Minggu, 06 Maret 2016

EMAIL MARKETING-: Bagaimana Agar EMAIL Efektif?


http://www.sfi4.com/15634647/FREE
EMAIL MARKETING TERBUKTI EFEKTIF:
Kini ini orang-orang mengklaim diri lebih memahami teknologi, memilih cara berkomunikasi dengan memanfaatkan kemudahan internet, E-mail menjadi pilihan utama. Tidak heran jika tiap orang memiliki alamat E-mail, ada yang memiliki E-mail untuk seluruh tujuan, ada yang mengatur satu E-mail untuk tiap tujuan,  bisnis atau pribadi terpisah bahkan ada Email khusus untuk komunitas. Teknologi internet nyaris memberangus tata aturan batas wilayah teritori dunia, memberangus berbagai aturan hingga pemerintah kerap dianggap terlambat mengantisipasi laju kemajuan teknologi informatika. Pebisnis kini menggunakan email untuk berpromosi bahkan dinilai lebih simple, ter-target, meriah dan murah.

APAKAH ANDA YAKIN JIKA KUSTOMER MEMBACA EMAIL ANDA?
Tiap orang kini punya ‘Inbox’ dan tiap inbox dibanjiri email yang memuat berbagai informasi. Kini ini semakin sulit mengajak orang untuk sudi membuka emailnya, membacanya bahkan untuk mendapatkan perhatian apalagi berharap komentar atau balasan. Sistim email marketing kembali diperhadapkan pada kendala emosional pengguna. Tetapi kendala akan selalu menghadirkan timbulnya bisnis baru, sedari bisnis cara menulis email hingga cara menjual ide, cara bagaimana agar E-mail marketing Anda diperhatikan kustomer.

GAGAL TAK LAGI MASUK HITUNGAN:
Resiko terbesar di dunia bisnis adalah ketika Anda diperhadapkan pada berbagai aktivitas kewirausahaan yang penuh dengan gagasan berpikir dan bertindak menuju sukses. Gagal tak lagi perlu diperhitungkan, kini dianggap menjadi bagian dari tahapan mencapai sukses. Kemauan menjadi ticket masuk sedangkan ilmu terbaik hanya akan didapat dari pengalaman – mengalaminya sendiri. Apa yang bekerja – apa bagian yang berhasil, kerap menjadi rebutan pebisnis handal. Kini ini porsi tanggungjawab dan kewenangan bergeser dari model konvensional menjadi lebih unik – seolah model pelajaran yang kuat untuk dipelajari dan tidak akan berkesudahan.

LAKUKAN SECARA SUNGGUH-SUNGGUH:
Anda harus memahami satu persyaratan menuju sukses bahwa; jika Anda benar-benar ingin sukses, Anda harus bersedia melakukan berbagai hal dengan sungguh-sungguh - walau itu tidak nyaman. Menulislah dengan sungguh-sungguh, penuhi dengan rupa-rupa ide gagasan guna memancing perhatian orang untuk bersedia memperhatikannya – mulai lah dari tahap itu.
Tidak ada formula tokcer tetapi disarankan untuk Anda meluangkan waktu membaca E-mail Anda berulang-ulang sebelum dikirimkan. Ada banyak gagasan yang terlahir dari tindakan membaca berulang-ulang.

1) PENGIRIM (Nama atau Logo)
Disinyalir Nama pengirim mempengaruhi minat ketertarikan penerima, penggunaan Nama bisnis tak lagi menarik, banyak E-mail yang langsung dihapus hanya oleh karena nama ‘PENGIRIM’.
Penggunaan Nama pribadi sepertinya memiliki kans yang baik apalagi jika Nama itu diketahui, cukup dikenal termasuk bisnis yang ditekuni.
Penggunaan lambang atau logo sebagai simbol ‘PENGIRIM’ dianggap tidak keren, penerima cenderung menuntut agar si PENGIRIM jelas.

2) SUBJEK EMAIL
Penggunaan SUBJEK EMAIL yang pas bisa mendapatkan perhatian untuk membaca; melengkapinya dengan ‘LINK’ yang menghantarkan Penerima masuk ke inti bisnis yang dipasarkan. Diperlukan keberanian tertentu untuk memasarkan tanpa harus melukai perhatian si penerima, misalnya; “2 cara mendapatkan payudara ideal’. Hindarkan kata-kata spam seperti: ‘Cash, Kartu Kredit atau Hadiah, oleh karena banyak Email yang berakhir di folder ‘Spam’.

3) OPTIMALKAN BARIS PERTAMA & KEDUA
Penerima umumnya mengaktifkan ‘email preview’ yang hanya akan menampilkan baris pertama dan baris kedua dari teks email yang masuk. Untuk itu sangat disarankan agar mengoptimalkannya secara maksimal untuk memprovokasi Penerima dan membacanya. Subjek yang menghibur, lucu dan Unik acap mendapat perhatian.

4) FREKWENSI PENGIRIM
Hindarkan mengirim Email secara terus menerus acak tak terkontrol, itu akan sangat mengganggu, untuk itu atur jadwalnya misalnya: satu - dua kali dalam sehari. Sehingga jika E-mail pertama tidak dibuka, penerima masih memiliki kesempatan untuk membuka kiriman yang kedua. Akhiri Email Anda dengan himbauan untuk menyimpan alamat Pengirim (whitelist) agar email berikutnya terhindar dari folder ‘Spam’.
~Selamat ber-promosi!