bahkan tak seorang pun mau untuk dianggap sempurna. Secukupnya saja! Itu malah lebih bersahaja.

Langkah panjang bermula dari langkah pendek! Tindakan sekecil apapun mengandung makna arti dan punya keindahannya sendiri.
~salam tertunda selalu!
rwgw