Senin, 19 November 2018

MEMAHAMI MAKNA JANGKAUAN ALAM PEMIKIRAN

“Anda tidak hanya menjadi apa yang paling Anda pikirkan, tetapi Anda juga meraih apa yang paling Anda pikirkan.”
~John Assaraf

Diduga setiap orang punya jangkauan pemikiran yang tidak sama dikarenakan gelombang alam pemikiran yang berbeda. Tak aneh jika ada yang mudah untuk bisa membangun kata sepakat untuk saling memahami, sementara yang lain harus terlebih dahulu berperang berkorban nyawa, harta serta martabat hanya untuk mendapatkan kata sepakat.

Diyakini perbedaan jangkauan alam pemikiran terbangun bertahap mengikutkan pengalaman hidup, dari kontribusi pengajaran, dari hasil pembinaan termasuk pengaruh lingkungan ditempat mana kita hidup. Semua berkontribusi menciptakan pemahaman baru bahkan hingga menerobos batas nalar melintasi rentang perjalanannya, berakhir di titik konkrit bagaimana untuk mengamalkannya. Diduga perbedaan itu yang membuat proses belajar menjadi tak pernah tamat bahkan selama hayat dikandung badan, bahkan walau dua pertiga daripadanya telah diberdayakan untuk mengamalkannya. Dari waktu ke waktu proses belajar yang terjadi terus-menerus menempa alam pemikiran.

Penempaan panjang berlangsung demi mencipta warna kehidupan, demi menambah semarak perjalanan hidup hingga tiba waktunya untuk mengajarkannya kembali ke anak cucu keturunannya karena mereka pun akan melanjutkan pencariannya disepanjang perjalanan hidupnya. Terus-menerus demikian sedari generasi pendahulu hingga ke generasi saat kita sekarang ini, karena hidup adalah pengulangan. Dan, tiap kita dibekali hak “tak kuasa menolak belajar serta mengamalkannya” dan, itulah warisan peradaban.

Hidup adalah pengulangan karenanya cukup alasan untuk kita bisa belajar dari masa lalu pendahulu, dan mengisi hidup kini ini dengan berbagai keragaman rupa kebajikan serta kebaikan.

Namun, hidup tak lelah mengarahkan kita untuk masuk merambah wilayah-wilayah yang terkadang tak terjangkau pemikiran. Hingga bingung kala kebejatan dianugerahi medali penghargaan, linglung kala mendapat penjelasan bahwa demi sesuatu alasan halal kita diharamkan untuk mengharamkannya. Jangkauan pemikiran yang berbeda membangun sekat batasan pemahaman sendiri-sendiri.

Perbedaan gelombang pemikiran diduga menjadikan jangkauan pemikiran menjadi tidak sama, hingga terlihat sebagian menjadi tidak berdaya. Sulit untuknya memahami uraian bahwa Kebejatan pun diperlukan untuk menciptakan tatanan hidup yang bebas dari perbuatan bejat. Bahkan sistim peradilan hukuman mati yang dinilai menista hidup sejatinya diperlukan demi menjaga kesucian nilai-nilai kehidupan hidup itu sendiri. Alam pemikirannya seolah  dipaksa menjangkau menerima kesucian pasal-pasal hukuman mati, hukuman kursi listrik, hukuman tembak, hukuman gantung sampai mati bahkan dirajam serta dihukum pancung. Jangkauan alam pemikiran membangun sekat membuat pemahaman sendiri tentang batas nilai kewajaran menurutkan batasan alam pemikirannya.

Terlihat dungu kala kenyataan hidup memaksanya menghadirkan ketidakwajaran demi mencapai kewajaran? Pepatah Tetua berkata: “Andai saja kau mengubah cara mu melihat sesuatu, niscaya sesuatu itu pun akan berubah mengikutkan cara mu melihatnya”.

Jangkauan alam pemikiran selamanya bertentangan dengan batas penalaran serta kemurnian sanubari yang diduga memiliki batasan akhir dan tidak pernah tersentuh oleh hal apa pun. Murni sepanjang waktu.

Oleh sebagian Pakar diyakini andai kemurnian sanubari bisa diarahkan untuk membanjiri gelombang alam pemikiran dipastikan pendidikan tidak akan pernah bisa meracuni penalaran. Bahkan pengamalan tidak akan pernah membutuhkan corak-ragam bentuk penghukuman hingga dalil perlunya membentuk Pengadilan demi mendapatkan keadilan bisa terpatahkan. Karena hukuman terberat sejatinya adalah kekecewaan.

"A great attitude does much more than turn on the lights in our world; it seems to magically connect us to all sorts of serendipitous opportunities that were somehow absent before the change".~Earls Nightingale

Salam hangat selalu!
FREE

Selasa, 13 November 2018

MEMAHAMI MAKNA KATA TUJUAN

Whatever We plant in our subconscious mind and nourish with repetition and emotion will one day become a reality."
~Earl Nightingale

Menurut Anda, apa makna Tujuan? Kenapa ia kerap dilekatkan pada kata Dewasa? Mungkin Anda akan menjawab mengikutkan rujukan ketentuan batasan umur dewasa sesuai ketentuan undang-undang bahwa, hanya orang Dewasa yang berhak menentukan sendiri Tujuannya - hendak menuju kemana?

Logis dan itu tak salah! Tetapi, itu adalah versi Anda!

Namun artikel ini memilih untuk terlebih dahulu mengulas makna kata Dewasa agar paham makna kata Tujuan.

Menurut seorang teman, Dewasa acap disebut sebagai maturity ketika Anda berhenti tak lagi bersusah-payah ingin merubah wajah dunia. Tak lagi mau lelah hendak merubah orang-orang agar sesuai menurutkan kata hati Anda, tetapi Anda memilih untuk merubah diri sendiri.

Katanya, kala ketika Anda berhenti membanding-bandingkan diri Anda dengan orang lain, dan kala ketika Anda fokus pada nilai-nilai positif yang ada pada orang lain, Anda dianggap telah Dewasa. Apalagi Anda paham bahwa itu Anda lakukan adalah untuk menghadirkan kedamaian didalam diri Anda sendiri.

Ketika Anda belajar melupakan perlakuan atau perbuatan seseorang yang tidak berkenan dihati Anda. Mulai menerima orang lain apa adanya, menerima sebagaimana adanya diri orang itu tanpa bayang-bayang sosok orang satu lainnya yang lebih berkuasa darinya, atau yang lebih bergelimang harta. Kala itu terjadi, Anda dianggap telah Dewasa terutama karena paham bahwa kebahagaian taklah harus disertai kemewahan.

Katanya lagi, manakala Anda telah bisa berdamai dengan diri sendiri tanpa perlu persetujuan orang lain untuk berlaku demikian, tetapi demi untuk kedamaian hati Anda sendiri. Kala ketika itu terjadi, Anda telah memberi kesempatan pada benih-benur kedewasaan untuk bersemayam tumbuh berkembang di diri Anda.

Menakjubkan!

Konon katanya, pergumulan hebat berlangsung terus menerus menimpa hidup setiap orang dan itu terjadi di alam pikirannya sendiri, dan pendapat orang lain kerap menjadi momok yang menghantui.

Apa kata dunia?

Tiap waktu tiap kita dituntut untuk berdamai dengan keinginan hati demi mendapatkan label telah Dewasa, hingga menjadikan hal KEDEWASAAN selamanya menjadi Tujuan. Pada strata tertentu Dewasa bahkan dianggap sebagai pilihan hidup.

Tak soal jika Anda berpendapat berbeda!

Tak heran jika partus tanda tanya: “Jika Kedewasaan adalah Tujuan, siapa pula yang menentukan patokan itu? Apa haknya? Apa patokan jika ia cermat menilai? Mungkin saja ia salah, atau mungkin ia mendapat tekanan orang yang berkuasa? Mungkin terpengaruh oleh ikatan sanak saudara atau tercemari fanatisme daerah? Jika demikian itu halnya, apakah masih benar patokan itu yang menjadi ukuran?

Satu tanya menimbulkan ragam rupa tanya-tanya lainnya!

Banyak yang menghindar tak mau pusing, tetapi lebih banyak yang lelah ikut pusing. Banyak yang menolak berpendapat tetapi lebih banyak yang lebih suka menolak tiap pendapat. Ada yang bergumam; Kenapa tiap hal dipersoalkan?, tetapi kemudian ikut larut tertanya-tanya.

Tak lagi jelas awal musabab perbantahan, tetapi semua merasakan nikmatnya membantah tiap perbantahan. Dan senang tertanya-tanya, walau malas untuk sekedar bertanya!

Tak salah jika penulis berpendapat dengan nada tertanya-tanya, bahwa: “tiap Tujuan adalah baik adanya walau jika itu salah, itu bukan salahnya tetapi salah yang Menuju”. Karena semua tergantung Telor masing-masing. Apakah akan di Orak-Arik atau akan diRebus, diDadar atawa akan di Ceplok mata Lembu? Selera Anda, afdolnya bagaimana?”.

Karena hidup adalah pilihan!

~Salam Tujuan selalu!

"Far better it is to dare mighty things, to win glorious triumphs, even though checkered by failure, than to rank with those poor spirits who neither enjoy much nor suffer much, because they live in the grey twilight that knows neither victory nor defeat."
~Theodore Roosevelt
saying

Selasa, 06 November 2018

MEMAHAMI MAKNA KATA PERUBAHAN

”Everyone thinks of changing the world, but no one thinks of changing himself”.
~Leo Tolstoy - Novelist

Tak soal Anda itu apa! Apakah Anda wiraswasta, karyawan, pedagang, pebisnis, top manajemen atau profesional atau mungkin Anda hanya seorang individu yang berusaha mencapai sukses keberhasilan, Anda perlu memelihara prinsip bahwa: “Anda adalah apa yang Anda percayai!”.

Semisal, Anda tengah berusaha menambah penghasilan Anda perlu membuka diri terhadap berbagai peluang, menggali berbagai alternatif untuk tahu solusi terbaik dan mendapatkannya secara positif.

Sama halnya jika Anda ingin membangun hubungan baik dengan relasi, atau mencuba melebarkan jaringan network bisnis atau dengan berbagai pihak, cara terbaik mewujudkannya adalah dengan mengubah cara berpikir!

Mungkin Anda perlu banting stir mengganti aktivitas yang kini tengah Anda geluti atau mungkin keluar dari lingkungan yang sekarang supaya bisa fokus. Diperlukan lingkungan dimana kepribadian kita dimungkinkan berkembang.

Yang harus disadari adalah bahwa: Berubah itu keharusan tetapi meningkatkan kepribadian adalah pilihan!

Tiap orang memilih mengembangkan kepribadiannya tetapi menghayal agar dunia berubah mengikutkan keinginannya. Itu mustahil, karena dunia dinamis mengikutkan dinamika kehidupan penghuninya.

Karenanya, kita yang harus membuka diri untuk mempermudah terjadinya perubahan itu. Caranya dengan menerima dan beradaptasi dengannya. Kita perlu merubah cara pandang kita tentang keunikan diri kita, mengasah kualitas dan tak henti menggali bakat talenta diri, menjadikannya solid menyongsong perubahan.

Perubahan kerap terasa seolah tertahan oleh sesuatu, dan itu menjadikan kita kembali memilih bertahan bahkan malah menolak perubahan itu, kita terkadang malah menginginkan menjalani kehidupan yang biasa dijalani. Apalagi perubahan kerap membuat kita babak belur, pontang panting membuat kita goyah tidak percaya diri. Khawatir seolah kita dipaksa untuk menghindari aktivitas yang dipersyaratkan untuk bisa mencapai perubahan itu.

Jangan terkecoh olehnya!

Kala ketika itu terjadi, kita disarankan untuk optimis memelihara perilaku positif karena itu lebih bermanfaat daripada terjebak di alam khayal bakal sukses tanpa kita berusaha merubah sikap dan perilaku.

"The only thing that stands between a man and what He wants from life is often merely the will to try it and the faith to believe that it is possible."
~Richard M. DeVos

Kepribadian adalah kunci utama, dan itulah semangat perubahan itu!

Kita harus mengundang masuk impian sukses masa depan, caranya dengan melepaskan kepahitan masa lalu. Melupakan bayangan perilaku atau lingkungan di masa lalu yang dipenuhi enerji negatif. Diperlukan semangat tersendiri apalagi tiap kita cenderung kembali ke habitat lama.

Terkadang perubahan terasa membuat kita kian terperosok, apalagi tiap hal selalu berakhir gagal dan gagal lagi. Namun jangan menyerah karenanya. Karena kemuliaan terbesar kita tidak ikut jatuh walau berkali-kali gagal tetapi malah meningkat. Ini yang selalu terlupakan!

Tetaplah fokus pada masa saat sekarang ini, fokus menerima perubahan menuju arah yang lebih baik karena jika terus-menerus berkubang dengan kisah sedih masa lalu, kita tidak akan bisa menangkap peluang dari sesuatu kesempatan.

Ini adalah realitas pikiran!

Surround yourself with people who…believe in your dreams, encourage your ideas, support your ambitions, and bring out the best in you.”
~Roy T. Bennett, The Light in the Heart

~Salam Perubahan!
saying