Selasa, 07 Mei 2019

RAHASIA BERMEDITASI

“Once the soul awakens, the search begins and you can never go back. From then on, you are inflamed with a special longing that will never again let you linger in the lowlands of complacency and partial fulfillment. The eternal makes you urgent. You are loath to let compromise or the threat of danger hold you back from striving toward the summit of fulfillment.”~John O'Donohue.

Diawali pertanyaan, mengapa kita perlu memotivasi diri untuk bermeditasi?


Seandainya kita mau meluangkan waktu dan membukakan telinga serta mata hati kita, terhadap berbagai suara-suara yang berseliweran di sekitar, akan ditemukan bahkan mungkin akan disadari betapa kacau kehidupan ini.

Begitu banyak hasrat, minat dan kepentingan orang-orang disalurkan diwaktu yang bersamaan. Banyak peristiwa yang terjadi bersamaan diwaktu yang sama. Bahkan banyak yang berbenturan satu sama lain.


Dan itu terjadi di sekitar kita, bagaimana pula dengan peristiwa di sekeliling area sekitar kita?

Perlu waktu untuk sekedar mengetahuinya. Perlu waktu untuk bisa mengerti tentangnya.

Bagaimana pula memahaminya, apalagi untuk mengatasinya? atau bagaimana cara melepaskan diri darinya?

Banyak yang menjadi gila karenanya.

Bahkan orang-orang yang sudah gila pun menjadi semakin bertambah menggila kegilaannya.

Harus diakui, itu memang bukan hal perkara mudah. Bahkan walau hanya untuk sekedar bisa berkonsentrasi mencari tahu cara bagaimana mendengarkannya dengan tepat.


Hingga tak perlu dipingpong situasi kesana-kemari.

Mungkin kita perlu berpihak ke pihak yang terlihat lemah, atau mungkin berpihak kepada yang kuat.

Mungkin tak perlu berpihak ke salah satu pihak.

Mungkin kita perlu memaksakan sesuatu keputusan yang harus diambil secara terpaksa oleh para pihak.

Perkara selesai, walau untuk sementara!

Sering kali, pilihan yang diambil terpengaruh oleh suara-suara sekitar. Terkadang di tengah suasana kacau, kita dipaksa situasi untuk bisa menyalurkan energi baik ke sekitar kita.


Mungkin kita dipaksa keadaan harus bisa berbagi asupan enerji kedamaian batin ke orang-orang di sekitar kita, dan itu harus bisa dilakukan efektif, seketika dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Itu tak sulit, andai kita terbiasa bermeditasi!

Memotivasi Diri agar sudi Bermeditasi:
Mari lihat lagi pertanyaan di awal; “mengapa kita perlu memotivasi diri untuk bermeditasi?”


Sekilas sudah dijelaskan alasan perlunya, intinya karena meditasi menjadi cara terbaik bagi kita untuk bisa memisahkan diri dari keriuhan hiruk-pikuk situasi sekitar.

Bagaimana cara memotivasi diri:

Beberapa orang mendapatkan cara memotivasi diri melalui jalan meditasi.


Dengan berdiam diri, mengosongkan pikiran, merenungkan langkah apa yang diperlukan.

Alasan orang-orang yang terbiasa bermeditasi menyatakan bahwa perlu merenung, berdiam diri agar bisa fokus menemukan ide gagasan, mendapatkan jalan memanfaatkan pikiran membawa kita menjauh masuk ke alam ketenangan yang memungkinkan kita bisa tenang berdiam diri.

Bahkan bisa relaksasi walau ditengah situasi hiruk-pikuk keadaan kritis. Perlu dan harus bisa melakukannya, tentunya dengan cara masing-masing.

Se-bisa-nya!

Itu perlu!

Kita harus termotivasi untuk bisa melakukannya.

Apalagi kita kerap diperhadapkan pada suatu situasi dimana berbagai kondisi tertentu turut berperan memperburuk keadaan hingga ke titik puncaknya sendiri.

Perkara!

Bilamana pikiran kita ikut rendong turut sesak, seketika situasi bisa berubah menjadi momok yang menyesatkan, menghancurkan diri.


Tetapi dengan membiasakan diri tenang, kita akan bisa menguasai pikiran untuk berkelit menghindar, tidak malah ikut larut memperkeruh.

Memotivasi diri untuk bermeditasi, menjadi jalan bagi kita untuk meminta pikiran kita agar bisa segera membatalkan lonjakan emosi negatif yang terkadang muncul secara tiba-tiba.

Memerintahkannya untuk segera membawa kita ke suatu situasi lain yang memungkinkan kita bisa berpikir tenang. 

Selanjutnya memutuskan langkah-langkah apa yang akan diambil di tengah situasi kondisi yang sedemikian rupa.

Bagaimanapun pikiran adalah produk otak, dan secara medis otak kita adalah salah satu organ anatomi tubuh dan fisiologis yang rumit untuk dipelajari, niscaya kita bisa menguasainya.


Hanya dimungkinkan untuk mengaksesnya sebagian, secara alamiah dalam situasi normal.

Jika kita membiasakan diri menyalurkan pikiran dengan cara-cara yang layak, dengan cara yang paling dimungkinkan kebenarannya benar, kita bisa membangun hubungan baik dengan alam pemikiran yang timbul di diri kita, merebut kendali potensi sejati diri kita sendiri.

Intinya adalah, sejatinya diri kita.

Persiapan dan Cara Bermeditasi:

Banyak cara yang disarankan bisa dilakukan agar mampu menyelaraskan keinginan batin melalui cara bermeditasi.


Mungkin beberapa teknik berikut bisa diterapkan:

#1. Meditasi Pernapasan:
Mulailah dengan cara mengatur pernapasan. Hirup nafas perlahan-lahan, hirup mendalam hingga paru-paru terasa dipenuhi udara.


Lepaskan perlahan-lahan.

Ulangi berkali-kali. Mulailah membiasakan diri melakukannya, percayalah Anda akan menikmatinya.

Nikmati alur pelepasannya sembari menghitungnya, satu-dua-tiga-empat-lima hingga sepuluh.

Lanjutkan sembari mengulangi hitungan hingga mencapai dua puluh kali tarikan napas.

Seiring hembusan nafas, ikuti gerak-gerik tubuh secara perlahan-lahan sampai terasa leluasa.

Tenang dan nyaman.

Biarkan, rasa tenang menyusup jauh ke dalam diri, dan tunggu hingga terasa seolah kita memasuki kondisi dimana kita tengah berada di situasi tenang dan kita dapat menenggelamkan semua permasalahan yang menggenangi isi pikiran.


Teruskan, lanjutkan secara perlahan. Lakukan perlahan dan perlahan.

Biarkan hingga pikiran serasa menyatu dengan gerak tubuh kita mengikutkan gerak alur pernapasan.

Anda berada dalam keadaan relaksasi penuh, menyeluruh.

#2. Meditasi Denyut Jantung:

Tarik napas perlahan-lahan, ulangi tarik secara perlahan hingga udara terasa memenuhi ruang kosong di dalam paru-paru.


Dengarkan baik-baik bunyi suara napas yang timbul, dengarkan dan teliti, telisik mendalam. Ia akan terdengar bagaikan irama musik yang mengalun teratur, nikmati dan bersantailah dengan suara itu.

Secara pasti perlahan bunyi nafas akan membendung suara hiruk-pikuk sekeliling.

Teruslah, bernapas secara teratur, satu per satu, telisik suara napas yang seakan berubah bagaikan ketukan musik menurutkan irama denyut jantung.

Ikuti perlahan-lahan, perlahan, dan perlahan.

Irama denyut jantung Itu akan membukakan jalan pikiran, membawa kita masuk jauh ke dalam pusaran ke suatu situasi dimana kita dapat mengakses pikiran.

Sepenuhnya menguasainya.

#3. Meditasi Konvensional:

Tekniknya nyaris sama dengan dua teknik yang dijelaskan sebelumnya, hanya berbeda pada cara melakukannya saja.


Metode konvensional umumnya menggunakan, bunyi-bunyian benda tertentu, atau dengan memutarkan alunan musik berirama tertentu.

Tujuannya untuk membantu proses menenangkan diri agar fokus memusatkan pikiran untuk menyalurkan emosi tertentu.

Intinya adalah penyaluran dengan terlebih dahulu memposisikan diri dalam keadaan benar-benar tenang, relaksasi, hingga bisa berpikir jernih.

Posisi Tubuh:

Meditasi bisa dilakukan dalam keadaan posisi duduk, bisa juga dengan berlutut, atau dalam posisi apa saja yang terpenting kita benar-benar merasa nyaman.


Dan jangan memaksakan diri dengan bersikukuh melakukannya pada posisi tertentu.

Karenanya, sebelum memulai pastikan mengevaluasi terlebih dahulu pada posisi yang bagaimana kita bisa rileks.

Mungkin perlu mengganjal pantat dengan bantal.

Intinya, panggul harus dalam posisi tidak merosot ke depan atau melorot ke belakang.


Tulang belakang harus dalam posisi tegak, dan leher berada di tengah cekungan panggul, sehingga berat badan didistribusikan merata ke seluruh bagian.

Mungkin perlu menutup mata agar mudah fokus, tetapi buka mata juga bisa, bebas, yang penting fokus.

Posisikan kedua tangan bebas telepas diletakkan di atas paha, dan jangan tegang. Santai dan rileks saja, itu kuncinya.

Manfaat Meditasi:

Meditasi diakui sangat bermanfaat mempertajam kesadaran diri, kita menjadi lebih aware, dan bisa meningkatkan energi dalam konsentrasi.


Membuat kita menjadi lebih percaya diri dan lebih tenang mengendalikan diri. Mengurangi stress, lebih santai menikmati hidup.

Memiliki kejernihan mental yang lebih unggul dengan daya ingat yang meningkat, kreativitas diri meningkat dan menjadi lebih cakap dalam pemecahan masalah.

Kondisi tubuh menjadi lebih seimbang, tekanan darah normal dan lebih sehat, phisik menjadi lebih cerah, dan lain-lain.

Meditasi membawa kita memasuki pengalaman dimana kita merasa benar-benar nyaman melarikan diri dari semua kebisingan bunyi-bunyian suara di sekeliling sekitar kita.

Kiranya bermanfaat Dan membawa kemanfaatan.

~Salam meditasi selalu!
ec