Senin, 19 Oktober 2015

Tiap Orang Bertindak Sederhana Tetapi Berpikir Sangat Rumit

Kegagalan bukan pilihan tetapi rencana realistis pertanda lebih cerdas memanfaatkan yang terbaik.

"Believe that life is worth living and your belief will help create the fact."
~William James

Tiap kali memulai bisnis kita nyaris tak pernah bertanya; saya dapat apa – berapa? Tatkala rekan kita ajak turut serta, kita cenderung dibawa tenggelam berpikir rumit. Dihadang berbagai perilaku, ada yang meminta kompensasi diawal, ada yang bersedia dengan syarat ini dan itu. Ada yang langsung jalan tak lama kembali mengusung alasan; ini susah diteruskan! Banyak saingan, produk belum dikenal, harga lebih mahal dari yang sejenis, dll.

Berbagai hal menghadang, bahkan kelayakan kita dipertanyakan. Tawaran tambahan modal tetapi mengontrol sepenuhnya untuk alasan kepastian usaha bagaikan intimidasi. Alat kelengkapan menyedot modal. Mengawali dengan menjual rugi merusak perhitungan awal dan menggerus kinerja. Tiap orang memilih bertindak sederhana tetapi berpikir serumit mungkin. Tak ada jaminan sukses, hanya keuletan dan bersikukuh itu lah modal utama.

Tawaran bisnis menjadi kaya dalam 1x24 jam telah usang bahkan dicemooh. Orang semakin pintar dan lebih realistis, kita harus siap ditanya tanpa pernah siap gerangan hal apa yang akan ditanya. Norma kewajaran, aturan dan syarat kelayakan bisnis bertambah semakin menggerus enerji, menghambat minat berbisnis yang terus bertumbuh.

Modal bukan lagi masalah utama, jaringan bisnis bukan lagi tantangan, kemudahan internet berhasil melengkapi prinsip dasar HAM – persamaan hak mendapatkan penghidupan yang layak. Kini ini, Tim Kerja yang terpenting, dengan siapa Anda berbisnis. Banyak yang memilih menawarkan ke tiap orang, latar belakang bukan penghalang. Yang luwes berpikir sukses oleh kemudahan internet. Dunia tanpa batas menjadikan anak usia belum dewasa kaya raya, melampaui berjibun ilmu yang ditawarkan perguruan tinggi.

Berpromosi menjadi tergantung pada kelihaian kita, fasilitas internet hanya sarana dan kita lah pemain utama. Alat pemasaran menawarkan cara mudah berpromosi; kampanye E-mail, ber-iklan di sosial media, membuat situs Web atau Blog, ber-iklan gratis atau berbayar, dll. Pemasaran bukan lagi hak mutlak penjual, semua bisa berpromosi, menjual dan mendapat hasil. Jaringan internet menciptakan tatanan baru bahkan tipu penipu marak menggerogoti kerja keras pebisnis tulen. Hati-hati, kejujuran akan menang mengalahkan tindakan tidak terpuji.

Sebagian pebisnis takut memanfaatkan internet katanya orang lain akan diuntungkan. Pemikiran benar tetapi sesat. Membuat keuntungan menjadi terbagi adalah benar tetapi itu akan semakin lebih menguntungkan. Contoh restoran; mengurangi keuntungan dengan berbagai gaya seperti diskon untuk acara ulang tahun, rapat berkala, arisan atau fasilitas membership, dll. Tak ubahnya menjadikan pengunjung bagaikan bagian dari TIM Kerja, dan itu lebih menguntungkan.

Kontribusi lahir dari komitmen dan membawa sukses dalam bisnis - apapun. Tambahan ide gagasan serta injeksi pemikiran menjadi nilai tambah. Tiap orang dipaksa belajar memahami segala aspek berkenaan, sejatinya tiap orang ingin sukses melebihi apa yang sudah diperoleh. Membangun TIM Kerja adalah pekerjaan terbesar. Mengajarkan pengetahuan tentang bisnis dipercaya memicu gagasan baru yang melampaui ide gagasan awal. Tiap orang bertanya, ingin tahu bagaimana melakukan ini dan itu, apa saja yang menghadang dan cara menghadapinya, bagaimana kedepan. Innovasi dan kreatifitas bertumbuh. Dan tiap orang menyadari kegagalan bukan pilihan tetapi memperkaya gagasan mewujudkan mimpi menjadi nyata, dan itu yang harus ditetapkan.

"Unless commitment is made, there are only promises and hopes; but no plans."
~Peter F. Drucker

"Kecuali komitmen dibuat, hanya ada janji-janji dan pengharapan; Tetapi tidak direncanakan" demikian Peter F. Drucker. TIM Kerja memerlukan rencana kerja karena komitmen dan janji pengharapan mengharuskannya demikian. Dan itu adalah salah satu tujuan nya, lainnya akan Anda temukan, mengagumkan!

Bisnis SFI mengagumkan, kita dididik untuk berhasil dengan memberhasilkan orang satu lainnya. Menghindari kesalahan yang menghambat keberhasilan orang lain. Ingatlah, tidak ada formula tokcer untuk berhasil, lebih cerdas memanfaatkan yang lebih baik menjadi tahap awal keberhasilan.
~Salam sukses selalu!

Terbaru

MEMBANGUN MOMENTUM DIRI

Perlu momentum untuk berhasil. Banyak yang giat membangun momentum untuk kesuksesan dirinya dan banyak yang sabar, bersabar menunggu saa...