"Don't be
afraid to fail. Don't waste energy trying to cover up failure. Learn from your
failures and go on to the next challenge. It's OK to fail. If you're not
failing, you're not growing."~H. Stanley Judd.
"Jangan takut
gagal. Tak perlu menutupi kesalahan. Belajarlah dari itu menuju tantangan
berikutnya. Tidak apa-apa gagal. Jika tidak gagal, kau tidak berkembang".
Demikian di kutip dari H. Stanley Judd
Mari pelajari 10 Gaya Kepemimpinan
dari George Washington:
1. Dia dikenal mempercayai
anak buahnya:
Kepercayaan adalah
pilihan walau awalnya didasarkan perasaan emosi, tak ubahnya rasa percaya ke anak-anak,
istri serta keluarga.
2. Dia dikenal sebagai
pria berkarakter teladan:
Menjadi teladan
terdepan membangun karakter dan moral bagaikan seorang jenderal, pelatih atau
bahkan seorang Ayah.
3. Dia dikenal hormat
kepada orang lain:
Pribadi yang rendah
hati, bersahaja dan bermartabat. Dikenal menyayangi bawahan nya dan itu efektivitas
kepemimpinannya.
4. Dikenal
bertanggungjawab:
Rasa hormat mencerminkan
pengharapan, dimulai dengan: “Saya percaya pada Anda ...!” Seakan terdengar: “karena
itu diharapkan tanggungjawab Anda”. Harapan yang didasarkan rasa hormat
membuahkan pertanggungjawaban penuh. Tak ubahnya kita para orang tua yang mempercayai
anak-anak di rumah, disatu sisi itu akan membangun rasa percaya diri mereka –
dan responnya adalah konsisten sesuai bimbingan dan berdisiplin. Itulah keunggulannya
memimpin.
5. Dia dikenal mencintai
anak buahnya:
Kepedulian adalah
cermin kecintaannya terhadap anak buah nya, menjadikannya dicintai hingga orang-orangnya
akan melakukan banyak hal untuknya, wujud dari kecintaan mereka.
6. Dia utamakan kesejahteraan
anak buahnya daripada dirinya:
Dia bahkan dikenal
bersedia mengambilkan peluru untuk orang-orangnya dan sadar “tidak ada
kemuliaan di keberanian sia-sia”. Bukan untuk kemuliaan nya sendiri, tetapi mensejahterakan
orang-orang yang memandang ke arahnya, yang mempercayai nya.
7. Dikenal sebagai
pribadi yang mengesankan:
Dijamannya dikenal
istilah bahwa seorang jenderal besar menaruh uangnya di mulutnya. Pribadinya
yang mengesankan menjadi investasi terbesarnya, bukan hanya darah, keringat dan
air mata, hidupnya pun dia pertaruhkan, prioritasnya adalah membimbing.
8. Dia tidak goyah
dari prinsip-prinsipnya membimbing:
Ia bukan seorang tiran
dan dia dikenal menentang tirani, dia menghargai kebebasan sesuai prinsip Deklarasi
Kemerdekaan. Dia mengimani nilai-nilai bahwa tiap orang layak memperjuangkan
hidup dan kehidupannya beserta keluarganya.
9. Dia dikenal beriman
dari tindakannya:
Seorang saleh maju dalam
keyakinannya pada Allah, dia bukan tipe pemimpin yang berpidato: “kita baik-baik
saja” - kemudian kembali ke kenyamanan tendanya. Imannya tercermin pada
perlakuannya karena dia melakukan apa yang dikatakannya.
10. Dikenal bertanggungjawab:
Tipikalnya bukan tipe pribadi
seseorang yang bertugas sekian waktu lalu pensiun kemudian kembali kekenyamanan
hidupnya menikmati kejayaannya.
Kepemimpinannya sangat
berharga untuk dipelajari dan diterapkan dalam bisnis SFI Anda. disadur dari: SFI/Forum/ Salam sukses untuk Anda.
"Only you can hold yourself back, only you can stand
in your own way...Only you can help yourself."
~Mikhail Strabo
"Hanya Kau yang
bisa menahan dirimu, hanya Kau yang dapat berdiri di jalanmu sendiri ... Hanya Kau
yang dapat membantu dirimu sendiri."
~ Mikhail Strabo


