Sabtu, 04 Agustus 2018

ANDAI KITA PAHAM MAKNA APATIS

“Hanya orang-orang yang memberi kesempatan kebahagiaan hadir ditengah-tengah kehidupannya yang akan bisa mengecap apa arti kata bahagia”~Hotman Sihombing

Para Tetua kerap berpesan: “Hidup adalah perjuangan. Baik atau buruk itulah pilihan”! Bahagia bukan berarti tak bermasalah tetapi kemampuan mengatasinya timbul dari kejujuran yang terpelihara. Hadapilah dengan apa yang dimiliki, bukan karena apa yang akan dimiliki atau oleh karena apa yang pernah dimiliki.

Mungkin kita pernah mendengar seorang teman bergumam,: “hingga kini saya terus mencari cara terbaik agar berhenti menyalahkan diri sendiri. Saya tak akan henti berusaha mengubah pola pikir serta mentalitas diri, dan akan terus begitu. Mungkin tak akan saya pernah tahu bahwa saya telah berhasil mengubahnya tetapi saya yakin itu harus dilakukan, dan tak akan berhenti belajar tentangnya. Akankah saya berhasil?

Dilain waktu teman itu kembali bergumam,: “Saya tengah berusaha mengubah kisah hidup saya. Mengubah segalanya! Saya tak akan berhenti menyatakan ke diri sendiri tentang hal yang saya kehendaki yang ingin saya lakukan. Saya terus bergerak menemukan jalan terbaik menuju hidup yang lebih baik dengan cara yang lebih baik. Akan berhasilkah?”

Sekali waktu kita mendengar dia bertanya kepada seseorang: “jadi bagaimana dia melakukannya? bagaimana dia bisa bangkit mengatasi rintangan?

Dan selanjutnya dia bergumam,: “Salut, dia berhasil menggeser pola pikirnya”. Itu membuatnya menjadi lebih bertanggungjawab akan hidupnya. Tak lagi menyalahkan dirinya, dan itu yang mengubahnya menjadi tauladan bagi sesama satu lainnya. Siapkah saya?

Meskipun tak ada cara seragam untuk semua tetapi kita tahu ada yang bisa digunakan untuk mengubah pola pikir kita. Apalagi tiap kita, masing-masing punya kisah dan pengalaman sendiri. Mungkin perlu masukan, mungkin bisa digunakan sebagai panduan awal pemberangkatan. Itu pun, hanya jika Anda setuju. Sebagai berikut:

Ini Yang Sebenarnya:
Mungkin ini terdengar lucu kala kita mengungkapkan diri kita ke diri sendiri. Tetapi itu syarat awal karena tak mudah mengajak diri sendiri memasuki Alam Sadar dan menjadikan diri kita sadar sesadar-sadarnya. Sulit, dan itulah kita. Itulah diri yang kita bangga-banggakan itu. Itulah diri yang tiap saat kita sombongkan itu. Itulah diri yang terkadang menyenangkan bahkan sering menyakiti hati orang satu lainnya. Demikianlah kelakuan kita.

Sanggup-kan?

Ini Narasi Hidup Saya:
Bagaikan narasi skenario filem, mari susun ulang ceritera perjalanan hidup kita, episode demi episode. Membacanya berulang-ulang, mengeditnya mengikutkan perubahan yang diinginkan. Melelahkan, tetapi itulah hidup yang telah kita lalui dan itu yang akan kita ubah menjadi tatanan terbaru untuk dicapai di sisa perjalanan hidup kita episode berikutnya. Naskah itu kita buat secara sadar. Itulah fakta realitas, yang akan memaksa kita untuk lebih menghormati hidup.

Dapatkan masukan dari orang yang benar-benar menyayangi. Hal apa yang membuat disenangi? Itulah realitas. Minta dijelaskan kenapa begitu? Narasi itu akan membuat kita semakin tahu dalam peristiwa apa kita hingga kerap memusuhi diri sendiri dan tidak menghargai hidup kita sendiri.

Jabarkan lagi, lengkapi dengan informasi lain sertakan janji perubahan yang diperlukan. Bisa-kan?

Menjadi Lebih Baik:
Berlatihlah menjalani hidup sesuai itu mengisinya dengan kegiatan bernilai serta perilaku dan kelakuan yang dikehendaki. Teruslah berlatih jika pun masih berbuat salah. Maafkanlah diri sendiri!

Katakan tidak untuk tiap hal negatif, yang kurang produktif. Hargai hidup sendiri. Walau lingkungan sekitar akan terus menghunjam teruslah belajar memahami naskah hidup yang baru. Jangan lagi gagal dan gagal lagi.

Komentar miring sanak keluarga, sahabat bahkan cuitan medsos akan meracuni berusaha menjauhkan kita dari hidup yang dikehendaki. Tetapi kita cukup tangguh jika kita paham akan pentingnya merubah diri. Kita perlu menghargai diri sendiri, tidak malah memusuhinya dengan acuh tak acuh terhadapnya oleh karena kerap terjebak dalam kesalahan yang sama.

Perlu tangguh berkelit dari gurita yang membelokkan kita menjauh dari arah yang hendak dituju. Berani menyatakan bahwa kita tidak seburuk info yang berseliweran di medsos, tidak seburuk yang diberitakan. Jangan mengurusi hal-hal yang tak bisa diubah apalagi jika itu tentang perilaku penghuni dunia. Takkan kita mampu, bahkan Tuhan pun telah berusaha!

Tak perlu menilai sesama, Narasi terbaru itu yang akan memaksa kita belajar agar tidak menafsirkan perilaku orang lain tentang kita, bahkan jika itu tentang komentar miring seseorang mengenai orang satu lainnya.

Sejatinya, hidup itu adalah berteman dan kita terlahir untuk itu, karenanya kita tak perlu memusuhi diri sendiri.

Saatnya belajar menjalani hidup mengikutkan keinginan hati karena tak satu pun kita yang berkehendak dihati akan merusak hidup kehidupan sendiri.

~salam hidup baru!
"The only difference between success and failure is the ability to take action."
-Alexander Graham Bell
sfi4.com

Sabtu, 28 Juli 2018

ANDAI KITA PAHAM MAKNA ANTUSIAS

"Within you right now is the power to do things you never dreamed possible. This power becomes available to you just as soon as you can change your beliefs."~Maxwell Maltz

Mari bertanya ke diri sendiri: "Apakah saya menghargai diri sendiri? Kenapa harus menanggalkan harkat pribadi hanya oleh sesuatu yang menguntungkan?" Tak usah dijawab! Hidup adalah tentang kehormatan yang harus dirawat secara benar, tak soal apakah menguntungkan atau akan merugi. Harkat diri harus dijaga.

Jangan berdalih takada yang tahu jika kita curang, tetapi reputasi menjadi taruhannya. Jagalah itu, jangan sekali-kali curang! Ingat pepatah tua “sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh”. Ntah untuk alasan apa, perbuatan tercela kelak akan membebani reputasi, jangan sampai tergoda oleh sejumput materil yang bakal sirna disita waktu.

Reputasi itulah kepribadian kita, dan kita harus Antusias merawatnya!

Mari tanya lagi: "Cukup antusias kah saya menghargai diri sendiri? Kenapa saya lupa merawatnya dengan baik?" Tak perlu dijawab!

Dan mengakulah, bahwa tanpa sadar kita kerap meremehkan harkat diri dan kita antusias melakukannya. Boleh dibantah, tetapi bantahlah setelah benar-benar berpikir bahwa tak sekalipun Anda pernah meremehkan diri sendiri!
Betulkah? Yang betul-lah!

Kita kerap bersikeras membuat teman terkesan, bahwa kita bisa diandalkan, bahwa kita kita tak akan mengecewakan, kita layak dijadikan sahabat dan pantas dibanggakan. Dan kita antusias berusaha! Walau kita harus berubah menjadi orang lain, walau harus mengkhianati diri sendiri bahkan membuat orang lain takut akan topeng kepalsuan kita.

Kita telah berbuat tidak senonoh terhadap diri sendiri. Kita telah berbuat culas hanya untuk menyenangkan teman. Hanya demi seseorang yang kita kata layak disebut sahabat, seseorang yang membuat kita berkhianat ke diri sendiri. Sesal telat, batin tersiksa!

Kelak akan tiba waktunya untuk kita bisa melihat banyak hal secara berbeda, dan kita tersadar bahwa kita telah meremehkan diri sendiri. Itu tak masuk akal, berontak kita melepaskan diri, tak peduli jika orang menjadi tidak suka. Waktunya menegakkan harkat diri. Tak soal apakah orang lain setuju, tetapi kita layak memperjuangkannya atau kian terbebani sesal di sisa hidup kita.

Berubah. dan kita harus antusias melakukan-nya! Saatnya untuk berpikir dengan pikiran sendiri, saatnya untuk bertindak demi alasan sendiri tanpa harus merusak kepentingan orang lain! Tanpa harus merebut hak orang satu lainnya. Mungkin kita akan kesulitan atau kalah oleh penolakan orang-orang, tetapi kita berhak menegakkan hak menolak meremehkan diri sendiri.

“Hidup adalah perjuangan. Baik atau buruk itu adalah pilihan apalagi hidup bahagia bukan berarti tidak punya masalah, tetapi kemampuan mengatasinya akan timbul dari kejujuran yang terpelihara. Hadapilah dengan apa yang dimiliki bukan karena apa yang akan dimiliki atau oleh karena apa yang pernah dimiliki.”

BANTING STIR!:
Sabar bukan berarti terus menunggu, tetapi merawat semangat juang bahwa itu sepadan dengan apa yang diperjuangkan. Jika tidak, segera tinggalkan. Mungkin hidup kita akan menjadi tak nyaman tanpa penghasilan, mungkin tak lagi makan enak, tak lagi tidur nyaman. Mungkin panik, sampai kapan? Kepahitan hidup mungkin akan merusak hubungan dengan teman atau bahkan keluarga dekat. Mungkin dicemooh.

Kita diperhadapkan pada situasi uji tekad, bisa berubahkah? Dan beban kesulitanlah yang membuat ruang yang dibutuhkan untuk mencipta hal-hal besar. Melangkahlah, sekecil apapun itu, itu karunia!

Mungkin kita akan menghadapi penolakan, atau terkendala karena kerap gagal dan gagal, namun jika benar-benar menginginkannya, kita tak akan lelah berjuang. Dan kita harus antusias memperjuangkannya!

Perlahan, tiap langkah akan membawa hasil, seiring waktu akan terasa lebih baik dan hidup akan lebih nikmat. Sejatinya, perjuangan memerlukan titik awal pemberangkatan, dan itu tak akan ditemukan ditengah perjalanan, tetapi itu-lah jalannya.

Teruskanlah! Hidup akan terasa lebih hidup.

TERBANTING-BANTING:
Kala terbanting-banting, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan terus berjalan meliwatinya. Jangan habiskan waktu mengerjakan hal-hal yang tak bisa diubah.

Mungkin akan kelelahan, rehatlah hingga segar dan bangkit lagi mencoba sembari berjuang memelihara impian. Jangan berhenti karena terbanting-banting, karena pelajaran terbaik hanya akan bisa dikuasai kala diperhadapkan pada masa-masa terburuk. Ketika salah tiap hal akan terasa serba salah, seolah terjebak dalam pusaran kegagalan hingga timbul keinginan untuk berhenti. Kala itu muncul, ingatlah bahwa hal-hal harus salah terlebih dahulu untuk bisa tahu yang benar. Bergegaslah, lalui yang terburuk menemukan yang terbaik.

Sulit nian! Hidup memang sulit, tetapi Anda lebih tangguh. Tanamkan pikiran itu, tak berselang lama akan ditemukan alasan mentertawakan kesalahan-kegagalan yang terjadi. Disitu itu jawabannya. Jika kesalahan ditemukan, kebenaran pun telah ditemukan.

Hidup itu indah, dan kita lahir untuk itu! Saatnya untuk berbagi. Karena perjuangan kita tak lepas dari dorongan orang-orang, ada teman ada keluarga yang menginginkan kita sukses dan tiap satu daripadanya antusias akan keberhasilan kita. Maka Antusiaslah menjaga keharmonisan hidup.

~salam Antusias selalu!

"In many ways, the world is always only what it is, good and bad. It doesn't change. What changes is the way you look at the world, the way you choose to interact with it. Recognizing gives you amazing power. IF you can change yourself - and you can - you can change your relationship with the world."
~Ellis Peters
sfi4.15634647