Selasa, 02 Mei 2017

TUJUAN CERDAS

"Nothing is impossible to the willing heart."~Thomas Heywood

Kita kerap mendengar kata “tujuan cerdas” tetapi kita kerap membangun pemahaman sendiri tentangnya seolah enggan mengakui bahwa pada dasarnya kita pun tidak begitu paham akan makna pemahamannya. Oleh sekelompok pengusaha kosakata ‘Cerdas’ dimaknai sebagai makna dari kata “SMART” singkatan dari Specific; Measurable; Attainable; Relevant; Time bound. Lebih kurangnya: Jelas; Terukur; Terjangkau; Terkait; Tertentu (J4T).

Tujuan Spesifik: Tujuan harus disusun “sejelas mungkin” agar bisa menjadi suluh penerang arah bagaikan lampu yang menyinari jalan yang akan ditempuh demi untuk memicu kinerja pencapaian yang lebih tinggi. Tujuan yang tidak jelas akan membuat berbagai ketertundaan – tertunda untuk berpikir tentang hasil, tertunda untuk memikirkan kegiatan yang diperlukan, tertunda untuk tahu apa ukuran keberhasilan yang realistis.

Jabarkan Se-spesifik mungkin: Rangkaian kegiatan apa yang diperlukan, berapa lama proses waktu yang realistis. Kapan hari tanggal dimulai dan kapan selesainya, berapa biayanya dan lain sebagainya agar lebih terukur. Semisal, daripada berkata “kita harus bisa menekan biaya sepuluh persen” akan lebih terukur andai kita menyampaikannya dengan mengatakan “kita harus menekan biaya produksi sepuluh persen dalam dua belas bulan kedepan”. Dengan begitu itu, jelas ditekankan bahwa biaya produksi sudah ditetapkan untuk jangka waktu tertentu - itu pedoman. Jelas terukur serta terjangkau dan realistis untuk bisa memvisualisasikan gambaran akhirnya. Ketidakjelasan hanya akan melahirkan rasa frustasi, sama halnya dengan penetapan tujuan yang jelas terukur tetapi tidak realistis  -  itu juga bikin frustasi.
Jabarkan secara realistis, kelola kerjakan dan berhenti saat selesai, selaraskan dengan tujuan yang diinginkan. Menyeimbangkan keselarasan jangka panjang dengan pencapaian ditahapan tertentu bisa membuat kita tetap fokus akan hal apa saja yang dibutuhkan serta kegiatan apa yang akan dijalankan. Penetapan jangka waktu akan membuat kita tahu saat kapan kegiatan itu harus selesai hingga dalam proses pengerjaannya akan terlahir rasa urgensi akan pentingnya pemanfaatan tengggat waktu.

Tuliskan Tujuan Itu: Orang cerdas umumnya tekun menuliskan kegiatannya setiap hari hingga ia bisa mendapatkan gambaran apa berikutnya, menyimpannya dan melakukan cross check atas hal-hal yang dicapai. Sebagian orang mungkin menilai kegiatan itu membosankan, nyatat,,,mulu!, tetapi orang cerdas memaknainya sebagai upaya tanggungjawab mempertahankan kenyataan gambaran yang relevan dan menyelaraskannya dengan tujuan agar arahnya tidak menyimpang.
Teknik menulis dengan penggunaan kata “pasif” akan membuat pembaca teralihkan, semisal ketika menyampaikan kata “saya akan menekan anggaran produksi sepuluh persen” dan bandingkan ketika menulis “saya ingin anggaran produksi ditekan sepuluh persen dalam dua belas bulan kedepan”.
Disamping intonasi, kosakata yang digunakan pun akan membangun pengertiannya hingga kerap mewarnai pemahaman makna.

Laksanakan sesuai Rencana: Proses pelaksanaan kerap membuat kita lupa akan langkah-langkah yang masih akan diperlukan - sebagaimana direncanakan. Sumbang saran dari para yang terdahulu akan menambah penyempurnaan rencana. Menuliskan tiap hal di sepanjang proses pelaksanaan menjadi bahan tambahan ketika evaluasi, dan kian memperkaya ramuan stratejik saat ketika analisa kinerja dilakukan.
Tak heran jika orang sukses umumnya memetakan tujuannya, mengembangkannya bahkan menciptakan kerangka alur proses pencapaiannya. Baginya, rencana juga dimanfaatkan untuk memerangi hantu keraguan yang kadang timbul menghantui. Pada skala tertentu Rencana bahkan dijadikan sebagai rujukan masukan untuk menambah khasanah wawasan.

Pencapaian Terencana: Pada proses pelaksanaan kegiatan kita diperhadapkan dengan berbagai variabel yang terkadang kontras bersinggungan tidak sesuai rencana, terkadang bahkan memaksa kita untuk bertindak fleksibel menyesuaikan beberapa tahapan-tahapan pelaksanaan. Dinamika dan realitas lapangan semakin memperkaya masukan untuk terus melakukan evaluasi sedari waktu ke waktu. 
Walau ada yang berpendapat bahwa evaluasi akan menambah biaya dan membuat rencana kian sulit dipahami namun jangan mengkedepankan ketangguhan diri semata tetapi tetaplah berpegang pada rencana. 

Bahwa itu memang sulit – itu harus diakui, hingga tidak tiap orang berhasil sesuai rencana. Jika saja itu mudah maka tiap orang akan melaksanakannya.
"Without goals, and plans to reach them, you are like a ship that has set sail with no destination."
~Fitzhugh Dodson
~salam Cerdas selalu
~disarikan dari berbagai sumber.