"Success in business requires training and discipline and hard work. But if you're not frightened by these things, the opportunities are just as great today as they ever were."
~David Rockefeller, banker and philanthropist
Sukses dalam bisnis memerlukan pelatihan dan disiplin serta kerja keras. Tetapi jika Anda tidak lagi mengkhawatirkan hal-hal seperti itu, maka Anda kini semakin berpeluang karena (sebelumnya) telah pernah mengalaminya" Demikian dikutip dari ~ David Rockefeller. Bisnis tak ubahnya bagaikan hidup yang mengalami gelombang naik turun pada tahapan pencapaiannya. Apakah Anda fokus pada tujuan hidup? Ataukah hanya pada niat semata? Niat untuk berhasil mencapai tujuan hidup? Apapun yang menjadi tujuan Anda tidak menjadi soal tetapi pastikan Anda membangun niat untuk mencapainya, selalu berpikir positif dan tidak stres tertekan, tetaplah hidup berkelimpahan, percayalah - apapun tujuan itu, itu sudah ada di diri Anda sendiri – tercipta serta terlahir bersama.
Tahukah Anda akan arah maksud pertanyaan diawal?
Banyak orang terpacu untuk menetapkan ‘Tujuan’ hidupnya, tepat saat pergantian tahun, bahkan ada yang menjadikannya sebagai agenda tetap, terjadi setiap tahun. Bahkan pada peristiwa tertentu, ‘Tujuan’ hidup yang ditentukan itu diartikan menjadi janji hidup – menjadi alasan utama ia tetap sudi menjalani hidup. Hakikinya itu bagus. Sejarah peradaban dunia mencatatkan itu sebagai bagian dari berpegang teguh pada prinsip hidup. Dengan mempunyai ‘tujuan’ itu akan membantu untuk tetap fokus di jalur tahapan pencapaian menyelesaikan segenap hal yang berkenaan dengan pencapaian ‘tujuan’ itu. Ketika mereka tidak berhasil, penetapan itu menjadi absurd, manakala oleh karena satu dan lain hal menilai dirinya tidak layak untuk bisa memenuhi tujuan hidupnya, kecewa. Dirinya tidak sepadan bahkan sudah tidak laik untuk bisa terus melanjutkan sisa usianya. Akhirnya –selesailah sudah- malah jatuh korban. Wah pelanggaran!
Bagi sebagian orang, pendapat sedemikian itu dinilai ekstrim, pelakunya bahkan dinilai tidak menghargai arti nilai kehidupan. Tidak menjunjung tinggi anugerah tertinggi dari yang Maha Tinggi. Harusnya dia jaga hidupnya dengan semangat setinggi-tingginya. Sebagian diantaranya malah berpendapat ekstrim, itu orang terlalu tinggi tujuan hidupnya, apa bisa dia penuhi janji dirinya? Bikin keputusan sesuka hatinya saja hingga ia lupa akan pemilik hidupnya. Harusnya ia bersyukur ia dikasih hidup tanpa ia pernah mendaftar, tidak diplonco bahkan tidak ikut ujian akhir kelulusan. Dia itu lulus hidup karena gotong royong, takabur pula, tak tau diri! Orang itu harus diberi peringatan, walau dirinya yang hidup, bukan dirinya yang menjadi penentu kapan ia bisa untuk tidak lagi sudi hidup. Ada waktunya itu. Jangan ia sewenang – wenang akan dirinya. Wah pelanggaran!
Bikin undang-undang untuk itu, dilarang melakukan tindakan ‘mematikan diri sendiri’ secara sesuka hati dan sewenang-wenang. Urus ijin dulu dari yang berwenang untuk urusan itu. Barang siapa yang kukuh teguh tetap bersikukuh untuk tidak lagi sudi melanjutkan sisa usianya, maka ia harus mendapatkan penetapan pengadilan yang diselenggarakan khusus untuk itu. Atas pelanggaran yang terjadi dikenai vonis hukuman kurungan sekian tahun dengan subsider sekian rupiah, bisa diganti dengan tambahan kurungan badan sekian waktu, vonis tertinggi dikenai ‘hukuman mati’. Dengan demikian, jika ada yang bersikukuh mau mati, maka ia harus berjuang ekstra keras agar bisa dikenai hukuman mati. Wah,,, pelanggaran!
Sukses dalam bisnis memerlukan pelatihan dan disiplin serta kerja keras. Tetapi jika Anda tidak lagi mengkhawatirkan hal-hal seperti itu, maka Anda kini semakin berpeluang karena (sebelumnya) telah pernah mengalaminya" Demikian dikutip dari ~ David Rockefeller. Bisnis tak ubahnya bagaikan hidup yang mengalami gelombang naik turun pada tahapan pencapaiannya. Apakah Anda fokus pada tujuan hidup? Ataukah hanya pada niat semata? Niat untuk berhasil mencapai tujuan hidup? Apapun yang menjadi tujuan Anda tidak menjadi soal tetapi pastikan Anda membangun niat untuk mencapainya, selalu berpikir positif dan tidak stres tertekan, tetaplah hidup berkelimpahan, percayalah - apapun tujuan itu, itu sudah ada di diri Anda sendiri – tercipta serta terlahir bersama.
Tahukah Anda akan arah maksud pertanyaan diawal?
Banyak orang terpacu untuk menetapkan ‘Tujuan’ hidupnya, tepat saat pergantian tahun, bahkan ada yang menjadikannya sebagai agenda tetap, terjadi setiap tahun. Bahkan pada peristiwa tertentu, ‘Tujuan’ hidup yang ditentukan itu diartikan menjadi janji hidup – menjadi alasan utama ia tetap sudi menjalani hidup. Hakikinya itu bagus. Sejarah peradaban dunia mencatatkan itu sebagai bagian dari berpegang teguh pada prinsip hidup. Dengan mempunyai ‘tujuan’ itu akan membantu untuk tetap fokus di jalur tahapan pencapaian menyelesaikan segenap hal yang berkenaan dengan pencapaian ‘tujuan’ itu. Ketika mereka tidak berhasil, penetapan itu menjadi absurd, manakala oleh karena satu dan lain hal menilai dirinya tidak layak untuk bisa memenuhi tujuan hidupnya, kecewa. Dirinya tidak sepadan bahkan sudah tidak laik untuk bisa terus melanjutkan sisa usianya. Akhirnya –selesailah sudah- malah jatuh korban. Wah pelanggaran!
Bagi sebagian orang, pendapat sedemikian itu dinilai ekstrim, pelakunya bahkan dinilai tidak menghargai arti nilai kehidupan. Tidak menjunjung tinggi anugerah tertinggi dari yang Maha Tinggi. Harusnya dia jaga hidupnya dengan semangat setinggi-tingginya. Sebagian diantaranya malah berpendapat ekstrim, itu orang terlalu tinggi tujuan hidupnya, apa bisa dia penuhi janji dirinya? Bikin keputusan sesuka hatinya saja hingga ia lupa akan pemilik hidupnya. Harusnya ia bersyukur ia dikasih hidup tanpa ia pernah mendaftar, tidak diplonco bahkan tidak ikut ujian akhir kelulusan. Dia itu lulus hidup karena gotong royong, takabur pula, tak tau diri! Orang itu harus diberi peringatan, walau dirinya yang hidup, bukan dirinya yang menjadi penentu kapan ia bisa untuk tidak lagi sudi hidup. Ada waktunya itu. Jangan ia sewenang – wenang akan dirinya. Wah pelanggaran!
Bikin undang-undang untuk itu, dilarang melakukan tindakan ‘mematikan diri sendiri’ secara sesuka hati dan sewenang-wenang. Urus ijin dulu dari yang berwenang untuk urusan itu. Barang siapa yang kukuh teguh tetap bersikukuh untuk tidak lagi sudi melanjutkan sisa usianya, maka ia harus mendapatkan penetapan pengadilan yang diselenggarakan khusus untuk itu. Atas pelanggaran yang terjadi dikenai vonis hukuman kurungan sekian tahun dengan subsider sekian rupiah, bisa diganti dengan tambahan kurungan badan sekian waktu, vonis tertinggi dikenai ‘hukuman mati’. Dengan demikian, jika ada yang bersikukuh mau mati, maka ia harus berjuang ekstra keras agar bisa dikenai hukuman mati. Wah,,, pelanggaran!
Kembali ke fokus tujuan awal. Bila Anda berminat menetapkan tujuan hidup, maka
Anda harus berniat mencapainya. Untuk itu tetapkan kerangka tahapan ‘niat
pencapaian’ segera setelah ‘tujuan’ ditetapkan. Itu yang memungkinkan Anda
untuk senantiasa ‘fokus’ – pasti berhasil. Bak bahan bakar dari sesuatu mesin,
kerangka tahapan niat pencapaian itu harus diisi dengan luapan enerji kegembiraan,
gairah nilai-nilai positif. Itulah tujuan hidup itu. Sehingga, setahap demi
setahap akan bisa terlihat dengan jelas tentang apa itu yang menjadi tujuan
hidup Anda. Dan tahapan apa saja yang diperlukan, hal apa saja yang sebenarnya menjadi
keinginan mutlak hati Anda. Terasa menjadi lebih mudah untuk mencapai - apa pun
itu, serta yang berkenaan dengan itu! Jika Anda mencari kehidupan ideal dan
berusaha untuk mencapainya secepat mungkin maka pastikan penetapan itu telah
mencakup kedua hal –Tujuan&Niat-.
Apa bedanya? Sederhananya yah... bisa dikatakan bahwa; “’Tujuan’ difokuskan pada masa depan sedangkan ‘Niat’ terfokus pada saat kini ini. Sehingga, ‘Tujuan’ merupakan prestasi tertentu sedangkan ‘Niat’ adalah gairah yang senantiasa bergejolak setiap saat tidak terpengaruh oleh apapun demi untuk mencapai si tujuan itu. Maka oleh karena itu, ‘’Tujuan’ adalah prestasi eksternal sedangkan ‘Niat’ merujuk kepada kepuasan hati yang bersifat internal di diri Anda sendiri”. Ingatlah mengisi keduanya sebanyak mungkin tambahan energi positif dan gelombang emosionil pikiran dan hati, karena hanya faktor itu yang menjadi bahan bakar sumber penghasil kekuatan yang jauh lebih cepat bermanifestasi ke dalam hidup Anda.
Demikian halnya dalam bisnis, tentukan ‘Tujuan’ terlebih dahulu kemudian tetapkan ‘Niat’ untuk mencapainya. Bekerjalah, tunjukkan pada dunia beserta segenap pengisinya bahwa Anda mampu adanya. Ketika gagal jangan langsung tergoda –mematikan sendiri- walaupun itu usaha milik Anda sendiri, jangan sewenang-wenang, sesuka hati. Jangan ya, tak baik begitu! Bilamana bersikukuh? Wah pelanggaran! Itulah poin yang hendak kuposting kali ini ‘tetapkan titik tujuan payungi dengan niat, dan ikuti aturan’. Ada aturan mainnya itu!.
Salam Sukses selalu.
KLIK Jalan Sukses Anda:= = = = = = = = = = = = =
Penjelasan singkat di:http://greathotman.hpage.com
Hati-hati dengan tawaran bisnis online:
http://www.tripleclicks.com/15634647/go
Minat Bisnis Online? Lakukan dengan cara yang benar:
http://sfimg.com/15634647/REAL
Saya Sponsor ANDA:
Apa bedanya? Sederhananya yah... bisa dikatakan bahwa; “’Tujuan’ difokuskan pada masa depan sedangkan ‘Niat’ terfokus pada saat kini ini. Sehingga, ‘Tujuan’ merupakan prestasi tertentu sedangkan ‘Niat’ adalah gairah yang senantiasa bergejolak setiap saat tidak terpengaruh oleh apapun demi untuk mencapai si tujuan itu. Maka oleh karena itu, ‘’Tujuan’ adalah prestasi eksternal sedangkan ‘Niat’ merujuk kepada kepuasan hati yang bersifat internal di diri Anda sendiri”. Ingatlah mengisi keduanya sebanyak mungkin tambahan energi positif dan gelombang emosionil pikiran dan hati, karena hanya faktor itu yang menjadi bahan bakar sumber penghasil kekuatan yang jauh lebih cepat bermanifestasi ke dalam hidup Anda.
Demikian halnya dalam bisnis, tentukan ‘Tujuan’ terlebih dahulu kemudian tetapkan ‘Niat’ untuk mencapainya. Bekerjalah, tunjukkan pada dunia beserta segenap pengisinya bahwa Anda mampu adanya. Ketika gagal jangan langsung tergoda –mematikan sendiri- walaupun itu usaha milik Anda sendiri, jangan sewenang-wenang, sesuka hati. Jangan ya, tak baik begitu! Bilamana bersikukuh? Wah pelanggaran! Itulah poin yang hendak kuposting kali ini ‘tetapkan titik tujuan payungi dengan niat, dan ikuti aturan’. Ada aturan mainnya itu!.
Salam Sukses selalu.
KLIK Jalan Sukses Anda:= = = = = = = = = = = = =
Penjelasan singkat di:http://greathotman.hpage.com
Hati-hati dengan tawaran bisnis online:
http://www.tripleclicks.com/15634647/go
Minat Bisnis Online? Lakukan dengan cara yang benar:
http://sfimg.com/15634647/REAL
Saya Sponsor ANDA: