Selasa, 06 November 2018

MEMAHAMI MAKNA KATA PERUBAHAN

”Everyone thinks of changing the world, but no one thinks of changing himself”.
~Leo Tolstoy - Novelist

Tak soal Anda itu apa! Apakah Anda wiraswasta, karyawan, pedagang, pebisnis, top manajemen atau profesional atau mungkin Anda hanya seorang individu yang berusaha mencapai sukses keberhasilan, Anda perlu memelihara prinsip bahwa: “Anda adalah apa yang Anda percayai!”.

Semisal, Anda tengah berusaha menambah penghasilan Anda perlu membuka diri terhadap berbagai peluang, menggali berbagai alternatif untuk tahu solusi terbaik dan mendapatkannya secara positif.

Sama halnya jika Anda ingin membangun hubungan baik dengan relasi, atau mencuba melebarkan jaringan network bisnis atau dengan berbagai pihak, cara terbaik mewujudkannya adalah dengan mengubah cara berpikir!

Mungkin Anda perlu banting stir mengganti aktivitas yang kini tengah Anda geluti atau mungkin keluar dari lingkungan yang sekarang supaya bisa fokus. Diperlukan lingkungan dimana kepribadian kita dimungkinkan berkembang.

Yang harus disadari adalah bahwa: Berubah itu keharusan tetapi meningkatkan kepribadian adalah pilihan!

Tiap orang memilih mengembangkan kepribadiannya tetapi menghayal agar dunia berubah mengikutkan keinginannya. Itu mustahil, karena dunia dinamis mengikutkan dinamika kehidupan penghuninya.

Karenanya, kita yang harus membuka diri untuk mempermudah terjadinya perubahan itu. Caranya dengan menerima dan beradaptasi dengannya. Kita perlu merubah cara pandang kita tentang keunikan diri kita, mengasah kualitas dan tak henti menggali bakat talenta diri, menjadikannya solid menyongsong perubahan.

Perubahan kerap terasa seolah tertahan oleh sesuatu, dan itu menjadikan kita kembali memilih bertahan bahkan malah menolak perubahan itu, kita terkadang malah menginginkan menjalani kehidupan yang biasa dijalani. Apalagi perubahan kerap membuat kita babak belur, pontang panting membuat kita goyah tidak percaya diri. Khawatir seolah kita dipaksa untuk menghindari aktivitas yang dipersyaratkan untuk bisa mencapai perubahan itu.

Jangan terkecoh olehnya!

Kala ketika itu terjadi, kita disarankan untuk optimis memelihara perilaku positif karena itu lebih bermanfaat daripada terjebak di alam khayal bakal sukses tanpa kita berusaha merubah sikap dan perilaku.

"The only thing that stands between a man and what He wants from life is often merely the will to try it and the faith to believe that it is possible."
~Richard M. DeVos

Kepribadian adalah kunci utama, dan itulah semangat perubahan itu!

Kita harus mengundang masuk impian sukses masa depan, caranya dengan melepaskan kepahitan masa lalu. Melupakan bayangan perilaku atau lingkungan di masa lalu yang dipenuhi enerji negatif. Diperlukan semangat tersendiri apalagi tiap kita cenderung kembali ke habitat lama.

Terkadang perubahan terasa membuat kita kian terperosok, apalagi tiap hal selalu berakhir gagal dan gagal lagi. Namun jangan menyerah karenanya. Karena kemuliaan terbesar kita tidak ikut jatuh walau berkali-kali gagal tetapi malah meningkat. Ini yang selalu terlupakan!

Tetaplah fokus pada masa saat sekarang ini, fokus menerima perubahan menuju arah yang lebih baik karena jika terus-menerus berkubang dengan kisah sedih masa lalu, kita tidak akan bisa menangkap peluang dari sesuatu kesempatan.

Ini adalah realitas pikiran!

Surround yourself with people who…believe in your dreams, encourage your ideas, support your ambitions, and bring out the best in you.”
~Roy T. Bennett, The Light in the Heart

~Salam Perubahan!
saying

Jumat, 02 November 2018

ANDAI KITA PAHAM MAKNA KATA KONSEKUENSI

”Only one who devotes himself to a cause with his whole strength and soul can be a true master. For this reason mastery demands all of a person”.
~Albert Einstein

Tak mudah buat seorang Saksi menjelaskan detil sesuatu peristiwa dimana tidak setiap orang turut menyaksikan. Terkadang malah si Saksi yang dicap pambongak tidak jujur. Disudutkan! Tak dihargai, lelah dihujani tanya. Tak jelas apakah si penanya bertanya agar bisa percaya atau malah si Saksi yang berjuang agar tidak dituduh “memberi kesaksian palsu”.

Mungkin karena itu si Saksi takut menagih upahnya. Kesaksiannya telah menakutkannya. Takut dianggap sebagai bagian dari, atau antek-antek pelaku, takut dituduh bagian dari persekongkolan. Atau dituduh “ada upaya pembiaran” karena tak berusaha mencegah.

Mungkin tawaran tak akan dituntut balik masih lebih menguntungkan dibandingkan upah. Impas karena Takut? Bisa dianggap begitu, itu konsekuensinya!

Orang hukum akan mudah untuknya memahami. Berbeda dengan orang yang tak tahu hukum, bingung teriak; Saya ini korban hukum! Orang lain yang berbuat kenapa saya yang bertanggungjawab? Orang yang berkelahi kenapa saya yang dituntut karena tidak melerai? Orang lain yang merampok kenapa saya yang dituntut karena tidak mencegah? Si Nenek yang berbohong kenapa saya yang berdarah-darah? Sulit dia pahami!

Konsekuensinya berat. Hanya karena berada ditempat yang salah disaat yang tidak tepat dia rendong ikut bertanggungjawab. Itu bukan pilihannya? Ada yang menyebutnya sebagai turut menjadi korban - collateral damage. Tetapi yang lain menyebutnya turut bersekongkol. Mungkin ada pasal yang melindunginya, tetapi tak mudah untuknya memperjuangkan haknya.

Akan selalu ada tawaran-tawaran tertentu dimana pihak yang dirugikan akan merasa lebih terlindungi jika dipaksa menerima keadaan. Sepahit apapun itu! Konsekuensinya begitu. Konon, itu bukti pertanda tegaknya hukum. Katanya lagi, hal serupa kerap diperdebatkan di dunia hukum. Kian tak paham dia!

Beragam konsekuensi diperdebatkan sepanjang waktu dan itu membuat hidup menjadi lebih hidup, menakjubkan! Enerji terkuras karenanya.
Ini adalah realitas pikiran!

Contoh lainnya: Banyak yang berpendapat bahwa cara mudah mendapatkan apa yang diinginkan dalam hidup adalah dengan menggali informasi tentang cara kerja alam semesta. Katanya, alam semesta menyimpan hal-hal yang paling diperlukan dalam hidup, memendam Rahasia tentang keunikan diri kita. Banyak penelitian diarahkan menggalinya, berbagai temuan serta penemu hebat dianugerahi hadiah Nobel.

Semisal kerumitan otak manusia, sulit menjelaskannya, sedari bentuknya yang unik, dimensi buntal hingga rangkaian fungsinya, tak bisa secara pasti ditentukan. Pendapat ahli berbeda satu sama lain. Diduga cuma sepuluh persen yang digunakan, sisanya masih terpendam. Takjub andai bisa seluruhnya digunakan. Tak henti ahli menggarapnya.

Ada yang berkata; “mungkin yang sembilan puluh persen itu sudah afkir, sia-sia menelitinya, buang-buang enerji saja, percuma!”.

Yang lain berkata; “yang sepuluh persen itu, itu pun hanya bonus! Pokoknya sama sekali belum terjamah, komplit seratus persen tersimpan aman di batok kepala, karenanya harus dijaga. Bagi pengguna Sepeda Motor gunakanlah Helm SNI sedangkan pengendara Mobil gunakan ‘safeti belt’ agar otaknya tidak tumpah tercecer saat terjadi kecelakaan”.

Tetapi ada yang berkata; “jika pun potensi itu masih tersimpan, itu adalah tanda kasih setiaNya. Tuhan Maha Penyayang, tak akan Dia berikan manusia melebihi kemampuan dirinya. Bisa jadi itu telah digunakan tetapi untuk tujuan keimanan. Karenanya, yang rajin beribadah, taat pada orang tua sayangi yang lebih muda, maka semua kekayaan dunia akan diberikan kepadamu berikut anak cucu keturunanmu. Karena segala apa yang Dia cipta, tiap satu daripadanya ditujukan untuk manusia, mahluk tersayang hingga dilimpahi karunia untuk menaklukkan jagad semesta. Yang tabah menghadapi pencubaan, jangan congkak dikala berkelebihan. Rendah diri itu diharamkan, tetapi Rendah hati sangat disarankan. Karena itu adalah jalan surgawi”. Puji Tuhan halleluya. Amin,,,!

Tiap konsekuensi melahirkan konsekuensi lain dan tiap satu daripadanya menubruk satu lainnya.

Mari lihat terjemahan Email dari seorang teman, katanya;
Hey Hotman, pernahkah Anda mengalami momen indah kala Anda benar-benar bisa melakukan sihir? Saya menyaksikan salah satu ciptaan paling ajaib dari Tuhan, kelahiran bayi. Awal kehidupan baru. Bayangkan jika kita bisa mencipta sedemikian indah, keajaiban apa lagi yang kita bisa wujudkan?

Sepupuku telah lima tahun berusaha, selama itu mereka mencoba. Frustrasi, mungkin tidak akan pernah merasakan pengalaman menjadi orang tua. Ketika hamil si istri keguguran. Depresi hingga akhirnya mereka berhasil menyalakan percikan sihir kehidupan dan mendapatkannya. Ajaib!

Hidup punya cara membebani kita bahkan mungkin mencuri sukacita dan keajaiban kita. Jangan biarkan hal itu menghancurkan Anda. Manifestasikan Sihir ke dalam hidup Anda.

Berjuang keras dikata sihir. Dan itu, konsekuensi juga!

Ntahlah, tiap kita mudah mengeluarkan titah atas sesama, apakah itu konsekuensi juga? Mungkin, bisa jadi begitu.

~Salam Konsekuen!
 Ecommercegy

Selasa, 30 Oktober 2018

ANDAI KITA PAHAM MAKNA KATA MANIPULASI

“To believe in something, and not to live it, is dishonest.”~Mahatma Gandhi

Yakinkah Anda akan mendapatkan yang sangat Anda idam-idamkan? Tak heran jika Anda berjuang mewujudkannya. Namun ketika segalanya terasa melambat, Anda mungkin mulai meragu. Goyah, seiring waktu Anda mulai tak percaya diri, bisakah mendapatkannya? Perlahan semangat mengendur, minat impas pupus niat, Anda malah mulai berusaha mengubur bayang-bayangnya. Impian sirna digerogoti akumulasi kekecewaan, dampak lingkungan ditempat mana Anda tinggal yang tak begitu mendukung kian semakin melemahkan. Anda tak salah juga lingkungan, diduga sang Waktu yang memanipulasi.

Berikut ada tawaran pemahaman bagaimana mengitari keajaiban sang Waktu, dan memanipulasinya menguasainya apalagi ia kerap mengalahkan kita - sang pemilik Waktu.

Tiap kali terdengar kata “manipulasi” lawan bicara cenderung bereaksi Negatif. Kita diperlakukan bagai telah melanggar hukum, terkadang pembahasan malah menjadi terhenti, dianggap Negatif. Enerji terkuras menjelaskannya.

Kata “manipulasi” diartikel ini adalah mengendalikan. Memanipulasi waktu adalah mengendalikannya agar bisa dimanfaatkan maksimal. Caranya dengan menekuknya, membentuknya menjadi sesuatu dimensi yang bisa diraih, bisa dikuasai, menggiringnya mengikutkan proses pencapaian tujuan.

Jika diartikel sebelumnya diuraikan bagaimana alam bawah sadar memanipulasi potensi kemampuan otak kita, kali ini dijabarkan bagaimana kita memanipulasi sang Waktu, terutama agar sudi menunggu kita menyelesaikan sesuatu.

Konon, jika keajaiban yang dimiliki sang Waktu bisa dikendalikan, tak ayal akan lebih mudah untuk kita mengakses berbagai pintasan pintu sukses keberhasilan. Hidup menjadi sensasional kaya raya, terkenal, bahkan bisa menjadi visioner handal, menjadi penasihat bisnis hebat, menjadi penulis inovatif, atau menjadi motivator yang mumpuni, dan sebagainya. Berbagai kesempatan dari seluruh penjuru datang menghampiri. Menggiurkan!

Kita hanya perlu membuka potensi tak terbatas dari alam pikiran kita! Rahasianya disitu. Katanya begitu, hanya itu!

Katanya, pikiran kita itu bernilai Miliaran, bahkan tak terbatas. Dengan rahasia sederhana itu, kita bahkan akan kewalahan dibuatnya, kekuatannya bisa menarik Uang dari seluruh dunia. Semudah kita mencabut bulu hidung! Semudah itu! Mutlak bebas menjelajah berkeliling Dunia mengenal peradaban berbagai bangsa. Tak lagi menderita. Ajaib, bagaikan sihir!
Konon katanya, ini adalah rahasia terbesar yang tersimpan sepanjang jaman, hanya dikuasai segelintir kelompok penguasa pengatur roda kehidupan dunia, dijaga demi kepentingan tatanan peradaban bumi ini.

Memanipulasi Waktu bermula dari batasan yang melekat padanya. Katanya, Waktu adalah elastis, karenanya bisa dimanipulasi, ditekuk mengikutkan bentuk yang diinginkan untuk dimasukkan kedalam dimensi phisik - sedemikian rupa. Berbagai dimensi bergerak lebih cepat daripadanya tetapi lainnya bergerak lebih lamban, tetapi kita tak perlu terkecoh diperdaya olehnya, itu hanya manipulasi dimensi Waktu.
Tak ubahnya bagaikan sesuatu elemen, Waktu adalah elemen yang dipercaya bisa dimanipulasi seperti cara bagaimana kita memanipulasi elemen listrik atau magnet, atau apa pun itu.

Katanya, dimensi Waktu adalah simultan. Karenanya kita tak lagi perlu fokus pada apa peristiwa sebelumnya? Atau, nanti apa yang akan terjadi? Itu tidak ada dan tidak akan pernah ada. Sekarang semua berada di dalam dimensi Waktu yang terkendali. Ini adalah permulaan. Inilah awal - awal dari segalanya. Kita yang menciptakannya, kita yang mencipta awal permulaan yang diinginkan - dan itu terjadi, sekarang. Dan setiap saat akan seperti itu. Apalagi semuanya juga terjadi secara bersamaan, bergerak simultan. Kita yang menciptakannya. Kita yang membuat momen sesuai diinginkan. Dan momen itu adalah apa yang kita percayai saat sekarang ini! Tak soal apa yang sebelumnya kita percayai, kita kini berada disaat sekarang - saat ini! Yakinkan diri kita bahwa kita berada disaat ini - setiap saat seperti itu. Itu kuncinya!

Artinya, bahwa segala hal yang terjadi, semuanya terjadi saat sekarang ini secara bersamaan. Semua terjadi dalam semua dimensi, kita perlu fokus dan sadar, menyadari semua terjadi, dalam waktu yang singkat, terjadi dalam keadaan menjadi. Sedang terjadi! Tak ada masa lalu, tidak juga masa depan! Semua terjadi dimasa kini - saat ini. Tidak ada awal, juga tidak ada akhir, bahkan tidak akan berakhir. Abadi, inilah sifat keabadian si sang Waktu. Waktu adalah dimensi yang ada didalam dimensi yang terkendali tanpa sifat keabadian. Karena keabadian adalah kenyataan sejati, dan itulah Waktu - saat ini, Waktu bagi kesadaran kita membuat penciptaan untuk bagaimana mengalami proses penciptaan. Ini adalah realitas pikiran!

Apa yang disajikan adalan realitas pikiran! Tak perlu mencari tahu bagaimana cara menjelaskan cara kerja alam semesta. Ketahuilah, walau kita berkali-kali gagal namun jangan pernah menyerah, karena kemuliaan pribadi mulia sejatinya berkembang meningkat setiap kali kita jatuh tersandung gagal.

Ini adalah realitas pikiran!

”Never limit yourself because of others’ limited imagination; Never limit others because of your own limited imagination”.~Mae Jemison

~Salam Realitas selalu!
FREE