EMAIL MARKETING TERBUKTI EFEKTIF:
Kini ini orang-orang mengklaim diri lebih
memahami teknologi, memilih cara berkomunikasi dengan memanfaatkan kemudahan internet,
E-mail menjadi pilihan utama. Tidak heran jika tiap orang memiliki alamat
E-mail, ada yang memiliki E-mail untuk seluruh tujuan, ada yang mengatur satu E-mail
untuk tiap tujuan, bisnis atau pribadi
terpisah bahkan ada Email khusus untuk komunitas. Teknologi internet nyaris
memberangus tata aturan batas wilayah teritori dunia, memberangus berbagai
aturan hingga pemerintah kerap dianggap terlambat mengantisipasi laju kemajuan
teknologi informatika. Pebisnis kini menggunakan email untuk berpromosi bahkan
dinilai lebih simple, ter-target, meriah dan murah.
APAKAH ANDA YAKIN JIKA KUSTOMER MEMBACA
EMAIL ANDA?
Tiap orang kini punya ‘Inbox’ dan tiap inbox
dibanjiri email yang memuat berbagai informasi. Kini ini semakin sulit mengajak
orang untuk sudi membuka emailnya, membacanya bahkan untuk mendapatkan perhatian
apalagi berharap komentar atau balasan. Sistim email marketing kembali
diperhadapkan pada kendala emosional pengguna. Tetapi kendala akan selalu menghadirkan
timbulnya bisnis baru, sedari bisnis cara menulis email hingga cara menjual ide,
cara bagaimana agar E-mail marketing Anda diperhatikan kustomer.
GAGAL TAK LAGI MASUK HITUNGAN:
Resiko terbesar di dunia bisnis adalah
ketika Anda diperhadapkan pada berbagai aktivitas kewirausahaan yang penuh
dengan gagasan berpikir dan bertindak menuju sukses. Gagal tak lagi perlu
diperhitungkan, kini dianggap menjadi bagian dari tahapan mencapai sukses.
Kemauan menjadi ticket masuk sedangkan ilmu terbaik hanya akan didapat dari
pengalaman – mengalaminya sendiri. Apa yang bekerja – apa bagian yang berhasil,
kerap menjadi rebutan pebisnis handal. Kini ini porsi tanggungjawab dan
kewenangan bergeser dari model konvensional menjadi lebih unik – seolah model
pelajaran yang kuat untuk dipelajari dan tidak akan berkesudahan.
LAKUKAN SECARA SUNGGUH-SUNGGUH:
Anda harus memahami satu persyaratan
menuju sukses bahwa; jika Anda benar-benar ingin sukses, Anda harus bersedia
melakukan berbagai hal dengan sungguh-sungguh - walau itu tidak nyaman.
Menulislah dengan sungguh-sungguh, penuhi dengan rupa-rupa ide gagasan guna memancing
perhatian orang untuk bersedia memperhatikannya – mulai lah dari tahap itu.
Tidak ada formula tokcer tetapi disarankan
untuk Anda meluangkan waktu membaca E-mail Anda berulang-ulang sebelum dikirimkan.
Ada banyak gagasan yang terlahir dari tindakan membaca berulang-ulang.
1) PENGIRIM (Nama atau Logo)
Disinyalir Nama pengirim mempengaruhi minat
ketertarikan penerima, penggunaan Nama bisnis tak lagi menarik, banyak E-mail
yang langsung dihapus hanya oleh karena nama ‘PENGIRIM’.
Penggunaan Nama pribadi sepertinya
memiliki kans yang baik apalagi jika Nama itu diketahui, cukup dikenal termasuk
bisnis yang ditekuni.
Penggunaan lambang atau logo sebagai
simbol ‘PENGIRIM’ dianggap tidak keren, penerima cenderung menuntut agar si
PENGIRIM jelas.
2) SUBJEK EMAIL
Penggunaan SUBJEK EMAIL yang pas bisa
mendapatkan perhatian untuk membaca; melengkapinya dengan ‘LINK’ yang menghantarkan
Penerima masuk ke inti bisnis yang dipasarkan. Diperlukan keberanian tertentu
untuk memasarkan tanpa harus melukai perhatian si penerima, misalnya; “2 cara
mendapatkan payudara ideal’. Hindarkan kata-kata spam seperti: ‘Cash, Kartu
Kredit atau Hadiah, oleh karena banyak Email yang berakhir di folder ‘Spam’.
3) OPTIMALKAN BARIS PERTAMA & KEDUA
Penerima umumnya mengaktifkan ‘email
preview’ yang hanya akan menampilkan baris pertama dan baris kedua dari teks email
yang masuk. Untuk itu sangat disarankan agar mengoptimalkannya secara maksimal untuk
memprovokasi Penerima dan membacanya. Subjek yang menghibur, lucu dan Unik acap
mendapat perhatian.
4) FREKWENSI PENGIRIM
Hindarkan mengirim Email secara terus
menerus acak tak terkontrol, itu akan sangat mengganggu, untuk itu atur
jadwalnya misalnya: satu - dua kali dalam sehari. Sehingga jika E-mail pertama
tidak dibuka, penerima masih memiliki kesempatan untuk membuka kiriman yang
kedua. Akhiri Email Anda dengan himbauan untuk menyimpan alamat Pengirim (whitelist) agar email berikutnya
terhindar dari folder ‘Spam’.
~Selamat ber-promosi!
