"Nothing is impossible to the willing heart."~Thomas Heywood
Kita kerap mendengar kata “tujuan cerdas” tetapi kita kerap
membangun pemahaman sendiri tentangnya seolah enggan mengakui bahwa pada
dasarnya kita pun tidak begitu paham akan makna pemahamannya. Oleh sekelompok
pengusaha kosakata ‘Cerdas’ dimaknai sebagai makna dari kata “SMART” singkatan
dari Specific; Measurable; Attainable; Relevant; Time bound. Lebih kurangnya: Jelas; Terukur; Terjangkau; Terkait; Tertentu (J4T).
Tujuan Spesifik: Tujuan
harus disusun “sejelas mungkin” agar bisa menjadi suluh penerang arah bagaikan lampu
yang menyinari jalan yang akan ditempuh demi untuk memicu kinerja pencapaian yang
lebih tinggi. Tujuan yang tidak jelas akan membuat berbagai ketertundaan –
tertunda untuk berpikir tentang hasil, tertunda untuk memikirkan kegiatan yang
diperlukan, tertunda untuk tahu apa ukuran keberhasilan yang realistis.
Jabarkan Se-spesifik mungkin: Rangkaian kegiatan apa yang diperlukan, berapa lama
proses waktu yang realistis. Kapan hari tanggal dimulai dan kapan selesainya, berapa
biayanya dan lain sebagainya agar lebih terukur. Semisal, daripada berkata “kita
harus bisa menekan biaya sepuluh persen” akan lebih terukur andai kita
menyampaikannya dengan mengatakan “kita harus menekan biaya produksi sepuluh
persen dalam dua belas bulan kedepan”. Dengan begitu itu, jelas ditekankan bahwa
biaya produksi sudah ditetapkan untuk jangka waktu tertentu - itu pedoman. Jelas
terukur serta terjangkau dan realistis untuk bisa memvisualisasikan gambaran
akhirnya. Ketidakjelasan hanya akan melahirkan rasa frustasi, sama halnya
dengan penetapan tujuan yang jelas terukur tetapi tidak realistis - itu
juga bikin frustasi.
Jabarkan secara realistis,
kelola kerjakan dan berhenti saat selesai, selaraskan dengan tujuan yang
diinginkan. Menyeimbangkan keselarasan jangka panjang dengan pencapaian ditahapan
tertentu bisa membuat kita tetap fokus akan hal apa saja yang dibutuhkan serta
kegiatan apa yang akan dijalankan. Penetapan jangka waktu akan membuat kita
tahu saat kapan kegiatan itu harus selesai hingga dalam proses pengerjaannya akan
terlahir rasa urgensi akan pentingnya pemanfaatan tengggat waktu.
Tuliskan Tujuan Itu:
Orang cerdas umumnya tekun menuliskan kegiatannya setiap hari hingga ia bisa mendapatkan
gambaran apa berikutnya, menyimpannya dan melakukan cross check atas hal-hal yang dicapai. Sebagian orang mungkin menilai
kegiatan itu membosankan, nyatat,,,mulu!, tetapi orang cerdas memaknainya
sebagai upaya tanggungjawab mempertahankan kenyataan gambaran yang relevan dan menyelaraskannya
dengan tujuan agar arahnya tidak menyimpang.
Teknik menulis dengan
penggunaan kata “pasif” akan membuat pembaca teralihkan, semisal ketika menyampaikan
kata “saya akan menekan anggaran produksi sepuluh persen” dan bandingkan ketika
menulis “saya ingin anggaran produksi ditekan sepuluh persen dalam dua belas bulan
kedepan”.
Disamping intonasi, kosakata
yang digunakan pun akan membangun pengertiannya hingga kerap mewarnai pemahaman
makna.
Laksanakan sesuai Rencana: Proses pelaksanaan kerap membuat kita lupa akan
langkah-langkah yang masih akan diperlukan - sebagaimana direncanakan. Sumbang
saran dari para yang terdahulu akan menambah penyempurnaan rencana. Menuliskan tiap
hal di sepanjang proses pelaksanaan menjadi bahan tambahan ketika evaluasi, dan
kian memperkaya ramuan stratejik saat ketika analisa kinerja dilakukan.
Tak heran jika orang
sukses umumnya memetakan tujuannya, mengembangkannya bahkan menciptakan kerangka
alur proses pencapaiannya. Baginya, rencana juga dimanfaatkan untuk memerangi hantu
keraguan yang kadang timbul menghantui. Pada skala tertentu Rencana bahkan dijadikan
sebagai rujukan masukan untuk menambah khasanah wawasan.
Pencapaian Terencana: Pada proses pelaksanaan kegiatan kita diperhadapkan dengan
berbagai variabel yang terkadang kontras bersinggungan tidak sesuai rencana, terkadang
bahkan memaksa kita untuk bertindak fleksibel menyesuaikan beberapa tahapan-tahapan
pelaksanaan. Dinamika dan realitas lapangan semakin memperkaya masukan untuk terus
melakukan evaluasi sedari waktu ke waktu.
Walau ada yang berpendapat bahwa evaluasi
akan menambah biaya dan membuat rencana kian sulit dipahami namun jangan
mengkedepankan ketangguhan diri semata tetapi tetaplah berpegang pada rencana.
Bahwa
itu memang sulit – itu harus diakui, hingga tidak tiap orang berhasil sesuai
rencana. Jika saja itu mudah maka tiap orang akan melaksanakannya.
"Without goals, and plans to reach
them, you are like a ship that has set sail with no destination."
~Fitzhugh Dodson
~Fitzhugh Dodson
~salam Cerdas selalu
~disarikan dari
berbagai sumber.