Jumat, 16 Juni 2017

Temukan Potensi DIRI dan Jadilah Diri Sendiri!

Sedari kita kecil lingkungan telah membanding-bandingkan diri kita dengan diri anak orang lain, dan kita menjadi terbiasa untuk terlihat lebih tangguh, lebih pintar dan lebih rapi. Menjadi anak baik dan harus menjadi juara - dalam tiap hal. Kebanggaan orang tua!

Menjelang dewasa kita diklasifikasikan menjadi anak remaja. Jika terlihat rada dewasa, kita dianggap menyimpang – tak patut, anak siapa itu? Jika terlihat sok jagoan, kita dinilai membahayakan – siapa orang tuanya? Jika masih cengeng dianggap kekanak-kanakan, kita dipaksa bercermin – lihat, kau itu sudah besar. Jangan bikin malu orang tua!

Tanpa tuntunan berbatas pasti – seolah semua harus sesuai kehendak orang tua. Dan oleh lingkungan itu dianggap alamiah.

Dan kemudian kita, telah pula mewariskan hal serupa. Akankah kelak anak-anak kita mewariskannya ke anak cucu mereka?

Peradaban bertitah, demi untuk kebaikan dan tatanan kehidupan, ajaran pengajaran orang tua tak boleh dinilai salah.

Jika ada pendapat bahwa itu-ini menyimpang, namun ‘nilai’ tak boleh disimpulkan ‘telah menyimpang’. Itu bukan salah lingkungan,  itu salah orang tuanya. Jika diingatkan bahwa – haram untuk kita menyalahkan orang tua, maka ditukar jawab - dasar anak kurang ajar. Bukan salah bunda mengandung tetapi keadaanlah yang memaksa. Titik!

Maka itu;

Jangan Kendalikan Tiap Hal:
Kita akan frustasi jika gagal mengendalikan sesuatu diluar batas kemampuan, enerji habis tersia-sia, menyiksa diri seolah kita ingin dianggap lebih sempurna.

Ketahuilah, tidak setiap saat kita harus mengemudikan hidup, ada kalanya kita menjadi penumpang. Walau hebat menyusun rencana namun ada banyak hal yang tidak bisa diprediksi.

Sadarilah bahwa tiap hal ada aturan mainnya.

Jangan Salahkan Orang:
Jangan terbiasa menyalahkan orang lain. Jika terus-menerus berlaku semberono begitu, itu akan merusak dan menyakiti orang-orang disekitar kita. Melemparkan tanggungjawab ke orang lain tidak akan membuat kita menjadi lebih baik.

Sejatinya tak seorang pun bisa disalahkan untuk bertanggungjawab atas tindakan kita.
Maka, bertanggungjawab-lah!

Jangan Hanya Cinta Harta:
Anggapan bahwa banyak uang banyak harta akan membuat orang-orang kagum - itu tidak selamanya betul. Kilauan harta tidak selamanya menghadirkan kepuasan sejati, banyak yang malah stress, tersiksa cemas berkepanjangan.

Memusatkan hidup dalam bayang-bayang kilau harta kekayaan akan menghantarkan kita ke lorong pencarian tak berujung. Melelahkan!

Uang bukan segalanya walau diperlukan untuk tiap hal! Uang hanya akan lebih bermakna jika digunakan meringankan beban hidup sesama.


Hindarkan Lingkungan Beracun:
Lingkungan orang-orang pesimis akan menghisap kemampuan pola pikir kita. Orang-orang pesimis tidak akan peduli dengan gagasan pendapat kita terkecuali kala butuh akan sesuatu.

Lingkungan negatif akan menggerus mentalitas positif kita tetapi percaya diri akan menghalau ekses pengaruh negatifnya.

Hindarkanlah sebisanya.

Jangan Tunda Ambisi Sukses:
Jangan mencari-cari alasan untuk terus menunda-nunda melaksanakan sesuatu. Mengubah-ubah rencana bukan alasan pembenaran. Stop buang enerji untuk alasan sia-sia.

Jangan biarkan kesempatan menguap.

Jangan Malu mengKritisi Diri:
Dialog yang terjadi dibenak kita (self-talk) jangan dikesampingkan walau jika itu lucu, semisal: “Bermimpilah hingga ke bulan jika pun jatuh ke langit masih disekitar bintang-bintang”.

Mengkritisi diri sendiri akan menyempurnakan ego pribadi namun jangan lakukan jika hanya karena takut akan penilaian orang lain. Kesampingkan dialog yang tidak konstruktif.

Temukan potensi diri dan jadilah diri sendiri.
a prospect become an SFI affiliate

~salam sukses selalu

Terbaru

MEMBANGUN MOMENTUM DIRI

Perlu momentum untuk berhasil. Banyak yang giat membangun momentum untuk kesuksesan dirinya dan banyak yang sabar, bersabar menunggu saa...